Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PROSES PENGENALAN POLA PENIPUAN DAN KECURANGAN Waromi, Juliana; Rofingatun, Siti; Siahay, Adolf Z.D.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27266

Abstract

Penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses pengenalan pola penipuan dan kecurangan telah menjadi fokus utama dalam upaya melawan praktik-praktik ilegal di berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis peran serta potensi teknologi AI dalam mendeteksi pola-pola mencurigakan yang terkait dengan penipuan dan kecurangan. Metode studi literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi AI menawarkan keunggulan dalam mendeteksi pola-pola penipuan yang kompleks dan terus berkembang, meskipun dihadapkan pada tantangan seperti kurangnya data berkualitas dan keamanan data. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya investasi lebih lanjut dalam pengembangan teknologi AI dan kebijakan yang memadai untuk melindungi keamanan dan privasi data dalam konteks deteksi penipuan dan kecurangan.
Implementation of Performance-Based Accounting on Good Financial Governance in Local Governments in Papua Province Waromi, Juliana; Rofingatun, Siti; Karubaba, Jois Kristin
Amkop Management Accounting Review (AMAR) Vol. 5 No. 2 (2025): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/amar.v5i2.3274

Abstract

Improving transparency and accountability in public financial management is essential to realising good governance. Local governments are required to implement an accounting system that not only records financial transactions but also measures performance and results achieved. This study aims to analyse the effect of Performance-Based Accounting Implementation on Good Financial Governance in local governments in Papua Province. This is a quantitative study employing a survey approach, utilizing a closed-ended questionnaire as the research instrument. The research population comprises all financial management officials in the Papua local government, selected through purposive sampling, with a sample of 200 respondents who meet the criteria for direct involvement in planning, budgeting, reporting, and the evaluation of financial performance. The data were analysed using Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) in SmartPLS. The results showed that implementing performance-based accounting had a positive and significant effect on good financial governance. This indicates that the more optimal the implementation of the performance-based accounting system, the better the transparency, accountability, effectiveness, efficiency, and legal compliance in regional financial management. This finding reinforces the New Public Management (NPM) approach, which emphasises efficiency, effectiveness, transparency, and accountability in the public sector. This approach forms the basis for implementing a results-based accounting system. In addition, these findings have practical implications for local governments, strengthening the capacity of their apparatus and results-based reporting systems to achieve sustainable good financial governance.
LITERASI KEUANGAN BAGI IBU-IBU PAPUA PELAKU USAHA PRODUK MINYAK KELAPA MURNI, KERIPIK, DAN NOKEN Falah, Syaikhul; Patma, Kurniawan; Waromi, Juliana
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v5i2.739

Abstract

Pelatihan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha Virgin Coconut Oil (VCO), keripik, dan noken Papua karena mayoritas pelaku usaha mikro masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan keuangan Rendahnya literasi keuangan masih menjadi tantangan serius bagi pelaku usaha mikro di Papua. Keterbatasan dalam pencatatan arus kas, penyusunan anggaran, serta perencanaan usaha berdampak pada keberlanjutan dan pertumbuhan usaha mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan bagi pelaku usaha Virgin Coconut Oil (VCO), keripik, dan noken etnis Papua melalui pelatihan berbasis pendekatan partisipatif dan kontekstual dengan menggunakan modul ILO-GET AHEAD. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–September 2025 di Kampung Kwadeware, Kabupaten Jayapura. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait pencatatan keuangan sederhana, penyusunan anggaran, perencanaan usaha, serta strategi pemasaran. Selain itu, peserta terdorong membentuk kelompok usaha untuk memperkuat jaringan ekonomi lokal. Kesimpulannya, literasi keuangan yang disusun secara kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan lokal terbukti efektif dalam memberdayakan pelaku usaha perempuan. Rekomendasi pengabdian menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor guna memperluas dampak program secara berkesinambungan.
Whistleblowing Studies for Corruption Prevention in Indonesian Local Governments: A Systematic Literature Review Waromi, Juliana; Falah , Syaikhul
Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Vol. 13 No. 6 (2025): JIAKES Edisi Desember 2025
Publisher : Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jiakes.v13i6.4448

