Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PROSES PENGENALAN POLA PENIPUAN DAN KECURANGAN Waromi, Juliana; Rofingatun, Siti; Siahay, Adolf Z.D.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27266

Abstract

Penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses pengenalan pola penipuan dan kecurangan telah menjadi fokus utama dalam upaya melawan praktik-praktik ilegal di berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan menganalisis peran serta potensi teknologi AI dalam mendeteksi pola-pola mencurigakan yang terkait dengan penipuan dan kecurangan. Metode studi literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi AI menawarkan keunggulan dalam mendeteksi pola-pola penipuan yang kompleks dan terus berkembang, meskipun dihadapkan pada tantangan seperti kurangnya data berkualitas dan keamanan data. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya investasi lebih lanjut dalam pengembangan teknologi AI dan kebijakan yang memadai untuk melindungi keamanan dan privasi data dalam konteks deteksi penipuan dan kecurangan.
Implementation of Performance-Based Accounting on Good Financial Governance in Local Governments in Papua Province Waromi, Juliana; Rofingatun, Siti; Karubaba, Jois Kristin
Amkop Management Accounting Review (AMAR) Vol. 5 No. 2 (2025): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/amar.v5i2.3274

Abstract

Improving transparency and accountability in public financial management is essential to realising good governance. Local governments are required to implement an accounting system that not only records financial transactions but also measures performance and results achieved. This study aims to analyse the effect of Performance-Based Accounting Implementation on Good Financial Governance in local governments in Papua Province. This is a quantitative study employing a survey approach, utilizing a closed-ended questionnaire as the research instrument. The research population comprises all financial management officials in the Papua local government, selected through purposive sampling, with a sample of 200 respondents who meet the criteria for direct involvement in planning, budgeting, reporting, and the evaluation of financial performance. The data were analysed using Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) in SmartPLS. The results showed that implementing performance-based accounting had a positive and significant effect on good financial governance. This indicates that the more optimal the implementation of the performance-based accounting system, the better the transparency, accountability, effectiveness, efficiency, and legal compliance in regional financial management. This finding reinforces the New Public Management (NPM) approach, which emphasises efficiency, effectiveness, transparency, and accountability in the public sector. This approach forms the basis for implementing a results-based accounting system. In addition, these findings have practical implications for local governments, strengthening the capacity of their apparatus and results-based reporting systems to achieve sustainable good financial governance.
LITERASI KEUANGAN BAGI IBU-IBU PAPUA PELAKU USAHA PRODUK MINYAK KELAPA MURNI, KERIPIK, DAN NOKEN Falah, Syaikhul; Patma, Kurniawan; Waromi, Juliana
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v5i2.739

Abstract

Pelatihan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha Virgin Coconut Oil (VCO), keripik, dan noken Papua karena mayoritas pelaku usaha mikro masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan keuangan Rendahnya literasi keuangan masih menjadi tantangan serius bagi pelaku usaha mikro di Papua. Keterbatasan dalam pencatatan arus kas, penyusunan anggaran, serta perencanaan usaha berdampak pada keberlanjutan dan pertumbuhan usaha mereka. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan bagi pelaku usaha Virgin Coconut Oil (VCO), keripik, dan noken etnis Papua melalui pelatihan berbasis pendekatan partisipatif dan kontekstual dengan menggunakan modul ILO-GET AHEAD. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–September 2025 di Kampung Kwadeware, Kabupaten Jayapura. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait pencatatan keuangan sederhana, penyusunan anggaran, perencanaan usaha, serta strategi pemasaran. Selain itu, peserta terdorong membentuk kelompok usaha untuk memperkuat jaringan ekonomi lokal. Kesimpulannya, literasi keuangan yang disusun secara kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan lokal terbukti efektif dalam memberdayakan pelaku usaha perempuan. Rekomendasi pengabdian menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor guna memperluas dampak program secara berkesinambungan.
Peraturan pemerintah, mekanisme akuntabilitas sosial, dan tata kelola: kajian terhadap pemerintah kampung perbatasan Syaikhul Falah; Juliana Waromi; Septianus Sulistiawan
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244393

