Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KONFLIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RASINA KARYA IKSAKA BANU Ula Hiryah Wada; Saidiman; La Ode Akhiri Zulzaman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i1.333

Abstract

Penelitian ini mencoba menjelaskan dilema tokoh protagonis dalam buku Rasina karya Iksaka Banu. Kajian ini dapat menambah kekayaan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang konflik, psikologi sastra, dan analisis novel. Hal ini juga dapat menjadi sumber bagi para pendidik dan peserta didik untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang bahasa dan sastra Indonesia, khususnya di bidang studi sastra. Terakhir, dapat dijadikan pedoman oleh peneliti lain yang melakukan penelitian sastra terkait. Penelitian perpustakaan adalah bagian dari penelitian ini. Novel Rasina karya Iksaka Banu setebal 620 halaman yang dirilis Gramedia tahun 2023 menjadi sumber data penelitian. Membaca, mencatat, dan pustakaan merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data. Metode psikologi sastra digunakan untuk menguji data penelitian. berdasarkan hasil pemilihan antara dua kemungkinan. investigasi novel Rasina karya Iksaka Banu dan temuan bahwa ada dua jenis konflik: internal dan eksternal. Jika konflik eksternal mengacu pada pertarungan fisik, konflik internal mengacu pada konflik di dalam. Ketegangan yang melibatkan bagian tubuh seperti tamparan, dorongan, dan pemotongan antara tokoh utama dengan tokoh lain disebut dengan konflik fisik. Konflik internal, di sisi lain, mengacu pada pergulatan psikologis yang terjadi dalam karakter utama, termasuk rasa was-was.
KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA PADA MEDIA LUAR RUANG DI KABUPATEN MUNA Hasri; Haerun Ana; La Ode Akhiri Zulzaman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia pada media luar ruang di Kabupaten Muna. Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penilitian lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah media luar ruang yang terdapat di Kabupaten Muna. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data metode Anakes oleh Tarigan yang mencakup 6 langkah kerja. Namun, dalam penelitian ini hanya mengambil lima langkah kerja saja, yaitu (1) mengumpulkan data, (2) mengidentifikasi dan mengklasifikasi kesalahan, (3) memeringkat kesalahan, (4) menjelaskan dan mengoreksi kesalahan, serta (5) memprediksi daerah kebahasaan yang rawan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 11 bentuk kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia pada media luar ruang di Kabupaten Muna yang meliputi, (1) kesalahan penggunaan huruf kapital, (2) kesalahan penggunaan huruf miring, (3) kesalahan penulisan kata dasar, (4) kesalahan penulisan kata berimbuhan, (5) kesalahan penulisan kata depan, (6) kesalahan penulisan kata partikel, (7) kesalahan penulisan singkatan, (8) kesalahan penggunaan tanda baca titik, (9) kesalahan penggunaan tanda baca koma, (10) kesalahan penggunaan tanda baca apostrof, serta (11) kesalahan penulisan unsur serapan.
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL SUNYI PALING RIUH KARYA FAJAR SULAIMAN Selvia; Amirudin Rahim; La Ode Akhiri Zulzaman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.500

Abstract

This study aims to analyze the characters in Fajar Sulaiman’s novel Sunyi Paling Riuh by applying a structural approach. The research focuses on identifying the types of character traits and their relationships within the story. The method used is qualitative descriptive with library research as the data collection technique, in which textual data such as words, sentences, and narrative descriptions were analyzed to reveal the moral and psychological aspects of the characters. The findings show that the novel presents seven dominant character traits: responsibility, friendliness, compassion, wisdom, helpfulness, perseverance, and uncommunicativeness. These traits are embodied mainly in the protagonist, Dhuha, who undergoes significant personal transformation after the disintegration of his family. The relationships among characters—family, friendship, and educational relations—illustrate moral values of empathy, resilience, and responsibility. Structurally, the novel follows a progression from inner conflict, moral crisis, self-awareness, to emotional recovery. The study concludes that Sunyi Paling Riuh reflects the realities of modern youth struggling with emotional and familial breakdowns while highlighting universal values of love, persistence, and moral strength.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS XI SMA ALQUR'AN WAHDAH ISLAMIYAH KENDARI Ahmad Kurniawan; Amirudin Rahim; La Ode Akhiri Zulzaman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.965

Abstract

The purpose of this research is to describe the ability to write procedural texts of the 11th grade students of SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Kendari. The method used in this research is descriptive quantitative. This type of research falls into the category of field research. It is called field research because the researcher goes directly to the school where the research is conducted. Based on the results and analysis conducted, it can be concluded that out of 46 students in the 11th grade of SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Kendari, individually, 35 students (76.98%) are categorized as capable, and 11 students (23.91%) are categorized as not yet capable of writing procedural texts. This can be seen from the students' scores in the research. The structure of the procedural text includes: goal (100%), steps (95.65%), reaffirmation (91.30%). The linguistic features of procedural texts include: imperative verbs (95.65%), additive conjunctions (100%), persuasive statements (65.21%), technical terms (17.39%), tool descriptions (4.34%).
PELATIHAN KONVERSI SKRIPSI MENJADI ARTIKEL ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MAHASISWA Irianto Ibrahim; Andi Muh. Ruum Sya'baan; Fahruddin; Sulfiah; Marwati; La Ode Akhiri Zulzaman; Yustih Yasin
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 1 No. 2 (2024): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) Edisi November 2024
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v1i2.9

