Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Keterlibatan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi Terhadap Perkembangan Dark Age of Islam di Dinasti Umayyah dan Ajaran Agama Islam Syiah Yuwono, Ardi Tri; Wiratama, Nara Setya; Budiono, Heru; Widiatmoko, Sigit
Danadyaksa Historica Vol 4, No 1 (2024): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v4i1.8234

Abstract

Dinasti Umayyah dianggap sebagai masa Dark Age of Islam oleh para sejarawan. Hal ini disebabkan oleh pertumpahan darah yang dilakukan oleh sesama umat Islam, seperti: (1) tragedi Karbala; (2) penjarahan Kota Madinah, serta; (3) melindungi Ka'bah dari pengepungan pasukan Umayyah yang mengakibatkan terbakarnya Ka'bah. Oleh karena itu, pada masa ini banyak tokoh yang mengklaim dirinya sebagai khalifah di Jazirah Arab untuk mengatasi konflik tersebut, salah satunya ialah Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi pada masa Dinasti Umayyah yang dianggap sebagai Dark Age of Islam. Penelitian ini mengaplikasikan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Keterlibatan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi dapat dibuktikan melalui peristiwa seperti: (1) Pengepungan Makkah yang dilakukan Dinasti Umayyah tahun 683 M; (2) Pemberontakan Kufah tahun 685 M; (3) Pertempuran Khazir tahun 686 M; (4) Pertempuran Harura dan Madhar tahun 687 M; dan lain sebagainya. Pada masa Dark Age of Islam ini, wilayah Jazirah Arab terbagi menjadi tiga kekuatan besar, yaitu Dinasti Umayyah (Suriah dan Mesir), Abdullah ibn al-Zubayr (Hijaz), dan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi (Kufah). Pada akhirnya, kekuasaan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi dikalahkan oleh Abdullah ibn al-Zubayr dan meninggalkan pengaruh terhadap ajaran Agama Islam Syiah, seperti: (1) konsep Bada', (2) doktrin Ghayba, dan (3) doktrin Raja'a.
Pendidikan Politik Bung Karno Untuk Taruna Merah Putih Nganjuk Sebagai Penggerak Pemilih Pemula Dalam Pemilu 2024 Nara Setya Wiratama; Zainal Afandi; Agus Budianto; Rindi Anggraini; Ari Widya Utomo
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i1.269

Abstract

Political education really needs to be transmitted to members of youth organizations so that they have good political skills. Bung Karno was a proclaimer, explorer of Pancasila and the first president of Indonesia who had visionary political views. The Community Service Team of the History Education Study Program, Universitas Nusantara PGRI Kediri would like to provide Bung Karno's Political Education for the Taruna Merah Putih Nganjuk as a Motivator of New Voters in the 2024 General Election. This service aims to: (1) Increase political understanding of the Taruna Merah Putih Nganjuk youth organization, and (2) Increasing insight into Bung Karno's thinking in the Indonesian Centric political movement. The methods used in service activities are lecture and demonstration methods. The lecture method is to convey the principles of Political Education, Bung Karno's thoughts, and current political conditions and ideal politics, while the demonstration method is to provide participants with the opportunity to practice speaking to put into practice the political knowledge that has been gained through discussion and question and answer. Based on the mentoring activities carried out, out of 30 participants, the results were that 27 participants were very satisfied with this activity and were able to complete the task well. The other 3 participants had technical problems. So it can be concluded that this service activity was successful.
KAJIAN PROSES ISLAMISASI DI NUSANTARA (STUDI ANALISIS MASJID AL – MUBAROK DI DESA KACANGAN KECAMATAN BERBEK, KABUPATEN NGANJUK) Enda, Tita Nur; Listanti, Yurisda; Sukma M, Mochamad; Wiratama, Nara Setya
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 2 No. 1 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah dan Keilmuan Sejarah
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.096 KB) | DOI: 10.22437/jejak.v2i1.19284

