Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN REGIMEN KEMOTERAPI C-A-F DAN PACLITAXEL TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA Yayuk Muzaro'ah; Eko Retnowati; Ulviani Yulia Husna; Arina Zulfah Primananda
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 10, No 1 (2025): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v10i1.3441

Abstract

Kemoterapi sistemik dalam bentuk regimen kombinasi maupun monoterapi merupakan komponen penting dalam penatalaksanaan kanker payudara. Penggunaan kemoterapi sering disertai efek samping yang berpotensi menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan regimen kemoterapi kombinasi CAF (Cyclophosphamide, Adriamycin/Doxorubicin, Fluorouracil) dan regimen monoterapi Paclitaxel serta membandingkan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling . Pengukuran kualitas hidup dilakukan menggunakan kuesioner FACT-G versi 4.0 yang telah tervalidasi, mencakup dimensi fisik, sosial, emosional, dan fungsional. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Independent T-Test. Hasil penelitian ini sebanyak 92 pasien kanker payudara (43 regimen CAF dan 49 paclitaxel) sebagian besar berusia 41–55 tahun, dengan kelompok CAF didominasi stadium II dan paclitaxel stadium III. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kualitas hidup total (FACT-G) antara regimen CAF dan paclitaxel (p = 0,101). Namun terdapat perbedaan yang signifikan pada dimensi emosional dan fungsional dengan skor lebih tinggi pada kelompok paclitaxel. Sebagian besar pasien pada kedua kelompok memiliki kategori kualitas hidup sedang dengan rata-rata skor kualitas hidup lebih tinggi pada pasien yang menerima paclitaxel.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PARIJOTO (MEDINILLA SPECIOSA BLUME) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA SEDIAAN SPRAY ANTISEPTIK Endang Setyowati; Muhammad Nurul Fadel; Ulviani Yulia Husna; Sabila Febrianisa
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2266

Abstract

Parijoto memiliki potensi sebagai antibakteri, daun parijoto berpotensi untuk di kembangkan menjadi sediaan antiseptik. Antiseptik tangan merupakan salah satu produk higienis sebagai antibakteri dan praktis penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya hambat setiap konsentrasi semprotan antiseptik ekstrak etanol daun parioto (Medinilla speciosa Blume) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Ekstrak daun pariote diambil dengan metode perendaman menggunakan pelarut etanol 70%. Konsentrasi ekstrak daun parioto yang dipake di semprotan antiseptik yaitu1%, 3% dan 5%. Enam formula yang digunakan pada penelitian ini yaitu Formula 1 (ekstrak murni 1%), Formula 2 kontrol negatif (base spray dengan Pariote 1%), Formula 3 (base spray dengan Pariote 1%), Formula 4 (base spray dengan Pariote 3%), Formula 5 (basic spray dengan Parioto 5%) dan formula 6 dengan kontrol positif (antiseptik antiseptik). Uji antibakteri pada perkembangan Staphylococcus aureus dengan metode difusi lempeng (Kirby-Bauer).Ekstrak daun parijoto positif mengandung senyawa fitokimia yang meliputi flavonoid, tanin, dan saponin. Spray antiseptik ekstrak etanol daun parijoto memenuhi persyaratan pada uji karakteristik fisik yang meliputi uji Organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji hedonik. Hasil uji daya hambat spray antiseptik ekstrak etanol daun parijoto terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada formula 1 memiliki zona hambat 7,5 mm, formula 2 tidak terdapat zona hambat, formula 3 zona hambatnya 7,9 mm, formula 4 zona hambatnya 9 mm, formula 5 zona hambatnya 9,2 mm dan formula 6 zona hambatnya 9,8 mm.Sediaan spray antiseptik ekstrak etanol daun parijoto (Medinilla speciosa Blume) terbukti mampu menghambat perkembangan bakteri Staphylococcus aureus kategori sedang yaitu berkisar 6-10 mm.
KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DISERTAI KOMPLIKASI HIPERTENSI DI RSUD RA KARTINI JEPARA Ulviani Yulia Husna; Bintari Tri Sukoharjanti; Shofwatul Musfiroh
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 2 (2024): IJF (INDONESIA JURNAL FARMASI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i2.2640

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein serta menghasilkan komplikasi kronik seperti mikrovaskular, makrovaskular, dan gangguan neuropati sebagai akibat kurangnya fungsi insulin.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan kerasionalan penggunaan obat antidiabetes dan antihipertensi pada pasien yang menderita diabetes melitus tipe 2 komplikasi hipertensi di RSUD RA Kartini Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasi deskriptif. Data dikumpulkan secara retrospektif dari 52 responden yang memenuhi kriteria inklusi penelitian pada rekam medik. Hasil penelitian diperoleh data penggunaan obat antidiabetes dan antihipertensi pasien diabetes melitus tipe 2 komplikasi hipertensi di RSUD RA Kartini Jepara golongan obat antidiabetes tunggal yang digunakan adalah golongan Sulfonilurea 31,4% dan Biguanidin 31,4%. Obat antihipertensi tunggal yang digunakan adalah golongan ARB 17,9% dan CCB 17,9%. Kerasionalan penggunaan obat antidiabetes dan antihipertensi diperoleh presentase tepat indikasi (100%), tepat tepat pasien (100%), tepat dosis (88,5%) dan tepat pemilihan obat (76,9 %).
STUDI EVALUASI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HEMODIALISA DI RSI SUNAN KUDUS Ulviani Yulia Husna; Endang Setyowati; Eko Retnowati; Yulis Trinovitawati; Nur Wahidah
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 1 (2024): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i1.2412