Abstract

Corruption remains a persistent challenge in Indonesian local governments, exacerbated by decentralization that increases fiscal autonomy and opportunities for misconduct. Weak internal controls, political interference, and cultural barriers often hinder early detection and prevention efforts. Whistleblowing systems offer a promising internal mechanism to address these issues by enabling insiders to report irregularities safely. This study aims to map the development of whistleblowing research focused on corruption prevention and detection in local government settings. A systematic literature review was conducted, analyzing fifty-eight international journal articles published between 2015 and 2025. The process followed a structured protocol with database searches, duplicate removal, and full-text eligibility assessment to ensure relevance and quality. Findings reveal a sharp rise in publications since 2020, reflecting growing policy attention. Key themes include reporting intentions, institutional protections, leadership influence, and digital integration. Whistleblowing serves dual roles in deterring potential fraud through perceived risks and uncovering actual malfeasance via insider tips. Effective implementation requires secure channels, strong legal safeguards, and supportive organizational cultures. The review concludes that whistleblowing strengthens governance integrity when embedded in comprehensive anti-corruption strategies. Local governments should prioritize anonymous digital platforms and leadership commitment to enhance reporting rates.
Peraturan pemerintah, mekanisme akuntabilitas sosial, dan tata kelola: kajian terhadap pemerintah kampung perbatasan Syaikhul Falah; Juliana Waromi; Septianus Sulistiawan
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244393

Abstract

Pentingnya memahami pengaruh peraturan pemerintah, mekanisme akuntabilitas sosial, dan tata kelola terhadap efektivitas pemerintahan di kampung perbatasan merupakan kunci untuk memperbaiki kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat di wilayah strategis yang sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap efektivitas pemerintahan di kampung perbatasan dengan menggunakan metode mixed-methods. Metode ini menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk mengkaji bagaimana regulasi, sosial audit, dan struktur tata kelola mempengaruhi partisipasi masyarakat dan hasil evaluasi publik. Data kuantitatif dikumpulkan dari 38 responden yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan pemuda di tiga kampung perbatasan: Skow Sae, Skow Mabo, dan Moso. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi dan sosial audit tidak selalu berpengaruh langsung terhadap tata kelola dan evaluasi publik, tata kelola yang baik secara signifikan mempengaruhi efektivitas sosial audit dan partisipasi anggaran. Temuan ini menyoroti pentingnya integrasi antara peraturan, akuntabilitas sosial, dan tata kelola dalam memperbaiki kinerja pemerintahan di kampung perbatasan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan implementasi regulasi, peningkatan transparansi dalam sosial audit, dan perbaikan struktur tata kelola sebagai langkah untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan. Rekomendasi ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi pengembangan kebijakan dan praktek pemerintahan di wilayah perbatasan serta membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi faktor-faktor tambahan yang mempengaruhi keberhasilan implementasi peraturan dan tata kelola.
Implementasi Kompetensi Profesional Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Siallagan, Renhad Pebfrianto; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; Kusdianto, Kusdianto; Waromi, Juliana; Hutabarat, Ida M.
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8252

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat literasi di Kabupaten Lanny Jaya, dengan angka buta aksara mencapai 68,56%, serta tuntutan transformasi pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kompetensi profesional guru dalam mewujudkan pembelajaran bermakna di SMA Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi guru bersertifikat pendidik dengan masa tugas minimal dua tahun, kepala sekolah sebagai pengelola, serta siswa Orang Asli Papua (OAP). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru telah diimplementasikan dengan cukup baik. Guru mampu menguasai materi, mengaitkannya dengan konteks kehidupan siswa, serta menerapkan pembelajaran yang partisipatif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, guru memahami karakteristik dan cara belajar siswa, serta berupaya mengintegrasikan kurikulum secara kontekstual. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan keprofesian berkelanjutan telah dilakukan, meskipun masih terbatas oleh fasilitas, akses pelatihan, dan beban administratif. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, komitmen guru, dan kerja sama antar guru. Sementara itu, hambatan utama mencakup keterbatasan sarana, kondisi geografis, dan minimnya pelatihan berkelanjutan. Implementasi kompetensi profesional guru berdampak positif terhadap pembelajaran bermakna, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman materi, serta kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi profesional guru yang kontekstual dan adaptif berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi kunci terwujudnya pembelajaran bermakna.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Prayitno, Prayitno; Irianto, Petrus; Hutabarat, Ida Mariati; Lumbantobing, Happy; Kusdianto, Kusdianto; Waromi, Juliana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8253

