Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN THERAPEUTIC COMMUNICATION AND THE ROLE OF NURSE EDUCATORS WITH THE LEVEL OF PATIENT SATISFACTION IN THE INPATIENT WARD Utami, Langgeng; Romiko; Sri Yulia
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 1 (2026): January - March
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i1.632

Abstract

The inconsistency of the implementation of therapeutic communication and patient education by nurses at the Palembang Harbor Hospital is evident from patient complaints regarding unclear explanations of procedures, incomplete information, and nurse responses that are considered less empathetic, so that these conditions are suspected to affect the level of patient satisfaction and need further research to determine the extent to which therapeutic communication and education provided by nurses are related to patient satisfaction in the inpatient ward. The purpose of this study was to determine the relationship between therapeutic communication and the role of nurse educators with the level of patient satisfaction in the inpatient ward of the Palembang Harbor Hospital. This study used a cross-sectional approach. The sample of this study was 30 patients treated in the inpatient ward using an accidental sampling technique. Data collection used a questionnaire on therapeutic communication, the role of nurse educators and patient satisfaction. The results showed that therapeutic communication and the role of nurse educators were significantly related to patient satisfaction, indicated by a p value = 0.003 in therapeutic communication and p = 0.001 in the role of educators, with the majority of patients (76.7%) reporting high satisfaction so that the quality of communication and nurse education were the main factors determining patient satisfaction. It can be concluded that there is a significant relationship between therapeutic communication and the level of patient satisfaction and there is a significant relationship between the role of nurse educators and the level of patient satisfaction
Pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi nyeri lutut pada pasien osteoarthritis dengan terapi latihan Mar'atun Ulaa; Riska Marlin; Romiko Romiko; Yuniza Yuniza; Aisyah Rizky Amanah; Athiya Nur Shadrina; Desi Ulandari; Ega Dwi Wandari; Enik Dwi Septiani; Florendia Florendia; Hafita Nilanda; Muhammad Aryo Ramadhani; Septiani Susanti; Winda Sapitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33556

Abstract

AbstrakNyeri lutut atau osteoarthritis knee merupakan suatu kondisi degeneratif kronis akibat adanya peradangan pada jaringan disekitar lutut. Usia adalah predictor terkuat Osteoarthritis (OA) lutut. Gejala klinis OA yaitu kekakuan sendi, nyeri sendi dan disfungsi sendi, namun masalah utama bagi sebagian besar pasien adalah rasa sakit atau nyeri pada sendi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan memberdayakan masyarakat untuk mengurangi nyeri lutut pada pasien osteoarthritis dengan terapi latihan  pada lansia yang berjumlah 98 orang dengan kondisi nyeri pada sendi lutut di Desa Palemraya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi dengan media leaflet di lengkapi dengan keterangan gambar latihan untuk mengurangi keluhan nyeri lutut yang dilaksanakan pada tanggal 08 Februari 2025. Berdasarkan hasil kegiatan, nyeri lutut pada lansia berkurang dengan rata-rata nyeri sebelum terapi Latihan sebesar 6,09 dan rata-rata nyeri setelah terapi latihan sebesar 3,55, dengan perbedaan rerata nyeri sebelum dan setelah terapi Latihan sebesar  2.54 menggunakan Numerical Rating Scale. Terapi Latihan pada lansia dapat menurunkan nyeri lutut. Kata Kunci: nyeri lutut; osteoartritis; terapi latihan. AbstractKnee pain or knee osteoarthritis is a chronic degenerative condition due to inflammation of the tissues around the knee. Age is the strongest predictor of knee Osteoarthritis (OA). Clinical symptoms of OA are joint stiffness, joint pain and joint dysfunction, but the main problem for most patients is pain or tenderness in the joints. Community service activities are carried out with the aim of empowering the community to reduce knee pain in osteoarthritis patients with exercise therapy in 98 elderly people with knee joint pain conditions in Palemraya Village, North Indralaya District, Ogan Ilir Regency. This counseling uses lectures, discussions and demonstrations with leaflets equipped with image descriptions of exercises to reduce complaints of knee pain which was carried out on February 8, 2025. Based on the results of activities, knee pain in the elderly was reduced with an average pain before exercise therapy of 6.09 and an average pain after exercise therapy of 3.55, with a difference in the average pain before and after exercise therapy of 2.54 using the Numerical Rating Scale.  Exercise therapy in the elderly can reduce knee pain. Keywords: knee pain; osteoarthritis; exercise therapy.
Pengaruh Teknik Butterfly Hug Terhadap Kecemasan Menjalani Skripsi Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang Rintan Putri Arianie; Ayu Dekawaty; Suzanna Suzanna; Romiko Romiko
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44742

