ABSTRACT Fashion design skills are an important competency in Fashion Design learning. However, learning that is still dominated by conventional methods may limit student engagement and opportunities to receive direct guidance. This study aimed to analyze the effect of the peer tutoring method on the fashion design skills of Grade XI Fashion Design students at SMKN 8 Padang. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The sample consisted of 36 students selected through total sampling, comprising an experimental class and a control class. Data were collected through pretests, posttests, practical design assessments, and observations of learning implementation. The data were analyzed using descriptive statistics, N-Gain, prerequisite tests, and an Independent Samples t-Test. The results showed that students who participated in learning using the peer tutoring method demonstrated greater improvement in fashion design skills than those who participated in conventional learning. This improvement was indicated by a significant difference in final learning outcomes between the experimental and control groups. The implementation of peer tutoring was also categorized as very good. These findings indicate that the peer tutoring method can create more active learning through peer interaction, peer guidance, collaborative practice, and direct feedback. Therefore, peer tutoring can serve as an alternative learning method to support the development of students' fashion design skills in vocational education. ABSTRAK Kemampuan desain busana merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran Tata Busana. Namun, pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional dapat membatasi keterlibatan siswa dan kesempatan memperoleh bimbingan secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode peer tutoring terhadap kemampuan desain busana siswa kelas XI Tata Busana SMKN 8 Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa yang dipilih melalui total sampling, terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest, posttest, penilaian praktik desain, dan observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji prasyarat, dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan desain busana siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode peer tutoring mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh perbedaan hasil belajar akhir yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Keterlaksanaan pembelajaran peer tutoring juga berada pada kategori sangat baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa metode peer tutoring dapat menciptakan pembelajaran yang lebih aktif melalui interaksi antarsiswa, bimbingan teman sebaya, latihan kolaboratif, dan pemberian umpan balik secara langsung. Dengan demikian, metode peer tutoring dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk mendukung peningkatan kemampuan desain busana siswa pada pendidikan kejuruan.