Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penerepan Manajemen Sumber Daya Manusia Pada PT Telkomsel dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Nabila Aini Nazri; Hendra Riofita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen sumber daya manusia di PT Telkomsel dan pengaruhnya terhadap peningkatan kinerja karyawan. Manajemen sumber daya manusia yang efektif menjadi faktor krusial dalam mencapai keunggulan kompetitif perusahaan telekomunikasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Telkomsel menerapkan berbagai strategi MSDM meliputi rekrutmen berbasis kompetensi, program pelatihan dan pengembangan berkelanjutan, sistem kompensasi kompetitif, manajemen kinerja berbasis KPI, serta budaya organisasi yang inovatif. Implementasi strategi MSDM tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi karyawan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk optimalisasi praktik MSDM dalam menghadapi dinamika industri telekomunikasi.
Manajemen Telenta (Talent Management) Sebagai Strategi Pengembangan SDM di PT Telkomsel Putri Nursyakira; Hendra Riofita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen talenta sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia di PT Telkomsel dalam menghadapi dinamika industri telekomunikasi digital. Manajemen talenta yang efektif menjadi kunci dalam membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan melalui identifikasi, pengembangan, dan retensi talenta kunci organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur sistematis dan analisis dokumen perusahaan periode 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan PT Telkomsel menerapkan pendekatan manajemen talenta holistik yang mencakup talent acquisition, talent development, succession planning, career management, dan retention strategy. Implementasi strategi talent management berkontribusi signifikan terhadap peningkatan leadership pipeline, inovasi organisasi, dan organizational agility. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk optimalisasi talent management practices melalui penguatan talent analytics, personalized development journey, dan inclusive talent philosophy dalam menghadapi transformasi digital.
Analisis Investasi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia: Studi Literatur Era Digital Dina Mai Liza; Hendra Riofita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam mengenai pengaruh investasi terhadap kapasitas penyerapan tenaga kerja di Indonesia melalui pendekatan studi literatur yang komprehensif. Sebagai pilar utama dalam struktur ekonomi nasional, investasi secara teoretis diposisikan sebagai stimulan bagi penciptaan lapangan kerja baru serta akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif di berbagai wilayah. Namun, hasil sintesis terhadap berbagai literatur menunjukkan bahwa efektivitas penanaman modal dalam menekan angka pengangguran tidak bersifat absolut, melainkan sangat bergantung pada beragam variabel pendukung lainnya. Faktor makroekonomi seperti kebijakan Upah Minimum Provinsi (UMP), kualitas modal manusia yang tecermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta tingkat pendidikan masyarakat menjadi penentu utama efisiensi dampak investasi tersebut. Di tengah gelombang transformasi industri, kajian ini juga menyoroti peran strategis ekosistem ekonomi digital dan literasi keuangan sebagai instrumen kontemporer dalam memperluas jangkauan kesempatan kerja. Selain itu, integrasi prinsip kewirausahaan syariah pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas ekonomi berbasis kerakyatan. Studi ini menyimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja secara berkelanjutan, diperlukan kolaborasi strategis antara peningkatan arus investasi fisik, penguatan kompetensi sumber daya manusia melalui jalur pendidikan, serta pemanfaatan teknologi keuangan yang inklusif. Harmonisasi kebijakan yang mengintegrasikan penguatan sektor makro dan digitalisasi pada unit UMKM menjadi kunci dalam meminimalkan disparitas antara pertumbuhan modal dan ketersediaan okupasi di pasar kerja Indonesia. Dengan demikian, investasi yang berkualitas harus mampu menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan produktivitas tenaga kerja secara masif. Sinergi multidimensi ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan secara nasional.
Analisis Hubungan Inflasi Moderat terhadap Pendapatan Nasional Indonesia 2023–2025 Wahyu Agung Santoso; Hendra Riofita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara inflasi dan pendapatan nasional di Indonesia selama periode 2023–2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif serta korelasi sederhana untuk melihat hubungan antarvariabel secara lebih sistematis. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), meliputi tingkat inflasi dan Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai indikator utama pendapatan nasional. Selain itu, data pendukung lainnya juga digunakan untuk memperkuat hasil analisis yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inflasi di Indonesia berada pada kisaran moderat, yaitu antara 2,61% hingga 2,90%, yang mencerminkan kondisi harga yang relatif stabil dan terkendali. Pada periode yang sama, PDB dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun, yang mengindikasikan adanya perbaikan dalam aktivitas ekonomi nasional. Berdasarkan hasil analisis korelasi, ditemukan adanya hubungan positif antara inflasi dan pendapatan nasional, di mana inflasi yang terkendali mampu mendorong peningkatan konsumsi masyarakat serta investasi sektor riil. Temuan ini menunjukkan bahwa inflasi dalam batas moderat tidak selalu berdampak negatif, melainkan dapat menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi. Stabilitas inflasi juga berperan penting dalam menciptakan kepastian ekonomi bagi pelaku usaha dan investor, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan pengendalian inflasi yang tepat dan konsisten menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan peningkatan pendapatan nasional di Indonesia secara berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat
Reformasi Ekonomi Publik: Evaluasi Kebijakan, Eksternalitas, dan Keadilan Distribusi di Era Modern Reza Fahira; Hendra Riofita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8646

