Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Jenis Aditif Bahan Bakar Bensin Terhadap Prestasi Mesin Motor Bensin 4 Langkah Yos Nofendri; Asnan Wahyudi
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v7i2.6217

Abstract

AbstrakBanyaknya produsen penyedia bahan bakar minyak di indonesia membuat sebagian masyarakat bingung untuk memilih bahan bakar dari produsen mana yang cocok di gunakan untuk kendaraan bermotor mereka, masing-masing produsen bahan bakar menawarkan kualitas yang bagus untuk kendaran bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji prestasi bahan bakar bensin RON 92 dengan menggunakan aditif yang berbeda. Penelitian ini menggunakan ,mesin bensin yang disambungkan hydrobreake untuk mengetahui variasi putaran mesin dengan putaran 1500, 2000, 2500, 3000, 3500 rpm, dan melakukan variasi pembebanan 0,5 1,0 1,5, 2,0 ,2,5 putaran. Hasil peneliitian ini menunjukan bahwa pada pengujian torsi dan daya bahan bakar menggunakan aditif The Quality Of Europe menujukan nilai yang tinggi di bandingkan bahan bakar aditif ecosave tecnology dan aditif dynaflex, sedangkan untuk konsumsi bahan bakar, bahan bakar Aditif ecosave tecnology menujukan nilai yang lebih rendah di putaran mesin rendah di bandingkan bahan bakar aditif dynaflex dan aditif The Quality Of Europe. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bahan bakar aditif ecosave tecnology, aditif dynaflex, dan aditif The Quality Of Europedapat membuat masyarakat menilai bahan bakar yang cocok di gunakan untuk kendaraan mereka masing-masing, dan di sarankan untuk memilih bahan bakar sesuai dengan cara mengendarai kendaraannya. Kata kunci: Bahan Bakar, Aditif, Prestasi mesin
Analisis Rugi-Rugi Transfer Pump Tipe Centrifugal Single Stage di Gedung BRI II Kantor Pusat Fadhlurrahman Zaki; Yos Nofendri
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 7 (2022): Proceeding of TEKNOKA National Seminar - 7
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa sentrifugal merupakan alat yang mengubah energi penggerak utama (motor listrik atau turbin) menjadi energi kinetik dan kemudian menjadi energi aliran fluida yang sedang dipompa. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis besar rugi-rugi dan kinerja pompa distribusi (transfer pump) akibat pemakaian yang sudah lama. Analisis dilakukan untuk mengetahui kinerja dan karakteristik pompa secara aktual guna mendapatkan parameter yang bisa diketahui dalam proses, maka diperlukan data awal yang digunakan dalam perhitungan, yaitu debit air (Q) yang diperoleh dari alat ukur rulermeter, tekanan sisi buang pada pompa (Pd) yang diperoleh dari pressure gauge, analisis hasil akhir, dan kesimpulan. Kapasitas fluida yang dipompakan yaitu 7,458 m3/jam, kecepatan aliran pada pipa 6” sebesar valiran = 0,1138 m/s dan pada pipa 4” sebesar valiran = 0,2557 m/s. Didapatkan efisiensi pompa sebesar ηp = 40% dan daya pompa sebesar WHP = 2,743 kW.
Utilization of Data Mining on MSMEs using FP-Growth Algorithm for Menu Recommendations Firman Noor Hasan; Achmad Sufyan Aziz; Yos Nofendri
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 22 No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v22i2.2166

