Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian

DIVERSIFIKASI ALGA ULVA MENJADI KRIPIK DAN KRUPUK NORI DI DESA DUWET KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO Ani Listriyana; Anita Diah Pahlewi
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.62 KB) | DOI: 10.36841/integritas.v3i2.364

Abstract

Pantai pathek Selatan Desa Duwet menyimpan potensi laut yang sangat besar yang belum dikelola dengan baik yaitu alga Ulva. Selama ini masyarakat Desa Duwet menjualnya dengan harga Rp. 1.300 untuk berat ulva kering. Oleh karena itu kami memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Duwet tentang pengolahan alga menjadi stik dan kerupuk nori dengan harapan setelah mendapatkan pelatihan, akan mereka lanjutkan untuk usaha. Sebelum pelatihan , kami melakukan uji organoleptik kepada beberapa orang terkait produk yang akan kami berikan penyuluhannya kepada masyarakat. Hasilnya mereka menyukai produk stik dengan jumlah nori yang lebih banyak. Pasca pelatihan yang dihadiri kurang lebih 20 ibu-ibu ini yang pada akhirnya mereka membuat kelompok “ulva Lestari” sepakat untuk melanjutkan usaha stik nori dibandingkan kerupuk Nori karena pembuatan stik membutuhkan waktu yang lebih sedikit dibandingkan dengan kerupuk. Sampai saat ini sudah beberapa kali pemesanan stik nori melalui ibu-ibu yang telah mengikuti pelatihan ini. Pendampingan akan terus dilakukan hingga mereka bisa mandiri dan mempunyai pasar yang cukup luas.
Aplikasi Penggunaan Solar Oven Sebagai Alternatif Food Dryer dalam Upaya Peningkatan Produksi Rengginang Siswoyo, Nurul Amalia Silviyanti; Listriyana, Ani; Yekti, Gema Iftitah Anugerah
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 1 (2024): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i1.4314

Abstract

Situbondo adalah salah satu kabupaten di Indonesia yang terletak di pesisir pantai utara pulau Jawa dengan garis pantai sepanjang 150 km. Desa Duwet adalah salah satu daerah di pesisir Situbondo yang terletak di Kecamatan Panarukan. Salah satu usaha yang dijalankan oleh masyarakat disini adalah olahan ikan berupa rengginang. Rengginang adalah beras ketan yang diolah kemudian dijemur dibawah sinar matahari langsung selama dua hari agar kering sempurna. Pengeringan menggunakan matahari memiliki beberapa kekurangan yakni, jika cuaca mendung maka rengginang akan berjamur dan tidak dapat dijual sehingga mitra akan merugi. Kedua, penjemuran tradisional rawan akan debu dan mikroba lain yang bebas masuk mengingat penjemuran rengginang diletakkan di pinggir jalan. Tujuan utama pengabdian ini adalah untuk membantu mitra memproduksi Rengginang Cemara indah agar lebih cepat kering dan lebih higienis. Penggunaan solar oven sebagai alat pengering bertujuan untuk mempersingkat waktu tanpa adanya tambahan biaya produksi mengingat bahan utama solar oven adalah matahari. Kompor surya atau solar oven adalah alat pengering yang dilengkapi dengan reflektor untuk menangkap sinar matahari dan isolator untuk menahan panas agar tidak mudah keluar. Dari pelaksanaan pengabdian, terbukti bahwa penggunaan alat pengering ini dapat mempersingkat waktu penjemuran yang awalnya 2 hari (±14 jam saat matahari terik) menjadi 1 hari (± 8 jam saat matahari terik) sehingga mitra dapat memproduksi lebih banyak rengginang dalam waktu yang sama dibandingkan saat menggunakan penjemuran biasa. Selain lebih cepat kering, rengginang yang dihasilkan juga lebih higienis karena design alat dengan penutup yang melindungi dari debu dan mikroba namun tetap memungkinkan adanya pertukaran udara lewat jaring aluminium agar rengginang yang dihasilkan tetap merekah.
Saber Santai dan Penanaman Mangrove Sebagai Penopang Ekosistem Pesisir di Pantai Kalianget Kabupaten Situbondo Fajar, Muhammad Thoifur Ibnu; Listriyana, Ani; Santi, Risan Nur; Nuriyant, Awwaly Maulidna Adhenta; Nafisah, Vina Dzurrotoon; Anhar, Muh Barry Nur
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 2 (2023): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i2.3488

