Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja Dan Self-Efficacy Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Penilaian Early Warning Score (Ews) Di Upt Rsud Madani Palu I Gusti Ngurah Eko Budi Sanjaya; Afrina Januarista; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5151

Abstract

Latar Belakang: Early Warning Score (EWS) merupakan sistem penting untuk mendeteksi dini perburukan kondisi klinis pasien. Namun, penerapannya di rumah sakit masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan beban kerja dan self-efficacy dengan kepatuhan perawat dalam melakukan penilaian EWS di UPT RSUD Madani Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik dan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap Melon, Jeruk, Cerry, Markisa, dan Durian RSUD Madani sebanyak 85 orang. Sampel berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik proporsional stratified random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki beban kerja tinggi (52,9%) dan self-efficacy tinggi (54,4%). Sebagian besar perawat berada pada kategori patuh dalam penilaian EWS (61,8%). Uji Pearson Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan kepatuhan perawat (p=0,000), serta antara self-efficacy dan kepatuhan perawat (p=0,000). Kesimpulan: Beban kerja dan self-efficacy berhubungan signifikan dengan kepatuhan perawat dalam melakukan penilaian EWS. Perawat diharapkan meningkatkan kompetensi dan konsistensi dalam penerapan EWS.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Tawaeli: Penelitian Dita; I Made Rio Dwijayanto; Masri Dg. Taha
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5216

Abstract

Health service quality is a key determinant of patient satisfaction at primary health care facilities.. Suboptimal services, such as long waiting times, ineffective communication, and limited facilities, can reduce patients’ perceptions of service quality. Community Health Centers (Puskesmas) as primary health care providers are required to deliver fast, accurate, and high-quality services. This study was conducted to examine the association between service quality and outpatient satisfaction at the Tawaeli Community Health Center. Methods: A cross-sectional quantitative approach was used in this study, with the population consisting of all outpatients at Tawaeli Community Health Center, with a sample of 56 respondents selected using accidental sampling. Data were collected using service quality and patient satisfaction questionnaires. Data were analyzed through univariate and bivariate statistical procedures, with the Chi-Square test applied to assess the relationship between variables. Results:Most respondents rated the service quality as fairly good (78.6%), while the majority of patients reported being dissatisfied (83.9%). The Chi-Square test showed a p-value of 0.000 (p<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between service quality and outpatient satisfaction at Tawaeli Community Health Center. Recommendation: Improvements in service timeliness, communication, and facility adequacy are recommended to enhance patient satisfaction.
Hubungan Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Aprilia Sri Wulandari; I Made Rio Dwijayanto; Sintong H. Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5339

Abstract

Kepuasan kerja perawat menjadi salah satu aspek krusial yang berkontribusi terhadap mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kondisi lingkungan kerja yang mendukung, baik dari sisi fisik maupun psikososial, memiliki peranan penting dalam menunjang kesejahteraan serta meningkatkan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara lingkungan kerja dan tingkat kepuasan kerja perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional serta pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap sebanyak 316 orang. Dari jumlah tersebut, diperoleh sampel sebanyak 76 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden menilai kondisi lingkungan kerja dalam kategori baik (48,7%), namun sebagian besar perawat memiliki tingkat kepuasan kerja yang rendah (75%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r = −0,295 dengan nilai p = 0,010 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang bermakna dengan arah negatif antara lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan arah negatif antara lingkungan kerja dan tingkat kepuasan kerja perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Undata.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli: Penelitian Saprina; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5471

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga memerlukan intervensi tambahan selain terapi farmakologis. Relaksasi otot progresif sebagai terapi nonfarmakologis dapat membantu menurunkan kadar gula darah melalui penurunan stres dan peningkatan respons relaksasi tubuh. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre–post test. Populasi berjumlah 103 responden dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan kadar gula darah drastis ≥40 mg/dl sebanyak 27 responden (52,9%), sedangkan sebagian kecil tidak mengalami penurunan <15 mg/dl sebanyak 2 responden (3,9%). Uji Paired T-Test menunjukkan nilai signifikan (p < 0,01), yang menandakan adanya pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah. Relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Teknik ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai pendukung pengendalian gula darah.
Hubungan Pengetahuan Dengan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar Pegawai Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah Wahyudi; Afrina Januarista; I Made Rio Dwijayanto
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.22

Abstract

Abstract Basic Life Support (BLS) is a series of rescue measures carried out to maintain respiratory function and blood circulation in someone experiencing cardiac arrest or other emergencies. Increasing BLS knowledge and skills among hospital employees not only increases preparedness in dealing with emergency situations, but also reflects the hospital's commitment to patient safety and better quality health services. Good knowledge does not always align with good skills, because sometimes it takes enough experience to implement them effectively in real life situations. The aim of this research was to determine the correlation between knowledge and basic life support skills of employees at the Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province. This research uses a quantitative type of research, with a cross sectional study approach. The population in this research is an affordable population, namely all employees at the Undata Hospital, Central Sulawesi Province totaling 802 people, and the total sample used was 267 respondents, using an accidental sampling technique. Analysis uses the Chi-Square Test statistical test. The results of the research show that there is a correlation between knowledge and basic life support skills of employees with p value=0.000 (p<0.05). Therefore, it is hoped that the Hospital will make efforts to increase employee knowledge and skills, and be able to utilize information obtained from research results as input and information regarding the description of the level of knowledge and skills related to BLS for Undata Hospital employees, Central Sulawesi Province. Keywords: BLS; Knowledge; Skills Abstrak Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan serangkaian tindakan penyelamatan yang dilakukan untuk mempertahankan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah pada seseorang yang mengalami henti jantung atau keadaan darurat lainnya. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan BHD di kalangan pegawai rumah sakit bukan hanya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, tetapi juga mencerminkan komitmen rumah sakit terhadap keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan yang lebih baik. Pengetahuan yang baik tidak selalu selaras dengan keterampilan yang baik pula, karena terkadang dibutuhkan pengalaman yang cukup untuk mengimplementasikannya secara efektif dalam situasi kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keterampilan bantuan hidup dasar pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan studi cross sectional. Pоpulasi dalam penelitian ini adalah pоpulasi terjangkau yakni seluruh pegawai di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 802 orang, dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 267 responden, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis menggunakan uji statistisk Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan keterampilan bantuan hidup dasar pegawai dengan nilai p value=0,000 (p<0,05). Oleh karena itu, diharapkan agar pihak Rumah Sakit melakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai, dan dapat memanfaatkan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian sebagai masukan dan informasi mengenai gambaran derajat pengetahuan dan keterampilan terkait BHD bagi pegawai RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Kata Kunci: BHD; Keterampilan; Pengetahuan
HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA LANSIA Galang Safari Yahya; Suaib Suaib; I Made Rio Dwijayanto
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.135

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia seiring penurunan kemampuan fisik dan meningkatnya risiko gangguan kesehatan. Keluhan ini umumnya dipicu aktivitas fisik yang melebihi kapasitas, postur tubuh yang tidak tepat, serta kebiasaan bekerja terlalu lama tanpa istirahat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kejadian nyeri punggung bawah pada lansia di Desa Makmur Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 70 lansia yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner GPAQ dan kuesioner nyeri punggung bawah, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dan nyeri punggung bawah (p=0,001). Temuan ini menegaskan perlunya pengaturan aktivitas fisik sesuai kapasitas tubuh untuk mencegah nyeri punggung bawah pada lansia. Disarankan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui edukasi dan pemantauan.