Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pelestarian Ekosistem Pesisir Dan Hutan Mangrove Manggar Prita Indriawati; Retnowaty Retnowaty
Bagimu Negeri Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v2i1.623

Abstract

The purpose of this Community Service (CS) is to provide an understanding of the function of the mangrove forests that have various benefits for the preservation of coastal ecosystems and clean up inorganic waste in the coastal areas. The method of community service was lecturing, demonstration, counseling and interview. The CS results were high awareness of the community to do the maintenance of the former pond land and garbage in the watershed and lastly mangrove trees can grow well. Suggestions for further CS is the need to make a proposal for sponsorship so that sustainability of these activities will occur.Keywords: community empowerment, coastal ecosystem, mangrove 
PERGESERAN MAKNA ASOSIATIF PADA LIRIK LAGU IWAN FALS DI ALBUM MUSIKAL SATU TAHUN 2015 Retnowaty; Iin Ratnasari; Retnowaty Retnowaty; Kiftian Hady Prasetya
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 2 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.098 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v2i1.60

Abstract

Pembahasan yang diangkat oleh peneliti adalah tentang kajian semantik yakni jenis-jenis makna. Akan tetapi peneliti hanya memfokuskan pada jenis makna asosiatif dengan rumusan masalah yakni mengenai jenis makna asosiatif yang meliputi makna konotatif, makna stilistik, makna afektif, makna reflektif dan makna kolokatif. Peneliti memilih lirik lagu Iwan Fals album musikal “Satu” tahun 2015 sebagai objek penelitian karena dalam objek tersebut banyak mengandung pembahasan mengenai rumusan masalah tersebut. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat mendeskripsikan data, untuk mempermudah dalam pengumpulan data mengenai makna asosiatif yang terdapat pada lirik lagu Iwan Fals album musikal “Satu” tahun 2015. Peneliti menggunakan kartu data kemudian peneliti menguraikan di pembahasan hasil penelitian. Hasil penelitian yang berjudul Pergeseran Makna Asosiatif Pada Lirik Lagu Iwan Fals Di Album Musikal “Satu” Tahun 2015. Peneliti menemukan jenis – jenis makna asosiatif yaitu makna konotatif makna yang mempunyai nilai rasa, ditemukan sebanyak 14 data. Makna stilistik makna yang berhubungan dengan perbedaan sosial, ditemukan sebanyak 4 data. Makna afektif makna yang berhubungan dengan perasaan pendengar, ditemukan sebanyak 5 data. Makna reflektif makna yang menimbulkan makna lain, ditemukan sebanyak 6 data. Makna kolokatif merupakan makna yang berada pada kolokasi yang sama, ditemukan sebanyak 4 data.
Tipong Tawar dalam Ritual Pertanian Dayak Paser: Sebuah Bentuk dan Struktur Retnowaty; Rika Istianingrum; Retnowaty Retnowaty
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.846 KB) | DOI: 10.30651/lf.v2i1.1435

Abstract

Tipong Tawar merupakan sebuah mantra yang digunakan dalam ritual-ritual adat suku Dayak Paser, Kalimantan Timur. Tipong Tawar merupakan mantra yang memiliki media berupa tepung berwarna putih dan tidak berasa yang disebut dengan tawar. Tipong Tawar sering disampaikan oleh seorang Balian (dukun/pawang) dalam ritual adat. Salah satu ritual adat tersebut adalah ritual dalam pertanian. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur teks mantra Tipong Tawar dalam ritual pertanian Dayak Paser, Desa Baras Jiring, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Menggunakan metode deskriptif serta pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses wawancara, perekaman, dan pencatatan. Hasil temuan menunjukkan bahwa bentuk dan struktur teks mantra Tipong Tawar merupakan struktur puisi karena mantra juga merupakan puisi lama dalam genre sastra. Adapun bentuk dan struktur teks mantra Tipong Tawar meliputi; tema, formula bunyi (rima dan irama), bait, baris, dan diksi. Dapat disimpulkan bahwa terkait dengan struktur pada teks mantra Tipong Tawar berdasarkan pada tema, rima, irama, bait, baris, dan diksi memang berbeda dengan struktur pada puisi pada umumnya, terutama pada diksi sebuah teks mantra. Karena diksi pada teks mantra menggunakan bahasa daerah yang tidak semua arti dalam bahasa Indonesia tidak dapat dimaknai secara harafiah. Hal ini yang membedakan mengenai diksi teks mantra dan diksi puisi pada umumnya.
PRESUPOSISI PADA BAHASA SPANDUK IKLAN WARUNG BAKSO DI BALIKPAPAN Retnowaty; Lutfi Ika Sari; Retnowaty Retnowaty; Ari Musdolifah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 1 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.217 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v1i1.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud presuposisi Bahasa spanduk iklan warung bakso di Balikpapan, khususnya pada kecamatan Balikpapan utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata-kata, frase, dan kalimat yang mengandung preuposisi dalam spanduk iklan warung bakso di Balikpapan, yang dikaji dari segi pragmatik. Sumber data pada penelitian ini adalah spanduk iklan warung bakso di Balikpapan, khususnya kecamatan Balikpapam utara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri (human instrumen), dibantu dengan kamera handphone, dan kartu data. Penelitian ini disusun dan dilaksanakan dengan menggunakan model analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, sajian data, dan simpulan. Teknik analisis penelitian yang digunakan adalah teknik agih. Hasil analisis pada penelitian ini, ditemukan 38 data dengan empat jenis presuposisi, yaitu 20 data presuposisi eksistensial, 11 data presuposisi faktif, 5 presuposisi leksikal, dan 2 presuposisi struktural. Presuposisi eksistensial banyak digunakan karena pada bahasa spanduk iklan tersebut, tidak hanya menjelaskan satu maksud tetapi lebih luas lagi dengan menggunakan kata-kata yang menarik pembaca. Sehingga sebagai daya tarik pengunjung yang ingin tahu atau penasaran, untuk membeli bakso yang ditawarkan.
KEMAMPUAN BERBICARA SISWA MTS HIDAYATUL MUSTAQIM BALIKPAPAN MELALUI KEGIATAN MENJADI PEMBAWA ACARA Retnowaty; duwi rahayu; Maryatin Maryatin; Retnowaty Retnowaty
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 1 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.99 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v1i1.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbicara siswa kelas VIII MTs Hidayatul Mustaqim Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Subjek pada penelitian ini yaitu siswa kelas VIII MTs Hidayatul Mustaqim Balikpapan berjumlah 41 siswa. Data diambil untuk mengetahui kemampuan berbicara siswa kelas VIII dengan menggunakan observasi, penilaian tes, dan wawancara. Teknik analisis data yang diguanakan adalah deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran realita yang ada tentang kemampuan berbicara siswa kelas VIII MTs Hidayatul Mustaqim Balikpapan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa kelas VIII MTs Hidayatul Mustaqim Balikpapan termasuk ke dalam kategori baik yaitu sebanyak 20 siswa dari 41 siswa yang terdiri dari 21 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki, atau sebesar 48.78%. Kemampuan ini sudah baik untuk ukuran siswa kelas VIII MTs yang sedang mengalami perubahan masa-masa remaja. Jika ditingkatkan lagi dengan pembelajaran bahasa Indonesia yang rutin dan terarah, maka kemampuan berbicara siswa akan meningkat dan masuk kategori sangat baik.
Eksplorasi Debat Bahasa Indonesia untuk Memperkuat Literasi Lisan di Sangatta Sinambela, Sesi Marselina; Musdolifah, Ari; Sari, Besse Intan Permata; Istianingrum, Rika; Retnowaty, Retnowaty; Prasetya, Kiftian Hady; Indriawati, Prita; Casmudi, Casmudi; Nuraini, Nuraini
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 3 (2025): MEI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i4.5510