Abstract

Studi ini meneliti reformasi ekonomi publik di zaman modern dengan penekanan pada penilaian kebijakan, eksternalitas, dan keadilan distribusi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Transformasi ekonomi dunia, kemajuan teknologi digital, dan meningkatnya harapan masyarakat terhadap layanan publik mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang lebih efisien, transparan, dan responsif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis signifikasi evaluasi kebijakan publik, peran pemerintah dalam menangani eksternalitas, serta usaha mencapai keadilan distribusi melalui kebijakan ekonomi publik yang berkelanjutan. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian literatur (library research). Informasi diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademis, dan referensi tepercaya lainnya yang berkaitan dengan transformasi digital dan ekonomi publik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penilaian kebijakan memiliki peranan krusial dalam memperbaiki efektivitas dan efisiensi program pemerintah. Digitalisasi di sektor publik dapat mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan akuntabilitas, memperluas transparansi, serta memperkuat koordinasi antar institusi. Selain itu, dampak negatif seperti polusi lingkungan dan kesenjangan digital memerlukan campur tangan pemerintah melalui peraturan, pajak, subsidi, serta kebijakan yang berfokus pada teknologi. Sebaliknya, keadilan distribusi dapat dicapai melalui kebijakan pajak yang inklusif, pemerataan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan teknologi digital. Studi ini menyimpulkan bahwa reformasi ekonomi publik di zaman modern perlu dilakukan secara komprehensif dengan menggabungkan inovasi teknologi, penilaian kebijakan yang berkelanjutan, serta prinsip keadilan sosial untuk mencapai pembangunan ekonomi yang lebih adil, efisien, dan berkelanjutan.
Analisis Keterkaitan Ekonomi Publik terhadap Pendapatan Nasional dan Strategi Pengendalian Inflasi Indonesia Yolanda Fardianti; Hendra Riofita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8713

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ekonomi publik dan pendapatan nasional serta meneliti dampak inflasi dan strategi pengendaliannya di Indonesia. Studi ini menerapkan metode kualitatif melalui penelitian pustaka. Informasi diperoleh dari berbagai sumber akademis seperti jurnal, buku referensi, artikel penelitian, dan publikasi resmi yang berhubungan dengan ekonomi publik, PDB, inflasi, serta kemajuan ekonomi digital di Indonesia. Analisis data dilakukan secara kualitatif-deskriptif melalui pengumpulan, pengkajian, perbandingan, dan sintesis berbagai teori serta hasil penelitian yang relevan dengan topik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa ekonomi publik berperan krusial dalam menaikkan pendapatan nasional melalui pengaturan fiskal, kebijakan moneter, dan pengelolaan sumber daya ekonomi yang efisien. Kebijakan pemerintah yang berupa pengeluaran negara, perpajakan, serta pengendalian uang beredar terbukti dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Di samping itu, inflasi yang meluas bisa mengurangi kemampuan beli masyarakat, menghalangi investasi, memperbesar biaya produksi, serta berdampak pada stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Advancements in digital technology and financial technology also have a positive impact on the efficiency of economic transactions and enhance financial inclusion for the community. Strategi pengendalian inflasi di Indonesia dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah dan Bank Indonesia, penguatan sektor riil, pengaturan distribusi barang, serta optimalisasi ekonomi digital. Dengan demikian, kolaborasi antara kebijakan ekonomi publik dan pemanfaatan teknologi ekonomi menjadi elemen krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan pendapatan nasional, serta memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
Pengaruh Kebijakan Moneter dan Fiskal terhadap Tingkat Pengangguran serta Implikasinya pada Pendapatan Nasional dan Inflasi Mutia Delfitri; Hendra Riofita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8714

