Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analysis of caregiver behavior in preventing stunting in children Santi, Eka; Firdausi, Rieh; Azlina, Fitri Ayatul; Hasibuan, Nana Astriana; Handayani, Tina
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 13, No 3 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(3).299-309

Abstract

Background: Stunting is one of the chronic malnutrition conditions that is a problem in various countries. The impact of stunting will create a generation with a low quality of life in the future. Stunting prevention is important because it will reduce the effects that will occur in terms of cognitive development, intelligence, and health. Caregivers, especially mothers, have a big role in making efforts to prevent stunting in children. Mothers or caregivers play a role in monitoring children's growth and development. Several related factors include knowledge, family support, attitude, and providing complementary foods to support this effort.  Objectives: The purpose of this study is to analyze the relationship between knowledge, family support, attitudes, and the provision of complementary foods to prevent stunting in children. Methods: A quantitative research method with a cross-sectional design in caregivers with 75 family members under five years old in the work area in Health Center. The samples were selected using the purposive sampling technique. Data was collected by questionnaires of knowledge, family support, attitudes, supplementation and stunting risk prevention. Data analysis uses chi square bivariate with a significance level of p < 0.05. Results: The results showed that there was a relationship between knowledge (p=0.008), family support (p=0.014), attitude (p=0.005), complementary feeding (0.002) and stunting prevention. Conclusions: Stunting prevention behavior is an effort made by parents by considering factors from themselves and others, one of which is family support. Caregivers who understand stunting will show attitudes in fulfilling nutrition and monitoring children's growth and development.
Pemberdayaan Kader Dalam Upaya Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Santi, Eka; Azlina, Fitri Ayatul; Hasibuan, Nana Astriana; Firdausi, Rieh; Handayani Nasution, Tina; Nafi’ah, Rizka Hayyu; Adela SB, Rosyifa; Tsuraya, Nada; Meidiani, Ananda Humaira; Dzulkaidah, Azkalina Putri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4365

Abstract

Stunting is a condition of chronic malnutrition before, during and after birth. This condition has a major impact on child development and cognitive abilities in the future. The discovery of stunting cases by cadres at toddler posyandus spread across each sub-district. The role of posyandu cadres is at the forefront in recognizing stunting incidents. This activity aims to improve the ability of posyandu cadres in preventing stunting incidents both during pregnancy and in caring for children. This activity is an activity in the application of health promotion to cadres which is a form of dedication of lecturers in applying their knowledge and supporting government efforts to improve human resources. The implementation of this activity involved 30 toddler posyandu cadres and pregnant women spread across 4 sub-districts, namely Cempaka Village, Sungai Tiung Village, Bangkal Village, and Palam Village. This activity was carried out in the Cempaka District Hall. Before the implementation of education about stunting, a pre-test questionnaire was filled out for 10 minutes, then continued with the presentation of the material and ended with a post-test questionnaire for 10 minutes. The results obtained showed that the knowledge of cadres about stunting increased after being given education. The knowledge of cadres with a high level of knowledge before training by 6.67% increased to 73.33%. The importance of knowledge possessed by cadres as the front line in preventing stunting.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Masyarakat Menerapkan Protokol Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19: Literatur Review Huda, Radiyatul; Setiawan, Herry; Rahmayanti, Devi; Agianto; Azlina, Fitri Ayatul
Nerspedia Vol. 6 No. 1 (2024): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Protokol kesehatan masih menjadi cara ampuh untuk mengatasi peningkatan kasus baru Covid-19. Peran masyarakat masih sangat dibutuhkan untuk menekan lajunya penyebaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan Literature Review. Hasil faktor yang memengaruhi kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan didominasi oleh faktor pengetahuan, sikap, motivasi, dan sarana prasarana. faktor lain yang berpengaruh seperti kondisi sosial, keluarga, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi hambatan, persepsi manfaat, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengawasan, dukungan tokoh masyarakat, kondisi sosial dan ekonomi, kepercayaan pada sistem kesehatan serta demografi dan mata pencaharian.
Optimalisasi kesehatan ibu hamil dalam mencegah komplikasi kehamilan dan persiapan laktasi melalui edukasi kesehatan Fitri Ayatul Azlina; Rieh Firdausi; Nana Astriana Hasibuan; Latifah Widianzah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32081

