Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA CANVA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PROSEDUR DI KELAS X ASISTEN KEPERAWATAN SMKS 3 IDHATA CURUP Risti Yuni; Adi Asmara; Eli Rustinar; Tomi Hidayat; Elyusra
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v4i2.1468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media canva dalam pembelajaran menulis teks prosedur di kelas X Asisten Keperawatan SMKS 3 Idhata Curup. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan melalui instrumen tes menulis teks prosedur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui kecenderungan umum serta tingkat kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur setelah pembelajaran berlangsung. Teknik analisis data dilakukan melalui deskriptif kuantitatif dan kemudian diinterpretasikan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X Asisten Keperawatan SMKS 3 Idhata Curup berada pada kategori Baik Sekali. Hal ini ditunjukkan oleh perolehan persentase sebesar 96,16%, yang jika dikonsultasikan pada kriteria skala empat termasuk dalam interval 86%–100%, sehingga mencerminkan tingkat penguasaan yang sangat baik. Selain itu, penerapan media digital Canva dalam pembelajaran menulis teks prosedur juga memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan siswa. Persentase capaian sebesar 90,63% menempatkan hasil tersebut pada kategori Baik Sekali dalam kriteria skala empat. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa penggunaan media digital Canva merupakan salah satu alternatif yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa2kelas X2 Asisten Keperawatan di SMKS 3 Idhata Curup. Saran sebagai bahan pertimbangan, meskipun kemampuan menulis teks prosedur siswa telah berada pada2 kategori baik sekali, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia diharapkan tetap terus mengasah kemampuan tersebut melalui pemberian berbagai latihan2 menulis secara berkesinambungan.
Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Film Setetes Embun Cinta Niyala Sutradara Anggy Umbara Fitriani, Umi; Gunawan, Hafiz; Yuniati, Ira; Elyusra
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ww6r5277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Geoffrey Leech dalam dialog antartokoh film Setetes Embun Cinta Niyala karya sutradara Anggy Umbara. Fokus utama penelitian ini adalah enam maksim kesantunan, serta mengidentifikasi maksim yang paling dominan dalam tuturan para tokoh. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian pragmatik, khususnya dalam penerapan prinsip kesantunan berbahasa dalam media film, serta memberikan wawasan tentang nilai-nilai kesantunan yang direpresentasikan melalui dialog dalam karya audiovisual.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap. Data berupa tuturan para tokoh dalam film berdurasi 109 menit yang mengandung unsur kesantunan berbahasa. Prosedur analisis meliputi tahap pengumpulan data, identifikasi, klasifikasi, interpretasi berdasarkan teori Leech, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 74 tuturan yang mencerminkan prinsip kesantunan berbahasa, dengan rincian: maksim kebijaksanaan (9 tuturan), kedermawanan (15), penghargaan (8), kesederhanaan (13), pemufakatan (12), dan kesimpatian (17). Maksim yang paling dominan adalah maksim kesimpatian dan kedermawanan, sedangkan maksim penghargaan merupakan yang paling sedikit muncul.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film Setetes Embun CintaNiyala tidak hanya menyajikan komunikasi verbal antar tokoh, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai kesantunan berbahasa yang mencerminkan empati dan kemurahan hati dalam interaksi sosial. Sebagai saran, penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan membandingkan prinsip kesantunan dalam berbagai genre film atau mengaitkannya dengan konteks budaya dan sosial yang lebih luas.   Kata Kunci: Film Setetes Embun Cinta Niyala, Kesantunan Berbahasa, Maksim Leech, Pragmatik
Makna Denotatif dan Konotatif dalam Novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong Karya Eka Kurniawan (Kajian Semantik) Isranur Shella, Serly; Hafiz Gunawan; Ira Yuniati; Elyusra
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/xgsdaz18

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotatif dan konotatif dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan melalui kajian semantik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian teori semantik, khususnya terkait penggunaan makna denotatif dan konotatif dalam karya sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa kalimat-kalimat dalam novel yang mengandung kedua jenis makna tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode baca dan catat, sedangkan analisis data meliputi identifikasi, klasifikasi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung makna denotatif dan konotatif yang digunakan secara kontekstual oleh pengarang. Makna konotatif negatif ditemukan paling dominan, sementara makna konotatif positif paling sedikit. Dominasi makna konotatif tersebut dimanfaatkan pengarang sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial serta menggambarkan realitas kehidupan kepada pembaca, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kata kunci: Kajian Semantik, Makna Denotatif dan Konotatif, Novel