Abstract

Studi ini menyelidiki dampak kebijakan moneter dan fiskal terhadap tingkat pengangguran di Indonesia dalam rentang waktu 2010–2025. Kebijakan moneter dinilai dengan melihat variabel suku bunga dan penawaran uang (basis uang), sementara kebijakan fiskal dievaluasi lewat belanja pemerintah dan pendapatan pajak. Studi ini menerapkan metode vector autoregression (VAR) menggunakan data deret waktu yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Pendekatan VAR dipilih karena dapat menggambarkan hubungan dinamis antara variabel ekonomi makro baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kebijakan moneter yang ekspansif berdampak signifikan dalam mengurangi angka pengangguran. Penurunan suku bunga sebesar 1% dapat menurunkan tingkat pengangguran sekitar 1,2% lewat peningkatan investasi dan konsumsi publik. Selain itu, bertambahnya jumlah uang beredar juga mendorong kegiatan ekonomi dan penciptaan peluang kerja baru. Sebaliknya, kebijakan fiskal terbukti berhasil melalui efek pengganda dari belanja pemerintah, terutama di sektor infrastruktur dan program padat karya yang meningkatkan kebutuhan tenaga kerja. Kebijakan perpajakan yang lebih adaptif juga memberikan kesempatan bagi sektor bisnis untuk meningkatkan produksi.Implikasi studi menunjukkan bahwa penurunan angka pengangguran berperan dalam peningkatan pendapatan nasional sesuai dengan hukum Okun, dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 2–3%. Akan tetapi, peningkatan kegiatan ekonomi juga berpotensi menyebabkan inflasi 1–2% karena dorongan permintaan agregat, seperti yang dijelaskan dalam kurva Phillips. Karena itu, sinergi yang harmonis antara kebijakan moneter dan fiskal sangat penting untuk menjaga kestabilan ekonomi, mengontrol inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di era pemulihan setelah pandemi.
Pengaruh Tingkat Pengangguran dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Pendapatan Nasional Siti Nurhafizah; Hendra Riofita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8742

Abstract

Studi ini menyelidiki pengaruh tingkat pengangguran dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan pendapatan nasional Indonesia. Salah satu indikator penting untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi adalah pendapatan nasional, yang mencerminkan tingkat produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menghambat aktivitas ekonomi karena banyak tenaga kerja yang tidak terserap secara optimal, sedangkan tenaga kerja yang produktif dapat meningkatkan output dan pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari berbagai artikel penelitian, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan, mempelajari, dan menginterpretasikan berbagai teori serta temuan penelitian sebelumnya tentang pendapatan nasional, tenaga kerja, dan pengangguran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, karena pengangguran menyebabkan penurunan produktivitas, daya beli masyarakat, dan aktivitas produksi, pengangguran memiliki dampak negatif terhadap pertumbuhan pendapatan nasional. Sebaliknya, tenaga kerja, sebagai komponen produksi utama dalam kegiatan ekonomi, memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan nasional. Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional terus meningkat, pemerintah harus meningkatkan lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mengembangkan keterampilan tenaga kerja. Kualitas sumber daya manusia seperti pengalaman kerja, keterampilan, pendidikan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas ekonomi.
Analisis Kebijakan Ekonomi Publik terhadap Tingkat Pengangguran di Indonesia Riva Aprilia Rofiqoh; Hendra Riofita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8769

