Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

POMPA SPIRAL SEBAGAI ALAT ALTERNATIF IRIGASI PERSAWAHAN DI LEMBANG RANDANAN KABUPATEN TANA TORAJA Nitha Nitha; Nofrianto Pasae; Fikran Fikran; Suri Toding Lembang; Reni Oktaviani Taru; Harni Eirene Tarru; Yafet Bontong; Petrus Sampelawang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42294

Abstract

Lembang Randanan, kecamatan Mengkendek, kabupaten Tana Toraja merupakan daerah dengan kondisi geografis yang dominan berbukit, yang mana lahan pertanian terutam sawah merupakan sawah tadah hujan. Hal ini berdampak pada produksi padi yang minim karean hanya dapat digarap pada musim penghujan. Sehingga hal ini menjadi latar belakang untuk membuat alat yang dapat membantu petani mengairi sawah dengan mensuplai air dari sumber air yang terletak lebih rendah dari sawah, dalam hal ini adalah pompa spiral. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan ilmu, pengetahuan, dan teknologi embuatan pompa spiral yang sederhana dan efisien sebagai irigasi persawahan yang murah dan ramah lingkungan. Pembuatan pompa spiral untuk alat irigasi yang ramah lingkungan dan tanpa bahan bakar minyak sangat membantu para petani yang kekurangan air untuk lahan persawahan di lembang Randanan, kecamatan Mengkendek, kabupaten Tana Toraja. Materi tentang pembuatan dan penerapan diberikan yang disertai praktek langsung oleh TIM pelaksana PKM dan kemudian tanya-jawab antara pemateri dan masyarakat. Hasil diskusi dan tanya-jawab sebagai berikut: Para petani memberikan respon yang sangat positif mengenai pembuatan pompa spiral sebagai irigasi persawahan. Untuk itu perlu kesepakatan antara pihak Universitas Kristen Indonesia Toraja (Fakultas Teknik) dengan pihak pemerintahan desa menindak-lanjuti program bina desa dari UKI Toraja. Setelah selesai acara diskusi dan tanya-jawab dilanjutkan dengan praktek pemasangan pompa spiral dilakukan di salah satu pekarangan warga yang sebelumnya telah dibuat di Laboratorium Prodi Teknik Mesin UKI Toraja, yang kemudian akan diaplikasikan di dua lokasi yang berbeda di lembang Randanan. Dari kegiatan tersebut diperoleh bahwa pompa spiral dapat mensuplay air dari sumber air dalam hal ini sungai dengan ketinggian hingga 10 m. Hal ini dapat membantu masyarakat di sekitar aliran sungai untuk ketersediaan air.
EDUKASI INSTALASI PERPIPAAN PADA POMPA AIR DALAM RANGKA MENGHEMAT ENERGI LISTRIK DI DUSUN PELAMBIAN KABUPATEN TORAJA UTARA Nofrianto Pasae; Nitha Nitha; Fikran Fikran; Harni Eirene Tarru; Suri Toding Lembang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42830

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat didusun Pelambian desa salu sopai yaitu banyaknya pompa warga yang sering rusak serta umur pompa yang singkat akibat pemasangan instalasi pompa yang tidak sesuai dengan prosedur. Dalam kegiatan ini, dilakukan beberapa tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Pengenalan komponen-komponen pada instalasi perpipaan, serta peralatan yang perlu dipersiapkan dalam proses perakitan atau pemasangan perpipaan pada pompa. 2. Identifikasi spesifikasi pompa yang tepat sesuai kebutuhan berdasarkan ketinggian pemompaan yang akan direncanakan. 3. Memberikan penjelasan dan informasi terhadap rugi-rugi aliran dalam pipa akibat instalasi pipa pada pompa yang akan mengakibatkan pompa bekerja lebih keras sehingga terjadi pemborosan pada penggunaan energi listrik. 4. Memberikan alternatif solusi bagi masyarakat untuk meminimalisir penggunaan energi listrik melalui diskusi dan tanya jawab mengenai instalasi perpipaan yang sesuai dengan prosedur. Edukasi instalasi perpipaan guna menghemat aliran listrik. Edukasi ini diharapkan akan memberikan pemahaman bagi masyarakat bagaimana sebenarnya instalasi perpipaan yang baik dan efektif. Dari hasil survei, Masyarakat lembang Salu Sopai menggunakan aliran air dari pipa-pipa yang disambung dari rumah ke rumah dan beberapa menggunakan pompa sebagai sumber air sehari-hari Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, program ini tidak hanya sekedar memberikan bantuan, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk mampu mengidentifikasi masalah penggunaaan listrik berlebih akibat spesifikasi pompa yg tidak tepat dan instalasi perpipaan yang tidak sesuai prosedur pemasangan pompa. Hasil pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah setempat serta antusiasme masyarakat di dusun Pelambian yang menunjukkan partisipasinya dengan banyaknya masyarakat yang hadir dalam pelaksanaan kegiatan ini. Hasil dari kegiatan ini membuat masyarakat memahami pentingnya memilih pompa yang tepat sesuai dengan kebutuhannya serta pemsangan komponen- komponen perpipaan yang sesuai dengan prosedur yang tepat. Dalam hal ini, untuk mengurangi penggunaan energi listrik akibat pemasangan pompa yang tidak sesuai standar operasional prosedur.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN DI LEMBANG RANTE, KECAMATAN NANGGALA, KABUPATEN TORAJA UTARA Nitha Nitha; Fikran Fikran; Yafet Bontong; Petrus Sampelawang; Reni Oktaviani Tarru; Harni Eirene Tarru; Nofrianto Pasae; Jendri Banne; Heng Li Ling; Surianti Mutia; Dayu Octavian Issan; Angelin D. R. Manga; Wiwin Suriani Payung; Kejora Tandiallo; Olivia Sumule; Mince Kallang; Uci Tallega; Sulestri Tiku Limbong; Kelvin Pala’biran
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49138

