Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IDENTIFIKASI STRESSOR AKADEMIK PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS JAMBI ANGKATAN 2021 Utami Niki Kusaini; Nazila Syifa Thohiroh; Simar Simar; Umi Laelatul Khasanah; Resni Amelia; Eka Wahyu Ayuningtias; Kimas Permadi; Auffa Maharani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i3.14522

Abstract

In general, academic stress can be said as stress that comes from academic activities, academic stress has a variety of negative impacts, such as decreased academic achievement, procrastination, health problems, sleep disorders (insomnia), smartphone addiction, suicide and others. According to the theory (Heiman & Kariv, 2005) Stress is caused by certain things, one of which is stress that occurs in students, namely stress that comes from within the individual, such as physical conditions, motivation, and the type of personality of the student himself, while those that come from outside the individual, such as family, work, facilities, environment, lecturers, and others. Researchers found problems related to the identification of academic stressors in third-year students, there are students who are burdened because of too many exams, students get an excessive load of lecture assignments, declining academic achievement, there are students who are unable to manage lecture time and organizations on campus. The purpose of this study was to identify academic stressors in third-year students of the Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University. The research method used in this research is descriptive qualitative research. Discussing the identification of academic stressors, this involved several students who became sources with the criteria of feeling stress about the world of lectures, which can be concluded that the cause of stress symptoms is felt because of the many demands of lecture assignments, fear of failure, overthinking with lectures, and ultimately can cause academic stress in students.
HUBUNGAN KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI MAHASISWA Agung pebrianto; Ninil elfira; Utami Niki Kusaini
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2026): Vol 9, No 2 Maret 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i2.30985

Abstract

The ability to manage emotions is an important aspect in the psychological development of students in the early adulthood phase. The family environment, especially the level of family harmony, is often seen as a factor that influences an individual's emotional development. However, empirical findings show that the relationship between family harmony and the ability to manage emotions is not always positive. This study aims to analyze the relationship between family harmony and the ability to manage emotions in students of the Guidance and Counseling Study Program, Jambi University, Class of 2023. This study used a quantitative approach with a correlational design. The study population consisted of 101 students and all were sampled through a total sampling technique, with the limitation of the sample of students coming from complete nuclear families. The research instruments were a family harmony scale and an emotion management scale that had met validity and reliability tests. Data analysis was carried out using Pearson Product Moment correlation with the help of IBM SPSS Statistics 26. The results showed a negative and significant relationship between family harmony and the ability to manage emotions (r = -0.258; p = 0.009). These findings indicate that high family harmony is not always followed by high emotion management abilities in students. The results of this study are expected to provide theoretical contributions to the study of family psychology and practical implications for guidance and counseling services in higher education.
Psikoedukasi cyber sexual harassment sebagai pencegahan tindak kejahatan seksual pada remaja di era digital Berru Amalianita; Utami Niki Kusaini; Sri Rahmah Ramadhoni; Siti Amanah; Hera Wahyuni
Lentera Negeri Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991240

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pada perilaku dan interaksi sosial remaja. Salah satu tantangan yang muncul adalah meningkatnya kasus cyber sexual harassment, yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan emosional remaja. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan psikoedukasi cyber seksual harrassment sebagai pencegahan tindak kejahatan seksual pada remaja di era digital. Kegiatan dilaksanakan di SMP N 30 Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Sasaran kegiatan adalah para siswa dengan berjumlah 34 orang. Psikoedukasi sebagai strategi pencegahan tindak kejahatan seksual di era digital, dengan fokus pada penguatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya dan cara melindungi diri dari kekerasan seksual online. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini melibatkan serangkaian kegiatan edukatif yaitu workshop dan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai cyber sexual harassment. Hasil menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan remaja untuk mengenali serta melawan potensi ancaman seksual di dunia maya. Pendekatan psikoedukasi adalah kunci dalam upaya pencegahan tindak kejahatan seksual di era digital, dengan penekanan pada peran aktif pendidik dan orang tua dalam mendukung pendidikan seksual yang sehat dan aman bagi remaja.
Psikoedukasi Digital Parenting: Menjadi Orang Tua yang Bijak di Era Digital di Kelurahan Penyengat Rendah Kota Jambi Desy Susanti; Dona Fitri Annisa; Utami Niki Kusaini
Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat, Ilmu, dan Aksi (ABDIMASIA)
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/abdimasia.v2i2.570