Abstract

Penelitian Studi ini meneliti analisis kebijakan ekonomi publik terhadap tingkat pengangguran di Indonesia, untuk mengevaluasi sejauh mana intervensi pemerintah telah meningkatkan situasi ketenagakerjaan nasional. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, studi ini meneliti berbagai sumber primer, seperti jurnal ilmiah, dokumen resmi pemerintah, dan publikasi terkait, untuk menyajikan analisis komprehensif tentang pola pengangguran di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran bersifat struktural, didorong oleh ketidaksesuaian keterampilan, produktivitas rendah, dan kesenjangan akses pekerjaan di berbagai wilayah. Kondisi ini memiliki dampak luas pada kesejahteraan sosial, stabilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas pembangunan secara keseluruhan. Studi ini menyoroti peran penting kebijakan ekonomi publik dalam membentuk dinamika pasar tenaga kerja dan menciptakan lebih banyak peluang kerja. Instrumen kebijakan seperti stimulus anggaran, insentif investasi, dan program pengembangan kompetensi telah terbukti efektif dalam menghasilkan lapangan kerja baru dan menjangkau kelompok rentan. Namun, keberhasilannya ditentukan oleh kualitas implementasi, sinkronisasi antar sektor, dan adaptasi pemerintah terhadap fluktuasi ekonomi global dan domestik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kebijakan yang holistik, adaptif, dan jangka panjang untuk memaksimalkan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah disarankan untuk memprioritaskan pengembangan sektor-sektor unggulan seperti manufaktur, ekonomi digital, dan pertanian berteknologi tinggi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan kejuruan. Selain itu, menciptakan lingkungan investasi yang lebih mendukung sangat penting untuk ekspansi ekonomi, yang akan secara berkelanjutan menyerap angkatan kerja dan secara signifikan mengurangi pengangguran. berkelanjutan.
Pendapatan Nasional Sebagai Indikator Utama Dalam Perumusan Ekonomi Publik Dara Bella; Hendra Riofita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8772

Abstract

Pendapatan nasional berfungsi sebagai indikator kunci dalam merancang kebijakan ekonomi publik karena membantu memantau kondisi ekonomi suatu negara. Melalui data pendapatan nasional dan Produk Domestik Bruto (PDB), pemerintah dapat mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi, kemajuan produksi nasional, dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut, pendapatan nasional berfungsi sebagai dasar utama untuk merumuskan kebijakan fiskal, seperti anggaran negara (APBN), perpajakan, subsidi, bantuan sosial, dan pembangunan nasional, memastikan bahwa kebijakan-kebijakan ini selaras dengan realitas ekonomi masyarakat. Perkembangan ekonomi digital juga memengaruhi pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. E-commerce dan transaksi digital mendorong aktivitas ekonomi dan menciptakan peluang bisnis baru, khususnya bagi UMKM. Namun, pemerintah masih menghadapi beberapa tantangan dalam menggunakan pendapatan nasional sebagai dasar kebijakan, termasuk ketidaksetaraan ekonomi, sektor informal yang sulit diukur, pembangunan yang tidak merata, inflasi, dan keterbatasan indikator ini dalam mencerminkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Menurut data tahun 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mengalami kemajuan positif, dengan peningkatan PDB dan aktivitas ekonomi nasional. Kebijakan pemerintah untuk mendorong konsumsi publik, pembangunan infrastruktur, dan pengeluaran pemerintah telah terbukti berkontribusi pada pertumbuhan ini. Namun, peningkatan pendapatan nasional tidak sepenuhnya menjamin distribusi kemakmuran yang adil, karena kesenjangan ekonomi masih terlihat di berbagai wilayah. Oleh karena itu, pemerintah harus merumuskan kebijakan ekonomi publik yang tidak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi tetapi juga kesetaraan pendapatan dan peningkatan kemakmuran..