Abstract

Existing transaction data is only recorded and stored as a sales transaction memorandum, so it has not been utilized optimally. The data is only stored and used as transaction history. The availability of a lot of data and having a pattern of sales transactions that are similar to MSME Cafe Over Limit will be utilized by using data mining science. This research uses the association rules method. Implementation of fp-growth to get item combinations. The purpose of this research is to make it easier for MSMEs to determine menu recommendations for customers. The fp-growth algorithm is used to process as many as 2038 transaction data with a minimum support value of 10%, while for a minimum confidence value of 50%. So that there are 3 rules, namely "if you order Mariam chocolate cheese milk then the customer will order Kopsus Overlimit", from this rule it will form a support value of 10.79%, using a confidence value of 54.19% and a lift ratio of 0.93. Furthermore "if you order Kopsus Overlimit then you will order tofu at grandma's house", from the rule it will produce a support value of 34.69%, with a specified confidence value of 59.76%, so the lift ratio value is 1.15. The last rule "if you order tofu at grandma's house, the customer orders Kopsus Overlimit", from the rule that occurs, the support value is 34.69%, with a confidence value of 66.7% and a lift ratio of 1.15. The results of the study found the two best rules, namely "if the customer orders over-limit Kopsus, he will order tofu at grandma's house" and "if he orders tofu at grandma's house, the customer orders over-limit Kopsus". Based on the results of the rules formed, it can be concluded that only two rules can be categorized as valid and can be used as a reference in food and beverage menu recommendations at MSME Cafe Over Limit. So the results of this study can be useful to be applied to MSMEs, especially in terms of menu recommendations.
Implementasi Alat Penetas Telur Untuk Peternak Skala Kecil Eef syaifuloh; Yos Nofendri; Aldi fadillah; N, Kevin Sigit Dwi; Choirul Prayoga; Yoga Aditya; Oktarina Heriyani; Hendi Saryanto; Emilia Roza; M Mujirudin; Dwi Astuti; Atiqah Mutia
SULUH: Jurnal Abdimas Vol 5 No 1 (2023): SULUH: Jurnal Abdimas Agustus
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/suluh.v5i1.4603

Abstract

Abstrak Permasalahan yang terjadi di peternakan pancoran adalah pembibitan dan minim pemahaman tentang menggunakan alat penetas telur. Keberhasilan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat apabila permasalahan dalam peternakan tersebut dapat diatasi. Peternakan pancoran sebelumnya hanya dapat menambah populasi ayam sekitar 10 ekor dari telur sebanyak 30 butir dalam 1 kali periode penetasan dengan presentase keberhasilan 33% , kini peternakan pancoran dapat menambah populasi sebanyak 46 ekor dari telur sebanyak 77 butir dengan presentase keberhasilan 59%. Dapat terlihat perbedaan dalam menambah populasi sebelum adanya pelaksanaan pengabdian masyarakat dan setelah pelaksanaan pengabdian masyarakat. Peternakan pancoran saat ini sudah dapat menggunakan alat penetas telur dengan pemahaman pada saat kegiatan penyuluhan. Abstract The problems that occur in Pancoran chiken farms are breeding and lack of understanding about using egg incubators. problems with livestock can be overcome by the success of the campus in carrying out PKM Program. Previously, Pancoran farms could only increase the chicken population by around 10 from 30 eggs in 1 hatching period with a success percentage of 33%, now Pancoran farms can increase the population by 46 eggs from 77 eggs with a success percentage of 59%. success rate can be seen the difference in increasing the population before the implementation of community service and after the implementation of community service. Pancoran farms are now able to use egg incubators with understanding during counseling activities.
Pengaruh Sudut Antara Dua Panel Sel Surya Terhadap Kinerja Photovoltaics Gusto Arif Tansah; Rifky Rifky; Yos Nofendri
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 1 No. 2 (2022): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v1i2.11043