Abstract

Pentingnya memahami pengaruh peraturan pemerintah, mekanisme akuntabilitas sosial, dan tata kelola terhadap efektivitas pemerintahan di kampung perbatasan merupakan kunci untuk memperbaiki kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat di wilayah strategis yang sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap efektivitas pemerintahan di kampung perbatasan dengan menggunakan metode mixed-methods. Metode ini menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk mengkaji bagaimana regulasi, sosial audit, dan struktur tata kelola mempengaruhi partisipasi masyarakat dan hasil evaluasi publik. Data kuantitatif dikumpulkan dari 38 responden yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan pemuda di tiga kampung perbatasan: Skow Sae, Skow Mabo, dan Moso. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi dan sosial audit tidak selalu berpengaruh langsung terhadap tata kelola dan evaluasi publik, tata kelola yang baik secara signifikan mempengaruhi efektivitas sosial audit dan partisipasi anggaran. Temuan ini menyoroti pentingnya integrasi antara peraturan, akuntabilitas sosial, dan tata kelola dalam memperbaiki kinerja pemerintahan di kampung perbatasan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan implementasi regulasi, peningkatan transparansi dalam sosial audit, dan perbaikan struktur tata kelola sebagai langkah untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan. Rekomendasi ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi pengembangan kebijakan dan praktek pemerintahan di wilayah perbatasan serta membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi faktor-faktor tambahan yang mempengaruhi keberhasilan implementasi peraturan dan tata kelola.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Kogoya, Denius; W. Mangolo, Ewendi; Waromi, Juliana; Tanta, C.; Gultom, Monika; Kurniawan, Diki
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2277

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kepala sekolah sebagai motivator di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam mengatur lingkungan fisik sekolah, suasana iklim kerja yang kondusif, menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan, memberi motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan, memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi dan menyediakan sumber belajar untuk pengembangan profesional guru serta faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh warga sekolah dan informan adalah kepala sekolah dan guru sebanyak 6 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi dan dilakukan keabsahan data berdasarkan kecermatan dalam penelitian dan triangulasi selanjutnya data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh peran kepala sekolah sebagai motivator yaitu 1) mengatur lingkungan fisik secara aktif menata ruang kelas, ruang guru, dan sarana-prasarana sekolah, melibatkan guru dan siswa dalam perawatan lingkungan, serta memberikan motivasi dan teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan, 2) menciptakan suasana iklim kerja yang kondusif mampu meningkatkan motivasi, rasa aman, dan tanggung jawab guru melalui sikap terbuka, adil, komunikasi dua arah, dan pendekatan kekeluargaan, 3) Menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan dilakukan secara jelas, adil, dan konsisten, dengan pendekatan persuasif dan pembinaan personal sebelum pemberian sanksi, 4) memberikan motivasi secara konsisten mempengaruhi semangat kerja, rasa percaya diri, loyalitas, dan kualitas kinerja guru, 5) Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam memberi penghargaan secara terbuka, adil, dan objektif sehingga menumbuhkan kompetisi sehat dan motivasi untuk berprestasi di antara guru, 6) menyediakan sumber belajar mendukung pengembangan profesional guru dengan ketersediaan buku, modul, akses internet, komputer, dan kesempatan mengikuti pelatihan, 7) Faktor pendukung keberhasilan kepala sekolah sebagai motivator meliputi: komunikasi terbuka, keteladanan, kesempatan pengembangan profesional, suasana kerja harmonis, dan iklim kerja kondusif. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya anggaran sekolah, kondisi geografis yang jauh, beban kerja administrasi yang tinggi, disiplin guru yang bervariasi, dan kondisi sosial-ekonomi guru.
Implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SD Inpres Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Yaung, Ludia; Kurniawan, Diki; Gultom, Monika; Tanta, C.; Waromi, Juliana; Masreng, Robert
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD INPRES Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan Teknik, sedangkan Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner telah diimplementasikan dengan cukup baik. Dalam kepemimpinan visioner akan meningkatkan kinerja jika (1) proses penyusunan visi yang melibatkan guru, visi yang ditentukan sesuai dengan kondisi sekolah dan tingkat kepercayaan warga sekolah yang tinggi dalam mewujudkan visi, sehingga meningkatkan kinerja guru, (2) penyampaian visi dilakukan di rapat rutin dan melalui pengumuman tertulis, ada kesesuian antara visi dan kebijakan, dan warga sekolah memiliki pemahaman terhadap visi, sehingga dapat meningkatkan kinerja guru, (3) kemampuan memotivasi guru, mendorong kerja sama guru, dan pembagian tugas dan tanggung jawab guru secara efektif, sehinngga dapat meningkatkan kinerja guru, (4) kemampuan mendorong kesadaran kolektif, memberikan arahan strategis dan memfasilitasi koordinasi dan kolaborasi antar guru, sehingga meningkatkan kinerja guru, (5) Faktor pendukung implementasi kepemimpinan visioner meliputi kemampuan mengarahkan, memberikan motivasi, dan memfasilitasi kerja sama guru, kerja sama atau kolaborasi antar guru, dan memiliki komitmen pada visi. Sedangkan faktor penghambat meliputi usaha dalam mengimplementasikan visi secara efektif, fasilitas yang belum memadai, menjaga konsistensi pelaksanaan, kurangnya pelatihan, dan perbedaan kesiapan dalam menerima perubahan pada guru, serta (6) Implementasi kepemimpinan visioner berdampak pada peningkatan pembuatan RPP atau modul ajar, peningkatan kedisiplinan dan tanggung jawab guru, adanya keterlibatan guru dalam program sekolah, serta terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian manajemen pendidikan dengan menegaskan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah yang diimplementasikan secara kontekstual dan adaptif mampu menjadi strategi terwujudnya peningkatan kinerja guru, terutama pada satuan pendidikan dasar di wilayah 3T seperti Papua Pegunungan.
Pengelolaan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja (Studi Kasus Pada PKBM Imanuel Jibama Distrik Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan) Kogoya, Lesman; Tanta, C.; Masreng, Robert; Kusdiyanto, Kusdiyanto; Albaiti, Albaiti; Waromi, Juliana
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2361