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya mengeksplorasi model kepemimpinan di wilayah dengan tantangan ekstrem, di mana keterbatasan infrastruktur berupa status blank spot internet dan ketersediaan listrik tenaga surya yang hanya sebesar 500 watt menuntut resiliensi manajerial agar kualitas pembelajaran tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMAN Tiomneri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan telaah dokumen Subjek penelitian ini melibatkan delapan informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari satu orang Kepala Sekolah (KS), satu orang Wakil Kepala Sekolah (WK) bidang kurikulum, dan enam orang guru . Analisis data dilakukan dengan model interaktif (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan), sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta didukung member check dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan kepemimpinan pembelajaran melalui lima tanggung jawab utama, yaitu: 1) mendefinisikan dan mengkomunikasikan visi misi sekolah dengan menyelaraskan arah program sekolah, penegasan target kerja, dan penguatan komitmen guru agar pembelajaran tetap berorientasi pada tujuan; 2) mengoordinasikan kurikulum melalui fasilitasi perencanaan perangkat ajar, rapat/kerja kurikulum, koordinasi lintas mata pelajaran, serta dorongan inovasi pembelajaran yang kontekstual; 3) melaksanakan supervisi pembelajaran melalui kunjungan kelas, umpan balik, pendampingan, dan tindak lanjut perbaikan perangkat serta praktik mengajar; 4) memantau kemajuan belajar peserta didik melalui evaluasi hasil belajar, pembahasan capaian, serta program remedial dan pengayaan sebagai dasar perbaikan pembelajaran; dan 5) memelihara iklim belajar positif dengan penguatan disiplin, budaya kolaborasi, komunikasi kerja, serta dukungan pembinaan yang mendorong guru terus berkembang. Faktor pendukung mencakup dukungan komite/orang tua, komitmen guru, forum MGMP sekolah, pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar, dan motivasi peserta didik. Secara ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan praktik kepemimpinan pembelajaran pada konteks SMAN Tiomneri sebagai sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Kogoya, Denius; W. Mangolo, Ewendi; Waromi, Juliana; Tanta, C.; Gultom, Monika; Kurniawan, Diki
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2277

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kepala sekolah sebagai motivator di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam mengatur lingkungan fisik sekolah, suasana iklim kerja yang kondusif, menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan, memberi motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan, memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi dan menyediakan sumber belajar untuk pengembangan profesional guru serta faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh warga sekolah dan informan adalah kepala sekolah dan guru sebanyak 6 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi dan dilakukan keabsahan data berdasarkan kecermatan dalam penelitian dan triangulasi selanjutnya data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh peran kepala sekolah sebagai motivator yaitu 1) mengatur lingkungan fisik secara aktif menata ruang kelas, ruang guru, dan sarana-prasarana sekolah, melibatkan guru dan siswa dalam perawatan lingkungan, serta memberikan motivasi dan teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan, 2) menciptakan suasana iklim kerja yang kondusif mampu meningkatkan motivasi, rasa aman, dan tanggung jawab guru melalui sikap terbuka, adil, komunikasi dua arah, dan pendekatan kekeluargaan, 3) Menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan dilakukan secara jelas, adil, dan konsisten, dengan pendekatan persuasif dan pembinaan personal sebelum pemberian sanksi, 4) memberikan motivasi secara konsisten mempengaruhi semangat kerja, rasa percaya diri, loyalitas, dan kualitas kinerja guru, 5) Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam memberi penghargaan secara terbuka, adil, dan objektif sehingga menumbuhkan kompetisi sehat dan motivasi untuk berprestasi di antara guru, 6) menyediakan sumber belajar mendukung pengembangan profesional guru dengan ketersediaan buku, modul, akses internet, komputer, dan kesempatan mengikuti pelatihan, 7) Faktor pendukung keberhasilan kepala sekolah sebagai motivator meliputi: komunikasi terbuka, keteladanan, kesempatan pengembangan profesional, suasana kerja harmonis, dan iklim kerja kondusif. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya anggaran sekolah, kondisi geografis yang jauh, beban kerja administrasi yang tinggi, disiplin guru yang bervariasi, dan kondisi sosial-ekonomi guru.
Optimizing APBD Budget Administration and Expenditure Accountability for Strengthened Accountable Regional Financial Governance in Jayawijaya Regency Wenda, Lukas; Kambu, Arius; Kambuaya, Maylen K. P.; Salle, Agustinus; Ratang, Westim; Waromi, Juliana
Golden Ratio of Finance Management Vol. 6 No. 2 (2026): April - September
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grfm.v6i2.2156

