Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluating Cost Performance and Unit Rate Optimization in Surface Maintenance Operation (SMO) Earthwork Service Contracts Alexander, Alexander; Pontan, Darmawan; Nabila, Efa Ayu; Sanbella, Lunatari
IAIC Transactions on Sustainable Digital Innovation (ITSDI) Vol 7 No 1 (2025): October
Publisher : Pandawan Sejahtera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/itsdi.v7i1.705

Abstract

The Surface Maintenance Operation (SMO) Construction Services Work Unit Rate Earthwork (WUR EW) project in the Rokan Block, Indonesia, utilizes a unit price contract model with hypothetical volumes. This contractual model transfers the risk of uncertain work quantities from the project owner to the contractor. This study aims to analyze the characteristics of this contract and formulate a secure strategy for preparing bidding prices and managing construction costs. The research employed a quantitative analysis of historical data from two work packages (Package 3 and Mitigation Package 3). The analysis was conducted through the calculation of Key Performance Indicators (KPIs) such as the Cost Performance Index (CPI) and Budget Variance (BV), as well as Cost and Quantity Variance Analysis per work item. The results indicate that both projects achieved excellent cost performance, exceeding the planned profit targets (Realized CPI > Planned CPI). The most effective strategy was to set a high profit percentage on the top 10 Earthwork & Civil items (the Pareto items), which experienced significant volume increases and were the main drivers of the total profit growth.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA COST OVERRUN PADA PROYEK PRESERVASI JALAN Fatchurrohman, Fatchurrohman; Zaki, Muhammad; Pontan, Darmawan; Kurniyaningrum, Endah
Rang Teknik Journal Vol 7, No 2 (2024): Vol. 7 No. 2 Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v7i2.5476

Abstract

The background to this research is that other important things in implementing construction projects, apart from quality and time, are costs. The construction projects studied were road preservation projects carried out by construction service companies from 2015 to 2022. There were eighteen (18) road preservation projects studied throughout Indonesia, both on the islands of Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi and Papua. During implementation, there was an increase in costs (cost overrun) so that the company's profit target was not met and disrupted the performance of work completion.The purpose of this research is to determine the causes of the increase in implementation costs relative to the direct costs that have been determined so that repeated failures do not occur in implementing road preservation projects.This type of research is associative research with a quantitative approach. The variable used is cost overrun as the dependent variable. Meanwhile, the independent variables are estimated costs, materials, labor, equipment, project finances, project documents, implementation time, natural environment, implementation of work relations and economic feasibility as well as local sub-contractors.The data collection technique in this research used a questionnaire distributed to respondents, namely the project team of road preservation project managers, totaling 54 respondents from 2015 to 2022 at state companies in the construction services sector.The results of this research are that the factors causing cost overrun in road preservation projects are material variables, equipment variables and local sub-subcontractor variables. The dominant factors causing cost overruns in road preservation projects are first, the material variable with a regression coefficient of 0.554. Second, the local sub-subcontractor variable with a reference coefficient of 0.376. Lastly, the equipment variable has a regression coefficient of 0.271.
Analisis Perbandingan Risiko Pelaksanaan Konstruksi Kontrak Pekerjaan Lumsum dan Harga Satuan Riyanto, Sugeng; Anwar, Saihul; Pontan, Darmawan; Widiarso, Tulus
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 7 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i7.1478

Abstract

Latar Belakang: Dalam pelaksanaan konstruksi di Indonesia, kontrak antara pemilik proyek dan kontraktor sering menggunakan kontrak lumsum dan kontrak harga satuan. Kontraktor harus menjaga peluang keuntungan sambil mengelola risiko biaya, waktu, dan mutu. Untuk mencapai konstruksi yang efektif, penting untuk menganalisis risiko pada kedua jenis kontrak ini dengan mempertimbangkan persepsi, preferensi, pengalaman, dan intuisi kontraktor. Tujuan: Menganalisis risiko-risiko menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan Microsoft Excel, yang memberikan hasil penilaian subjektif dan objektif. Metode: Analisis dilakukan dengan menentukan variabel/kriteria risiko, mengembangkan struktur hierarki yang terdiri dari tiga level (kriteria, sub-kriteria, dan alternatif), dan menyusun kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada 12 responden dari PT. Nindya Karya - Divisi EPC. Data kemudian ditabulasikan, dibuat matriks berpasangan, dilakukan perbandingan berpasangan, dihitung nilai rata-rata, diukur bobot prioritas, dan diperiksa Consistency Ratio (CR). Hasil: Pada kriteria level 1, aspek biaya memiliki risiko tertinggi (39,68%), diikuti mutu (38,96%) dan waktu (21,35%). Pada sub kriteria level 2, risiko tertinggi pada aspek biaya adalah pekerjaan tambah kurang akibat perubahan desain (13,33%), pada aspek waktu adalah penerapan metode pelaksanaan yang tidak tepat (29,96%), dan pada aspek mutu adalah ketidaksesuaian desain (23,60%). Pada alternatif level 3, risiko tertinggi adalah tenaga kerja yang kurang profesional dan hasil pekerjaan yang tidak rapi (84,65%). Kesimpulan: Analisis AHP menunjukkan bahwa kontrak lumsum memiliki risiko lebih tinggi (75,12%) dibandingkan kontrak harga satuan (24,88%).
IDENTIFIKASI PENGARUH KONDISI BANGUNAN HOTEL TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA BANGUNAN HOTEL DI TANGERANG Wijasena, Razaq Agung; Pontan, Darmawan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jrltb.v1i2.16316