Abstract

Pasien dengan kejadian hipertensi intradialitik pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis lebih berisiko pada kematian. Pemberian obat akan memberikan efek optimal apabila dosis yang diberikan sesuai kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan antihipertensi terhadap tekanan darah pasien hemodialisa di RSI Sunan Kudus. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental kategori observasional dengan desain retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita gagal ginjal yang menjalani hemodialisa dan mendapatkan terapi antihipertensi di RSI Sunan Kudus dalam kurun waktu 3 bulan terakhir di RSI Sunan Kudus. Teknik sampling dengan total sampling sebesar 53 responden. Analisa data diolah dengan SPSS for Windows (Versi 22.0) menggunakan uji Chi Square. Jenis pengobatan antihipertensi paling banyak kategori kombinasi 33 responden (62,3%), pengobatan antihipertensi tunggal sebanyak 20 responden (37,7%). Rata-rata tekanan darah pasien hemodialisa ketika masuk rumah sakit adalah 177,51/101,32 mmHg dan ketika keluar rumah sakit (pulang) adalah 132,38/79,49 mmHg. Tekanan darah setelah pengobatan paling banyak adalah kategori normal atau 140/90 mmHg sebanyak 35 responden (66%) dan kategori tidak normal atau 140/90 mmHg sebanyak 18 responden (34%). Hasil analisa chi square didapatkan nilai p 0,000 ( 0,05). Penggunaan antihipertensi efektif terhadap penurunan tekanan darah pasien hemodialisa di RSI Sunan Kudus.
Evaluation Of Medication Reconciliation For The Prevention Of Drug-Related Problems (DRPs) In Pediatric Pneumonia Patients Darminingsih; Eko Retnowati; Ulviani Yulia Husna
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i2.3597

Abstract

Pediatric pneumonia requires accurate medication use because treatment may involve several types of medications and may potentially lead to Drug-Related Problems (DRPs). Medication reconciliation is an important process in pharmaceutical care to ensure the accuracy of patients’ medication information and to help identify drug-related problems during treatment. This study aimed to analyze the relationship between the implementation of medication reconciliation and the occurrence of DRPs in pediatric pneumonia patients admitted to the inpatient ward of RSIA Annisa Blora. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach and retrospective data obtained from patients’ medical records from January to April 2026. The sample consisted of 50 pediatric pneumonia patients who met the study criteria and were selected using total sampling. The implementation of medication reconciliation was assessed based on documentation in the medical records, while DRPs were identified using the Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) version 9.0 classification. The relationship between the implementation of medication reconciliation and the occurrence of DRPs was analyzed using the Pearson Chi-Square test. The results showed that medication reconciliation was performed in 26 patients (52%), while 24 patients (48%) did not receive medication reconciliation. DRPs were identified in 11 patients (22%), while 39 patients (78%) did not experience DRPs. All identified DRPs were classified as category P3.1 according to PCNE version 9.0, namely problems related to the cost-effectiveness of treatment. The analysis showed χ² = 0.037, df = 1, and p-value = 0.848 (p > 0.05), indicating that there was no statistically significant relationship between the implementation of medication reconciliation and the occurrence of DRPs in pediatric pneumonia patients at RSIA Annisa Blora.
Edukasi Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Melitus Terhadap Pengetahuan Masyarakat di Desa Mlandang, Klaten Nanda Putri Puspita Rini; Zaenal Fanani; Ulviani Yulia Husna
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 16, No 3 (2026): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v16i3.8248

Abstract

Hyperglycemia is a condition characterized by blood glucose levels exceeding the normal range and is one of the main characteristics of Diabetes Mellitus (DM). Limited community knowledge regarding the risk factors, signs and symptoms, and prevention of DM may hinder efforts toward prevention and early detection. This activity aimed to analyze changes in community knowledge about DM before and after health education as an effort to support the prevention and early detection of hyperglycemia. The activity employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 78 respondents were selected using purposive sampling. The instrument used was a questionnaire assessing knowledge of DM, while random blood glucose testing was conducted as part of the screening process. The educational intervention covered the definition, risk factors, signs and symptoms, prevention, healthy lifestyle, and management of DM. The results showed that the mean knowledge score increased from 38.31 at the pretest to 56.23 at the posttest, with a mean difference of 17.92 points. The Paired Samples t-test demonstrated a statistically significant difference between the pretest and posttest scores (t = −16.050; df = 77; p < 0.001). Health education can serve as a promotive and preventive effort to improve community knowledge and raise awareness of the importance of early detection of hyperglycemia