Abstract

Literasi lisan merupakan keterampilan fundamental yang mencakup kemampuan berbicara dan menyimak dalam konteks pembelajaran abad ke-21, namun siswa SMA sederajat di wilayah Sangatta masih menghadapi kendala dalam mengembangkan keterampilan berbicara, khususnya dalam hal kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lisan siswa melalui penyelenggaraan lomba debat bahasa Indonesia sebagai sarana penguatan keterampilan berbicara dan kemampuan berpikir kritis. PKM dilaksanakan dalam empat tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan penyusunan laporan dengan menggunakan sistem parlemen Asia dalam format eliminasi yang melibatkan 12 sekolah dari Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang, dimana peserta dinilai berdasarkan tiga kriteria yaitu isi, penyampaian, dan strategi sesuai pedoman Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berbicara peserta dalam tiga aspek penilaian debat, dimana peserta menunjukkan kemajuan dalam penguasaan materi argumentasi, teknik penyampaian yang meliputi kontrol sikap tubuh dan volume suara, serta strategi pengelolaan waktu debat, sementara kemampuan berpikir kritis peserta juga berkembang melalui proses penyusunan logika argumentasi dan analisis data konkret. Lomba debat bahasa Indonesia terbukti efektif sebagai sarana penguatan literasi lisan di era digital yang berhasil meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara di depan umum dan mengembangkan kemampuan argumentasi yang terstruktur, dengan rekomendasi untuk kegiatan serupa meliputi perpanjangan alokasi waktu, pelatihan pra-lomba yang intensif, dan integrasi teknologi digital.
Sociolect Variation of Banjar Language in Social Interactions of Muara Jawa Village Community, Kutai Kartanegara, East Kalimantan Rika Istianingrum; Ari Musdolifah; Retnowaty; Sajaratun Hayuni; Hartati Ratna Juita
General English Education Vol 6 No 2 (2026): EBONY- Journal of English Language Teaching, Linguistics, and Literature
Publisher : The Study Program of English Education of Palangka Raya University 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/ebony.v6i2.26138

Abstract

Sociolect variation refers to language differences as the social characteristics of speakers within a speech community. The Banjar language serves as the local vernacular of the community in Muara Jawa Village, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province, and is not used uniformly. It shows systematic variation influenced by the social background of its speakers. This study aims to identify and analyze Banjar sociolect variation in everyday social interactions, focusing on three social variables: age, social status, and social background. The study employs a social phenomenology approach as the theoretical lens for interpreting speakers' lived linguistic experiences, combined with a qualitative descriptive method as the research design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and the engaged participant listening technique involving 15 native Banjar speakers selected through purposive sampling. The findings show that age is the most consistently evidenced source of sociolect variation: intergenerational interactions produce contrastive registers between younger and older speakers, while intra-generational teenage interaction is characterized by peer-exclusive solidarity markers and hyperbolic figurative expressions. Social status variation is reflected in asymmetric address forms and pragmatic strategies within transactional contexts, and social background variation is associated with the occupational register of market traders. These demonstrate that Banjar sociolect variation in this heterogeneous community is systematically shaped by social structure, and the Banjar language continues to function as a marker of ethnic and social identity among its speakers. This study contributes to the documentation of sociolect variation in regional minority languages of Indonesia, particularly within ethnically diverse rural communities.