Abstract

Tangerang adalah salah satu kota yang terletak pada Provinsi Banten. Di Tangerang terdapat banyak sekali bangunan Hotel, Diantaranya yaitu Hotel Golden Tulip, Fave Hotel, Hotel Olive, Lemo Hotel, dan terakhir Narita Hotel. Dimana pada saat gedung tersebut dibuat dengan cara yang sesuai dengan desain bangunan hotel sehingga para pengguna dapat merasa nyaman, puas, dan aman. Oleh sebab itu, bangunan hotel harus dirawat secara teratur dan sesuai jadwal untuk menjamin kenyamanan dan kepuasan pengunjung serta agar meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemeliharaan hotel terhadap tingkat kepuasan pengunjung dan mengukur seberapa baik kinerja kriteria pemeliharaan pada bangunan hotel. Metode menggunakan analisis regresi sederhana dengan software SPSS (Statistical package for the Social Sciences). Hasil yang diperoleh dari analisis juga pembahasan mendapatkan nilai variabel pemeliharan gedung yaitu 46% diluar penelitian 54%. Variabel yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kondisi bangunan hotel yaitu indikator pemeliharaan dinding (X4.2) dengan berdasarkan nilai mean 4.12. Dengan variabel tingkat kepuasan pada indikator ketersediaan lift yang memberikan rasa kenyamanan (Y3.3) dengan nilai mean 3.98. Kata Kunci: Pemeliharaan Bangunan, Gedung Hotel, Tingkat Kepuasan.
EVALUASI GREEN BUILDING MUSEUM BALAI KIRTI DI KOTA BOGOR DARI SUDUT GUNA LAHAN, KONSERVASI ENERGI DAN KONSERVASI AIR Hot Maruli Tua Frans Marihot Purba; Pontan, Darmawan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jrltb.v1i2.16317

Abstract

Konsep green building merupakan wacana yang diharapkan dapat menjawab tantangan pembangunan saat ini. Bangunan hijau yang didefinisikan dalam enam kriteria ini dapat digunakan sebagai panduan untuk perencanaan lingkungan. Keenam kriteria tersebut adalah penggunaan lahan yang tepat, efisiensi dan keberlanjutan energi, konservasi air, sumber dan siklus material, kualitas udara dan kenyamanan udara dalam ruangan, dan pengelolaan lingkungan binaan. Bangunan hijau adalah proyek konstruksi yang meningkatkan kehidupan dan memenuhi kebutuhan generasi berikutnya. Terutama bagi mereka yang tertarik dengan kelestarian lingkungan, kesehatan dan juga masalah sosial. Penelitian ini dilakukan di gedung Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti merupakan museum yang terletak di Kompleks Istana Kepresidenan di Jalan Bogor. Juanda Nomor 1, Kota Bogor, Jawa Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi langsung terhadap objek yang diteliti untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam proses penelitian. Bangunan museum memenuhi persyaratan kualifikasi, tetapi tidak memenuhi konsep bangunan hijau, terutama dalam kaitannya dengan budidaya, efisiensi energi, dan penghematan air. Kata kunci : green building,konservasi air,efesiensi energi
IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN DALAM MENENTUKAN KEPUASAN PENGGUNA GEDUNG KANTOR GREEN BUILDING DKI JAKARTA Fadli Rahman Al Ghifari; Darmawan Pontan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v1i2.17014

