Claim Missing Document
Check
Articles

Pengendalian Pengangguran dan Stabilitas Ekonomi di Indonesia Melalui Kebijakan Fiskal dan Moneter: Penelitian Suriyati; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6441

Abstract

Pengangguran dan inflasi merupakan permasalahan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia yang memerlukan sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan ekspansif dan kontraktif dalam mengendalikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) serta menjaga stabilitas harga. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekspansif mampu menurunkan pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi, namun berpotensi meningkatkan inflasi. Sebaliknya, kebijakan kontraktif efektif dalam menekan inflasi, tetapi berdampak pada peningkatan pengangguran dalam jangka pendek. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi kebijakan yang adaptif untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, dan penyerapan tenaga kerja.
Pengaruh Inflasi terhadap Daya Beli Masyarakat di Indonesia: Penelitian Saskia Putri; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi terhadap daya beli masyarakat di Indonesia. Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang ditandai dengan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan, yang berpotensi menurunkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kepustakaan (library research), yaitu dengan mengkaji berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan data sekunder yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki pengaruh negatif terhadap daya beli masyarakat. Kenaikan harga barang dan jasa yang tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan menyebabkan penurunan pendapatan riil, sehingga kemampuan konsumsi masyarakat menurun. Kelompok masyarakat berpendapatan rendah merupakan pihak yang paling terdampak karena sebagian besar pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Selain itu, inflasi juga memengaruhi pola konsumsi masyarakat, di mana terjadi pergeseran dari konsumsi barang non-primer ke barang kebutuhan pokok. Inflasi yang tidak terkendali juga berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat serta memperlebar ketimpangan sosial. Oleh karena itu, pengendalian inflasi melalui kebijakan moneter dan fiskal menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Pengaruh Tingkat Pengangguran Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia Najwa : Penelitian Sakirah Nayla; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengangguran terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia serta faktor-faktor yang memenangaruhinya, seperti kemiskinan, pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengkaji berbagai literatur dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengangguran memiliki hubungan yang signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, di mana individu yang tidak memiliki pekerjaan cenderung tidak memiliki sumber pendapatan yang stabil sehingga memperbesar kesenjangan ekonomi. Selain itu, pengangguran juga berkontribusi terhadap peningkatan kemiskinan yang semakin memperlebar ketimpangan. Faktor pendidikan dan kualitas sumber daya manusia menjadi penentu penting dalam mengurangi risiko pengangguran. Ketimpangan regional, sektor informal, serta jenis pengangguran juga turut memengaruhi distribusi pendapatan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah yang terintegrasi, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan ekonomi inklusif untuk mengurangi pengangguran dan ketimpangan pendapatan secara berkelanjutan.
Faktor Penyebab Pengangguran Usia Produktif di Era Digital: Penelitian Anggun Melani; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan regional di Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengangguran pemuda, yaitu upah, inflasi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketimpangan regional masih menjadi permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang ditandai dengan perbedaan tingkat kesejahteraan, kesempatan kerja, dan kualitas sumber daya manusia antar wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah minimum yang tidak merata dapat memengaruhi keputusan tenaga kerja pemuda dalam memasuki pasar kerja. Inflasi berdampak pada penurunan daya beli masyarakat yang pada akhirnya memengaruhi penyerapan tenaga kerja. Selain itu, IPM memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja, namun ketidakseimbangan antara peningkatan IPM dan ketersediaan lapangan kerja dapat menyebabkan pengangguran terdidik. Dengan demikian, ketiga faktor tersebut saling berkaitan dan berkontribusi terhadap ketimpangan regional di Indonesia.
Inflasi dan Efektivitas Kebijakan Subsidi dalam Ekonomi Publik: Penelitian Amelia Stevani; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6615

Abstract

Inflasi merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian yang mencerminkan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan. Dalam konteks ekonomi publik, pemerintah memiliki peran strategis dalam mengendalikan inflasi melalui berbagai instrumen kebijakan, salah satunya adalah kebijakan subsidi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis hubungan antara inflasi dan peran kebijakan subsidi dalam menjaga stabilitas ekonomi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengacu pada berbagai teori ekonomi dari para ahli terkait inflasi dan kebijakan fiskal. Hasil kajian menunjukkan bahwa subsidi dapat berfungsi sebagai alat untuk menekan harga barang tertentu, menjaga daya beli masyarakat, serta mengurangi dampak inflasi, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah.Namun demikian, efektivitas kebijakan subsidi sangat bergantung pada ketepatan sasaran, efisiensi anggaran, serta kondisi ekonomi makro secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan perumusan kebijakan yang tepat agar subsidi tidak menimbulkan distorsi pasar dan tetap mendukung stabilitas ekonomi jangka panjang.
Efektivitas Kebijakan Pemerintah dalam Mengendalikan Inflasi: Pendekatan Ekonomi Publik : Penelitian Dinda Nurmelita; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi melalui pendekatan ekonomi publik. Inflasi merupakan salah satu permasalahan utama dalam perekonomian yang berdampak pada penurunan daya beli masyarakat, ketimpangan distribusi pendapatan, serta stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang tepat untuk menjaga kestabilan harga dan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai teori ekonomi, jurnal ilmiah, dan kebijakan pemerintah yang relevan dengan pengendalian inflasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pengendalian inflasi dipengaruhi oleh koordinasi yang baik antara kebijakan fiskal dan moneter, kredibilitas pemerintah dalam menjalankan kebijakan, serta kondisi ekonomi makro yang stabil. Selain itu, kebijakan yang tepat sasaran mampu mengurangi dampak negatif inflasi, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan demikian, diperlukan kebijakan yang adaptif, konsisten, dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Peran Inflasi Terhadap Stabilitas Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat: Penelitian Sella Mardiana; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6662

