Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : AZKIYA

HUBUNGAN UJIAN BERBASIS KOMPUTER, KESIAPAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR DI SMK KETOPONG TENGGARONG Habib Zainuri
AZKIYA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The first hypothesis obtained t-count -0.732 <ttabel 1.668. other than based on sig value. of 0.466> 0.05, so it can be concluded that Ho accepted and Ha rejected and partially can be interpreted also that the relationship between variables X1 with Y of 0.083 which means the implementation of computer-based test are low correlated with learning achievement in SMK Ketopong Tenggarong. The second hypothesis obtained t-count -0.274 <ttabel 1.668. other than based on sig value. of 0.785> 0.05, so it can be concluded that Ho accepted and Ha rejected, partially the relationship between variables X2 with Y of 0.031 which means readiness correlates low with learning achievement in SMK Ketopong Tenggarong. In testing the third hypothesis obtained value Fcount 0.408 and table Ftabel distribution of 3.15. Since F = 0.408 <F0,05; 2.77 = 3.15, then H0 is accepted. At the level of significance obtained Sig = 0.667 and α = 0.05, because α = 0,05 <Sig = 0,000, then H0 is accepted. Together the relationship between the variable implementation of computer-based test and readiness to learn with learning achievement of 0.102 which means the implementation of computer-based test and study readiness correlates low with learning achievement in SMK Ketopong Tenggarong Teaching Year 2016-2017. This it can be concluded that the implementation of computer-based test variables is low correlated with learning achievement. Whereas Learning Readiness variable correlate low with learning achievement. And the third hypothesis that there is a low relationship between the implementation of computer-based test and readiness to learn with student achievement SMK Ketopong Tenggarong academic year 2016-2017.
SIFAT-SIFAT KURIKULUM PAI DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN PAI Zainuri, Habib; Aspriady, Farhan; Nurasikin, Nurasikin
AZKIYA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v7i1.1685

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki karakteristik khusus yang mempengaruhi pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam konteksnya. Sifat-sifat tersebut meliputi universalitas, relevansi dengan kehidupan, integrasi, kontekstualitas, dan keterbukaan. Pendekatan pembelajaran PAI mencakup berbagai metode, termasuk pembelajaran kooperatif, pembelajaran kontekstual, dan pendekatan ilmiah. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendalam, inklusif, serta memungkinkan siswa untuk memahami nilai-nilai Islam secara holistik, dan menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami karakteristik kurikulum PAI dan pendekatan pembelajaran yang tepat, guru PAI dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Pendekatan pembelajaran PAI mengadopsi strategi konstruktivis, kontekstual, dan aktif, dengan melibatkan siswa secara interaktif dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pengajaran konsep-konsep agama, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis masalah dan integratif. Evaluasi formatif digunakan untuk memberikan umpan balik terus-menerus kepada siswa, sementara integrasi mata pelajaran lain memperkuat keterkaitan antar bidang studi. Secara keseluruhan, sifat-sifat kurikulum PAI dan pendekatan pembelajaran PAI bersama-sama membentuk landasan yang komprehensif untuk perkembangan spiritual, moral, dan sosial siswa dalam konteks pendidikan Islam.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER Zainuri, Habib; Irawan, Syahreza; Saputri, Rianggi Dwi; Najibah, Lisna
AZKIYA Vol 7 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengembangan kurikulum berbasis karakter adalah untuk menghasilkan kurikulum baru, mengimplementasikan kurikulum, meningkatkan dan mengadaptasi kurikulum yang ada, dan mengawasi kurikulum pendidikan dasar. Sebagai bagian dari pengawasan ini, kurikulum diamati, dinilai, dan direvisi sebagai tanggapan terhadap umpan balik dari pelaksanaan kurikulum pendidikan dasar di lembaga-lembaga pendidikan baik di dalam maupun di luar kelas. Pembuatan kurikulum harus didasarkan pada tujuan pendidikan nasional, Pancasila, nilai-nilai budaya dan agama, serta tujuan nasional. Sangat penting untuk mengembangkan kurikulum untuk meningkatkan pendidikan karakter di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kegiatan apa saja yang termasuk dalam kurikulum untuk membantu meningkatkan pendidikan karakter, faktor apa saja yang mendukung dan menghambat peningkatan pendidikan karakter, dan bagaimana pengembangan kurikulum dapat meningkatkan cara penerapan pendidikan karakter. Meskipun pendidikan karakter pada dasarnya adalah urusan rumah tangga, pendidikan karakter berbasis sekolah juga sama pentingnya. Jika seorang anak menerima pendidikan karakter yang baik dari keluarganya, mereka akan tumbuh menjadi orang yang baik. Namun, banyak orang tua yang lebih mementingkan kecerdasan daripada pendidikan karakter.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER Zainuri, Habib; Irawan, Syahreza; Saputri, Rianggi Dwi; Najibah, Lisna
AZKIYA Vol 7 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v7i2.1786