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Lembang Rante, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, dengan berorientasi pada pertanian organik salah satunya yakni pemanfaatan kotoran hewan dalam hal ini kotoran kerbau menjadi salah satu bahan dasar dari pembuatan pupuk organik yang nantinya akan menjadi sampel edukasi bagi masyarakat di daerah tersebut. Adapun kegiatan ini meliputi proses produksi pupuk organik, mulai dari pengumpulan bahan baku organik seperti kohe (kotoran hewan), sekam, dan dan berbagai jenis limbah organic yang ada disekitar. Hal ini memberi edukasi kepada masyarakat khususnya petani lokal untuk mempelajari teknik pencampuran yang benar dan prosedur pengolahan yang baik untuk menghasilkan serta memanfaatkan pupuk organik dan fermentasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah, mendukung pertumbuhan alami tanaman dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Selain manfaat tersebut, usaha produksi pupuk organik juga membantu mengurangi sampah organik yang dihasilkan, menjaga keseimbangan ekosistem pertanian serta mendorong kemajuan di bidang pertanian. Peningkatan produksi di bidang pertanian akan menunjang peningkatan sumber pendapatan dengan efesiensi biaya yang lebih besar (±30%) yang nantinya akan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di terkhusus di Lembang Rante.
The Effect of Alkali Soaking Time on The Deflection of Coir Fiber Composites Lery Alfriany Salo; Dina Ramba; Fikran Fikran; Eky Setiawan S
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 7 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i7.53183

Abstract

Natural fiber composites have the potential to serve as environmentally friendly materials; however, the quality of fiber–matrix interfacial bonding is strongly influenced by the initial treatment of the fibers. This study aimed to analyze the effect of alkali immersion time on the flexural deflection of epoxy-matrix palm fiber composites. Palm fibers were soaked in a 5% NaOH solution for varying durations of 0, 1, 3, 5, and 7 hours. The composites were fabricated with a volume fraction of 70% epoxy and 30% palm fiber and were tested for flexural deflection in accordance with ASTM D790 under a constant load of 6 kg (≈58.86 N). Each variation was tested using three replicate specimens. The results showed that flexural deflection decreased as immersion time increased, reaching a minimum at 5 hours, and then increased again at 7 hours. The highest average deflection was observed in composites without alkali treatment (5.20 mm), while the lowest deflection (4.23 mm) occurred at 5 hours of immersion, indicating improved flexural rigidity. Statistical analysis showed a coefficient of variation below 6%, indicating good data consistency. This behavior is associated with the reduction of lignin and hemicellulose content and improved fiber–matrix interfacial bonding. Overall, an alkali immersion time of 5 hours was identified as the optimal condition for improving the flexural deflection performance of palm fiber–epoxy composites.
Pengaruh Orientasi Sudut Terhadap Kekuatan Bending Dan Ketangguhan Komposit Serat Sisal Bermatriks Polyester Fikran Fikran; Christof Geraldi Simon
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.870

