Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Factors Affecting Waiting Time for Outpatient Prescription Services at Pukesmas Betoambari Baubau City: Factors Affecting Waiting Time for Outpatient Prescription Services at Pukesmas Betoambari Baubau City Ni’ma Meilani; Venny Alfreda Purwanti; Amiruddin , Eky Endriana; Muh Subhan
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v9i1.1882

Abstract

Background: Factors that can affect the waiting time are the number of prescriptions and the completeness of the prescription, the availability of human resources, the availability of drugs in accordance with the prescription, the standard operating procedures used. Objectives: The aims of this research is to determine the factors that influence the waiting time for outpatient prescription services at the Betoambari Health Center, Baubau City. Research Metodes: The research method used is analytic observational with a cross sectional study approach. The population of this study were all outpatients at the Betoambari Health Center. The number of samples is 358 respondents. The sampling technique used is Simple Random Sampling. The data analysis used was Univariate, Bivariate, and Multivariate Analysis. Results: The results of this study indicate that there is no effect of the number of prescriptions and prescription completeness with waiting time for prescription services (p value = 0.602 > = 0.25), there is an effect of availability of human resources with waiting time for prescription services (p value = 0.001 < = 0.25), and there is an effect of drug availability with waiting time for prescription services (p value = 0.153 < = 0.25). Conclusion: The conclusion of this study is that there is no influence between the number of prescriptions and the completeness of prescriptions, the availability of human resources, and the availability of drugs with the waiting time for prescription services. Keywords: drug prescription, outpatient, waiting time.
The Relationsip Between Environmental Conditions and Communitiy Behavior the Incidence of Acute Respiratory Tract Infections (ARI) in Toddlers at the Lapandew Eky Endriana Amiruddin; Nurkasmadeli; Taswin; Rininta Andriani; Wahyuddin; Muhamad Subhan; Darsal Zulfakar David
International Journal of Scientific Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 10 (2024): October 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijsmr.v2i10.11908

Abstract

This study aims to determine the relationship between environmental conditions and community behavior with ARI. The type of  research used is a cross sectional study. The population in the study were all toddlers and the sample was 220 respondents. Data collection techniques using questionnaires. Results showed There is a relationship between house ventilation and the incidence of ARI in toddlers p value = 0.014. residential density and the incidence of ARI in toddlers p value = 0.023. smoking habits and the incidence of ARI in toddlers p value =0.000. Habit of using wood fuel for cooking and the incidence of ARI in toddlers p value =0.000. Conclusion that all research variables, were related to the incidence of acute respiratory infections
Pendampingan Pelatihan Pengolahan Bahan Makanan Dari Daun Kelor Untuk Mencegah Stunting : Assistance in Food Processing Training from Moringa Leaves to Prevent Stunting Andi Yaumil Bay R Thaifur; Jumadi; Fitriani; Eky Endriana Amiruddin; Ni’ma Meilani; Muh. Subhan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.056 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.502