Abstract

When students attempt to convert their thesis into a scientific article, they often face several challenges that require special attention. One of the main obstacles is the difference in writing style. A thesis generally employs a more informal and detailed writing style, while scientific articles demand a more formal and concise approach. Therefore, students need to make substantial revisions to their writing style to meet the standards of scientific publication. Additionally, structure also poses a challenge. Theses tend to have lengthy and sometimes overly detailed structures, whereas scientific articles typically follow a more streamlined and concise format. Students must reorganize their material to align with a structure commonly consisting of an introduction, literature review, methodology, results, discussion, and conclusion.
PELATIHAN REGISTRASI AKUN DAN SUBMIT ARTIKEL BERBASIS OJS 3 La Ode Sahidin; Andi Muh. Ruum Sya'baan; Fahruddin; Sri Suryana Dinar; La Ode Akhiri Zulzaman; Yustih Yasin
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 1 No. 2 (2024): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) Edisi November 2024
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/jesasi.v1i2.10

Abstract

Students often face various challenges when trying to create or register an account on the Open Journal System (OJS), a platform used for managing scientific journals. One common issue is limited access, as some institutions don’t provide full access or clear guidance on how to use the platform. The registration process can also feel complicated, especially for first-timers, since the steps aren’t always straightforward. On top of that, technical issues like device compatibility or browser settings can make things even more frustrating. Institutional policies sometimes add another layer of difficulty, requiring students to meet extra conditions to sign up. The instructions provided on OJS are often incomplete or confusing, which doesn’t help either. Language barriers can be another obstacle, particularly for students who aren’t comfortable with the available languages on the platform. Lastly, slow or unstable internet connections can drag out the registration process, making it even harder to get started.
Realitas Sosial Pascabencana dalam Novel Hujan Karya Tere Liye: Kajian Sosiologi Sastra: Post-Disaster Social Reality in the Novel Hujan by Tere Liye: A Sociology of Literature Study La Ode Akhiri Zulzaman; Wa Ode Fitriani Sari; Erna Ningsih
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.263

Abstract

Novel Hujan karya Tere Liye menampilkan dunia pascabencana yang mempertautkan persoalan kehilangan, pemulihan sosial, krisis pangan, pendidikan, moralitas, dan kasih sayang. Kajian terhadap novel tersebut penting karena realitas sosial dalam teks tidak hanya hadir sebagai latar cerita, tetapi juga sebagai cara sastra memaknai daya tahan manusia ketika struktur sosial terguncang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk realitas sosial dalam novel Hujan dan menjelaskan kontribusinya bagi pengembangan kajian sosiologi sastra. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data ialah novel Hujan karya Tere Liye yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 2016, sedangkan data penelitian berupa satuan naratif, peristiwa, dan relasi antartokoh yang merepresentasikan realitas sosial. Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif, pencatatan pada kartu data, pengodean tematik, dan klasifikasi berdasarkan lima kategori, yaitu kekerabatan, kemiskinan, pendidikan, moral, dan kasih sayang. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi sosiologis, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas sosial dalam novel Hujan meliputi kekerabatan berbasis solidaritas pascabencana, kemiskinan akibat kerusakan ekologis dan krisis pangan, pendidikan formal dan nonformal sebagai mekanisme mobilitas serta pemulihan, moralitas relawan yang berpusat pada kepedulian, dan kasih sayang sebagai kekuatan emosional tokoh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hujan tidak hanya merepresentasikan kisah percintaan, tetapi juga menyajikan imajinasi sosial tentang ketahanan komunitas setelah bencana. Kontribusi penelitian ini terletak pada penajaman pembacaan realitas sosial pascabencana dalam sastra populer Indonesia serta pemanfaatannya sebagai bahan apresiasi sastra yang menghubungkan teks, masyarakat, dan pendidikan karakter.
An Analysis of the Stigma of Children Born Out of Wedlock and the Formation of Trauma in the Character Hanun in Isrina Sumia’s Novel Dia yang Haram Based on Freudian Psychoanalysis: Stigma Anak di Luar Nikah dan Pembentukan Trauma Tokoh Hanun dalam Novel Dia yang Haram Karya Isrina Sumia: Kajian Psikoanalisis Freud Bidadari Sakti; Irianto Ibrahim; La Ode Akhiri Zulzaman; Saidiman
Jurnal Casa Cendekia Vol 1 No 3 (2026): Juscia (Jurnal Sastra Cendekia), Vol. 1 No. 3, July 2026.
Publisher : CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/06vske91

Abstract

The study of literary psychology often uses Freud’s psychoanalysis merely to classify the id, ego, and superego, while the social dimensions that shape characters’ psychological wounds are less critically explored. This study aims to explain how the stigma of being born outside marriage shapes Hanun’s trauma in Isrina Sumia’s novel Dia yang Haram and how Freud’s personality structure operates in the processes of injury, self-defense, and resilience. This research used a descriptive qualitative design with a literary psychology approach. The primary data source was the novel Dia yang Haram, while secondary data included books and journal articles on psychoanalysis, social stigma, trauma, and resilience. Data were collected through reading, note-taking, thematic coding, and quotation documentation, then analyzed through data reduction, categorization, psychoanalytic interpretation, and conclusion drawing. The findings show that Hanun’s trauma emerges through verbal and social stigma, family rejection, emotional neglect, and internalized shame. These findings imply that Hanun’s inner conflict reflects the intersection of social stigma, unequal family relations, and the struggle to rebuild self-worth.