Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN LEVEL KEBERDAYAAN MITRA TERKAIT TEKNOLOGI PAKAN BERBASIS LIMBAH PERIKANAN DI KECAMATAN TINAMBUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR Sri Gustina; Chairul Rusyd Mahfud; Hendro Sukoco; Marsudi Marsudi; Hasbi Hasbi
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23520

Abstract

Polewali Mandar Regency is one of the areas that produce quite a lot of fisheries. However, at the peak of the season, a lot of fish overmeasure and processing cesspits are wasted and not processed properly. Based on the problems, the PKM implementation team held training on processing fishery waste and making concentrate feed based on fish flour from the processing. The concentrate feed product is then used to improve the body condition of the Bali cows that have reproductive problems. The results of this activity, in addition, to concentrate feed products, there was also an increase in the level of empowerment of partner group members related to the use of fishery waste to be used as additional concentrate feed that could improve the reproductive performance of cattle.  ---  Kabupaten Polewali Mandar termasuk salah satu daerah penghasil perikanan yang cukup banyak. Akan tetapi, di puncak musim banyak sisa ikan beserta limbah pengolahan yang terbuang dan tidak diolah dengan baik. Dengan permasalahan tersebut, tim pelaksana PKM mengadakan pelatihan pengolahan limbah perikanan serta pembuatan pakan konsentrat berbasis tepung ikan hasil pengolahan tersebut. Produk pakan konsentrat yang dihasilkan kemudian digunakan untuk memperbaiki kondisi tubuh induk-induk sapi Bali yang memiliki masalah reproduksi. Hasil dari kegiatan ini, selain produk pakan konsentrat juga terjadi peningkatan level keberdayaan anggota kelompok mitra terkait pemanfaatan limbah perikanan untuk dijadikan sebagai tambahan pakan konsentrat yang bisa meningkatkan performa reproduksi ternak sapi. 
Kejadian Scabies Pada Babi Di Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa: Incidence of Scabies in Pigs in Mamasa District, Mamasa Regency Said, Nur Saidah; Fermedi, Fermedi; Fahrodi, Deka Uli; Marsudi, Marsudi; Sukoco, Hendro
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 5 No. 1 (2022): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.203 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v5i1.506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi scabies pada babi di Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2021 di Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa dan pemeriksaan sampel kerokan kulit dilaksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif. Sampel diambil dari 16.355 ekor babi dan dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dari populasi babi.  Sampel sebanyak 53 diambil berdasarkan gejala klinis scabies dan diperiksa menggunakan mikroskop di Laboratorium Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pisau bedah atau silet, botol sampel, sarung tangan, mikroskop, kamera, object glass, cover glass. Bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sampel kerokan kulit, KOH 10%, serta alkohol. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 53 ternak babi yang menujukkan gejala klinis seperti tidak tenang, kurus, gatal dan sering menggesekan badannya ke kandang, kurang nafsu makan, serta kulit melepuh. Kemudian untuk pemeriksaan mikroskopik terdapat    13 sampel yang positif terinfeksi scabies. Prevalensi scabies pada babi di Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa sebesar 24,5%. Angka prevalensi tertinggi terdapat di Desa Osango, sedangkan yang paling rendah terdapat di Desa Rambusaratu dengan kasus prevalensi scabies 20%.
PEMBUATAN PERMEN HERBAL PADA TERNAK KAMBING DI DESA BUKIT SAMANG Uli Fahrodi, Deka; Marsudi, Marsudi; Sukma Indah, Andi; Saidah Said, Nur; Dunialam Khaliq, Taufik; Putra Ermanda, Adli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Polmanbabel Vol. 4 No. 01 (2024): DULANG : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/dulang.v4i01.314

