Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

THE RELATIONSHIP OF SELF EFFICACY AND NURSE'S WORK STRESS IN THE ICU Renny Triwijayanti; Sandika Sandika; Romiko Romiko; Feby Puryanti
Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1477

Abstract

AbstrakThe highest prevalence of work stress in health workers is experienced by nurses. So that stress can be eliminated properly, this is called self-efficacy . This study aims to determine the relationship between self -efficacy and work stress of nurses in the Inpatient Room. This type of research is a quantitative research with an analytical descriptive research design and uses a cross sectional approach . Samples were taken with a total sampling technique of 48 nurses. Analysis using chi square . The results showed that of the 29 nurses who had high self-efficacy there were 21 respondents (72.4%) who did not experience work stress and 8 respondents who had high self-efficacy experienced work stress. Meanwhile, from 19 nurses who had low self-efficacy , there were 12 respondents (63.2%) who experienced work stress and 7 respondents who had low self-efficacy did not have work stress. There is a relationship between self-efficacy and work stress of nurses. Obtained p Value = 0.032 ( p Value < 0.05).  it is expected for hospitals to increase self-efficacy by conducting training on positive thinking and forming guidance groups with modeling techniques. And to prevent work stress through exercise, personal refreshing, relaxation techniques and outbound . As well as an evaluation by the hospital management in every nursing action given by the patient. 
Pengaruh Status Kerja terhadap Tingkat Stress Belajar Mahasiswa Semester VIII M. Hasan; Romiko Romiko; Efroliza Efroliza
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i1.4861

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan:Proses belajar dan bekerja dalam waktu bersamaan dapat menimbulkan efek negatif karena prosedur perizinan untuk melanjutkan studi sulit di dapatkan calon mahasiswa dari tempat bekerja, tugas yang terlalu banyak, aturan yang membingungkan, tuntutan yang saling bertentangan, dan deadline tugas perkuliahan. National Center of Education Statistics (NCES) menemukan bahwa mahasiswa yang bekerja lebih dari 16 jam ke atas memiliki pengaruh terhadap prestasi yang lebih rendah dibanding yang tidak bekerja.Tujuan penelitianuntuk mengetahui adakah pengaruh status kerja terhadap tingkat stress belajar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yaitu mencari pengaruh antara variabel status kerja dan tingkat stress, uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan pada mahasiswa semester VIII PSIK REG B di STIKes Muhammadiyah palembang. Hasil : Didapatkan data pada 64 mahasiswa semester VIII PSIK Reg B STIKes Muhammadiyah Palembang bahwa dari total 32 responden yang bekerja sebanyak 10 (31,3%) responden   mengalami stress ringan dan 22 (68,8%) responden mengalami stress berat, sedangkan dari total 32 responden yang tidak bekerja  21 (65,6%) responden mengalami stress ringan, dan 11(34,4%) responden mengalami stress berat. Simpulan dan Implikasi: Hasil uji statistik diperoleh p Value = 0,012 α≤0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara status kerja terhadap tingkat stress, OR = ,.238 yang berarti bahwa responden yang telah bekerja 0,238 kali berpeluang mengalami stress berat.Latar Belakang dan Tujuan:Proses belajar dan bekerja dalam waktu bersamaan dapat menimbulkan efek negatif karena prosedur perizinan untuk melanjutkan studi sulit di dapatkan calon mahasiswa dari tempat bekerja, tugas yang terlalu banyak, aturan yang membingungkan, tuntutan yang saling bertentangan, dan deadline tugas perkuliahan. National Center of Education Statistics (NCES) menemukan bahwa mahasiswa yang bekerja lebih dari 16 jam ke atas memiliki pengaruh terhadap prestasi yang lebih rendah dibanding yang tidak bekerja.Tujuan penelitianuntuk mengetahui adakah pengaruh status kerja terhadap tingkat stress belajar Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yaitu mencari pengaruh antara variabel status kerja dan tingkat stress, uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan pada mahasiswa semester VIII PSIK REG B di STIKes Muhammadiyah palembang. Hasil : Didapatkan data pada 64 mahasiswa semester VIII PSIK Reg B STIKes Muhammadiyah Palembang bahwa dari total 32 responden yang bekerja sebanyak 10 (31,3%) responden   mengalami stress ringan dan 22 (68,8%) responden mengalami stress berat, sedangkan dari total 32 responden yang tidak bekerja  21 (65,6%) responden mengalami stress ringan, dan 11(34,4%) responden mengalami stress berat.Simpulan dan Implikasi: Hasil uji statistik diperoleh p Value = 0,012 α≤0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara status kerja terhadap tingkat stress, OR = ,.238 yang bera Sitasi: Wisdayana A, Efroliza Apriany A. (2020). Hubungan pelaksanaan timbang terima dengan keselamatan pasien oleh perawat pelaksana. The Indonesian Journal of Health Science. 12(1), 83-90 Copyright: © 2020 Wisdayana et al. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah JemberISSN (Print): 2087-5053ISSN (Online): 2476-9614  rti bahwa responden yang telah bekerja 0,238 kali berpeluang mengalami stress berat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Perawat Untuk Melanjutkan Pendidikan Tinggi Keperawatan Alfitria Qinara; Sri Yulia; Romiko Romiko
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.701 KB) | DOI: 10.36086/jkm.v1i1.985