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya media penyebaran Islam di Nusantara, dan proses islamisasi yang terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk dengan keberadaan masjid Al-Mubarok.  Didirikan pada tahun 1831 Masehi oleh K.R.T Sosrokoesoemo I atau lebih di kenal dengan Kanjeng Jimat. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui sejarah berdirinya Masjid Al-Mubarok, dan Struktur bangunan Masjid Al-Mubarok. Penelitian ini menggunakan  metode deskriptif kualitatif dengan cara mendeskripsikan, menganalisis, dan membandingkan informasi dari hasil pengamatan keadaan dilapangan dengan kajian pustaka dari sumber resmi lainnya. Hasil dari penelitian ini yaitu Masjid Al-Mubarok sebagai masjid tertua sekaligus bangunan bersejarah di wilayah Kabupaten Nganjuk yang menjadi media Islamisasi di wilayah Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan pengaruh Islam di Kabupaten Nganjuk berkembang sangat pesat, mengubah mayoritas kepercayaan masyarkat Kabupaten Nganjuk dari Hindu-Buddha menuju Islam sejak berdirinya masjid Al-Mubarok.
PANCASILA DAN NASAKOM DALAM MEMPERSATUKAN BANGSA INDONESIA: (Kajian Kritis Sejarah Intelektual) Wiratama, Nara Setya; Budianto, Agus; Sumarwoto, Muhammad Ipung Zainul Islam
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 2 No. 2 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah, Ilmu Sejarah, & Sosial
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v2i2.22428

Abstract

Pancasila merupakan Ideologi negara Indonesia, sedangkan NASAKOM atau dapat di uraikan menjadi Nasionalis, Agama, dan Komunis adalah sebuah konsep yang pernah di gelorakan oleh Presiden Sukarno dalam upaya mempersatukan tiga golongan terbesar pada awal kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini ingin mengetahui lebih mendalam mengenai Pancasila, dan Konsep pemikiran Nasakom. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) menggali informasi dari berbagai sumber relevan, (2) melakukan kritik sumber terhadap langkah pertama, kemudian (3) merangkum semua hasil kajian berupa kesimpulan tentang Konsep Pancasila dan Nasakom. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa kedua ideologi ini berusaha untuk menyatukan seluruh unsur yang ada di Indonesia. Pancasila sendiri digali oleh Presiden Sukarno lalu di sempurnakan oleh banyak tokoh yang diambil dari nilai-nilai luhur asli Indonesia. Sedangkan Nasakom sendiri diciptakan sebagai Ideologi yang menyatukan golongan terbesar yang ada di negara Indonesia saat awal merdeka, akan tetapi Nasakom gagal di jalankan dan arah ideologi kembali lagi ke Pancasila sebagai dasar negara yang lebih universal dan digunakan hingga saat ini.
DARI OPIUM HINGGA BATIK: LASEM DALAM “KUASA” TIONGHOA ABAD XIX-XX Lestari, Siska Nurazizah; Wiratama, Nara Setya
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 19 No. 3 (2018)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.211 KB) | DOI: 10.52829/pw.100

