Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Impact of the Educational Program on the Processing of Moringa Leaves and Mackerel Tuna for Stunting Prevention in Tongali Village Thaifur, Andi Yaumil Bay R; Urufia, Wa Ode Nadziyran; Azis, Waode Azfari; Fitriani; Nurhidayati, Wa Ode; Subhan, Muhamad; Amiruddin, Eky Endriana; Dafid, Darsal Zulfakar
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v14i2.424

Abstract

Background: Stunting prevention can be accomplished by augmenting maternal knowledge through education that employs locally accessible nutrient-rich foods to facilitate children's growth and development. This entails converting moringa leaves into moringa cake and mackerel tuna into chips as nutritional snack alternatives and flavor enhancers to substitute MSG, thereby supporting the Free Nutritious Meal Program (MBG). Objectives: This study aimed to determine the impact of the educational program on the processing of moringa cake, tuna-based flavor enhancers, and mackerel tuna chips for stunting prevention toward the knowledge of the Family Welfare Movements (PKK) mothers in Tongali Village. Methods: The study used a quasi-experimental design. The sampling method used was accidental sampling, comprising a sample size of 40 respondents. Bivariate analysis was performed utilizing the One Group Pretest-Posttest Design with the Wilcoxon Signed Rank test. Results: Bivariate analysis demonstrated that the educational program significantly influenced the knowledge of PKK mothers before and after their implementation (Prob > |z| = 0.0000 < 0.05). Conclusions: This study aimed to enhance the engagement of PKK mothers in the utilization of moringa leaves and mackerel tuna for the preparation of nutritious foods, diminish the reliance on MSG to mitigate stunting, and bolster the local economy.
Factors Associated With Type 2 Diabetes Mellitus In The Productive Age Group (15-64 Years) In The Wajo Community Health Center Work Area, Baubau City In 2025 Jumadi; Sriwulan; Amiruddin, Eky Endriana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v6i1.3424

Abstract

Based on data from the non-communicable disease programmer at the Wajo Health Center in Baubau City, the risk of diabetes mellitus occurs from the age of 15 years and above, in 2020 the number of sufferers was 296 cases and in 2024 it increased with the number of sufferers being 301 cases. In this case the number of cases of diabetes mellitus increased from 2020 to 2024. The aim of the study was to determine the related factors such as knowledge, obesity, physical activity and diet with type 2 diabetes mellitus in productive age (15-64 years) in the Wajo Community Health Center Working Area, Baubau City in 2025. This study employed a quantitative cross-sectional study design. The population comprised 301 productive-age individuals (15-64 years) in Lamangga, Tanganapada, and Wajo sub-districts, with a sample size of 72. The sampling technique used was random sampling with univariate and bivariate analysis. The chi-square test was used. The results showed a relationship between knowledge (p-value = 0.029 < 0.05), obesity (p-value = 0.012 < 0.05), physical activity (p-value = 0.002 < 0.05), and dietary patterns (p-value = 0.000 < 0.05) and the incidence of type 2 diabetes mellitus in the Wajo Community Health Center, Baubau City.
Inovasi Pengolahan Pangan Lokal Melalui Pembuatan Bubur Kacang Merah Sebagai Strategi Penurunan Angka Stunting di Desa One Waara Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah: Innovation In Local Food Processing Through The Production Of Red Bean Porridge As A Strategy To Reduce Stunting Rates In One Waara Village, Lakudo District, Central Buton Regency Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Irwan Amar; Rininta Andriani; Jumadi; Wa Ode Azfari Azis; Eky Endriana Amiruddin; Muh. Subhan; Fitriani; Wahyuddin; Taswin; Nurhidayati; Dahmar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9057