Abstract

Perkembangan teknologi material komposit telah mengalami kemajuan pesat dalam beberapa dekade terakhir, terutama dalam upaya menggantikan material konvensional dengan bahan yang lebih ringan, kuat, dan ramah lingkungan,Serat Sisal dikenal karena kekuatan tensile yang tinggi dan modulus elastisitas yang baik. Pengaruh variasi orientasi sudut serat terhadap kekuatan bending dan ketangguhan Impact komposit serat sisal bermatriks Polyester,sangat berpengaruh terhadap kualitas Material. Penelitian ini akan dilakukan dengan metode eksperimental untuk menganalisis pengaruh orientasi sudut terhadap kekuatan bending dan ketangguhan komposit serat sisal bermatriks polyester. Hasil pengujian menunjukkan bahwa orientasi serat berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik komposit. Orientasi 0° menghasilkan nilai kekuatan bending tertinggi sebesar 181,515 (N/mm2) dan energi serap Impact rata-rata 13 J (130 J/mm²), sedangkan orientasi 90° memiliki nilai terendah, yaitu 98,515 (N/mm2) untuk bending dan 4,3 J (43 J/mm²) untuk Impact. Hal ini membuktikan bahwa semakin sejajar orientasi serat dengan arah beban, semakin besar kemampuan komposit menahan gaya lentur maupun menyerap energi tumbukan. Dengan demikian, orientasi serat 0° merupakan konfigurasi paling optimal untuk meningkatkan sifat mekanik komposit serat sisal bermatriks Polyester, sehingga berpotensi digunakan sebagai material alternatif ramah lingkungan untuk aplikasi struktural ringan.
ANALISIS PENGARUH PANJANG SERAT AGAVE SISALANA TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KARAKTERISTIK PATAHAN KOMPOSIT BERMATRIKS POLYESTER fikran fikran; Christof Geraldi Simon; yafet bontong
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Crankshaft Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v9i2.17499

Abstract

Perkembangan teknologi industri telah mendorong penggunaan material komposit sebagai alternatif material logam karena memiliki massa yang lebih ringan dan sifat mekanik yang dapat direkayasa sesuai kebutuhan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh panjang serat Agave sisalana terhadap kekuatan tarik dan karakteristik patahan komposit bermatriks poliester. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi panjang serat 10, 20, 30, 40, dan 50 mm. Komposit dibuat menggunakan metode hand layup dengan komposisi 10% serat dan 90% resin poliester. Setiap variasi terdiri atas lima spesimen yang diuji tarik berdasarkan standar ASTM D638-02 menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Karakteristik patahan diamati melalui pengamatan visual pada permukaan patahan spesimen setelah pengujian tarik. Hasil pengujian menunjukkan nilai rata-rata kekuatan tarik sebesar 19,93; 19,25; 18,19; 15,60; dan 24,08 N/mm² untuk panjang serat berturut-turut 10, 20, 30, 40, dan 50 mm. Pengamatan patahan menunjukkan adanya rongga pada spesimen dengan panjang serat 10 mm, sedangkan pada panjang serat 20 mm dan 30 mm ditemukan retak matriks (matrix cracking) dan pelepasan ikatan serat-matriks (fiber–matrix debonding). Pada panjang serat 40 mm teramati patah serat (fiber fracture) yang berkontribusi terhadap penurunan kekuatan tarik. Sementara itu, spesimen dengan panjang serat 50 mm menunjukkan distribusi serat yang lebih merata dan transfer beban yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi panjang serat memengaruhi kekuatan tarik dan karakteristik patahan komposit poliester. Namun, peningkatan panjang serat tidak selalu meningkatkan kekuatan tarik secara linier. Pada kondisi penelitian ini, panjang serat 50 mm menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 24,08 N/mm².
Penanaman Katokkon Dan Sawi Menggunakan Limbah Pertanian Dan Mulsa Kebun Percontohan Di Kelurahan Leatung Kecamatan Sangalla Utara Fikran Fikran; Christof Geraldi Simon; Yafet Bontong; Nitha Nitha; Nofrianto Pasae
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9017

Abstract

Pertanian berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Namun, budidaya konvensional masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya pertumbuhan gulma, rendahnya kelembapan tanah, dan belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Leatung, Kabupaten Tana Toraja, dengan tujuan meningkatkan produktivitas tanaman katokkon dan sawi melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai mulsa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi kepada masyarakat, persiapan lahan, penanaman, serta penerapan mulsa dari jerami dan sisa tanaman. Mulsa berfungsi menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan menambah bahan organik tanah. Kegiatan juga melibatkan masyarakat setempat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan teknik budidaya yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan limbah pertanian sebagai mulsa mampu mempertahankan kelembapan tanah, mengurangi pertumbuhan gulma, serta mendukung pertumbuhan tanaman katokkon dan sawi secara lebih optimal. Selain meningkatkan produktivitas tanaman, pemanfaatan limbah pertanian sebagai mulsa juga membantu mengurangi praktik pembakaran limbah yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Dengan demikian, penggunaan limbah pertanian sebagai mulsa merupakan teknologi sederhana, murah, dan mudah diterapkan yang dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendorong penerapan sistem pertanian berkelanjutan di Kelurahan Leatung.