Abstract

Dalam menghadapi kompetisi perdagangan dengan warga etnis Tionghoa, warga Belanda (vrijburgers) memang tidak dapat menandingi, sehingga timbul perasaan tidak senang. Hal itu membuat VOC menerapkan pembatasan-pembatasan terhadap warga etnis Tionghoa. Sementara itu, kepiawaian etnis Tionghoa dalam berdagang opium menyebabkan etnis Tionghoa di Lasem tumbuh sangat kaya pada abad XIX. Setelah meredupnya bisnis candu, warga Tionghoa Lasem kembali lagi menggeluti bisnis batik yang telah lama ditinggalkan. Sejak abad ke-19, para pengrajin Tionghoa telah berperan penting dalam produksi sejumlah rumah produksi batik di pesisir di Lasem. Akan tetapi hubungan sosial antara pengusaha dan buruh kurang terjalin dengan baik, karena hak-hak buruh tersebut kurang terpenuhi dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dan termasuk dalam penelitian sejarah sosial-ekonomi, di mana masyarakat Lasem abad XIX hingga XX sebagai objek. Adapun tujuan historiografis yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu mendokumentasikan sejarah sosial-ekonomi sebagai dampak perkembangan bisnis opium dan batik di Lasem pada abad XIX sampai dengan abad XX.____________________________________________________________In the case of facing trade competition with Chinese citizens, Dutch citizens (vrijburgers) couldn’t compete it, so they created feelings of displeasure.This situation made the VOC imposed restrictions on Chinese citizen. Meanwhile, Chinese expertise in the trade of opium caused the Chinese in Lasem to grow very rich in the nineteenth century. After the declining of opiate business, the Chinese resident Lasem back again focussed on batik business that has been long abandoned. Since the 19th century, Chinese craftsmen have the significant role in the production of a number of batik houses on the coast in Lasem. However, the social relations between employers and workers are poorly intertwined, because the labor rights are poorly fulfilled. This research is a qualitative research, and included in the study of socio-economic history, where the people of Lasem XIX to XX as the object. The historiographic objective to be achieved from this research is documenting the socio-economic history as the impact of the development of opium and batik business in Lasem in the XIX century up to the XX century.
KESENIAN, TRADISI, DAN POLA RITUAL MASYARAKAT ADAT BANCEUY KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT Permana, Reza Anggi; Budiono, Heru; Wiratama, Nara Setya
JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 4 No. 2 (2024): Kesejarahan Lokal, Internasional, Serta Pembelajarannya
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jejak.v4i2.36468

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari pengamatan peneliti bahwa di Kampung Adat Banceuy memiliki banyak potensi kebudayaan. Namun setelah membaca referensi penelitian sebelumnya. Peneliti, belum menemukan pembahasan secara holistik dengan sudut pandang etnografi pada kesenian, tradisi dan ritual adat Kampung Adat Banceuy sehingga hal ini menarik untuk dibahas. penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa banyak kebudayaan yang masih di pertahankan oleh masyarakat adat Banceuy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat data etnografi dengan subjek kesenian, tradisi dan ritual adat pada masyarakat adat Kampung Adat Banceuy Kabupaten Subang Jawa Barat. Penelitian ini dilakasanakan dengan tiga prosedur yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) ditemukan keberadaan kesenian dan tradisi di Kampung Adat Banceuy yang belum di teliti oleh peneliti sebelumnya. (2) ditemukan  keberadaan ritual adat beserta pola ritual yang digunakan oleh masyarakat adat Kampung Adat Banceuy. (3) ditemukan prosesi pelaksanaan kesenian, tradisi dan ritual adat Kampung Adat Banceuy.
The Symbolism of Love in the Story of Panji Asmarabangun and Galuh Candrakirana as a Cultural Identity of Kediri: A Textual Study and Interpretation Wiratama, Nara Setya; Budiono, Heru; Budianto, Agus; Afandi, Zainal; Widiatmoko, Sigit; Yatmin; Sasmita, Gusti Garnis; Rahmadhani, Sheva
International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Vol. 2 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijcs.v2i2.12957

Abstract

This study aims to reveal the symbolism of love in the story of Panji Asmarabangun and Galuh Candrakirana as a cultural identity of Kediri and its contribution to understanding local cultural values. Using a descriptive qualitative research method with a textual study and semiotic interpretation approach, this study analyzes Panji manuscripts from the Javanese classical period, collected over a three-month period. The results show that the symbolism of love in the Panji story represents values of loyalty, sacrifice, and harmony, reflecting the life philosophy of the Kediri community. The interpretation of these symbols strengthens the position of the Panji story as a cultural heritage that plays an essential role in shaping the cultural identity and moral values of Javanese society.
The Dynamics of Islamophobia after the September 11 Tragedy in the United States Society on Terrorism Yuwono, Ardi Tri; Sebastian, Andi; Ngasiman, Nur'irfaan Adrus bin; Ahad, Eizzah Bukhari binti; Wiratama, Nara Setya; Budianto, Agus
FIKRAH Vol 12, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/fikrah.v12i2.29162