Abstract

Pengolahan pangan lokal di Desa One Waara masih terbilang bersifat tradisional karena dilakukan berdasarkan kebiasaan secara turun temurun. Pada umumnya pangan lokal terbanyak di desa One Waara yaitu kacang merah. Selain itu kacang merah banyak dikonsumsi masyarakat setempat sebagai makanan sehari-hari seperti sop, bubur, es kacang merah. Kejadian stunting dapat dihindari apabila mempunyai cukup pengtahuan tentang cara pemeliharaan gizi dan mengatur makanan anak. Tujuan dari Program Pengelolaan ini yaitu dapat memberikan nilai tambah bagi produk lokal yang melimpah di Desa One Waara. Metode yang digunakan meliputi diskusi, tanya jawab serta praktek pembuatan bubur kacang merah. Hasil kegiatan pengabdian adalah kacang merah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dari segi penampilan, warna dan rasa sehingga mempengaruhi penampilan dari produk-produk olahan, menjadikan produk olahan pangan dan dapat menjadi salah satu alternatif yang dikaitkan dengan kesehatan, meningkatnya wawasan para kelompok pengolah makanan dan kelompok ibu-ibu.
Pendampingan Pelatihan Pengolahan Bahan Makanan Dari Daun Kelor Untuk Mencegah Stunting : Assistance in Food Processing Training from Moringa Leaves to Prevent Stunting Andi Yaumil Bay R Thaifur; Jumadi; Fitriani; Eky Endriana Amiruddin; Ni’ma Meilani; Muh. Subhan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.056 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.502

Abstract

latar belakang: Berdasarkan data e-PPGBM menunjukan jumlah kasus stunting di Kota Baubau tahun 2020 sebanyak 287 kasus atau 13,4% menjadi 589 kasus atau 9,8 % di tahun 2021, dan pada tahun 2022 menjadi 716 kasus atau 8,8% .Penurunan kasus maupun prevalensi Stunting di tahun 2022 menjadi 8,8% tentunya menjadi beban yang harus bisa diselesaikan bersama oleh pemerintah maupun seluruh perangkat daerah terkait yang harus diselesaikan dengan melakukan konvergensi Stunting. Tujuan: Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat terkhusus ibu yang memiliki anak yang terkena stunting dan anak yang sulit mengonsusmi makan sayuran, dengan melakukan pengabdian pengelolaan daun kelor menjadi kue bolu. Metode: Memberikan pretest dan posttest, melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan bolu kelor, Membagikan Leaflet serta membagikan bolu kelor sebagai intervensi fisiknya Hasil: untuk uji normalitas data karena respondennya kurangnya dari 30 peserta maka yang digunakan untuk uji normalitas data Shapiro-Wilk. Hasil uji Shapiro-Wilk didapatkan bahwa data berdistribusi tidak normal karena terdapat perdeeaan normalitass antara pretest dan posttest maka tetap dikategorikan data terdistribusi normal nilai sig 0,13>0,05. Diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,02. Karena nilai 0,02 lebih besar dari >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa "Ha ditolak". Artinya tidak ada perbedaan antara PreTest dan Post Test. Kesimpulan: Pengetahuan mereka tentang bahaya stunting dan pemanfaatan daun kelor meningkat.
Pencegahan Korupsi / Kecurangan (Fraud Sejak Dini): Prevention of Corruption / Fraud (Fraud from an Early Age) Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Eky Endriana Amiruddin; Ni'ma Meilani; Wahyuddin; Fitriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.576 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.660

Abstract

latar belakang : seiring dengan perkembangan dinamika kehidupan generasi muda dan beberapa kejadian yang menimpa di beberapa SMA di Indonesia yang semakin viral di sosial media, yang menunjukan nilai nilai kekerasan, ketidak jujuran, kesewenangan serta melakukan tindakan Korupsi/Kecurangan (Fraud Sejak Dini). Tujuan : untuk memberikan edukasi terhadap siswa SMK NEGERI 2 BAUBAU tentang, Pencegahan Korupsi / Kecurangan (Fraud Sejak Dini). Metode : Memberikan pre test dan posto test, melakukan penyuluhan. Hasil : Berdasarkan output "Test Statistics" di atas. diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,02. Karena nilai 0,02 lebih besar dari >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa "Ha ditolak". Artinya tidak ada perbedaan antara PreTest dan Post Test Kesimpulan : Berdasarkan penyuluhan di SMK NEGERI 2 BAUBAU tentang " Pencegahan Korupsi / Kecurangan (Fraud Sejak Dini) " di kalangan remaja menunjukan pengetahuan yang baik dari responden mengenai apa itu Korupsi / Kecurangan, bentuk-bentuk Korupsi / Kecurangan contoh Korupsi / Kecurangan, apa itu kesetaraan Korupsi / Kecurangan dampak, dan contoh Korupsi / Kecurangan. Pengetahuan yang baik tersebut dapat dilihat dari hasil pengukuran pengetahuan awal (pre test) dan pengetahuan akhir (post test) yang mengalami perubahan
Ekologi Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting dengan Bolu Kelor, Penyedap Rasa Ikan Tongkol, dan Kerupuk Ikan Tongkol: Local Food Ecology for Stunting Prevention with Moringa Sponge Cake, Tuna Flavoring, and Tuna Crackers Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Eky Endriana Amiruddin; Wa Ode Nadziyran Urufia; Waode Azfari Azis; Jumadi; Fitriani; Muhamad Subhan; Mariene Wiwin Dolang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.7035