Abstract

Sampah menjadi masalah utama yang menyebabkan pencemaran lingkungan darat dan perairan. Sampah yang mengalir dan menuju perairan akan mencemari perairan air laut dan saat tersapu ombak ke tepi pantai akan mencemari daerah pesisir dan tempat tumbuh tanaman mangrove. Tanaman mangrove di daerah pantai berfungsi sebagai pelindung garis pantai dari abrasi pantai, penyuplai oksigen, mengurangi polusi udara dan tempat biota air laut. Tujuan kegiatan pengabdian ini pertama adalah membersihkan sampah di daerah pantai Kalianget sehingga tidak mencemari pantai dan tanaman mangrove dapat tumbuh optimal. Tujuan kedua adalah penanaman bibit tanaman mangrove supaya tanaman mangrove tetap lestari. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dengan membentuk tim bersih sampah dan kemudian melakukan penanaman bibit tanaman mangrove di area pembibitan tanaman mangrove. Ketercapaian tujuan dapat dikatakan baik dengan kegiatan bersama menanam tanaman mangrove sebanyak 100 bibit tanaman mangrove dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu yang singkat.
Pemahaman Potensi Pesisir di Situbondo Sebagai Bekal Kemandirian Ekonomi Pada Siswa SMA Negeri 1 Panarukan Handayani, Creani; Listriyana, Ani; Silviyanti, Nurul Amalia; Pahlewi, Anita Diah
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 2 (2023): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i2.3781

Abstract

Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang potensi pesisir di Kabupaten Situbondo, seperti sektor perikanan, hutan bakau, terumbu karang, dan pariwisata bahari. Metode yang yang digunakan dalam kegiatan ini melibatkan persiapan, pelaksanaan dan tahap akhir kegiatan. Sosialisasi dilakukan melalui pretest, penyampaian materi, tanya jawab dan post test. Hasil pretest terdapat 37% tahu tentang potensi pesisir di Situbondo, 48% sedikit tahu dan 15% tidak tahu. Sasaran kegiatan mencakup peningkatan pengetahuan, munculnya ide dari peserta, dan terciptanya gambaran potensi yang akan dikembangkan oleh peserta setelah kegiatan berakhir. Dalam pelaksanaan sosialisasi peserta memiliki pemahaman yang baik tentang potensi pesisir. Peserta sosialisai juga menunjukkan minat untuk mengembangkan potensi pesisir yang mereka temui. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan efek positif di dalam peningkatan kesejahteraan sebagai bekal kemandirian ekonomi pada remaja khususnya siswa SMA Negeri 1 Panarukan.
PENDAMPINGAN MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER MARINE ENTREPRENEUR SCHOOL(MES) BERBASIS INOVASI DAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DI SMPN 4 PANARUKAN SATAP Ani Listriyana; Nurul Amalia Silviyanti; Vidya Pratiwi; Muhammad Yusuf Ibrahim
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.7531

Abstract

Abstrak Pengabdian ini menitikberatkan pada penguatan manajemen ekstrakurikuler Marine Entrepreneur School (MES) di SMPN 4 Panarukan SATAP dengan pendekatan inovasi pesisir dan keterlibatan masyarakat. MES memiliki dua pilar utama: Aksi Peduli (kepedulian lingkungan pesisir) dan Aksi Preneur (wirausaha berbasis sumber daya pesisir). Inovasi plasbut hybrid ecotech (PHET) sebagai teknologi ramah lingkungan telah diperkenalkan pada pengabdian sebelumnya; pada kegiatan ini fokus diarahkan pada manajemen ekskul agar program MES berjalan sistematis dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup pendampingan struktur organisasi, penyusunan SOP, sosialisasi dengan masyarakat, serta refleksi dan perencanaan keberlanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman manajerial siswa dan guru, sinergi dengan ekskul Pramuka dan Jurnalistik, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap potensi pemanfaatan limbah. Tindak lanjut penting dari program ini adalah ditetapkannya pengolahan plasbut paving block dengan alat PHET sebagai ko-kurikuler sekolah yang terintegrasi ke berbagai mata pelajaran, sehingga inovasi lingkungan tidak hanya berada pada ruang ekstrakurikuler, tetapi menjadi bagian operasional pembelajaran sekolah. Kata kunci: manajemen ekstrakurikuler; MES; PHET; keterlibatan masyarakat; ko-kurikuler pesisir Abstract This community service program focuses on strengthening the management of the Marine Entrepreneur School (MES) extracurricular activity at SMPN 4 Panarukan SATAP through a coastal innovation approach and community engagement. MES is built on two main pillars: Aksi Peduli (coastal environmental awareness) and Aksi Preneur (entrepreneurship based on coastal resources). The Plasbut Hybrid Ecotech (PHET), an environmentally friendly technology, had been introduced in a previous program; in this activity, the emphasis is directed toward improving extracurricular management to ensure that MES operates systematically and sustainably. The implementation methods include organizational structure mentoring, SOP development, community outreach, and reflection and sustainability planning. The results indicate improved managerial understanding among students and teachers, strengthened synergy with the Scout and Journalism extracurriculars, and increased community awareness of waste utilization potential. A key follow-up to this program is the formal adoption of plasbut paving block production using the PHET device as a school co-curricular activity integrated into various subjects, ensuring that environmental innovation does not remain solely within extracurricular spaces but becomes part of the school’s operational learning process. Keywords: extracurricular management; MES; PHET; community engagement; coastal co-curricular program