Abstract

Abstrak Background: Salah satu sumber energi pembangkit listrik alternatif adalah energi cahaya matahari dengan memanfaatkan suatu alat disebut panel photovoltaic atau solar cell yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Kinerja dan efektifitas panel solar cell dipengaruhi oleh posisi panel tersebut terhadap matahari. Untuk menghasilkan energi listrik yang optimal dari solar cell, panel solar cell harus berada tegak lurus menghadap arah datangnya cahaya matahari. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kinerja Solar Cell sehingga mendapatkan sudut pasangan sel surya yang optimal oleh karena itu metode yang dilakukan adalah mengatur posisi sudut dua panel surya ke arah timur dan barat arah gerak matahari, agar mendapatkan radiasi yang terpantul lebih optimal dalam penyerapan. Pengaturan posisi sudut dua panel surya yaitu 70°, 140°, dan 180° memperoleh hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja sel surya bersudut 70 didapatkan daya luaran rata-rata sebesar 0,457 watt, kinerja sel surya bersudut 140 didapatkan daya luaran rata-rata sebesar 0,820 watt, dan kinerja sel surya bersudut 180 didapatkan daya luaran rata-rata sebesar 0,289 watt. Dari penelitian ini didapatkan sel surya bersudut 140 menghasilkan daya luaran terbesar dibanding bersudut 70 dan 180. untuk sel surya bersudut 70° dengan rata-rata efisiensi 0,0913%, untuk sel surya bersudut 140° dengan rata-rata efisiensi 0,055%, dan sel surya bersudut 180° dengan rata-rata efisiensi 0,054%., Sel surya dengan nilai terbaik atau tertinggi terjadi adalah sudut 70°, efisiensi memiliki daya guna, dalam sistem akan lebih lengkap menilai dari nilai efisiensi yang baik Abstract Background: One of the alternative energy sources for electricity generation is solar energy by utilizing a device called a photovoltaic panel or solar cell that can convert sunlight energy into electrical energy. The performance and effectiveness of solar cell panels are influenced by the position of the panels against the sun. To produce optimal electrical energy from solar cells, solar cell panels must be perpendicular to the direction of the sun's rays. This study aims to improve the performance of Solar Cells so as to get the optimal solar cell pair angle, therefore the method used is to adjust the angle position of the two solar panels to the east and west of the direction of the sun's motion, in order to get the reflected radiation more optimally in absorption. Setting the angle position of the two solar panels, namely 70°, 140°, and 180° obtained results. The results showed that the performance of solar cells with an angle of 70 obtained an average output power of 0.457 watts, the performance of solar cells with an angle of 140 obtained an average output power of 0.820 watts, and the performance of solar cells with an angle of 180 obtained an average output power of 0.289 watts. From this study, it was found that solar cells with an angle of 140 produced the largest output power compared to those with an angle of 70 and 180. For solar cells with an angle of 70 ° with an average efficiency of 0.0913%, for solar cells with an angle of 140° with an average efficiency of 0.055%, and 180° solar angle with an average efficiency of 0.054%. The solar cell with the best or highest value is an angle of 70°, efficiency has usability, the system will be more complete judging from a good efficiency value
Perancangan Bilah Inverse Taper Pada Turbin Angin Sumbu Horizontal Skala Kecil Tegar Imaniar Kusnanto; Oktarina Heriyani; Dan Mugisidi; Yos Nofendri
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 2 No. 1 (2023): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v2i1.12386

Abstract

Renewable energy is renewable and non-polluting energy. One of the new renewable energies is wind, Indonesia itself has an average wind speed of around 3-6 m/s. Wind turbines are tools used to convert wind energy into electrical energy, small-scale wind turbines are wind turbines that have a maximum output power of no more than 500 watts. There are several components in a wind turbine such as generators, fins, controllers, data loggers, batteries and blades. One of the important components in a wind turbine is the blade because the blade is the component that is directly facing the wind. If what is designed is an inverse taper type blade which has a widening shape towards the end by applying the cross sectional shape of the NACA 6412 airfoil. The performance test of the blade is carried out for 3 days with the highest wind speed data acquisition of 8.12 m/s at 13:00 noon and electric power the highest obtained was 136.53 watts at 13:00 noon
Modifikasi Sistem Pemanas Oven Dengan Sumber Panas Heater Ferdiansyah, Zulkarnain; Nofendri, Yos; Agusman, Delvis
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 4 No. 1 (2025): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v4i1.20054