Abstract

Skripsi merupakan tugas akhir yang harus dilewati mahasiswa sebagai syarat kelulusan. Beban tugas yang berat sangat berdampak pada psikologis mahasiswa yaitu kecemasan. Intervensi non-farmakologi yang bisa diberikan untuk mengatasi kecemasan yaitu butterfly hug. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh teknik Butterfly Hug terhadap kecemasan menjalani skripsi pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang menjalani skripsi 103 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel yang digunakan sebanyak 42 mahasiswa. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner HARS, uji statistik yang digunakan Paired Sample T-test. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai rata-rata kecemasan sebelum intervensi 17,93, skor kecemasan terendah 7 dan tertinggi 30. Nilai rata-rata kecemasan setelah intervensi 7.98, skor kecemasan terendah 0 dan tertinggi 15. Hasil satistik didapatkan (p value <0,05). Butterfly hug bisa digunakan sebagai terapi penurunan kecemasan mahasiswa, aman untuk digunakan, bisa diterapkan kapan pun dan dimanapun.
Pengaruh Teknik Butterfly Hug terhadap Kecemasan Menjalani Skripsi pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang Rintan Putri Arianie; Ayu Dekawati; Suzanna Suzanna; Romiko Romiko
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45058

Abstract

Skripsi merupakan tugas akhir yang harus dilewati mahasiswa sebagai syarat kelulusan. Beban tugas yang berat sangat berdampak pada psikologis mahasiswa yaitu kecemasan. Intervensi non-farmakologi yang bisa diberikan untuk mengatasi kecemasan yaitu butterfly hug. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh teknik Butterfly Hug terhadap kecemasan menjalani skripsi pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang menjalani skripsi 103 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel yang digunakan sebanyak 42 mahasiswa. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner HARS, uji statistik yang digunakan Paired Sample T-test. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai rata-rata kecemasan sebelum intervensi 17,93, skor kecemasan terendah 7 dan tertinggi 30. Nilai rata-rata kecemasan setelah intervensi 7.98, skor kecemasan terendah 0 dan tertinggi 15. Hasil satistik didapatkan (p value <0,05). Butterfly hug bisa digunakan sebagai terapi penurunan kecemasan mahasiswa, aman untuk digunakan, bisa diterapkan kapan pun dan dimanapun. Kata kunci: Butterfly Hug, Kecemasan, Mahasiswa, Skripsi.
PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN KELUARGA DAN KOMUNITAS (PPKKK) Ivan Brahma Wijaya; Romiko Romiko; Langgeng Utami; Desty Maharani; Rizki Adelia; Shepia Aryanti; Mega Widya Lestari; Linda Isma Wardani; Khairunnisa Labbaika; Akbar Nur Febriansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60416

Abstract

Keperawatan komunitas berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian utama adalah hipertensi sebagai penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan sering tidak disadari oleh penderita. Kegiatan Praktik Profesi Keperawatan Keluarga dan Komunitas (PPKKK) ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat serta melaksanakan intervensi keperawatan komunitas di RT 31 RW 06 Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang. Metode pelaksanaan diawali dengan pengkajian menggunakan observasi dan wawancara yang dianalisis secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki lingkungan fisik yang cukup baik, namun perilaku kesehatan masih kurang optimal, ditandai dengan rendahnya pemeriksaan kesehatan rutin (77,50%), tingginya konsumsi makanan tinggi garam, kebiasaan merokok (72,50%), rendahnya aktivitas fisik, serta kurangnya kebiasaan mencuci tangan. Berdasarkan analisa data, ditemukan tiga diagnosis keperawatan utama yaitu Manajemen Kesehatan Tidak Efektif (D.0116), Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan (D.0112), dan Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko (D.0099). Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan, skrining tekanan darah, senam hipertensi, promosi PHBS, serta pemberdayaan masyarakat. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan, meskipun perubahan perilaku berisiko masih memerlukan intervensi berkelanjutan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan keperawatan komunitas melalui edukasi, skrining, dan pemberdayaan masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan, khususnya dalam pencegahan hipertensi, namun perlu penguatan program secara berkelanjutan untuk mencapai perubahan perilaku yang optimal.