Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimalisasi kesehatan ibu hamil dalam mencegah komplikasi kehamilan dan persiapan laktasi melalui edukasi kesehatan Fitri Ayatul Azlina; Rieh Firdausi; Nana Astriana Hasibuan; Latifah Widianzah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32081

Abstract

Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator dalam menilai kualitas pembangunan kesehatan. Salah satu penyebab kematian maternal adalah terjadinya komplikasi kehamilan. Ibu hamil perlu mencegah komplikasi kehamilan dengan mengenali tanda bahaya kehamilan. Selain itu, ibu hamil juga memerlukan informasi mengenai persiapan laktasi setelah melahirkan. Hal ini merupakan upaya agar ibu hamil dapat mempersiapkan diri untuk mampu menyusui secara eksklusif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil untuk mengenali tanda bahaya kehamilan dan mempersiapkan laktasi pasca persalinan. Kegiatan ini dilaksanakan di Poliklinik Kandungan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Topik yang dibawakan yakni pencegahan tanda bahaya kehamilan, perawatan payudara, dan teknik menyusui. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan masing-masing topik diberikan selama 30 menit. Jumlah responden yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 25 orang. Hasil evaluasi disampaikan bahwa ibu dapat memahami tanda bahaya kehamilan, cara perawatan payudara dan teknik menyusui yang benar. Perlunya kegiatan serupa sebagai bagian dari promosi kesehatan dalam mendukung kebijakan pemerintah. Kata kunci: edukasi kesehatan; kehamilan; perawatan payudara; tanda bahaya kehamilan; teknik menyusui. AbstractMaternal Mortality Rate (MMR) is an indicator in assessing the quality of health development. One of the causes of maternal death is pregnancy complications. Pregnant women need to prevent pregnancy complications by recognizing pregnancy danger signs. In addition, pregnant women also need information about preparing for lactation after giving nirth. This in an effort so that pregnant women can prepare themselves to be able to breastfeed exclusively. This community service aims to improve the understanding of pregnant women to recognize pregnancy danger signs and prepare for postpartum lactation. This activity was carried out at the Obstetrics Polyclinic of Sultan Agung Islamic Hospital, Banjarbaru. The topics presented were prevention of pregnancy danger signs, breast care, and breastfeeding techniques. The method used was lectures and discuccions with each topic given for 30 minutes. The number of respondents who attended the activity was 25 people. The evaluastion results showed that mothers could understans pregnancy danger signs how to care for breast and correct breastfeeding techniques. The need for similar activities as part of health promotion in supporting governmeny policies.  Keywords: health education; pregnancy; breast care; danger signs of pregnancy; breastfeeding techniques.
Optimalisasi “Semangat KB” Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Melalui Edukasi Kesehatan Azlina, Fitri Ayatul; Apriani, Apriani; Rosa Rita, Titian Rachmawati; Rusmilawati, Nila; Sulatri, Sulatri; Aprilianti, Aprilianti; Masliana, Masliana; Musrifah, Ainun; Yunus, Muhammad; Anwari, Anwari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7419