Abstract

Background: Penelitian ini berfokus pada perancangan dan analisis kinerja alat pengering kayu dengan tujuan meningkatkan efisiensi proses pengeringan melalui pengendalian suhu udara. Modifikasi dilakukan dengan mengganti sistem pemanas konvensional menggunakan heater dan blower sebagai sumber panas. Alat pengering ini memiliki dimensi panjang 1170 mm, lebar 740 mm, dan tinggi 650 mm. Pengujian dilakukan pada suhu 50°C, 60°C, dan 70°C untuk mengevaluasi perubahan kadar air, massa kayu, kelembaban relatif, serta durasi pengeringan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa peningkatan suhu pengeringan mempercepat penurunan kadar air kayu. Pada suhu 50°C, kadar air berkurang hingga 17% dalam 600 menit, sedangkan pada suhu 60°C dan 70°C, kadar air menurun masing-masing hingga 16% dalam 420 menit dan 15% dalam 300 menit. Peningkatan efisiensi pengeringan terjadi karena udara panas mempercepat pelepasan uap air dari kayu, sehingga mengurangi waktu pengeringan dan meningkatkan kualitas hasil akhir.   Abstract Background: This study focuses on the design and performance analysis of a wood drying machine aimed at improving drying process efficiency through air temperature control. The modification was carried out by replacing the conventional heating system with a heater and blower as heat sources. The drying machine has dimensions of 1170 mm in length, 740 mm in width, and 650 mm in height. Testing was conducted at temperatures of 50°C, 60°C, and 70°C to evaluate changes in moisture content, wood mass, relative humidity, and drying duration. Experimental results indicate that increasing the drying temperature accelerates the reduction of wood moisture content. At 50°C, the moisture content decreased to 17% within 600 minutes, while at 60°C and 70°C, it dropped to 16% in 420 minutes and 15% in 300 minutes, respectively. The improvement in drying efficiency occurs because hot air speeds up the release of water vapor from the wood, thereby reducing drying time and enhancing the final product quality.
Pengenalan Konsep Budaya Kerja Industri 5R untuk Siswa SMK Taruna Bhakti Muchammad Sholeh; Rosalina, Rosalina; Nofendri, Yos; Ariyansah, Riyan; Hilda, Atiqah Meutia; Ashura, Amar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi Budaya Kerja Industri 5R di SMK Taruna Bhakti melalui pendekatan penelitian tindakan. Metode yang digunakan ialah dengan pendekatan tindakan yang melibatkan 60 siswa, program pengenalan konsep 5R dilaksanakan dengan metode interaktif, studi kasus, dan simulasi praktis. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari 50% menjadi 85%, dengan perubahan positif dalam sikap dan perilaku terkait 5R. Metode pembelajaran, seperti diskusi kelompok dan simulasi praktis, terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa. Hasil temuan mendukung hipotesis bahwa metode pembelajaran interaktif dapat merubah pemahaman dan perilaku siswa terkait konsep 5R. Kesimpulannya, program ini memberikan dasar untuk pengembangan lebih lanjut pendidikan kejuruan yang holistik dan relevan dengan tuntutan industri. Penerapan konsep 5R di lingkungan pendidikan menjadi krusial untuk membentuk karakter siswa dan meningkatkan persiapan mereka menghadapi dunia industri. Oleh karena itu, hasil pengabdian ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan dan menyiapkan siswa menjadi calon tenaga kerja yang siap bersaing.
Perancangan Alat Pembuat Pelet Pakan Ternak Portable Cahyono, Fajar Nur; Rifky, Rifky; Nofendri, Yos
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v2i2.13105

Abstract

Abstrak Penelitian pembuatan alat pelet pakan ternak portable diperutukan sebagai alternatif pakan ternak kambing ketika musim kemarau tiba, dimana ketika musim kemarau tiba menyebabkan kelangkaan rumput pakan untuk kebutuhan pakan kambing ternak masyarakat. Teknologi yang digunakan untuk pembuatan alat ini menggunakan mesin penggerak motor bensin 4 langkah kerja dengan kecepatan maksimal 3800 rpm, kapasitas tangki bensin 3,1 liter, dan daya 5.5 HP. Mesin penggerak ini akan menghasilkan daya untuk memutar pulley dan daya tersebut akan diteruskan v-belt ke pulley extruder, extruder yang berfungsi sebagai alat penekan bahan baku untuk pelet yang kemudian dialirkan menuju die. Untuk kapasitas dari alat pencetak pelet pakan ternak ini dapat menghasilkan pelet dengan kapasitas tertentu yang dimana semakin tinggi putaran rpm dari mesin penghasil daya makan akan cepat juga perputaran screw di dalam extruder yang bilamana semakin cepat perpuatan keduanya akan semakin cepat juga bahan pelet yang akan dicetak menjadi pelet. Hasil penelitian mendapatkan bahwa alat pembuat pelet pakan ternak portable sudah dibuat dan hasil pengujian menunjukan bahwa dalam waktu 105 menit dapat menghasilkan pelet sebanyak 125,5 kg dengan produktivitas 1,2 kg/ menit. Abstract Research on making portable animal feed pellets which are intended as an alternative to animal goat feed when the dry season arrives, where when the dry season arrives it causes a scarcity of forage grass for the community's livestock goat feed needs. The technology used to manufacture this tool uses a 4 stroke gasoline engine with a maximum speed of 3800 rpm, a gas tank capacity of 3.1 liters, and a power of 5.5 HP. This driving machine will generate power to rotate the pulley and the power will be transmitted by the v-belt to the pulley extruder, the extruder which functions as a pressing device for raw materials for pellets which are then flowed to the die. For the capacity of this animal feed pellet printer, it can produce pellets with a certain capacity where the higher the rpm rotation of the feeding power-producing machine, the faster the rotation of the screw in the extruder, the faster the rotation of the two, the faster the pellet material to be printed will become. pellets. The results showed that a portable animal feed pellet maker had been made and the test results showed that within 105 minutes it could produce 125.5 kg of pellets with a productivity of 1.2 kg/minute.
Pendayagunaan Energi Matahari sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif Menggunakan Generator Termoelektrik Rifky; Nofendri, Yos
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 1 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i1.15592

