Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Beban Kerja Petugas Rekam Medis RSUD DR. R. Soedarsono Pasuruan Tatsbita Sabrina; Lilik Afifah; Fita Rusdian Ikawati
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v8i1.729

Abstract

Medical records are a hospital service that stores patient identity data and plays a role in making medical decisions. Analysis of the workload of medical records officers is needed to ensure efficiency and effectiveness in implementation. This study aims to identify and evaluate the workload of medical records officers at RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan using the Health Workload Analysis (ABK-KES) method. This study is quantitative descriptive in nature with data collection methods in the form of observation, interviews, questionnaires, and document review. Research findings reveal that there is inequality in the distribution of workload in various medical records units, which can impact the quality of hospital services. Therefore, researchers suggest that the workforce with D3 and D4 qualifications still needs to be increased to support higher quality services and it is necessary to optimize the number of workers and make the workload distribution more balanced. Hospital management is also advised to recruit D3 and D4 staff to be more competent in medical record management and training to increase the effectiveness of services at the hospital. Optimizing the workforce by ABK-KES, medical services are expected to operate more effectively so a strategy for optimizing the number and distribution of the workforce is needed to increase service efficiency.
Analisis Pengelolaan Klaim Prolanis di Klinik Pusdikarhanud Nadya Virgie Amanda Amanda; Fita Rusdian Ikawati; Lilik Afifah
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK) Vol. 9 No. 1 (2026): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v9i1.8004

Abstract

Penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi berkontribusi besar terhadap peningkatan beban pelayanan kesehatan di Indonesia. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan bertujuan meningkatkan kualitas hidup peserta melalui pengelolaan kesehatan berkelanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun demikian, pengelolaan klaim dan rendahnya partisipasi peserta masih menjadi tantangan dalam keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pengelolaan klaim Prolanis di Klinik Pusdikarhanud. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan enam informan yang dipilih secara purposive, terdiri dari tenaga medis, perawat, dan petugas administrasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme klaim telah berjalan secara sistematis, namun belum optimal karena ketidaklengkapan dokumentasi, keterbatasan integrasi sistem informasi, serta rendahnya partisipasi peserta dalam kegiatan senam. Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan dan kegagalan klaim. Diperlukan penguatan monitoring administrasi, optimalisasi sistem informasi, serta strategi peningkatan keterlibatan peserta untuk menjamin efektivitas dan keberlanjutan program.
Literature Review: Evaluasi Implementasi Sistem Informasi RME Di Fasyankes Menggunakan Metode TAM ARIN PASHA RAHMAWADDAH; Lilik Afifah; Agus Syukron Ma’ruf
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v5i1.1905

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan salah satu upaya transformasi digital pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi kerja, dan pengelolaan informasi kesehatan. Keberhasilan implementasi RME dipengaruhi oleh tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem yang digunakan. Technology Acceptance Model (TAM) merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengukur penerimaan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik di fasilitas pelayanan kesehatan berdasarkan pendekatan TAM. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review sistematis dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan Rekam Medis Elektronik, Technology Acceptance Model, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil pencarian awal memperoleh 1.675 artikel, kemudian dilakukan proses identifikasi, skrining, dan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 19 artikel untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Perceived Ease of Use dan Perceived Usefulness berpengaruh positif terhadap Attitude Toward Using dan Behavioral Intention to Use sistem RME. Mayoritas pengguna menilai RME mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat akses informasi pasien, serta mendukung ketepatan dokumentasi dan pengambilan keputusan klinis. Selain itu, faktor pelatihan, kualitas sistem, infrastruktur, dan dukungan organisasi turut memengaruhi keberhasilan implementasi RME. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi RME secara umum telah diterima dengan baik oleh pengguna. Namun, peningkatan kualitas sistem, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan manajemen masih diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sistem di fasilitas pelayanan kesehatan.