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pengelolaan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja (Studi Kasus Pada PKBM Imanuel Jibama Distrik Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan). Tujuan penelitian untuk menganalisis perencanaan program pendidikan, pelaksanaan proses pembelajaran, pengelolaan tenaga pendidik, pengelolaan sarana prasarana, serta evaluasi hasil belajar warga belajar serta faktor pendukung dan penghambat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan sebanyak 8 yaitu Kepala Sekolah/Ketua, Tenaga pendidik/Tutor 1 orang, Tenaga kependidikan 2 orang, Koordinator program pendidikan kesetaraan 1 orang dan 3 orang peserta warga bepalajar. Data diperoleh menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi melalui keabsahan data dan dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh pengelolaan pendidikan kesetaraan berbasis kebutuhan pasar kerja pada tahap perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendidikan masyarakat serta kondisi lingkungan setempat. Namun lebih berorientasi pada pemenuhan standar program pendidikan kesetaraan secara administratif dan belum sepenuhnya berbasis pada analisis kebutuhan pasar kerja secara sistematis. Pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan mengacu pada kurikulum pendidikan kesetaraan yang lebih menekankan pada pencapaian kompetensi akademik, sementara integrasi pembelajaran berbasis keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja masih belum optimal. Pengelolaan tenaga pendidik menunjukkan komitmen dalam melaksanakan pembelajaran serta membimbing warga belajar selama proses pendidikan berlangsung. Namun pengembangan kompetensi tutor dalam melaksanakan pembelajaran berbasis keterampilan kerja masih terbatas karena minimnya kesempatan pelatihan dan pengembangan profesional bagi tutor. Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di PKBM Imanuel Jibama masih menghadapi berbagai keterbatasan. Fasilitas pembelajaran yang tersedia masih terbatas pada sarana dasar seperti ruang belajar dan buku pelajaran. Evaluasi hasil belajar warga belajar dilaksanakan melalui berbagai bentuk penilaian, seperti penilaian tugas, ujian, dan evaluasi akhir pembelajaran sesuai dengan ketentuan program pendidikan kesetaraan namun lebih berfokus pada pencapaian kompetensi akademik, sementara evaluasi terhadap penguasaan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja masih belum menjadi bagian utama dalam sistem penilaian. Faktor pendukung komitmen tutor dalam melaksanakan pembelajaran, dukungan masyarakat terhadap program pendidikan, serta adanya koordinasi antara pengelola PKBM, tutor, dan tenaga kependidikan. Faktor penghambat keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, keterbatasan kompetensi tutor dalam mengembangkan pembelajaran berbasis keterampilan kerja, minimnya program pelatihan keterampilan bagi warga belajar, serta terbatasnya kemitraan antara PKBM dengan dunia usaha dan dunia kerja.
IDENTIFIKASI BIAYA LINGKUNGAN SEBAGAI UPAYA EFISIENSI PENGELOLAAN LIMBAH DAN STRATEGI KEBERLANJUTAN USAHA PADA PABRIK TAHU DAN TEMPE SATRIA DI KABUPATEN JAYAPURA Juliana Waromi; Sara Marlyn Paru; Maylen Kambuaya; Hesty T. Salle; Klara Wonar; Angel Kamodi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59024