Abstract

Nationalism can be seen as a double-edged sword, which functions as a binding of a nation's identity but can also trigger Islamophobia and terrorism. After the September 11, 2001 attacks in the United States, the country began accusing various groups and countries of being involved in acts of terrorism through Islamophobia by promoting its nationalist spirit. This research aims to explore the side of nationalism that can contribute to the rise of Islamophobia and terrorism in the United States. The methods used in this study are historical methods and radical hermeneutics with a qualitative approach. The September 11, 2001, attacks in the United States indicate the existence of four stages that affect the development of Islamophobia and terrorism in the United States, namely: Events that create deep fear and trauma in American society, agents and mass media who began to spread fear excessively, so that the American people increasingly felt threatened and sought protection, the emergence of a figure who is considered a savior by the people of the United States, who then instigates other groups with the spirit of nationalism so that there is a division in the society of the United States; and the incited people of the United States began to demand revenge against a person or group, namely Muslims.
Digitalisasi Metode Penelitian Sejarah bagi Guru MGMP Sejarah SMA dan SMK Kabupaten Nganjuk Nara Setya Wiratama; Zainal Afandi; Heru Budiono; Agus Budianto; Sigit Widiatmoko; Yatmin Yatmin; Gusti Garnis Sasmita; Afid Maulana Putra
JPMNT JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT NIAN TANA Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/jpmnt.v3i1.686

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran guru MGMP Sejarah melalui digitalisasi metode penelitian sejarah. Dengan memanfaatkan sumber-sumber digital seperti Delpher, Leiden University Libraries, dan Nationaal Archief, pelatihan daring dilaksanakan untuk memperkenalkan penggunaan teknologi dalam pengajaran. Metodologi yang digunakan meliputi survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta, diikuti dengan pelatihan interaktif dan praktik penggunaan sumber digital. Analisis data menunjukkan bahwa 85% peserta mengalami peningkatan pemahaman, 90% merasa lebih percaya diri, dan 75% berencana mengintegrasikan sumber digital dalam pengajaran. Hasil ini menunjukkan bahwa digitalisasi dapat memperkaya materi ajar dan meningkatkan keterlibatan peserta didik. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengetahuan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pengajaran sejarah yang lebih efektif
Pendidikan Nilai dalam Tembang Macapat Dhandanggula Heru Budiono; nara setya wiratama
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang penuh dengan budaya dan adat istiadat. Budayadi Indonesia sangat beragam dan memiliki nilai-nilai karakter yang mulia, salah satunyaadalah tembang macapat. Tembang macapat adalah ciri khas budaya Indonesia yangmemiliki kedalaman nilai filosofis dan keindahan. Tembang macapat memiliki berbagaifungsi antara lain sebagai pengiring pidato, piranti ucapan, representasi ekspresi rasa,pengantar teka-teki, media dakwah, alat edukasi dan konseling, dll. Tembang Dhandanggulaadalah salah satu tembang macapat yang menggambarkan kehidupan manusia yang telahmencapai tahap pembentukan sosial, kesejahteraan dan telah menikmati masa hidupnya.Kata dhandang berarti gagak yang melambangkan kesedihan. Kata gula berarti gulayang memiliki rasa manis sebagai simbol kebahagiaan atau kesukaan. Setiap keluargadi masyarakat Jawa harus bisa melewati manis getir kehidupan rumah tangga yangterkadang manis seperti gula atau pahit, seperti pil, sebagai obat untuk membuat merekalebih tangguh, dan responsif dalam segala kondisi dan situasi. Sehingga, semua muatan tersebut adalah sebagai nilai-nilai pendidikan. Nilai pendidikan tersebut sudah semestinyadiinternalisasikan ke dalam strategi pembelajaran afektif (attitude). Strategi pembelajaranafektif tidak hanya ditujukan untuk mencapai pendidikan kognitif, tapi juga sikap danketerampilan seseorang. Kemampuan afektif adalah objek yang sulit diukur karenaberkaitan dengan kesadaran diri setiap orang.