Abstract

Tujuan dari pengembangan kurikulum berbasis karakter adalah untuk menghasilkan kurikulum baru, mengimplementasikan kurikulum, meningkatkan dan mengadaptasi kurikulum yang ada, dan mengawasi kurikulum pendidikan dasar. Sebagai bagian dari pengawasan ini, kurikulum diamati, dinilai, dan direvisi sebagai tanggapan terhadap umpan balik dari pelaksanaan kurikulum pendidikan dasar di lembaga-lembaga pendidikan baik di dalam maupun di luar kelas. Pembuatan kurikulum harus didasarkan pada tujuan pendidikan nasional, Pancasila, nilai-nilai budaya dan agama, serta tujuan nasional. Sangat penting untuk mengembangkan kurikulum untuk meningkatkan pendidikan karakter di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kegiatan apa saja yang termasuk dalam kurikulum untuk membantu meningkatkan pendidikan karakter, faktor apa saja yang mendukung dan menghambat peningkatan pendidikan karakter, dan bagaimana pengembangan kurikulum dapat meningkatkan cara penerapan pendidikan karakter. Meskipun pendidikan karakter pada dasarnya adalah urusan rumah tangga, pendidikan karakter berbasis sekolah juga sama pentingnya. Jika seorang anak menerima pendidikan karakter yang baik dari keluarganya, mereka akan tumbuh menjadi orang yang baik. Namun, banyak orang tua yang lebih mementingkan kecerdasan daripada pendidikan karakter.
HUBUNGAN UJIAN BERBASIS KOMPUTER, KESIAPAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR DI SMK KETOPONG TENGGARONG Zainuri, Habib
AZKIYA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v2i1.716

Abstract

The first hypothesis obtained t-count -0.732 <ttabel 1.668. other than based on sig value. of 0.466> 0.05, so it can be concluded that Ho accepted and Ha rejected and partially can be interpreted also that the relationship between variables X1 with Y of 0.083 which means the implementation of computer-based test are low correlated with learning achievement in SMK Ketopong Tenggarong. The second hypothesis obtained t-count -0.274 <ttabel 1.668. other than based on sig value. of 0.785> 0.05, so it can be concluded that Ho accepted and Ha rejected, partially the relationship between variables X2 with Y of 0.031 which means readiness correlates low with learning achievement in SMK Ketopong Tenggarong. In testing the third hypothesis obtained value Fcount 0.408 and table Ftabel distribution of 3.15. Since F = 0.408 <F0,05; 2.77 = 3.15, then H0 is accepted. At the level of significance obtained Sig = 0.667 and α = 0.05, because α = 0,05 <Sig = 0,000, then H0 is accepted. Together the relationship between the variable implementation of computer-based test and readiness to learn with learning achievement of 0.102 which means the implementation of computer-based test and study readiness correlates low with learning achievement in SMK Ketopong Tenggarong Teaching Year 2016-2017. This it can be concluded that the implementation of computer-based test variables is low correlated with learning achievement. Whereas Learning Readiness variable correlate low with learning achievement. And the third hypothesis that there is a low relationship between the implementation of computer-based test and readiness to learn with student achievement SMK Ketopong Tenggarong academic year 2016-2017.
SIFAT-SIFAT KURIKULUM PAI DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN PAI Zainuri, Habib; Aspriady, Farhan; Nurasikin, Nurasikin
AZKIYA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v7i1.1685