Abstract

Latar Belakang : Fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai tugas utama memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman bagi masyarakat. Keberhasilan pemberian asuhan keperawatan oleh perawat baik di Rumah Sakit maupun di pelayanan primer ini perlu didukung oleh mekanisme upaya peningkatan profesionalisme perawat. Salah satunya adalah melalui pendidikan keperawatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2018. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf yang menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Survey analitik adalah survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel tidak berhubungan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan: sosial ekonomi (p-valeu : 1,000), jenjang karir (p-value : 0,626), penghargaan (p-value : 0,802) dan dukungan atasan (P-value : 0,873). Simpulan : Faktor sosial ekonomi, jenjang karir, penghargaan dan dukungan atasan tidak berhubungan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan.
Pengaruh Terapi SEFT dengan Pendekatan Kolcaba Comfort Theory Terhadap Skor Kelelahan Pasien Jantung Joko Tri Wahyudi; Romiko Romiko
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.530

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung atau yang dikenal juga dengan penyakit kardiovaskuler merupakan sekelompok kelainan yang terjadi pada organ jantung dan pembuluh darah yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Penelitian ini menitikberatkan pada penyakit kardiovaskuler secara fungsional, yaitu antara lain penyakit jantung koroner, angina pektoris, serangan jantung akut, gagal jantung kongestif, dan disritmia. Salah satu gejala yang seirng muncul pada pasien jantung adalah kelelahan. Terapi SEFT merupakan terapi yang dapat diberikan kepada pasien jantung untuk menurunkan tingkat kelelahan pasien jantung. Terapi SEFT merupakan terapi yang dapat diintegrasikan dengan tori kenyaman menurut Kolcaba yang menjelaskan bahwa terdapat 4 dimensi pada kenyamanan, yaitu kenyamanan fisik, kenyamanan psikospiritual, kenyamanan lingkungan, dan kenyamanan sosiokultural. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh terapi SEFT dengan pendekatan Kolcaba Comfort Theory terhadap skor kelelahan pada pasien jantung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 22 sampel. Hasil: Berdasarkan hasil uji analisis dependent t test didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p value < 0.05), dengan demikian dapat diartikan terdapat perbedaan skor kelelahan pasien dengan penyakit kardiovaskuler antara sebelum dan setelah intervensi terapi SEFT. Kesimpulan: Terapi SEFT dapat memberikan pengaruh untuk mengurangi kelelahan pasien dengan penyakit kardiovaskuler.
VIDEO EDUKASI TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA FRAKTUR EKSTREMITAS TERHADAP PENGETAHUAN SISWA PALANG MERAH REMAJA siti Romadoni; Meilinda Aristiani; Romiko Romiko
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.533