Abstract

Perkembangan pertumbuhan penduduk Indonesia setiap tahunnya menyebabkan penerapan konsep green building di Indonesia untuk menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kualitas pembangunan. Selanjutnya dilakukan perumusan masalah mengenai faktor dominan yang mempengaruhi kepuasan pengguna gedung perkantoran berbasis green building. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Uji Validitas dan Reabilitas, Customer Satisfaction Index (CSI), dan Importance Performance Analysis (IPA).Metode pengumpulan data terdiri dari menyebarkan kuesioner kepada responden dan mewawancarai informan pengguna gedung perkantoran yang ditinjau. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan peneliti pada Gedung perkantoran berbasis green building di DKI Jakarta, peneliti melakukan survei dengan menyebarkan 75 kuesioner kepada responden yang dipilih secara acak untuk menggambarkan kondisi gedung perkantoran yang diteliti.Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa nilai kepuasan keseluruhan gedung perkantoran mendapatkan nilai rata-rata IPA sebesar 91.70 yang dapat diartikan sangat memuaskan. Setelah data didapat dan dianalisis, selanjutnya peneliti menarik kesimpulan dan mengurutkan variabel mulai peringkat 1 sampai 5 sebagai faktor yang paling dominan. Kata kunci : Bangunan Hijau, Perkantoran, Kepuasan Pengguna
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK GREEN CONSTRUCTION (Studi Kasus: Proyek Haryono Data Center) M Yusuf D Adiwinata; Darmawan Pontan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v1i2.17324

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Merupakan sistem perlindungan bagi tenaga kerja dan jasa konstruksi untuk meminimalisasi menghindarkan diri dari resiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja, maupun kesalmatan manusia dan lingkungan sekitarnya yang nantinya dapat menunjang peningkatan kinerja yang efektif dan efisien. Pedoman Penerapan SMK3 di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3 Konstruksi) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada pekerjaan konstruksi.Manajemen dalam pelaksanaan konstruksi dilakukan dengan perencanaan dan penjadwalan, yaitu proses yang mencoba meletakkan dasar tujuan dan dasar sasaran termasuk menyiapkan segala sumber daya untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Manajemen risiko adalah penerapan beragam kebijakan dan prosedur untuk meminimalisasi peristiwa yang menurunkan kapasitas dan kualitas kerja perusahaan. Kata Kunci: Manajemen Resiko, SMK3, Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
IDENTIFIKASI WASTE MATERIAL DAN FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA PADA PROYEK KONSTRUKSI Bruantama, Daffa Miln; Pontan, Darmawan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v1i2.17993

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi memiliki dampak yang positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun juga memiliki dampak negatif. dalam pelaksanaan proyek konstruksi sering menghasilkan limbah material atau waste material. yang pada umumnya tidak memberikan nilai tambah bagi klien namun memakan waktu dan sumber daya alam yang berharga. Sejak tahap awal pelaksanaan proyek konstruksi, manajemen konstruksi seharusnya mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat berdampak negatif pada proses konstruksi dan menghasilkan berbagai jenis limbah atau waste. secara umum definisi waste material konstruksi adalah sisa material yang timbul selama aktifitas konstruksi dimana sudah tidak memiliki nilai. Tujuan penelitian adalah identifikasi untuk mengetahui Jenis – jenis waste material dominan yang terjadi didalam proyek konstruksi, Mengetahui Faktor – faktor pekerjaan apakah yang memberikan pengaruh terbesarnya timbulnya waste material. Metode yang dipakai untuk menghasilkan data pada penelitian ini menggunakan survey penyeberan kuisioner pada pihak kontraktor dan metode pengolahan data diolah menggunakan metode statisitik deskriptif dan pengujian menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Hasil penelitian yang didapat dan diperoleh dari jenis waste material dan faktor dominan menunjukan 3 faktor dominan yang dapat menimbulkan faktor terbesar waste material. Dari faktor pekerja, faktor desain, dan faktor manajemen konstruksi. Sehingga diperlukan adanya evaluasi dalam menentukan desain bangunan, koordinasu antar pekerja dan pemilihan manajemen material yang tepat agar dapat mencegah timbulnya waste material. Kata kunci : Identifikasi waste, Proyek Konstruksi, Waste Material, Faktor - faktor
IDENTIFIKASI PENILAIAN BANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT TERHADAP PENERAPAN KONSEPRUMAH SAKIT RAMAH LINGKUNGAN Alfa Nur Alim; Darmawan Pontan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v2i1.19425

Abstract

The aims of the study is to determine the results of the assessment of hospital buildings based onthe Greenship Existing Building Version 1.1 indicator from the Green Building Council Indonesia(GBCI) and environmentally friendly hospital guidelines from the Ministry of Health of the Republicof Indonesia in 2018. The method used in this study is descriptive qualitative with data collectionthrough observation, interviews, documentation and measurements carried out continuously fromthe beginning of the research implementation and during the research process. With this research,hospital managers can know about the extent of the assessment of the application of environmentallyfriendly hospitals so that the results of this study can be used as a reference in the application ofgreen buildings and green hospitals in Indonesia. Keywords : Green Building, Green Hospital, Greenship Existing Building, Green Building Council
ANALISIS PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS WAKTU DAN TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN DINDING PEMBANGUNAN RUMAH SEDERHANA MENGGUNAKAN METODE PENCETAKAN BETON 3 DIMENSI DAN METODE KONVESIONAL Chandra Gemilang; Darmawan Pontan
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v2i1.19445