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki karakteristik khusus yang mempengaruhi pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam konteksnya. Sifat-sifat tersebut meliputi universalitas, relevansi dengan kehidupan, integrasi, kontekstualitas, dan keterbukaan. Pendekatan pembelajaran PAI mencakup berbagai metode, termasuk pembelajaran kooperatif, pembelajaran kontekstual, dan pendekatan ilmiah. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendalam, inklusif, serta memungkinkan siswa untuk memahami nilai-nilai Islam secara holistik, dan menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami karakteristik kurikulum PAI dan pendekatan pembelajaran yang tepat, guru PAI dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Pendekatan pembelajaran PAI mengadopsi strategi konstruktivis, kontekstual, dan aktif, dengan melibatkan siswa secara interaktif dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pengajaran konsep-konsep agama, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis masalah dan integratif. Evaluasi formatif digunakan untuk memberikan umpan balik terus-menerus kepada siswa, sementara integrasi mata pelajaran lain memperkuat keterkaitan antar bidang studi. Secara keseluruhan, sifat-sifat kurikulum PAI dan pendekatan pembelajaran PAI bersama-sama membentuk landasan yang komprehensif untuk perkembangan spiritual, moral, dan sosial siswa dalam konteks pendidikan Islam.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER Zainuri, Habib; Irawan, Syahreza; Saputri, Rianggi Dwi; Najibah, Lisna
AZKIYA Vol 7 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v7i2.1786

Abstract

Tujuan dari pengembangan kurikulum berbasis karakter adalah untuk menghasilkan kurikulum baru, mengimplementasikan kurikulum, meningkatkan dan mengadaptasi kurikulum yang ada, dan mengawasi kurikulum pendidikan dasar. Sebagai bagian dari pengawasan ini, kurikulum diamati, dinilai, dan direvisi sebagai tanggapan terhadap umpan balik dari pelaksanaan kurikulum pendidikan dasar di lembaga-lembaga pendidikan baik di dalam maupun di luar kelas. Pembuatan kurikulum harus didasarkan pada tujuan pendidikan nasional, Pancasila, nilai-nilai budaya dan agama, serta tujuan nasional. Sangat penting untuk mengembangkan kurikulum untuk meningkatkan pendidikan karakter di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kegiatan apa saja yang termasuk dalam kurikulum untuk membantu meningkatkan pendidikan karakter, faktor apa saja yang mendukung dan menghambat peningkatan pendidikan karakter, dan bagaimana pengembangan kurikulum dapat meningkatkan cara penerapan pendidikan karakter. Meskipun pendidikan karakter pada dasarnya adalah urusan rumah tangga, pendidikan karakter berbasis sekolah juga sama pentingnya. Jika seorang anak menerima pendidikan karakter yang baik dari keluarganya, mereka akan tumbuh menjadi orang yang baik. Namun, banyak orang tua yang lebih mementingkan kecerdasan daripada pendidikan karakter.
HUBUNGAN UJIAN BERBASIS KOMPUTER, KESIAPAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR DI SMK KETOPONG TENGGARONG Zainuri, Habib
AZKIYA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v2i1.716