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Kejadian cedera patah tulang di Indonesia tahun 2018 sebanyak 5,5%, kejadian patah tulang di provinsi Sumatera Selatan sebanyak 4,2% dan angka kejadian patah tulang pada anak sekolah mencapai 4,2%. Pengetahuan pertolongan pertama sangat dibutuhkan untuk mengurangi angka kejadian cedera patah tulang. Pengetahuan dapat ditingkatkan melalui video edukasi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh video edukasi tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas terhadap pengetahuan siswa palang merah remaja (PMR) di SMA PGRI 2 Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan pre eksperimen dan pendekatan one group pre test–post test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 20 responden. Analisis data yang digunakan Uji Paired T-Test. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan video edukasi 12,10, nilai rata-rata pengetahuan sesudah diberikan video edukasi 15,55 dengan nilai P value 0,001 < 0,05. Simpulan: ada pengaruh video edukasi tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas terhadap pengetahuan siswa palang merah remaja (PMR) di PGRI 2 Palembang. Sehingga dari hasil penelitian diharapkan penelitian ini dapat dijadikan tambahan pengetahuan dan mengaplikasikan video edukasi tersebut saat kegiatan ekstrakulikuler PMR berlangsung atau dapat mempratikkan ilmu tentang pertolongan pertama pada fraktur ekstremitas. Kata Kunci : Fraktur Ekstremitas, Pengetahuan Pertolongan pertama, Video Edukasi. ABSTRACT Introduction: The incidence of fractures in Indonesia in 2018 was 5.5 %, the incidence of fractures in South Sumatra province was 4.2 % and the incidence of fractures in schoolchildren was 4.2 % . Knowledge of first aid is needed to reduce the incidence of fractures. Knowledge can be increased through educational videos. Objective: to determine the effect of educational videos about first aid on extremity fractures on the knowledge of adolescent red cross ( PMR ) students at SMA PGRI 2 Palembang. Methods : This research was a type of quantitative research with a pre-experimental design and a one-group pre-test-post-test design approach. The sampling technique used was total sampling with a sample of 20 respondents. Data analysis used a Paired T - Test. Results: The average value of knowledge before being given an educational video was 12.10, the average value of knowledge after being given an educational video was 15.55 with a P value of 0.001 < 0.05. Conclusion: there was an effect of educational videos about first aid on extremity fractures on the knowledge of adolescent red cross ( PMR ) students at SMA PGRI 2 Palembang. Therefore, it is hoped that this research can be used as additional knowledge and applied to the educational video when PMR extracurricular activities take place or when one can practice knowledge about first aid for limb fractures. Keywords : Extremity Fracture , Knowledge of First Aid , Educational Video.
PENGARUH VIDEO EDUKASI TENTANG PENANGANAN AWAL KEJANG PADA ANAK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DI TK AISYIYAH 11 PALEMBANG siti romadoni; Sulissia; Romiko
Jurnal Inspirasi Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Inspirasi Kesehatan (JIKA)
Publisher : Fakultas Kesehatan IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jika.v1i1.9

Abstract

ABSTRAK Kejang demam merupakan salah satu masalah yang paling umum terjadi pada anak yang berusia enam bulan sampai lima tahun dimana suhu tubuh mengalami peningkatan di atas 38°c. Prevalensi kejang demam di Indonesia pada tahun 2005 sebesar 17,4% dan meningkat pada tahun 2007 dengan kejadian kejang sebesar 22,2%. Penanganan yang kurang tepat saat terjadi kejang demam dapat menyebabkan komplikasi, penanganan yang kurang tepat ini dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan sehingga untuk meningkatkan pengetahuan diberikan edukasi melalui video tentang penanganan awal kejang. Tujuan penelitian diketahuinya pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan orang-tua dalam penanganan awal kejang pada anak di TK Aisyiyah 11 Palembang tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan design pre-experimental dengan pendekatan One Group Pretest dan Posttest design dengan jumlah 55 responden teknik sampling menggunakan Total Sampling, pengambilan data menggunakan kuesioner analisis yang digunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai median pengetahuan saat pretest yaitu 10.00 dan nilai posttest setelah di berikan video edukasi tentang penanganan awal kejang pada anak yaitu 13.00 hal ini menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan dengan hasil p value = 0.001 dengan nilai a=0,05 (p<a). Kesimpulan ada pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan orang tua dalam penanganan awal kejang pada anak di TK Aisyiyah 11 Palembang, sehingga di sarankan orang-tua selalu update pengetahuan tentang penanganan kejang demam melalui media video online maupun offline.
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Romiko
Jurnal Inspirasi Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inspirasi Kesehatan (JIKA)
Publisher : Fakultas Kesehatan IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jika.v2i1.89