Abstract

Pencetakan 3D dalam industri konstruksi membawa inovasi signifikan dengan potensi untuk meningkatkanefisiensi, mengurangi waktu konstruksi, dan meminimalkan pemborosan sumber daya. Penelitian ini mengkaji perbandingan efisiensi waktu dan kebutuhan tenaga kerja antara metode konvensional dan metode Pencetakan 3D Beton (3DCP) dalam pembangunan rumah sederhana. Dengan menggunakan teknologi 3DCP, proses konstruksi menjadi lebih efisien karena menghilangkan kebutuhan akan dukungan dan penghilangan cetakan, meningkatkan efisiensi penggunaan material, dan mengurangi pemborosan sumberdaya beton. Penelitian ini juga memaparkan tiga metode konstruksi pencetakan 3D yang umum dikenal: Continuous Construction (CC), Concrete Printing, dan D-shape. Dengan meningkatnya efisiensi pencetakan 3D dibandingkan dengan teknik tradisional, waktu konstruksi dapat dikurangi setengahnya danperiode pengembalian modal dapat diminimalkan, sambil menunjukkan implikasi positif terhadap keselamatan di lokasi konstruksi perumahan. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu menganalisis perbandingan efisiensi waktu dan kebutuhan tenaga kerja antara metode 3DCP dan metode konvensional pada proyek rumah sederhana, dengan harapan memberikan wawasan yang berguna terkait dampak dan manfaat penggunaan teknologi pencetakan 3D dalam industri konstruksi, khususnya pada proyek rumah sederhana. Keywords: 3DCP, Conventional, Simple House,  Efficiency
Co-Authors Abadan, Achmad Chakim Abidin, Dikky Safitra Adnan Muhtaram Alexander Alexander, Alexander Alfa Nur Alim Alfa Nur Alim Alim, Alfa Nur Alsion Maxsi Andhika Putri, Lisa Antoni, Febri Arfyan, Aslam Rizki Aulia Najah Bambang Endro Yuwono Berman, Berman Bhekti, Dhanu Setyo Bruantama, Daffa Miln Budi Hartanto Susilo Cakrawinata, Annastashia Dinie Aprilia Chandra Gemilang Chandra Pramodya Gemilang Chen, Pentagon Christianto Christianto Daniel Daniel Diski Kholida Zia Hadie Putri Endah Kurniyaningrum Fabyanto, Ikhsan Fadli Rahman Al Ghifari Fadly, Noer Fajar, Isma Fatchurrohman Fatchurrohman, Fatchurrohman Fawwaz, Arvyant Arrazaqi Galih Prio Sujagat Gandhi, Iswara Gemilang, Chandra Pramodya Hartanty, Dyah Widya Dwi Heru Pambudi Hevada T, Laska Hot Maruli Tua Frans Marihot Purba Imam Muhammad Fikri, Imam Muhammad Inavonna, Inavonna Indrawati Sumeru Innavona, Innavona Intan Yulianisa Irawan, Angga Ananda Irawandi, Veby Komara, Kresna Dwiki Lahji, Khotijah Lili Kusumawati M Yusuf D Adiwinata M. Zaki M. Zaki, M. Zaki Mahatmantong, Syafrullah Manisha, Manisha Martinus Bambang Susetyarto Maryati, Indah Melkysedek, Hobert Mangatur Michella Maria Veronika Mokodongan, Masita Aisza Muhammad Anugrah Wibawa Mukti Muhammad Anwar Muhammad Fikri, Imam Muhammad Zaki Mundung, Daniel Nabila, Efa Ayu Novriardo, Fiqry Ichsan Nugroho, Muhammad Sapto Palensia, Ruri Welda Parwadi Moengin Pentagon, Pentagon Rahman, Naufall Fadhlur Rose, Ugahari Rucitawangi, Manisha Saihul Anwar Saihul Anwar Salman, Salman - Sanbella, Lunatari Sangadji, Cindy Sari, Feby Kartika Septia, Zahara Ajeng Setyo Bhekti, Dhanu Silvano, Verian Gustam Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sujagat, Galih Prio Sumeru, Indrawati Suradjin Sutjipto Sutjipto, Suradjin Syamsiar, Syamsiar Syifa Aulia Putri Tulus Widiarso Wahyudhi, Nyoman Oka Wibawa, Ilham Akbar Mulya Wijasena, Razaq Agung Wijayayanto, Indra Aprian Zahara Ajeng Septia Zaki, M.