Abstract

The first hypothesis obtained t-count -0.732 <ttabel 1.668. other than based on sig value. of 0.466> 0.05, so it can be concluded that Ho accepted and Ha rejected and partially can be interpreted also that the relationship between variables X1 with Y of 0.083 which means the implementation of computer-based test are low correlated with learning achievement in SMK Ketopong Tenggarong. The second hypothesis obtained t-count -0.274 <ttabel 1.668. other than based on sig value. of 0.785> 0.05, so it can be concluded that Ho accepted and Ha rejected, partially the relationship between variables X2 with Y of 0.031 which means readiness correlates low with learning achievement in SMK Ketopong Tenggarong. In testing the third hypothesis obtained value Fcount 0.408 and table Ftabel distribution of 3.15. Since F = 0.408 <F0,05; 2.77 = 3.15, then H0 is accepted. At the level of significance obtained Sig = 0.667 and α = 0.05, because α = 0,05 <Sig = 0,000, then H0 is accepted. Together the relationship between the variable implementation of computer-based test and readiness to learn with learning achievement of 0.102 which means the implementation of computer-based test and study readiness correlates low with learning achievement in SMK Ketopong Tenggarong Teaching Year 2016-2017. This it can be concluded that the implementation of computer-based test variables is low correlated with learning achievement. Whereas Learning Readiness variable correlate low with learning achievement. And the third hypothesis that there is a low relationship between the implementation of computer-based test and readiness to learn with student achievement SMK Ketopong Tenggarong academic year 2016-2017.
SIFAT-SIFAT KURIKULUM PAI DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN PAI Zainuri, Habib; Aspriady, Farhan; Nurasikin, Nurasikin
AZKIYA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v7i1.1685

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki karakteristik khusus yang mempengaruhi pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam konteksnya. Sifat-sifat tersebut meliputi universalitas, relevansi dengan kehidupan, integrasi, kontekstualitas, dan keterbukaan. Pendekatan pembelajaran PAI mencakup berbagai metode, termasuk pembelajaran kooperatif, pembelajaran kontekstual, dan pendekatan ilmiah. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendalam, inklusif, serta memungkinkan siswa untuk memahami nilai-nilai Islam secara holistik, dan menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami karakteristik kurikulum PAI dan pendekatan pembelajaran yang tepat, guru PAI dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Pendekatan pembelajaran PAI mengadopsi strategi konstruktivis, kontekstual, dan aktif, dengan melibatkan siswa secara interaktif dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pengajaran konsep-konsep agama, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis masalah dan integratif. Evaluasi formatif digunakan untuk memberikan umpan balik terus-menerus kepada siswa, sementara integrasi mata pelajaran lain memperkuat keterkaitan antar bidang studi. Secara keseluruhan, sifat-sifat kurikulum PAI dan pendekatan pembelajaran PAI bersama-sama membentuk landasan yang komprehensif untuk perkembangan spiritual, moral, dan sosial siswa dalam konteks pendidikan Islam.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER Zainuri, Habib; Irawan, Syahreza; Saputri, Rianggi Dwi; Najibah, Lisna
AZKIYA Vol 7 No 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v7i2.1786

Abstract

Tujuan dari pengembangan kurikulum berbasis karakter adalah untuk menghasilkan kurikulum baru, mengimplementasikan kurikulum, meningkatkan dan mengadaptasi kurikulum yang ada, dan mengawasi kurikulum pendidikan dasar. Sebagai bagian dari pengawasan ini, kurikulum diamati, dinilai, dan direvisi sebagai tanggapan terhadap umpan balik dari pelaksanaan kurikulum pendidikan dasar di lembaga-lembaga pendidikan baik di dalam maupun di luar kelas. Pembuatan kurikulum harus didasarkan pada tujuan pendidikan nasional, Pancasila, nilai-nilai budaya dan agama, serta tujuan nasional. Sangat penting untuk mengembangkan kurikulum untuk meningkatkan pendidikan karakter di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kegiatan apa saja yang termasuk dalam kurikulum untuk membantu meningkatkan pendidikan karakter, faktor apa saja yang mendukung dan menghambat peningkatan pendidikan karakter, dan bagaimana pengembangan kurikulum dapat meningkatkan cara penerapan pendidikan karakter. Meskipun pendidikan karakter pada dasarnya adalah urusan rumah tangga, pendidikan karakter berbasis sekolah juga sama pentingnya. Jika seorang anak menerima pendidikan karakter yang baik dari keluarganya, mereka akan tumbuh menjadi orang yang baik. Namun, banyak orang tua yang lebih mementingkan kecerdasan daripada pendidikan karakter.