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran inflasi terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Inflasi merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan kondisi perekonomian suatu negara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari berbagai literatur dan laporan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi yang stabil dan terkendali dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, serta menciptakan kepastian bagi pelaku ekonomi. Sebaliknya, inflasi yang tinggi dan tidak terkendali dapat menurunkan daya beli, meningkatkan ketimpangan pendapatan, dan mengganggu stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan moneter dan fiskal yang tepat untuk menjaga inflasi tetap berada pada tingkat yang optimal sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
Pengaruh Harga terhadap Keputusan Pembelian di Pasar Tradisional: Penelitian Putri Nursyakira; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6793

Abstract

Dalam aktivitas perdagangan di pasar tradisional, harga menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Konsumen umumnya membandingkan harga antar pedagang sebelum melakukan transaksi untuk memperoleh barang sesuai kemampuan dan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian konsumen serta memahami sejauh mana harga menjadi faktor dominan dalam proses pembelian. Rumusan masalah penelitian berfokus pada peran harga dalam memengaruhi perilaku pembelian masyarakat di pasar tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui pengkajian buku, jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga memiliki pengaruh kuat terhadap keputusan pembelian karena konsumen mempertimbangkan keterjangkauan, kesesuaian manfaat, dan perbandingan harga antar penjual. Selain harga, kualitas produk, kenyamanan pasar, dan pelayanan pedagang juga memengaruhi keputusan pembelian. Kesimpulannya, harga tetap menjadi faktor dominan dalam aktivitas pembelian konsumen di pasar tradisional serta memengaruhi minat beli dan keberlangsungan usaha pedagang.
Pasar Monopoli, Oligopoli, Persaingan Monopolistik dalam Perfektif Ekonomi Modern: Penelitian Nabila Aini Nazri; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6795

Abstract

Struktur pasar merupakan unsur penting dalam perekonomian modern karena memengaruhi harga, persaingan usaha, distribusi barang dan jasa, serta efisiensi ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik pasar monopoli, oligopoli, dan persaingan monopolistik serta dampaknya terhadap konsumen dan produsen. Fokus penelitian meliputi perbedaan karakteristik ketiga struktur pasar, pengaruhnya terhadap persaingan usaha, serta perkembangan pasar akibat teknologi digital dan globalisasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui tinjauan pustaka dan studi kasus. Data diperoleh dari jurnal, artikel ilmiah, buku, dan publikasi resmi, lalu dianalisis dengan merangkum, menyusun, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar monopoli memiliki persaingan rendah, pasar oligopoli ditandai ketergantungan antarperusahaan, sedangkan pasar persaingan monopolistik menonjolkan diferensiasi produk dan persaingan nonharga. Teknologi digital dan globalisasi turut memperkuat dinamika persaingan serta memperluas akses pasar. Kesimpulannya, struktur pasar memengaruhi pembentukan harga, tingkat produksi, efisiensi ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, teknologi digital mendorong perusahaan meningkatkan inovasi, kualitas layanan, dan strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar global.
Pengaruh Transparansi Pengelolaan Keuangan terhadap Kepercayaan dan Partisipasi Anggota Koperasi Merah Putih Doni Pratama Putra; Hendra Riofita
MANAJEMEN Vol. 6 No. 1 (2026): Mei : MANAJEMEN (Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan)
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/f8p22y44

Abstract

This study aims to analyze the effect of financial management transparency on member trust and participation in Koperasi Merah Putih. Transparency is an important principle in good cooperative governance because it can influence the level of trust and active participation of members in cooperative activities. This study used a quantitative approach with a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 60 cooperative members selected using purposive sampling techniques. The research instrument used a Likert scale and was analyzed using descriptive and inferential statistical methods with the assistance of SPSS software. The results showed that the transparency of financial management in Koperasi Merah Putih was categorized as good, especially in terms of financial information disclosure and management accountability. The results of hypothesis testing indicated that financial management transparency had a positive and significant effect on member trust and member participation. In addition, member trust also had a positive effect on member participation in cooperative activities. However, several aspects still need improvement, particularly related to the accessibility and periodic delivery of financial reports. Therefore, cooperatives are expected to improve financial reporting systems, strengthen communication with members, and utilize digital media to support transparency and member participation.