Abstract

Latar Belakang: Dokumentasi keperawatan merupakan bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat yang berguna untuk kepentingan klien. Dokumentasi umumnya kurang disukai oleh perawat karena dianggap terlalu rumit, beragam, dan menyita waktu, hal ini berdampak pada penurunan mutu pelayanan keperawatan. Salah satu faktor yang dapat mendorong perawat melaksanakan dokumentasi keperawatan adalah motivasi perawat itu sendiri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara motivasi perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di rumah sakit muhammadiyah Palembang. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dengan Purposive Sampling sebanyak 43 responden. Uji statistik menggunakan chi square. Hasil Penelitian: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki motivasi yang baik (60,5%) dan Pendokumentasian asuhan keperawatan kategori lengkap sebesar (65,1%). Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa ρ value =0.709 (ρ value >0.05), yang berarti tidak terdapat hubungan antara motivasi perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan. Kesimpulan: Motivasi perawat tidak menjadi faktor yang signifikan dalam mendorong perawat untuk melakukan pendokumentasian asuhan keperawatan, namun motivasi perawat dan pendokumentasian asuhan keperawatan harus terus ditingkatkan.
Hubungan Persepsi dengan Dukungan Masyarakat pada Wanita Infertilitas Romiko, Romiko; Kencana, Adelia Intan; Suzanna, Suzanna; Dekawaty, Ayu
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7702

Abstract

This research aims to determine the relationship between perceptions and community support for women with infertility. The research method uses quantitative descriptive analytical techniques with a cross-sectional approach. The research results show a relationship between perceptions and community support for women with infertility with a P value (0.000) < 0.05. In conclusion, the higher the public perception, the higher the public support. Keywords: Community support, infertility, perception
Hubungan Tingkat Kelelahan dan Beban Kerja dengan Kualitas Hidup Profesional Perawat di Rumah Sakit Pratama, Julian Syaputra; Yulia, Sri; Romiko, Romiko
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v4i2.2620

Abstract

Introduction: The complex work environment and task responsibilities in hospitals play a major role in the personal aspects of staff, including fatigue and workload felt by nurses. Quality of Life Professional (QOL) of nurses is important to realize productivity and quality of service in hospitals. Objective: To analyze the relationship of fatigue level and workload with nurses' professional quality of life. Method: The research method used was cross sectional with purposive sampling technique of 44 nurse respondents from a private hospital in Palembang City. Data analysis used was Chi Square test. Results: The results of the study showed that the level of fatigue of nurses at the Muhammadiyah Hospital in Palembang was an average of 55.69, the majority of nurses' workload was in the medium category of 18 respondents (40.0%), and the quality of professional life of nurses was in the high category of 23 respondents (51.13%) with statistical results using the Chi Square test with a p value of 0.023 (p <0.05). Conclusion: Strategies are needed to optimize the management of nurses' fatigue levels and workload both personally and by institutions in order to support nurses' improved professional quality of life.
Pengaruh Teknik Butterfly Hug Terhadap Kecemasan Menjalani Skripsi Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang Arianie, Rintan Putri; Dekawaty, Ayu; Suzanna, Suzanna; Romiko, Romiko
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44742

Abstract

Skripsi merupakan tugas akhir yang harus dilewati mahasiswa sebagai syarat kelulusan. Beban tugas yang berat sangat berdampak pada psikologis mahasiswa yaitu kecemasan. Intervensi non-farmakologi yang bisa diberikan untuk mengatasi kecemasan yaitu butterfly hug. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh teknik Butterfly Hug terhadap kecemasan menjalani skripsi pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang menjalani skripsi 103 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel yang digunakan sebanyak 42 mahasiswa. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner HARS, uji statistik yang digunakan Paired Sample T-test. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai rata-rata kecemasan sebelum intervensi 17,93, skor kecemasan terendah 7 dan tertinggi 30. Nilai rata-rata kecemasan setelah intervensi 7.98, skor kecemasan terendah 0 dan tertinggi 15. Hasil satistik didapatkan (p value <0,05). Butterfly hug bisa digunakan sebagai terapi penurunan kecemasan mahasiswa, aman untuk digunakan, bisa diterapkan kapan pun dan dimanapun.