Abstract

Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator dalam menilai kualitas pembangunan kesehatan. Salah satu penyebab kematian maternal adalah terjadinya komplikasi kehamilan. Ibu hamil perlu mencegah komplikasi kehamilan dengan mengenali tanda bahaya kehamilan. Selain itu, ibu hamil juga memerlukan informasi mengenai persiapan laktasi setelah melahirkan. Hal ini merupakan upaya agar ibu hamil dapat mempersiapkan diri untuk mampu menyusui secara eksklusif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil untuk mengenali tanda bahaya kehamilan dan mempersiapkan laktasi pasca persalinan. Kegiatan ini dilaksanakan di Poliklinik Kandungan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Topik yang dibawakan yakni pencegahan tanda bahaya kehamilan, perawatan payudara, dan teknik menyusui. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan masing-masing topik diberikan selama 30 menit. Jumlah responden yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 25 orang. Hasil evaluasi disampaikan bahwa ibu dapat memahami tanda bahaya kehamilan, cara perawatan payudara dan teknik menyusui yang benar. Perlunya kegiatan serupa sebagai bagian dari promosi kesehatan dalam mendukung kebijakan pemerintah. Kata kunci: edukasi kesehatan; kehamilan; perawatan payudara; tanda bahaya kehamilan; teknik menyusui. AbstractMaternal Mortality Rate (MMR) is an indicator in assessing the quality of health development. One of the causes of maternal death is pregnancy complications. Pregnant women need to prevent pregnancy complications by recognizing pregnancy danger signs. In addition, pregnant women also need information about preparing for lactation after giving nirth. This in an effort so that pregnant women can prepare themselves to be able to breastfeed exclusively. This community service aims to improve the understanding of pregnant women to recognize pregnancy danger signs and prepare for postpartum lactation. This activity was carried out at the Obstetrics Polyclinic of Sultan Agung Islamic Hospital, Banjarbaru. The topics presented were prevention of pregnancy danger signs, breast care, and breastfeeding techniques. The method used was lectures and discuccions with each topic given for 30 minutes. The number of respondents who attended the activity was 25 people. The evaluastion results showed that mothers could understans pregnancy danger signs how to care for breast and correct breastfeeding techniques. The need for similar activities as part of health promotion in supporting governmeny policies.  Keywords: health education; pregnancy; breast care; danger signs of pregnancy; breastfeeding techniques.
Optimalisasi “Semangat KB” Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Melalui Edukasi Kesehatan Azlina, Fitri Ayatul; Apriani, Apriani; Rosa Rita, Titian Rachmawati; Rusmilawati, Nila; Sulatri, Sulatri; Aprilianti, Aprilianti; Masliana, Masliana; Musrifah, Ainun; Yunus, Muhammad; Anwari, Anwari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7419

Abstract

Program keluarga berencana merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan angka fertlitas guna mengupayakan kehidupan yang sehat dan berkualitas. Pasangan Usia Subur (PUS) diprioritaskan untuk mendapatkan program KB tersebut. Meskipun demikian, masih banyaknya PUS yang belum memiliki pemahaman yang baik mengenai berbagai macam metode kontrasepsi. Tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, serta mahasiswa kesehatan memegang peran penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman PUS mengenai KB. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan bagi pasangan usia subur agar memperoleh kesadaran serta pemahaman yang baik dalam menggunakan KB. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kerja sama intitusi pendidikan dengan wahana praktik mahasiswa profesi yang bertempat di Poli KIA RSUD Ratu Zalecha Martapura. Metode kegiatan berupa edukasi kesehatan. Sebanyak tiga pasangan usia subur yang memeriksakan kehamilannya diambil menjadi peserta kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16 September 2025. Adapun tahapan-tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan dapat terlihat dari peserta kegiatan yang antusias dan interaktif saat melakukan sesi tanya jawab. Kegiatan edukasi kesehatan ini cukup efektif dalam memberikan pemahaman bagi pasangan usia subur yang masih kebingungan menentukan metode kontrasepsi yang sesuai. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan ini memberikan pemahaman dan keterlibatan pasangan usia subur dalam menentukan metode kontrasepsi.
Pemberian edukasi bumil beraksi (ibu hamil bebas komplikasi) dalam rangka peningkatan pengetahuan Firdausi, Rieh; Azlina, Fitri Ayatul; Hasibuan, Nana Astriana; Dzulkaidah, Azkalina Putri; Tsuraya, Nada; Meidiani, Ananda Humaira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36643