Abstract

Abstrak Energi surya adalah energi terbarukan yang potensinya besar untuk dimanfaatkan. Bentuk energi surya yang telah lama dimanfaatkan manusia adalah energi termalnya. Mulai dari pengeraing hasil bumi, perikanan, sampai pemanas air. Sementara termoelektrik adalah material yang berberntuk modul yang dapat mengubah perbedaan temperatur menjadi energi listrik. Kedua hal inilah yang dipadukan dalam penelitian ini. Penelitian memanfaatkan energi surya sebagai sumber energi listrik menggunakan generator termoelektrik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan daya luaran semaksimal mungkin dari sistem generator termoelektrik yang susunan modulnya dirangkai dengan sambungan seri dan paralel. Dari daya luaran yang dihasilkan akan didapatkan kelayakan generator termoelektrik untuk dijadikan sumber energi pada model bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, yang didahului dengan perancangan dan pembuatan alat penelitian. Model bangunan dirancang sederhana yang berupa kerangka dengan atapnya adalah sistem generator termoelektrik. Variabel dalam penelitian ini adalah susunan rangkaian sambungan modul termoelektrik secara seri dan secara paralel. Data masukan generator termoelektrik adalah intensitas radiasi, kelembaban udara, temperatur (lingkungan, penyerap panas, sisi panas termoelektrik, sisi dingin termoelektrik, sistem pendingin, air pendingin), dan aliran alir; sedangakan data luarannya adalah tegangan listrik dan arus listrik. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sistem generator pada atap model bangunan dengan susunan modul termoelektrik dengan rangkaian sambungan seri menghasilkan daya sebesar 1,029 watt. Sementara sistem generator termoelektrik untuk sambungan modul termoelektrik dengan rangkaian sambungan paralel menghasilkan daya sebesar 0,028 watt. Abstract Background: Solar energy is a renewable energy that has great potential to be utilized. The form of solar energy that humans have long used is thermal energy. Starting from drying agricultural products, fisheries, to water heaters. Meanwhile, thermoelectrics are materials in the form of modules that can convert temperature differences into electrical energy. These two things are combined in this research. Research utilizes solar energy as a source of electrical energy using a thermoelectric generator. The aim of this research is to obtain the maximum possible output power from a thermoelectric generator system whose modules are assembled using series and parallel connections. From the resulting output power, the suitability of the thermoelectric generator will be obtained to be used as an energy source in building models. The research method used is experimental, which is preceded by designing and manufacturing research tools. The building model is designed simply in the form of a frame with a thermoelectric generator system on the roof. The variables in this research are the arrangement of thermoelectric module connection circuits in series and in parallel. The input data of the thermoelectric generator are radiation intensity, air humidity, temperature (environment, heat absorber, thermoelectric hot side, thermoelectric cold side, cooling system, cooling water), and flow rate; while the output data is electric voltage and electric current. The research results showed that the generator system on the roof of the building model with a thermoelectric module arrangement with a series connection produced 1,029 watts of power. Meanwhile, the thermoelectric generator system for connecting thermoelectric modules with a parallel connection circuit produces 0.028 watts of power