Abstract

Bukit Samang, is one of the villages in Sendana District, Majene Regency, West Sulawesi. The livestock sector in this village is very developed, especially goat farming. Based on the results of observations in the field, the problem faced by the local community is the lack of veterinary medical personnel in the field, so goat health problems are not quickly resolved, causing farmers to experience losses. There is a lot of potential for plants that can be processed into traditional medicines to treat or prevent disease. The initial stage in mapping partner problems is to carry out a Focus Group Discussion (FGD), which aims to discover the issues Bukit Harapan Farmer Group partners face in Bukit Samang Village. The following are the problems partners face: First, Animal Health Problems. Sudden deaths often occur in goats due to late handling and treatment of sick livestock. Second: HR problems; Farmers' knowledge of plants that have potential as alternative/traditional medicines is still low. The solution offered is education on introducing diseases in goats and plants with potential as conventional medicines and training in making herbal medicines. It also produces new entrepreneurs who can create herbal medicine for livestock labeled "Batra Candy." Methods for implementing activities are initial survey preparation, determining partner targets, and implementing activity programs, namely participatory counseling, training, guidance, and mentoring. The training method is carried out with training in making herbal medicines; the final stage is monitoring and evaluation. From the analysis of questionnaires given to partners before and after service activities, there was an increase in the percentage of partners' knowledge regarding livestock health from 36% to 82%, breeders' knowledge regarding plants that have potential as alternative/traditional medicines also increased in percentage, namely before partner service activities. Did not know this potential (0%) then the rate increased to 92%. In general, implementing this activity informs livestock group members that several plants can be processed into livestock herbal candy, which has healing properties and prevents disease in livestock, to increase livestock production performance and breeder income.
Sosialisasi manajemen pemeliharaan ternak untuk mencegah penyakit dan peningkatan ketahanan pangan di Desa Rappang Barat Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar Suriansyah Suriansyah; Marsudi Marsudi; Andi Citra Septaningsih; Agustina Agustina; Muhammad Irfan; Hilman Qudratuddarsi; Nor Indriyanti; Nur Rahmah; Nurman Nurman; Kasmiati Kasmiati; Sudirman Sudirman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32079

Abstract

AbstrakDesa Rappang Barat, yang terletak di Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, merupakan wilayah dengan potensi peternakan yang cukup besar, terutama dalam pemeliharaan ternak sapi dan kambing. Berdasarkan hasil identifikasi bersama pihak desa, diketahui bahwa sebagian besar peternak masih memiliki pemahaman terbatas terkait manajemen kesehatan ternak, yang berisiko meningkatkan penyebaran penyakit, menurunkan produktivitas, serta berdampak negatif terhadap ketahanan pangan masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan ini, pada 18 Januari 2025 telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi di Aula Kantor Desa Rappang Barat yang diikuti oleh peternak setempat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai jenis-jenis penyakit ternak dan upaya pencegahannya, dengan metode ceramah interaktif yang dilanjutkan sesi tanya jawab, sehingga peserta tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga dapat menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi secara langsung. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman peternak terhadap manajemen kesehatan ternak sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti sosialisasi. Selain itu, peserta memberikan respon positif terhadap kegiatan ini, dan menganggap materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif dalam praktik pemeliharaan ternak sehari-hari. Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan sosialisasi ini dinilai efektif dan berhasil mencapai tujuannya, serta direkomendasikan untuk direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik serupa. Kata kunci: kesehatan ternak; pangan; penyakit ternak; rappang barat; sosialisai Abstract Rappang Barat Village, located in Mapilli Subdistrict, Polewali Mandar Regency, is an area with significant potential in livestock farming, particularly in the rearing of cattle and goats. However, identification conducted jointly with village officials revealed that most livestock farmers still have limited understanding of animal health management. A limited understanding of livestock management can elevate the risk of disease outbreaks, ultimately diminishing productivity and undermining community food security. To address this issue, a socialization activity was conducted to provide information on common livestock diseases and preventive measures. The event was held on January 18, 2025, at the Village Hall of Rappang Barat and involved local farmers as participants. The method used included an interactive lecture followed by a discussion session, allowing participants not only to receive information passively but also to raise the problems they face directly. The primary goal of this activity was to enhance the farmers’ knowledge and understanding of livestock health management as part of efforts to improve productivity and support food security. Evaluation findings revealed a notable enhancement in participants' comprehension after participating in the session. Moreover, participants responded positively to the activity, considering the material to be relevant and applicable in their daily livestock practices. Based on these outcomes, the socialization program was deemed effective in achieving its objectives and is recommended to be replicated in other villages with similar characteristics. Keywords: animal health; food security; livestock diseases; rappang barat; socialization