Abstract

AbstrakKesehatan ibu hamil merupakan salah satu indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Kehamilan termasuk fase kritis yang memerlukan upaya promotif dan preventif agar ibu hamil dapat memiliki kesadaran dan pengetahuan dalam menjaga kehamilannya. Salah satu desa di Kabupaten Banjar yang belum pernah mendapatkan edukasi kesehatan mengenai mengenai komplikasi kehamilan adalah Desa Keliling Benteng Ulu, Kecamatan Martapura Barat. Program Bumil Beraksi (Ibu Hamil Bebas Komplikasi) dirancang bertujuan sebagai bentuk intervensi spesifik dalam mencegah komplikasi kehamilan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian one-group pretest posttest pada 22 ibu hamil di wilayah setempat dengan mengikuti rangkaian program dari pretest, edukasi sampai post test. Populasi penelitian adalah ibu hamil dengan trimester I, II, dan III. Ibu hamil menerima edukasi terkait komplikasi yang sering terjadi yaitu anemia, hipertensi gestasional dan diabetes gestasional. Evaluasi pretest dan posttest diberikan menggunakan kuesioner sebanyak 10 pertanyaan sesuai materi edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (p<0,000) yang menunjukkan bahwa kegiatan tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Program Edukasi “Bumil Beraksi” terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil di wilayah pinggiran sungai Martapura. Peningkatan pengetahuan ini diharaokan dapat berkontribusi pada perubahan perilaku kesehatan yang baik, dan perawatan ANC yang rutin. Disarankan agar program ini dapat diintegrasikan ke dalam program Puskesmas setempat sehingga memastikan keberlanjutan dan jangkauan lebih luas. Kata kunci: edukasi kesehatan; ibu hamil; komplikasi; pinggiran sungai AbstractMaternal health is an important indicator of public health. Pregnancy is a critical phase that requires promotive and preventive efforts to ensure pregnant women have awareness and knowledge in maintaining their pregnancies. One village in Banjar Regency that has never received health education regarding pregnancy complications is Keliling Benteng Ulu Village, West Martapura District. The Bumil Beraksi (Complication-Free Pregnant Women) program was designed as a specific intervention to prevent pregnancy complications. This study used a one-group pretest-posttest design on 22 pregnant women in the local area who participated in a series of programs from pretest, education, to posttest. The study population was pregnant women in their first, second, and third trimesters. Pregnant women received education regarding common complications, namely anemia, gestational hypertension, and gestational diabetes. Pretest and posttest evaluations were conducted using a 10-question questionnaire based on the educational material. The results showed a significant effect (p<0.000), indicating that the activity significantly increased pregnant women's knowledge. The "Bumil Beraksi" Education Program has proven effective in improving the knowledge of pregnant women in the Martapura Riverbank area. It is hoped that this increased knowledge will contribute to changes in healthy health behaviors and regular ANC care. It is recommended that this program be integrated into local community health center programs to ensure sustainability and broader reach. Keywords: health education; pregnant women; complications; riverbanks
Narrow Gap in Self-Efficacy Indicates Persistent Challenges in Women’s Uptake of Early Cervical Cancer Detection Hidayah, Muziati; Azlina, Fitri Ayatul; Rahmah, Mutia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 2 (2026): February 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf170223