Abstract

latar belakang: Berdasarkan data e-PPGBM menunjukan jumlah kasus stunting di Kota Baubau tahun 2020 sebanyak 287 kasus atau 13,4% menjadi 589 kasus atau 9,8 % di tahun 2021, dan pada tahun 2022 menjadi 716 kasus atau 8,8% .Penurunan kasus maupun prevalensi Stunting di tahun 2022 menjadi 8,8% tentunya menjadi beban yang harus bisa diselesaikan bersama oleh pemerintah maupun seluruh perangkat daerah terkait yang harus diselesaikan dengan melakukan konvergensi Stunting. Tujuan: Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat terkhusus ibu yang memiliki anak yang terkena stunting dan anak yang sulit mengonsusmi makan sayuran, dengan melakukan pengabdian pengelolaan daun kelor menjadi kue bolu. Metode: Memberikan pretest dan posttest, melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan bolu kelor, Membagikan Leaflet serta membagikan bolu kelor sebagai intervensi fisiknya Hasil: untuk uji normalitas data karena respondennya kurangnya dari 30 peserta maka yang digunakan untuk uji normalitas data Shapiro-Wilk. Hasil uji Shapiro-Wilk didapatkan bahwa data berdistribusi tidak normal karena terdapat perdeeaan normalitass antara pretest dan posttest maka tetap dikategorikan data terdistribusi normal nilai sig 0,13>0,05. Diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,02. Karena nilai 0,02 lebih besar dari >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa "Ha ditolak". Artinya tidak ada perbedaan antara PreTest dan Post Test. Kesimpulan: Pengetahuan mereka tentang bahaya stunting dan pemanfaatan daun kelor meningkat.
Pencegahan Korupsi / Kecurangan (Fraud Sejak Dini): Prevention of Corruption / Fraud (Fraud from an Early Age) Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Eky Endriana Amiruddin; Ni'ma Meilani; Wahyuddin; Fitriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.576 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.660

Abstract

latar belakang : seiring dengan perkembangan dinamika kehidupan generasi muda dan beberapa kejadian yang menimpa di beberapa SMA di Indonesia yang semakin viral di sosial media, yang menunjukan nilai nilai kekerasan, ketidak jujuran, kesewenangan serta melakukan tindakan Korupsi/Kecurangan (Fraud Sejak Dini). Tujuan : untuk memberikan edukasi terhadap siswa SMK NEGERI 2 BAUBAU tentang, Pencegahan Korupsi / Kecurangan (Fraud Sejak Dini). Metode : Memberikan pre test dan posto test, melakukan penyuluhan. Hasil : Berdasarkan output "Test Statistics" di atas. diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,02. Karena nilai 0,02 lebih besar dari >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa "Ha ditolak". Artinya tidak ada perbedaan antara PreTest dan Post Test Kesimpulan : Berdasarkan penyuluhan di SMK NEGERI 2 BAUBAU tentang " Pencegahan Korupsi / Kecurangan (Fraud Sejak Dini) " di kalangan remaja menunjukan pengetahuan yang baik dari responden mengenai apa itu Korupsi / Kecurangan, bentuk-bentuk Korupsi / Kecurangan contoh Korupsi / Kecurangan, apa itu kesetaraan Korupsi / Kecurangan dampak, dan contoh Korupsi / Kecurangan. Pengetahuan yang baik tersebut dapat dilihat dari hasil pengukuran pengetahuan awal (pre test) dan pengetahuan akhir (post test) yang mengalami perubahan
STRATEGI PENURUNAN ANGKA STUNTING: EDUKASI DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL UBI UNGU SEBAGAI MENU CEMILAN GIZI SEIMBANG MENCEGAH ANEMIA Thaifur, Andi Yaumil Bay R; Jumadi, Jumadi; Azis, Waode Azfari; Fitriani, Fitriani; Subhan, Muh; Amiruddin , Eky Endriana; Urufia, Wa Ode Nadziyran; Dolang, Mariene Wiwin
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.398