Abstract

Program keluarga berencana merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan angka fertlitas guna mengupayakan kehidupan yang sehat dan berkualitas. Pasangan Usia Subur (PUS) diprioritaskan untuk mendapatkan program KB tersebut. Meskipun demikian, masih banyaknya PUS yang belum memiliki pemahaman yang baik mengenai berbagai macam metode kontrasepsi. Tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, serta mahasiswa kesehatan memegang peran penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman PUS mengenai KB. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan bagi pasangan usia subur agar memperoleh kesadaran serta pemahaman yang baik dalam menggunakan KB. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kerja sama intitusi pendidikan dengan wahana praktik mahasiswa profesi yang bertempat di Poli KIA RSUD Ratu Zalecha Martapura. Metode kegiatan berupa edukasi kesehatan. Sebanyak tiga pasangan usia subur yang memeriksakan kehamilannya diambil menjadi peserta kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 16 September 2025. Adapun tahapan-tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan dapat terlihat dari peserta kegiatan yang antusias dan interaktif saat melakukan sesi tanya jawab. Kegiatan edukasi kesehatan ini cukup efektif dalam memberikan pemahaman bagi pasangan usia subur yang masih kebingungan menentukan metode kontrasepsi yang sesuai. Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan ini memberikan pemahaman dan keterlibatan pasangan usia subur dalam menentukan metode kontrasepsi.
Pemberian edukasi bumil beraksi (ibu hamil bebas komplikasi) dalam rangka peningkatan pengetahuan Firdausi, Rieh; Azlina, Fitri Ayatul; Hasibuan, Nana Astriana; Dzulkaidah, Azkalina Putri; Tsuraya, Nada; Meidiani, Ananda Humaira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36643

Abstract

AbstrakKesehatan ibu hamil merupakan salah satu indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Kehamilan termasuk fase kritis yang memerlukan upaya promotif dan preventif agar ibu hamil dapat memiliki kesadaran dan pengetahuan dalam menjaga kehamilannya. Salah satu desa di Kabupaten Banjar yang belum pernah mendapatkan edukasi kesehatan mengenai mengenai komplikasi kehamilan adalah Desa Keliling Benteng Ulu, Kecamatan Martapura Barat. Program Bumil Beraksi (Ibu Hamil Bebas Komplikasi) dirancang bertujuan sebagai bentuk intervensi spesifik dalam mencegah komplikasi kehamilan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian one-group pretest posttest pada 22 ibu hamil di wilayah setempat dengan mengikuti rangkaian program dari pretest, edukasi sampai post test. Populasi penelitian adalah ibu hamil dengan trimester I, II, dan III. Ibu hamil menerima edukasi terkait komplikasi yang sering terjadi yaitu anemia, hipertensi gestasional dan diabetes gestasional. Evaluasi pretest dan posttest diberikan menggunakan kuesioner sebanyak 10 pertanyaan sesuai materi edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (p<0,000) yang menunjukkan bahwa kegiatan tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Program Edukasi “Bumil Beraksi” terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil di wilayah pinggiran sungai Martapura. Peningkatan pengetahuan ini diharaokan dapat berkontribusi pada perubahan perilaku kesehatan yang baik, dan perawatan ANC yang rutin. Disarankan agar program ini dapat diintegrasikan ke dalam program Puskesmas setempat sehingga memastikan keberlanjutan dan jangkauan lebih luas. Kata kunci: edukasi kesehatan; ibu hamil; komplikasi; pinggiran sungai AbstractMaternal health is an important indicator of public health. Pregnancy is a critical phase that requires promotive and preventive efforts to ensure pregnant women have awareness and knowledge in maintaining their pregnancies. One village in Banjar Regency that has never received health education regarding pregnancy complications is Keliling Benteng Ulu Village, West Martapura District. The Bumil Beraksi (Complication-Free Pregnant Women) program was designed as a specific intervention to prevent pregnancy complications. This study used a one-group pretest-posttest design on 22 pregnant women in the local area who participated in a series of programs from pretest, education, to posttest. The study population was pregnant women in their first, second, and third trimesters. Pregnant women received education regarding common complications, namely anemia, gestational hypertension, and gestational diabetes. Pretest and posttest evaluations were conducted using a 10-question questionnaire based on the educational material. The results showed a significant effect (p<0.000), indicating that the activity significantly increased pregnant women's knowledge. The "Bumil Beraksi" Education Program has proven effective in improving the knowledge of pregnant women in the Martapura Riverbank area. It is hoped that this increased knowledge will contribute to changes in healthy health behaviors and regular ANC care. It is recommended that this program be integrated into local community health center programs to ensure sustainability and broader reach. Keywords: health education; pregnant women; complications; riverbanks