Abstract

Accountable regional financial management is a fundamental prerequisite for achieving good governance, particularly in regions with limited infrastructure and institutional capacity such as Jayawijaya Regency. Although regulations and information systems have been established, the practices of budget administration and expenditure accountability still face various challenges that potentially hinder the effectiveness of budget management. This study aims to analyze the actual condition of budget administration and expenditure accountability of the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD), identify the constraints encountered, and formulate optimization strategies for regional financial management in Jayawijaya Regency. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data were obtained from informants selected through purposive sampling, consisting of officials and technical staff from the Regional Financial and Asset Management Agency, the Inspectorate, and related Regional Apparatus Organizations in Jayawijaya Regency. The results indicate that budget administration and expenditure accountability have not been optimally implemented, as reflected in administrative delays, inconsistencies in documentation, and uneven utilization of financial information systems. The main constraints include limited human resource capacity, weak inter-unit coordination, and differing interpretations of regulations. The implications of this study highlight the importance of strengthening personnel capacity, standardizing procedures, optimizing information systems, and enhancing the role of internal supervision and leadership in promoting more transparent and accountable regional financial governance.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KECAKAPAN HIDUP SISWA MELALUI IMPLEMENTASI P5 TERINTEGRASI DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN Susanti, Ni Wayan P.; Lumbantobing, Happy; Waromi, Juliana; Mangolo, Ewendi W.; Sampebua, Mingsep R.; Mataputun, Yulius
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10743

Abstract

This research aims to analyze the school principal's leadership in developing students' life skills through the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5), integrated with the eight dimensions of the graduate profile at SMP Negeri Anotaurei Serui, Papua. These eight dimensions include Faith and Piety, Citizenship, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Independence, Health, and Communication, in accordance with the Permendikdasmen Regulation Number 10 of 2025. This study employed a qualitative descriptive approach with a case study design. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews with the principal, teachers, school committee, and students, as well as documentation studies. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model, involving data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal successfully functioned as a driving force through a participative and innovative leadership style by contextualizing P5 themes based on Papuan local wisdom, such as catfish aquaculture and medicinal gardens. The scaffolding leadership strategy proved effective in fostering the independence of both teachers and students despite limited digital infrastructure and extreme weather challenges in the 3T (Frontier, Outermost, and Disadvantaged) region. The study concludes that the principal's role modeling, two-way communication, and transparent accountability are the primary keys to realizing students' resilient life skills (personal, social, and vocational) towards the Golden Generation 2045 vision. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan kecakapan hidup siswa melalui implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang terintegrasi dengan delapan dimensi profil lulusan di SMP Negeri Anotaurei Serui, Papua. Delapan dimensi tersebut meliputi Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, serta Komunikasi sesuai dengan regulasi Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, komite, dan siswa, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil menjalankan peran sebagai penggerak melalui gaya kepemimpinan partisipatif dan inovatif dengan mengontekstualisasikan tema P5 berbasis kearifan lokal Papua, seperti budidaya lele dan apotek hidup. Strategi scaffolding leadership terbukti efektif menumbuhkan kemandirian guru dan siswa di tengah keterbatasan infrastruktur digital dan tantangan cuaca ekstrem di wilayah 3T. Penelitian menyimpulkan bahwa keteladanan, komunikasi dua arah, dan akuntabilitas transparan pimpinan merupakan kunci utama dalam mewujudkan kecakapan hidup (personal, sosial, dan vokasional) siswa yang tangguh menuju visi Generasi Emas 2045.