Abstract

Anemia merupakan gangguan gizi disebabkan oleh kekurangan zat besi terutama pada remaja putri yang kurang beruntung. Berdasarkan pedoman World Health Organization (WHO), remaja dikatakan mengalami anemia bila kadar hemoglobinnya kurang dari 12 mg/dl. Prevalensi anemia di Indonesia pada remaja putri usia 18-24 tahun berkisar 27.2%. Hal ini dapat disebabkan adanya peningkatan kebutuhan zat besi, penurunan asupan zat besi, pertumbuhan fisik yang cepat, kehilangan menstruasi, dan permintaan zat besi yang tinggi untuk pembentukan hemoglobin (Hb). pemenuhan zat besi dapat diperoleh dari konsumsi pangan lokal Indonesia salah satunya adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir). Tujuan pengabdian ini adalah memperkenalkan ubi ungu sebagai bahan pangan kaya nutrisi yang dapat diolah menjadi produk inovatif, seperti bolu, untuk meningkatkan asupan gizi dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi, khususnya zat besi, dalam pencegahan anemia. Metode pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test, melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan bolu ubi ungu, membagikan leaflet serta memberikan  bolu ubi  ungu sebagai intervensi  fisiknya. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank yang menunjukkan nilai Prob > |z| = 0,0000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh penyuluhan dan demo masak terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dan demo masak. Hal ini menunjukkan pula terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dan demo masak. Bolu ubi ungu berbahan dasar ubi ungu merupakan salah satu inovasi makanan yang dapat menurunkan angka prevalensi anemia.
The Impact of the Educational Program on the Processing of Moringa Leaves and Mackerel Tuna for Stunting Prevention in Tongali Village Thaifur, Andi Yaumil Bay R; Urufia, Wa Ode Nadziyran; Azis, Waode Azfari; Fitriani; Nurhidayati, Wa Ode; Subhan, Muhamad; Amiruddin, Eky Endriana; Dafid, Darsal Zulfakar
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v14i2.424

Abstract

Background: Stunting prevention can be accomplished by augmenting maternal knowledge through education that employs locally accessible nutrient-rich foods to facilitate children's growth and development. This entails converting moringa leaves into moringa cake and mackerel tuna into chips as nutritional snack alternatives and flavor enhancers to substitute MSG, thereby supporting the Free Nutritious Meal Program (MBG). Objectives: This study aimed to determine the impact of the educational program on the processing of moringa cake, tuna-based flavor enhancers, and mackerel tuna chips for stunting prevention toward the knowledge of the Family Welfare Movements (PKK) mothers in Tongali Village. Methods: The study used a quasi-experimental design. The sampling method used was accidental sampling, comprising a sample size of 40 respondents. Bivariate analysis was performed utilizing the One Group Pretest-Posttest Design with the Wilcoxon Signed Rank test. Results: Bivariate analysis demonstrated that the educational program significantly influenced the knowledge of PKK mothers before and after their implementation (Prob > |z| = 0.0000 < 0.05). Conclusions: This study aimed to enhance the engagement of PKK mothers in the utilization of moringa leaves and mackerel tuna for the preparation of nutritious foods, diminish the reliance on MSG to mitigate stunting, and bolster the local economy.
Hubungan Antara Kebisingan, Aroma, Dan Dukungan Sosial Dengan Rekan Kerja Terhadap Stres Kerja Pada Karyawan Di PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Kendari ULPLTD Baubau: The Relationship Between Noise, Aroma, and Social Support with Coworkers on Work Stress in Employees at PT PLN Nusantara Power Unit Generating Kendari ULPLTD Baubau Thaifur , Andi Yaumil Bay R; Wahyuddin; Eky Endriana Amiruddin; Indah Purnawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8010

Abstract

Stres kerja merupakan kondisi psikologis yang timbul akibat interaksi antara individu dan tuntutan pekerjaan, serta dapat mengganggu produktivitas dan kesejahteraan karyawan. PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Kendari ULPLTD Baubau menunjukkan adanya tingkat stres kerja yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kebisingan dari mesin pembangkitan listrik , aroma tidak nyaman, dan kualitas hubungan sosial antar rekan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebisingan, aroma, dan dukungan sosial dari rekan kerja terhadap stres kerja karyawan.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel sebanyak 47 karyawan ditentukan melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebisingan (p = 0,026), aroma (p = 0,034), dan dukungan sosial rekan kerja (p = 0,014) terhadap stres kerja (p < 0,05). Kesimpulkan, terdapat bahwa ketiga faktor tersebut berkontribusi terhadap stres kerja karyawan. Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan meningkatkan penggunaan alat pelindung diri seperti earplug dan masker, serta memperkuat komunikasi dan kerja sama antar karyawan guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mendukung.