Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Implementasi Smart Digital Interactive Laboratory Berbasis Augmented Reality dalam Penguatan Literasi Sosiosaintifik Siswa Nababan, Kartyka; Siregar, Dina Mariana; Tarigan, Victor
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4042

Abstract

The Fourth Industrial Revolution and Society 5.0 are driving the transformation of science education towards the development of 21st-century competencies, including socioscientific skills. However, the abstraction of concepts and limitations in representing complex phenomena pose challenges in chemistry learning. Immersive technologies such as Augmented Reality (AR) and Artificial Intelligence (AI) offer solutions through the creation of interactive and personalized learning environments. This study aims to: (1) implement AR and AI-based Smart Digital Laboratory (Smart-DIL) media on environmental pollution material; (2) analyse its impact on student engagement and enthusiasm for learning; and (3) explore the development of environmental awareness and socioscientific skills through an eco-enzyme project. This qualitative research with an instrumental case study design involved 22 students from class XI IPA SMA Kristen Sonder who were selected purposively. Data collection was carried out through participant observation, in-depth interviews, questionnaires, and documentation studies. The data was analysed interactively following the Miles, Huberman, and Saldana model. The implementation of Smart-DIL created a dynamic and immersive learning environment. A significant increase in engagement and enthusiasm for learning was observed, as demonstrated by intensive interaction with AR objects and critical discussions. This application also acts as a catalyst in fostering environmental awareness and socio-scientific skills, which are manifested in the full engagement of students during the practice of making eco-enzymes. The AR and AI-based Smart Digital Laboratory is effective in transforming chemistry learning into contextual and competency-based learning. The integration of this technology in the Merdeka Curriculum not only increases learning engagement but also fosters students' socio-scientific skills and digital literacy.
Peningkatan Produktivitas Panen Kelapa melalui Teknologi Alat dan Pelatihan Keselamatan Kerja Kelompok Tani TUIS di Sulawesi Utara Yusupa, Ade; Tarigan, Victor; Jacobus, Agustinus
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v5i3.21765

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Lopana dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas panen kelapa dan minimnya kesadaran keselamatan kerja pada Kelompok Tani TUIS di Desa Lopana, Sulawesi Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis community development dengan desain single-group pre–post test, meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 20 peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan fokus pada penggunaan teknologi tepat guna panjat kelapa, penerapan SOP keselamatan kerja, serta strategi digital marketing melalui media sosial dan Google Bisnisku. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 50% yang tergolong sedang, sedangkan post-test meningkat menjadi 67%, atau naik 34% relatif terhadap nilai awal. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek digital marketing (dari 35% menjadi 57%), diikuti teknologi panjat kelapa (56% menjadi 71%), dan SOP keselamatan kerja (57% menjadi 70%). Selain peningkatan pengetahuan, observasi lapangan memperlihatkan bahwa alat panjat kelapa mampu mengurangi waktu panen sekaligus meningkatkan keselamatan kerja, bahkan bagi petani berusia lanjut. Peserta juga mulai mempraktikkan pemasaran digital, meskipun adopsinya masih lebih kuat pada generasi muda. Kesimpulan utama dari kegiatan ini adalah pelatihan berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kesadaran kerja aman, dan literasi digital petani kelapa. Rekomendasi diarahkan pada perlunya pendampingan berkelanjutan, penyediaan sarana tambahan, serta strategi adopsi teknologi yang adaptif terhadap perbedaan usia dan latar pendidikan, sehingga program ini dapat direplikasi di wilayah lain.