Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Konsep Sinodal Melalui Sosialisasi Bagi Umat di Salele-Timor Leste Un Bria, Florens Maxi; Abatan, Yofince; Sasi, Doddy; Jee Mali, Emanuel; Guterres, João
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16712

Abstract

Background: Konsep sinodal yang berarti berjalan bersama dalam gereja katolik memiliki peran penting dalam membangun persatuan dan partisipasi umat. Minimnya pemahaman umat tentang sinodal berdampak pada keterlibatan yang rendah dan renggangnya relasi antar umat dan klerus, dalam kehidupan menggereja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman umat mengenai sinodalitas, sehingga tercipta persatuan, kerjasama dan partisipasi aktif dalam kehidupan gereja dan masyarakat. Metode: Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi masalah, penyusunan program sosialisasi, pelaksanaan sosialisasi, kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, evaluasi dan tindak lanjut. Hasil: Umat mengalami peningkatan pemahaman tetang pentingnya sinodal dalam kehidupan menggereja, dan merasa terdorong untuk lebih aktif dalam kehidupan menggereja. Kesimpulan: Kegiatan ini berdampak positif terhadap kesadaran umat akan pentingnya sinodalitas serta meningkatkan partisipasi umat dalam kegiatan gereja dan sosial.
MODEL PEMBACAAN KITAB KIDUNG AGUNG YANG BENAR MELALUI SOSIALISASI BAGI MAHASISWA STIPAS KEUSKUPAN AGUNG KUPANG Abatan, Yofince; Ngongo, Maria Hendritha Lidya; Satrio , Didimus Adventus; Seran , Yohana Fransiska; Naif , Stela Maria
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i2.5142

Abstract

Mahasiswa STIPAS Keuskupan Agung Kupang menunjukkan kecenderungan menafsirkan Kitab Kidung Agung secara keliru, seperti memahami teks tersebut sebagai karya vulgar atau dongeng puitis tanpa makna teologis yang mendalam. Permasalahan ini mencerminkan kesenjangan pemahaman terhadap Kitab Suci yang perlu segera diatasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meluruskan pemahaman tersebut melalui sosialisasi model pembacaan Kitab Kidung Agung yang tepat dan kontekstual. Mitra kegiatan terdiri atas 40 mahasiswa dari berbagai jenjang semester dengan latar belakang pendidikan teologi dasar. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyampaian materi melalui ceramah interaktif, diskusi partisipatif, serta evaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta: jumlah mahasiswa dengan kategori pemahaman “baik” meningkat dari 5 menjadi 35 orang, sementara kategori “kurang” menurun dari 35 menjadi 2 orang. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami dan menafsirkan Kitab Kidung Agung secara lebih kritis, kontekstual, dan teologis, serta menumbuhkan minat baru terhadap Kitab Suci sebagai pedoman hidup spiritual.
Estudio Contextual Del Ritual Nggua Y Su Relevancia Para La Escatología Católica De La Tribu Liti Pumbu, Manggarai Timur-NTT, Indonesia Sanchez Boira, Anna; Abatan, Yofince; Jemali, Mikael
Pastoralia Jurnal Penelitian Dosen Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : STIPAS Keuskupan Agung Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70449/pastoral.v6i1.169

Abstract

This study aims to examine the theological meaning of the nggua ceremony, a traditional death ritual practiced by the Liti Pumbu tribe in East Manggarai, and its relevance to Catholic eschatological teachings. Employing a qualitative-descriptive approach and ethnographic method, the research explores the local community’s understanding of life after death and the symbolic meanings embedded in the nggua ritual. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation involving customary leaders and community members. The findings reveal that nggua is understood as a sacred transition of the soul toward eternal life and as an expression of communal faith in salvation and union with God and the ancestors. The ritual centers on pau (customary prayers) and the offering of sacrificial animals, symbolizing hope for heavenly peace and divine light. Although the community does not articulate the concept of eschatology in formal theological terms, they demonstrate a deep spiritual awareness of eternal life. Supporting factors for the preservation of this ritual include the transmission of ancestral values and strong spiritual convictions, while hindering factors involve the low engagement of younger generations and the influence of modernization. This study highlights the importance of inculturating the Catholic faith in local contexts and calls for pastoral and educational strategies that bridge the gap between doctrine and cultural expressions of belief.
Mengungkap Tema Ritual Puah Manus Masyarakat As Manlea dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Bangsa Un Bria, Florens Maxi; Masan, Valentinus Kopong; Abatan, Yofince; Bustan, Fransiskus
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 7 No 1 (2025): JIREH: Januari-Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v7i1.336