Abstract

Cervical cancer remains a major cause of mortality among women, particularly in developing countries such as Indonesia. Despite the high incidence, the coverage of early detection or screening is still low. One contributing factor is women’s lack of confidence (self-efficacy) in undergoing early detection procedures. This study aimed to identify the level of women’s self-efficacy in performing early detection of cervical cancer. This study employed a descriptive design with analysis presented in the form of frequencies and proportions. A total of 115 women of reproductive age were selected using consecutive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using descriptive analysis, including frequency distribution and proportion. The findings showed that 53.9% of respondents had high self-efficacy, while 46.1% had low self-efficacy in performing early detection of cervical cancer. Although the majority demonstrated high self-efficacy, the difference between the two categories was relatively small, indicating that self-efficacy remains a concern. In conclusion, most women exhibited high self-efficacy in undertaking early detection of cervical cancer; however, the narrow gap with those having low self-efficacy suggests the need for further improvement. Strengthening support from healthcare providers is essential to enhance women’s confidence and increase early detection coverage.Keywords: cervical cancer; early detection; self-efficacy
Upaya Promosi Kesehatan Mengenai Pentingnya Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Perempuan di Desa Sungai Rangas Ulu Kabupaten Banjar Fitri Ayatul Azlina; Rieh Firdausi; Herry Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i2.1098

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan yang menyerang perempuan dan menyebabkan mortalitas serta morbiditas yang tinggi. Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini, namun masih rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks pada perempuan. Belum optimalnya pengetahuan yang diperoleh perempuan mengenai pentingnya melakukan skrining kanker serviks. Pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan meningkatkan pengetahuan perempuan mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Sungai Rangas Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar dan diikuti sebanyak 94 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi kesehatan menggunakan media power point selama 30 menit. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner untuk menilai pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi kesehatan. Adanya peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi kesehatan dari 55% menjadi 82%. Edukasi kesehatan dinilai efektif meningkatkan pengetahuan perempuan bisa serta memiliki pemahaman mengenai pentingnya skrining kanker serviks. Perawat berperan sebagai edukator untuk mengedukasi perempuan agar memperoleh informasi dalam meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks
PROMOSI KESEHATAN TENTANG KEBERSIHAN REPRODUKSI PADA WANITA USIA SUBUR DI PINGGIRAN SUNGAI MARTAPURA Rieh Firdausi; Fitri Ayatul Azlina
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 10 No. 1 (2025): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v10i1.10494

Abstract

Kebersihan reproduksi menjadi salah satu hal penting dalam pencegahan masalah kesehatan reproduksi, berupa infeksi saluran kemih (ISK) dan keputihan yang sering dialami oleh wanita usia subur. Wanita usia subur yang tinggal di pinggiran sungai lebih berpotensi karena adanya keterbatasan sanitasi dan kurangnya informasi. Kurangnya edukasi terkait kesehatan reproduksi karena masyarakat masih menganggap tabu. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada wanita usia subur di wilayah Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Populasi target wanita dengan usia 15-49 tahun yang berjumlah 94 orang. Pemberian pendidikan kesehatan berfokus pada teknik kebersihan vulva, jenis penyakit infeksi, cara pencegahan dan penanganan infeksi dan keputihan. Promosi kesehatan diawali dari tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan tahapan evaluasi dengan cara pemberian soal pretest sebelum promosi dan posttest setelah dilakukan promosi kesehatan terkait pengetahuan wanita usia subur. Hasil dari promosi kesehatan pada pengetahuan tinggi 26,59% meningkat menjadi 67,02%. Promosi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kebersihan reproduksi pada wanita usia subur di pinggiran Sungai Martapura. Promosi kesehatan ini dapat dipertahankan dan diberikan tindak lanjut sehingga dapat meminimalkan risiko infeksi organ reproduksi.