Abstract

Stunting terjadi ketika anak mengalami gizi kurang dalam jangka waktu yang lama (kronik). Desa Tongali merupakan salah satu desa yang berasa di Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi sebesar 37,01%. Kasus stunting di daerahn ini tertinggi kedua setelah Kabupaten Buton, namun prevalensi kasusnya tidak jauh berbeda secara signifikan. Perbaikan gizi masyarakat dengan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi solusi dalam pencegahan stunting di Desa Tongali, diantaranya dengan mengkonsumsi kelor dan ikan tongkol. Keduanya merupakan pangan lokal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat setempat, namun belum diketahui luas bahwa kelor dan ikan tongkol dapat mencegah stunting, biasanya hanya diolah sebagai sayur dan ikan masak atau digoreng, serta dijual sebagai penghasilan masyarakat desa.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengani manfaat kelor dan ikan tongkol dalam mencegah stunting dan memberikan pelatihan untuk mengolah kelor dan ikan tongkol menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi berupa bolu kelor, penyedap rasa ikan tongkol, dan kerupuk ikan tongkol. Manfaat kegiatan ini adalah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tongali dalam mencegah stunting dengan memanfaatkan olahan pangan lokal dari kelor dan ikan tongkol. Kegiatan ini dilakukan tanggal 07 Oktober 2024 di Desa Tongali yang diikut oleh ibu-ibu PKK Desa Tongali sebanyak 40 orang. Kegiatan ini menhasilkan produk berupa bolu kelor, penyedap rasa ikan tongkol, dan kerupuk ikan tongkol, serta dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mencegah stunting dengan memanfaatkan pangan lokal dari kelor dan ikan tongkol. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi kelor dan ikan tongkol untuk mencegah stunting.
Analysis of BPJS Patient Satisfaction on the Quality of Outpatient Health Services Using the IPA ( Importance Performance Analysis) Method at the Wajo Community Health Center Fitriani; Eky Endriana Amiruddin; Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Yeyen Andriyanti Halifi
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8422

Abstract

Importance Performance Analysis (IPA) method is a survey method used to measure patient satisfaction ( expectations ) and patient satisfaction ( reality ). The quality of health services is closely related to patient satisfaction, which is a patient's feeling resulting from the performance of the health services they receive. In the last three years, outpatient visits at the Wajo Community Health Center outpatient unit tended to fluctuate. This study aims to analyze the level of BPJS patient satisfaction with the quality of outpatient health services using the Importance Performance Analysis (IPA) method at the Wajo Community Health Center. This type of research is a descriptive survey study using a quantitative approach. The sample in this study was 100 JKN outpatients. The sampling technique in this study used accidental sampling. The results of this study indicate that the average value of the satisfaction level is 86.75%, where the level of conformity of the reliability dimension (62.25%), the tangible dimension (58.5%), the empathy dimension (113%), the responsiveness dimension (100%), and the assurance dimension (100%) so that the reliability and tangible dimensions have not been able to satisfy patients. Based on the analysis of the Cartesian diagram of 5 variables, 2 variables were found in quadrant I, 2 variables were found in quadrant II and 1 variable was found in quadrant IV. The conclusion of this study is that the highest level of suitability is the empathy dimension (113%) and the lowest level of suitability is the reliability dimension (62.25%) and tangible (58.5%). There are still services that need to be prioritized for evaluation and improvement, so that they can improve the quality of service and patient satisfaction and give a good impression to patients