Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Development of Contextual Teaching Materials Based on the Surrounding Environment in Mathematics for Elementary School Students Nurjannah, Nurjannah; Syarifuddin; AM, Andi Wahdania; Salmawati; Hikmah, Nur; Haerati; Aliyah, Nurul
Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Vol 10 No 02 (2025): Volume 10 Nomor 2 2025
Publisher : Universitas Islam Ahmad dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jpdk.v10i02.3981

Abstract

This study aims to develop contextual teaching materials based on the surrounding environment for Grade III Elementary School Mathematics. The development model used is ADDIE, which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The needs analysis revealed that both teachers and students require teaching materials relevant to their local environment to enhance mathematical concept understanding. The design phase linked mathematical topics such as arithmetic operations, measurement, and geometry with real-life situations from the students’ surroundings. The developed teaching materials were validated by subject and media experts and tested on Grade III students at SD Negeri 286 Pasaka. Implementation results showed increased student engagement and conceptual understanding. Effectiveness evaluation using n-Gain analysis and student response questionnaires indicated that the developed materials were categorized as "very effective." This research concludes that contextual teaching materials based on the local environment are effective in improving the quality of mathematics learning in elementary schools.
Edukasi Pemanfaatan dan Pengolahan Tumbuhan Hutan Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Kesadaran Konservasi Masyarakat Saudah, Saudah; Aswita, Dian; Monalisa, Monalisa; Zumaidar, Zumaidar; Syarifuddin, Syarifuddin
Surya Abdimas Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v9i4.6685

Abstract

Kekayan hutan di desa Lesten sangat beragam dan berlimpah, namun, pemanfaatannya sebagai sumber pangan alternatif belum dioptimalkan oleh masyarakat setempat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan serta pengolahan tumbuhan hutan sebagai sumber pangan alternatif. Kegiatan diawali dengan survey kebutuhan masyarakat, kemudian dilaksanakan melalui tahapan yang meliputi, eksplorasi dan identifikasi tumbuhan hutan, pelatihan dan edukasi, praktik pengolahan, serta monitoring dan eval__uasi. Sebanyak 30 peserta mengikuti program ini. Hasil pre-test menunjukkan hanya 30 persen peserta mampu menyebutkan lebih dari lima jenis tumbuhan hutan yang berpotensi sebagai pangan, sedangkan pada posttest meningkat menjadi 85 persen. Keterampilan pengolahan juga mengalami peningkatan dari 25 persen menjadi 70 persen peserta yang mampu mempraktikkannya dengan benar. Selain itu, masyarakat berhasil membangun kebun percontohan berisi 12 jenis tumbuhan pangan lokal sebagai bentuk keberlanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan edukasi ini berdampak nyata dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, ketahanan pangan, serta kesadaran konservasi masyarakat. Dampak ilmiahnya adalah terdokumentasinya 20 jenis tumbuhan hutan berpotensi pangan yang dapat dijadikan dasar penelitian etnobotani dan pengembangan diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal.
PKM Literasi AI: Pelatihan Penggunaan Gemini Sebagai Media Presentasi Interaktif Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Marzuki, Andika; Nursalim; Syarifuddin; Muhammad Ikhsan Sukaria; Muhammad Awal Nur
Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus VI Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) requires prospective primary school teachers to possess adequate AI literacy and scientific communication skills, particularly in presenting research proposals in an engaging and well-argued manner. Preliminary observations of sixth-semester PGSD (Primary School Teacher Education) students at Bone indicated that 72% experienced difficulties in structuring and delivering their proposals, as reflected in incoherent presentation flow, less communicative visuals, and limited use of digital presentation technologies. This community service program aimed to enhance students’ AI literacy and scientific presentation skills through training on the use of Canvas Gemini as an interactive medium for research proposal presentations. The program employed a participatory–educative approach through stages of socialization, technical training, mentoring, and evaluation, involving 30 PGSD Bone students. Data were collected through observation, a 15-item multiple-choice pretest–posttest, assessment of interactive slide products, and a participant response questionnaire. The results showed an increase in the average score of understanding and skills from 56.4 (pretest) to 88.2 (posttest). Approximately 80% of participants succeeded in producing at least one interactive slide representing the research problem or conceptual framework more coherently, while 94% stated that the training was relevant to their academic needs and 89% expressed interest in using Canvas Gemini for future presentations.  
Exploring Local Culture as a Medium for Mathematics Learning in Elementary and Secondary Schools Syarifuddin, Syarifuddin; Majid, Abdul; Danial; Awal Nur, Muhammad; Rahman, Hardianto
JTMT: Journal Tadris Matematika Vol 6 No 2 (2025): Volume 6, Issue 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jtmt.v6i2.4180