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan dampak besar terhadap pola pengasuhan dalam keluarga. Penggunaan gadget yang semakin intensif pada anak sering kali tidak diimbangi dengan pengawasan dan pendampingan orang tua yang memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pengasuhan digital melalui psikoedukasi bertema “Menjadi Orang Tua yang Bijak di Era Digital” di Kelurahan Penyengat Rendah, Kota Jambi. Metode yang digunakan adalah pendekatan psikoedukasi reflektif melalui penyuluhan interaktif, diskusi, dan studi kasus. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan observasi terhadap jawaban, tanggapan, dan partisipasi peserta selama sesi diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum psikoedukasi sebagian besar peserta belum memiliki aturan penggunaan gadget di rumah dan cenderung menggunakan gadget sebagai media untuk menenangkan anak. Setelah mengikuti kegiatan, hasil observasi menunjukkan adanya perubahan pemahaman peserta yang ditandai dengan kemampuan mengidentifikasi risiko penggunaan gadget, mengusulkan strategi pembatasan screen time, menerapkan pendekatan komunikasi yang lebih komunikatif dalam mendampingi anak, serta memahami pemanfaatan fitur parental control sebagai bentuk pengawasan digital. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi digital keluarga dan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pendampingan penggunaan teknologi digital pada anak. Oleh karena itu, edukasi digital parenting perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung terciptanya lingkungan digital yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang anak.
Pengembangan Modul Solution-Focused Brief Counseling Pada Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Kota Jambi Fatresia Valentine Yesica Rumapea; Akmal Sutja; Utami Niki Kusaini
Jurnal Paramaedutama Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Paramaedutama | Desember 2025 - Februari 2026
Publisher : PT. Nafatima Gresik Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solution-focused brief counseling atau konseling singkat berfokus solusi merupakan salah satu pendekatan post-modern yang fokusnya terletak pada potensi yang terdapat pada klien, berfokus kepada solusi dari pada masalah dan menitikberatkan pada percakapan solusi yang langsung mengarah pada langkah apa yang akan dilakukan konseli di kemudian hari, sehingga sesi menjadi ringkas dan singkat. SFBC dapat menjawab kebutuhan guru BK dan siswa dalam melaksanakan layanan konseling individu, mengingat waktu yang terbatas dan kondisi siswa yang merupakan generasi Z. Oleh sebab itu perlu adanya media yang dapat dijadikan referensi oleh guru BK sebagai penanggung jawab bimbingan dan konseling di sekolah untuk belajar sehingga mampu memberikan layanan yang efektif, efisien, dan relevan dengan kondisi generasi masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk modul praktik solution-focused brief counseling untuk pelaksanaan layanan konseling individu. Penelitian ini merupakan penelitian riset dan pengembangan atau Research and Development (R&D). R&D adalah model penelitian yang bersifat pengembangan produk baru atau penyempurnaan produk yang sudah ada melalui prosedur pembakuan yang sistematis, revisi berulang-ulang, dan terukur guna menghasilkan produk yang lebih baik dari sebelumnya (Sutja dkk., 2017). Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang guru BK SMA Negeri 3 Kota Jambi, 1 orang guru BK SMA Negeri 5 Kota Jambi, 1 orang guru BK SMA Negeri 10 Kota Jambi, dan 1 orang guru BK SMA Negeri 12 Kota Jambi untuk uji coba produk. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui saran dan masukan dari ahli mengenai produk dan teknik analisis deskrptif kuantitatif untuk mengetahui persentase kelayakan produk menurut ahli materi, ahli media, dan respon guru bimbingan dan konseling. Data yang di peroleh kemudian diolah dengan menggunakan rumus Formula C untuk menentukan persentase dengan jawaban berbentuk skala berdasarkan panduan menurut Sutja dkk (2017). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk dapat digunakan sebagai referensi guru BK dalam melaksanakan konseling singkat berfokus solusi. Hal ini dibuktikan dengan nilai persentase dari ahli materi 79% yang termasuk dalam kategori “Baik”, dan ahli media 86% yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Uji coba kelayakan produk pada guru BK memiliki presentasi sebesar 85,7% yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”.