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap 97% tenaga kerja. Meskipun demikian, aktivitas UMKM, khususnya pada sektor industri pengolahan pangan seperti tahu dan tempe, juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan akibat limbah yang dihasilkan dari proses produksi. Limbah cair dan padat yang tidak dikelola secara optimal dapat mencemari lingkungan dan berdampak pada masyarakat sekitar. Permasalahan utama yang dihadapi adalah masih terbatasnya pengetahuan pelaku usaha terkait pengelolaan limbah dan pencatatan biaya lingkungan secara sistematis. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan karyawan serta pemilik Pabrik Tahu dan Tempe Satria di Kabupaten Jayapura dalam mengidentifikasi dan menghitung biaya lingkungan sebagai upaya efisiensi limbah dan strategi keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, pelatihan, dan pendampingan monitoring berkala. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra dalam mengidentifikasi aktivitas yang menimbulkan biaya lingkungan, serta kemampuan dalam mengklasifikasikan biaya lingkungan ke dalam biaya pencegahan, deteksi, kegagalan internal, dan kegagalan eksternal. Namun demikian, implementasi pencatatan biaya lingkungan masih belum dilakukan secara konsisten dan masih memerlukan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas manajerial pelaku UMKM dalam pengelolaan limbah dan pencatatan biaya lingkungan, sehingga diharapkan dapat mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha secara jangka panjang.
Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan E-Commerce Terhadap Kinerja UMKM Di Kota Jayapura Jesika Nikita C Saerang; Juliana Waromi; Ulfah Rizky Muslimin
JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20 No 2 (2025): November
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52062/jaked.v20i2.5607

Abstract

This research aims to determine the extent of the influence of accounting information systems and e-commerce on the performance of MSMEs in Jayapura City. The research uses a quantitative method. Data collection was conducted using questionnaires. The sampling technique employed was purposive sampling. The population in this research consists of MSME business actors in Jayapura City, and based on Slovin's formula, the sample size was determined to be 100 respondents. The hypothesis testing analysis technique used was bootstrapping with the SmartPLS 4.0 application. The results of this study indicate that the use of accounting information systems and e-commerce has a positive and significant influence on the performance of MSMEs. The conclusions of this study show that 1) the accounting information system has a positive and significant effect on the performance of MSMEs, 2) e-commerce has a positive and significant effect on the performance of MSMEs, 3) accounting information systems and e-commerce simultaneously influence the performance of MSMEs in Jayapura City, suggesting that businesses should consider using accounting and sales tools through accounting information systems and e-commerce to develop their operations.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KECAKAPAN HIDUP SISWA MELALUI IMPLEMENTASI P5 TERINTEGRASI DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN Ni Wayan P. Susanti; Happy Lumbantobing; Juliana Waromi; Ewendi W. Mangolo; Mingsep R. Sampebua; Yulius Mataputun
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10743

Abstract

This research aims to analyze the school principal's leadership in developing students' life skills through the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5), integrated with the eight dimensions of the graduate profile at SMP Negeri Anotaurei Serui, Papua. These eight dimensions include Faith and Piety, Citizenship, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Independence, Health, and Communication, in accordance with the Permendikdasmen Regulation Number 10 of 2025. This study employed a qualitative descriptive approach with a case study design. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews with the principal, teachers, school committee, and students, as well as documentation studies. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model, involving data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal successfully functioned as a driving force through a participative and innovative leadership style by contextualizing P5 themes based on Papuan local wisdom, such as catfish aquaculture and medicinal gardens. The scaffolding leadership strategy proved effective in fostering the independence of both teachers and students despite limited digital infrastructure and extreme weather challenges in the 3T (Frontier, Outermost, and Disadvantaged) region. The study concludes that the principal's role modeling, two-way communication, and transparent accountability are the primary keys to realizing students' resilient life skills (personal, social, and vocational) towards the Golden Generation 2045 vision. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan kecakapan hidup siswa melalui implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang terintegrasi dengan delapan dimensi profil lulusan di SMP Negeri Anotaurei Serui, Papua. Delapan dimensi tersebut meliputi Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, serta Komunikasi sesuai dengan regulasi Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, komite, dan siswa, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil menjalankan peran sebagai penggerak melalui gaya kepemimpinan partisipatif dan inovatif dengan mengontekstualisasikan tema P5 berbasis kearifan lokal Papua, seperti budidaya lele dan apotek hidup. Strategi scaffolding leadership terbukti efektif menumbuhkan kemandirian guru dan siswa di tengah keterbatasan infrastruktur digital dan tantangan cuaca ekstrem di wilayah 3T. Penelitian menyimpulkan bahwa keteladanan, komunikasi dua arah, dan akuntabilitas transparan pimpinan merupakan kunci utama dalam mewujudkan kecakapan hidup (personal, sosial, dan vokasional) siswa yang tangguh menuju visi Generasi Emas 2045.