Abstract

This study aims to explore and analyze several mathematical concepts contained in traditional games and traditional foods of the Bugis tribe in Bone Regency. This research is an exploratory-descriptive study with an ethnographic approach. The instrument used in this study is a human instrument, where the researcher is directly related to the research and acts as a data collector. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use an interactive model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that traditional games such as mabbelle, mangngasing, mabendi bendi, mappadekko, and Mappasajang, and traditional foods such as doko doko cangkuli, barongko, and Putri sallang contain mathematical concepts consisting of flat and solid shapes such as squares, rectangles, kites, circles, pyramids, primes, and cubes. These mathematical concepts have relevance to mathematical concepts at elementary and secondary school levels in geometry material. Therefore, traditional games and traditional foods are used as a medium for learning mathematics in schools, especially elementary and secondary schools, so that learning is more innovative and meaningful and as a source of evaluation in learning mathematics related to local culture in the area.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal Trigometri Anis Fuadi; Syarifuddin; Fitriani
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol 1. No.2 (2024) : November 2024
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v1i2.247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Sinjai pada soal trigonometri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 10 SMA Negeri 10 Sinjai. Jumlah Subjek terdiri dari 3 siswa yang telah terpilih berdasarkan kategori pemecahan masalah tinggi, sedang dan rendah setelah pemberian tes kemampuan pemecahan masalah sebelumnya. Sehingga penentuan subjek penelitian pada penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan wawancara. Adapun tes yang diguakan adalah Tes Kemampuan Pemecahan Masalah yang telah disusun peneliti berdasarkan Teori Polya sedangkan wawancara menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun untuk memperdalam informasi terkait kemampuan pemecahan masalah siswa tersebut. Analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk peserta didik dengan kategori tinggi dapat memahami masalah secara tepat dalam mengerjakan soal trigonometri, dapat membuat perencanaan penyelesaian dan mampu menjalankan sesuai tahap pemecahan masalah secara tepat juga dapat membuat kesimpulan dari jawaban yang didapatkan dalam bentuk representasi dan memeriksa kembali untuk memastikan kebenaran jawabannya. Sedangkan siswa dengan kategori sedang cukup baik dalam memahami soal, akan tetapi kadang lupa menuliskan salah satu hal yang diketahui atau yang ditanyakan pada soal trigonometri yang dikerjakan dan dalam menuliskan rumus atau persamaan siswa mampu menuliskan dengan benar, begitupun dalam melaksanakan penyelesaian. Peserta didik kategori sedang juga terkadang lupa membuat kesimpulan dari jawaban yang didapatkan. Sedangkan siswa dengan kategori rendah tidak dapat menjalankan langkah-langkah pemecahan masalah seperti memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, serta membuat simpulan pada penyelesaian soal trigonometri.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dewi; Syarifuddin; Irmayanti
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 1 No. 1 (2024) : Mei 2024
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v1i1.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SD Negeri No.4 Balangnipa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pada penelitian ini yaitu Pre-experimental Design, bentuk yang digunakan yaitu One Group Pretest Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri No.4 Balangnipa. Hasil penelitian ini menunjukan hasil uji sampel paired t test pada post test menggunakan SPSS 0 diketahui tingkat signifikansinya 0,0005. Nilai signifikansi menunjukan 0,0005 < 0,05 sehingga H0 ditolak, yang artinya bahwa terdapat peningkatan pemecahan masalah sebelum diterapkan model pembelajaran dengan sesudah diterapkan model pembelajaran. Hasil perolehan rata-rata N-Gain dalam bentuk persen pada ranah kognitif memperoleh hasil rata-rata 73.7221% dengan kategori sangat efektif. Berdasarkan kedua kategori diatas maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture efektif dalam mata pelajaran matematika kelas V SD Negeri No.4 Balangnipa pada materi bangun ruang (balok dan kubus).
Pelatihan Pemanfaatan Learning Management System untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Era Digital Safaruddin Safaruddin; Juhaeni Juhaeni; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v6i1.814

Abstract

Transformasi pendidikan digital menuntut guru memiliki kompetensi dalam mengelola pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi. Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah Learning Management System (LMS) yang berfungsi sebagai media pengelolaan pembelajaran daring secara terintegrasi. Namun, masih banyak guru yang mengalami kendala dalam pemanfaatan LMS secara optimal, khususnya dalam pengelolaan kelas virtual, penyusunan materi digital, evaluasi pembelajaran, dan interaksi pembelajaran daring. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan LMS untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di era digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, workshop, pendampingan praktik, implementasi LMS, dan evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan terdiri atas 35 guru sekolah menengah dari berbagai bidang studi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan LMS, terutama pada aspek pengelolaan materi, penyusunan evaluasi online, pengelolaan forum diskusi, dan monitoring aktivitas peserta didik. Selain itu, guru menunjukkan peningkatan motivasi dan kesiapan dalam mengimplementasikan pembelajaran digital berbasis LMS. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan literasi digital guru serta mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi di sekolah.
Pembinaan Literasi Finansial Usia Sekolah Dasar Melalui Program Mari Gemar Menabung Syarifuddin; Andika Marzuki; Nursalim; Muhammad Ikhsan Sukaria; Awaluddin Bahar
Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 01 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus VI Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community service program conducted at SD Inpres 10/73 Arallae, Kahu District, Bone Regency, involved socialization on financial literacy and the importance of saving from an early age through the “Let’s Love Saving” Program. The program aimed to foster students’ understanding and awareness of the importance of saving early in life. The implementation method used a participatory educational approach involving 30 students of SD Inpres 10/73 Arallae who actively participated in the financial literacy learning process. The activities were carried out through several stages, namely preparation, implementation, evaluation, and reporting. The results of the program showed that students were happy with the classroom saving program and were enthusiastic about participating in saving activities. The availability of supporting facilities was able to increase students’ interest and motivation to develop saving habits. Therefore, regular financial literacy education and continuous guidance are needed so that students can maintain enthusiasm for saving and apply a frugal and non-consumptive lifestyle in daily spending. Financial management should be taught from an early age with the expectation that students will be able to manage finances wisely and develop good character