Abstract

This study aims to reveal the views of the As Manlea community in Malaka Regency regarding the puah manus ritual. We involved six informants and analysed the results using qualitative methods with reflective thematic analysis techniques to reveal specific themes in the puah manus ritual. The study findings indicate that, for the As Manlea community, the puah manus ritual reflects: (1) the belief that betel nut enhances focus and concentration in performing tasks, (2) betel nut as the primary component in traditional prayer rituals, and (3) as an expression of inter-community communication. This study has significant implications for the forms of communication developing within local Indonesian communities. This study also serves as a foundation for fostering family ties, togetherness, and collaborative cooperation that bring harmony and increase participation in building families, communities, and the nation, especially in the Indonesia-Timor Leste border region.
PENGARUH PERSEPSI TENTANG KEKUDUSAN TERHADAP SIKAP SPIRITUAL MAHASISWA KATOLIK UNDANA KUPANG Abatan, Yofince; Ngongo, Maria Hendritha Lidya; Mbasa, Kletua Nganga; Mamuk, Sofia; Klau, Fransiska
LOGOS Vol. 22 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan artikel adalah untuk menganalisis pengaruh presepsi tentang kesucian terhadap sikap hidup spiritual mahasiswa UNDANA Kupang. Data diambil didasarkan pada adanya dugaan bahwa ketika adanya kesalahpahaman tentang konsep kesucian maka akan berpengaruh pada sikap hidup spiritualnya. Hal ini dialami oleh kebanyakan mahasiswa katolik yang menganggap bahwa kesucian hanya diperuntukkan bagi kaum religious saja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitiatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuestioner, observasi dan dokumentasi. Sampel yang diambil berdasarkan sampel sensus dari 83 mahasiswa katolik. Data dianalisis dengang menggunakan data statistik deskriptif dan inferensial yang mencakup uji validitas, uji reabilitas, normalitas heteroskedastisitas, linearitas dan analisis sederhana. Hasil analisis menunjukan bahwa presepsi mahasiswa tetang kesucian tergolong tinggi (78,20%), begitu juga Sikap spiritual mahasiswa yang tergolong tinggi (79,06%). Ini mencerminkan bahwa konsep kesucian yang benar akan berpengaruh positif terhadap perilaku sikap keagamaan, baik itu dalam kehidupan kampus yang tercermin dalam tanggung jawab akademik maupun pada kehidupan sosial. Penelitian ini diharapakan mampu memberikan pedoman dan pemahaman yang positif tentang konsep kesucian sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan terutama bagi para mahasiswa di kampus.
PENGARUH PERSEPSI TENTANG KEKUDUSAN TERHADAP SIKAP SPIRITUAL MAHASISWA KATOLIK UNDANA KUPANG Abatan, Yofince; Ngongo, Maria Hendritha Lidya; Mbasa, Kletua Nganga; Mamuk, Sofia; Klau, Fransiska
LOGOS Vol. 22 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan artikel adalah untuk menganalisis pengaruh presepsi tentang kesucian terhadap sikap hidup spiritual mahasiswa UNDANA Kupang. Data diambil didasarkan pada adanya dugaan bahwa ketika adanya kesalahpahaman tentang konsep kesucian maka akan berpengaruh pada sikap hidup spiritualnya. Hal ini dialami oleh kebanyakan mahasiswa katolik yang menganggap bahwa kesucian hanya diperuntukkan bagi kaum religious saja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitiatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuestioner, observasi dan dokumentasi. Sampel yang diambil berdasarkan sampel sensus dari 83 mahasiswa katolik. Data dianalisis dengang menggunakan data statistik deskriptif dan inferensial yang mencakup uji validitas, uji reabilitas, normalitas heteroskedastisitas, linearitas dan analisis sederhana. Hasil analisis menunjukan bahwa presepsi mahasiswa tetang kesucian tergolong tinggi (78,20%), begitu juga Sikap spiritual mahasiswa yang tergolong tinggi (79,06%). Ini mencerminkan bahwa konsep kesucian yang benar akan berpengaruh positif terhadap perilaku sikap keagamaan, baik itu dalam kehidupan kampus yang tercermin dalam tanggung jawab akademik maupun pada kehidupan sosial. Penelitian ini diharapakan mampu memberikan pedoman dan pemahaman yang positif tentang konsep kesucian sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan terutama bagi para mahasiswa di kampus.
Pencegahan Human Trafficking Melalui Sosialisasi Komunikasi Pastoral bagi Umat di Paroki Taklale-Kupang Abatan, Yofince; Un Bria, Florens Maxi; Abuk, Yolanda
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18347

Abstract

Background: Perdagangan manusia merupakan pelanggaran serius terhadap martabat dan hak asasi manusia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat faktor ekonomi, pendidikan rendah, dan kurangnya informasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman awal masyarakat tentang bahaya perdagangan orang melalui pendekatan komunikasi pastoral di Paroki Sta. Maria Fatima Taklale. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan dengan pendekatan edukatif kepada umat paroki. Pengukuran pemahaman dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test yang mencakup aspek kesadaran dan pemahaman dasar terkait perdagangan orang. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan tingkat pemahaman awal peserta sebesar 60%, dan meningkat menjadi 96% pada post-test. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas metode komunikasi pastoral dalam memberikan pemahaman dasar kepada peserta. Namun, karena kesadaran adalah proses yang terbentuk secara berkelanjutan, hasil ini lebih tepat ditafsirkan sebagai indikator peningkatan pemahaman awal, bukan sebagai ukuran final dari kesadaran itu sendiri. Kesimpulan: Sosialisasi komunikasi pastoral mampu meningkatkan pemahaman dasar umat terhadap isu perdagangan manusia. Untuk membentuk kesadaran yang berkelanjutan, dibutuhkan kegiatan lanjutan dan pendampingan jangka panjang. Oleh karena itu, program serupa direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala guna memastikan perubahan sikap dan perilaku dalam upaya pencegahan perdagangan orang.
RIFLESIONE DEI GIOVANI CATOLICI SULL’AMORE E IL SACRIFICIO DI GESU’ NELLA VIA CRUCIS Abatan, Yofince; Abatan, Kasmirus
Pastoralia Jurnal Penelitian Dosen Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : STIPAS Keuskupan Agung Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70449/pastoral.v6i1.215

Abstract

This research aims to explore the religious experiences of Young Catholich participating in the Stations of the Cross Service in various parishes on the island of Timor. This study uses a qualitative approach with a phenomenological design to explore the meaning, reflection of faith, and internalization of the values ​​of love and sacrifice experienced by participants. Data was collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The results of the study indicate that the understanding and experience of young Catholic regarding the Stations of the Cross Service vary significantlyl Some participants were able to interpret the symbols and events of each station reflectively and relevant to their life experiences, meanwhile others participated in the service as a routine without deep understanding. These findings also indicate that the values ​​of love and sacrifice contemplated in the service are beginning to be integrated into daily life, although their application is not yet consistent. This research emphasizes the importance of contextual and participatory pastoral care so that the Stations of the Cross Service can be a means of faith formation for young people.
Pendampingan Dan Peningkatan Kualitas Para Misdinar Paroki Sekota Kupang - Keuskupan Agung Kupangh Amanda Bele, Graciana; Rusae, Yohanes; Abatan, Yofince
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3324

Abstract

Perayaan Ekaristi merupakan puncak ibadat orang katolik. Dalam melaksanakan tata perayaan Ekaristi umat turut berpartisispasi secara langsung baik sebagai umat biasa maupun sebagi petugas-petugas liturgi, seperti Misdinar. Misdinar pada umumnya adalah anak-anak dan remaja yang bertugas untuk melayani imam di altar selama perayaan Ekaristi berlangsung. Peran dan fungsi misdinar membantu umat sehingga dapat berdoa dengan tenang. Ketika misdinar melakukan suatu kesalahan maka umat akan merasa terganggu dan situasi doa menjadi tidak tentram. Metode yang dipakai dalam pengabdian ini adalah sosialisasi, pendampingan dan pelatihan kepada para misdinar sehingga dapat meningkatkan kualitas ketrampilan, ilmu dan iman yang berguna bagi diri sendiri, Tuhan dan sesama. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas para misdinar dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, menumbuhkan rasa percaya diri, dan meningkatakan ketrampilan, ilmu dan iman pada Sakraman maha Kudus. Hasilnya para misdinar lebih memahami fungsi dan peranan mereka dengan baik, lebih percaya diri dan terampil dalam bertugas. Kegiatan ini juga memberikan efek pada peningkatan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan di masa depan yakni sebagai pelayan Tuhan dan sesama.
Pandangan Paulus tentang bekerja yang professionaldalam 2 Tes 3: 10 dan aplikasinya bagi orang Kristen masa kini Abatan, Yofince
Kariwari: Jurnal Pendidikan Agama Katolik dan Pastoral Vol 2 No 1 (2025): Kariwari: Jurnal Pendidikan Agama Katolik dan Pastoral
Publisher : STPK St. Yohanes Rasul Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61589/dw790b14

Abstract

Work is an essential aspect of human life and is often associated with the pursuit of well-being. However, many fail to recognize that work is not solely oriented toward material fulfillment but also carries a significant spiritual dimension. This study aims to reveal the theological values of work based on 2 Thessalonians 3:10, which reflects the Apostle Paul's teaching on the responsibility of labor within the Christian faith. The research employs a literature study method with an exegetical approach to the text of 2 Thessalonians 3:10, focusing on the Greek verb ergazesthai, the infinitive form of ergazomai, which signifies working actively and responsibly. The findings show that although Paul does not explicitly use modern terminology such as "professional," his concept of work includes elements of skill, competence, commitment, precision, and dedication of time, effort, and thought. Paul emphasizes that work is a moral and spiritual obligation, not only to meet physical needs but also as a testimony of faith. This theological reflection affirms that Christians are called to work professionally, with integrity and a spirit of service, following the example set by Jesus Christ during His life.