Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Ebers Papyrus

Penggunaan skor 'LATCH' sebagai prediktor keberhasilan laktasi pasca persalinan normal dan bedah sesar Wiyarni Pambudi
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan laktasi pasca persalinan normal perlu dinilai dan dibandingkan dengan ke­ berhasilan laktasi pasca persalinan dengan bedah sesar. Skor LATCH merupakan per­ angkat penilaian yang praktis serta sistematik untuk memperoleh data yang andal dan sahih tentang proses laktasi per individu. Penelitian ini akan menguji penggunaan skor LATCH sebagai prediktor keberhasilan laktasi pasca persalinan normal dan bedah sesar. Desain studi kohort prospektif terhadap ibu menyusui dengan riwayat persalinan normal dan persalinan dengan bedah sesar dilakukan pada bulan Agustus 2009 - Juli 2010 dari dua rumah sakit swasta di Jakarta Barat. Partisipan dipilih secara convenience sampling berdasar kriteria inklusi : ibu menyusui berusia minimal 18 tahun, bayi merupakan anak pertama dan dinyatakan sehat. Skor LATCH dinilai dalam 24 jam pasca persalinan, diikutipada hari ke-7 dan minggu ke-6. Analisis statistik dengan program SPSS versi 16.0 meng­ gunakan uji Kruskai-Wallis dan ujikai-kuadrat Mantel Haenzel. Sejumlah 117 pasangan ibu menyusui dan bayidengan riwayat persalinan normal per vaginam, 100 ibu menyusui dan bayi dengan riwayat bedah sesar elektif dan 162 ibu dan bayi dengan riwayat bedah sesar darurat terpilih sebagai subyek penelitian. Total skor LATCH berkorelasi positif dengan me­ toda persalinan (n=378; r-0,28; p=0,004) dan lamanya pemberian ASI eksklusif (n=126; r=0,56; p=0,001). Skor LATCH pada hari ke-7 merupakan faktor resiko yang signifikan dibanding skor pada 2 waktu penilaian lainnya (p=0,025). Total skor LATCH 0-2 berhubun­ gan dengan masa laktasi kurang dari 6 minggu pada ibu dengan riwayat persalinan normal (RR=3,4; 95%CI1,4-4,1), bedah sesar elektif (RR=6,2; 95%CI2,5-7,6), dan bedah sesar darurat (RR=5,4; 95%CI 2,2-6,5). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Skor LATCH dapat digunakan sebagai prediktor keberhasilan laktasi dalam hal meramalkan lamanya pemberian ASI eksklusif pasca persalinan normal dan bedah sesar.
SUPLEMENTASI SENG SEBAGAI TERAPI TAMBAHAN DIARE PADA ANAK Elni S; Wiyarni Pambudi
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 3 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan suatu gejala klinis yang sering dijumpai pada anak- anak, di mana sering kali tidak dapat dibedakan secara klinis berdasarkan agen penyebabnya. Diare merupakan penyebab  kematian kedua pada anak usia di bawah lima tahun di negara berkembang. Diperkirakan setiap tahunnya lebih dari 10 juta anak di bawah lima tahun di seluruh dunia dan lebih dari 3 juta di negara berkembang  meninggal  karena diare. Pemberian    larutan rehidrasi oral terbukti sejak lama dapat menurunkan angka kematian sebagai akibat lang­ sung dari dehidrasi,  namun  perlu diketahui  bahwa  penurunan  angka  k r:natian disertai penurunan  episode diare serta kejadian gizi buruk pada anak - anak yang dapat bertahan  hidup.  Penggunaan  seng dalam mengobati  diare diduga  bekerja  pada .sistem kekebalan tubuh, struktur dan fungsi usus, serta proses pemulihan epitel selama diare. Setelah lebih dari 20 tahun dilakukan penelitian yang ekstensif, suplementasi seng ditetap­ kan sebagai terapi tambahan guna untuk mengurangi  berat dan episode diare akut, serta kemungkinan infeksi ulangan dalam waktu 2 - 3 bulan setelah terapi
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar di Posyandu Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Pambudi, Wiyarni; Lutfiansyah, Rifki
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 1 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i1.30984

Abstract

Imunisasi adalah usaha untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap penyakit tertentu sehingga saat terpapar, seseorang tidak akan sakit atau hanya mengalami gejala ringan. Ketidaklengkapan imunisasi dasar pada anak dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan meningkatkan angka kematian balita (AKB). Keberhasilan imunisasi dasar lengkap dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, keyakinan, nilai-nilai, tradisi, layanan kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Termasuk faktor keluarga keluarga,yaitu karakteristik ibu seperti usia, pendidikan, tingkat pendapatan, dan pekerjaan. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar anak di Posyandu Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, menggunakan analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Responden diminta mengisi kuesioner yang meliputi pertanyaan terstruktur tentang pengetahuan ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar dan melihat buku KIA. Pengambilan data dilakukan secara consecutive sampling dan diolah menggunakan statistik berupa analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan baik memiliki 0,845 kali tidak dapat berpengaruh daripada ibu yang memiliki pengetahuan kurang baik dan Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar anak di Posyandu Kecematan Cengkareng Jakarta Barat dengan nilai p = 0,718.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN POLA PEMBERIAN MPASI PADA BAYI DI KECAMATAN CENGKARENG JAKARTA BARAT Handayani, Khoirunisa; Pambudi, Wiyarni
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.32632

Abstract

Strategi pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang baik yaitu tepat waktu, adekuat, aman, higenis, dan diberikan secara responsif. MPASI diberikan ketika ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi yaitu pada saat bayi berusia 6 bulan dan tetap diberikan ASI sampai bayi berusia 24 bulan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Studi ini mempelajari hubungan karakteristik dan faktor yang memengaruhi ibu dalam pemberian MPASI dini di Posyandu Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat. Subjek penelitian yang diikut sertakan pada penelitian ini yaitu ibu dengan bayi berusia >6 bulan yang mengikuti kegiatan posyandu dan bersedia menjadi responden penelitian di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Didapatkan 93 responden dengan pola pemberian MPASI tepat waktu 83,9% dan MPASI dini 12,9%. Responden adalah ibu berusia antara 21 – 46 tahun, multipara 64,6%, pendidikan SMA/sederajat 59,1%, mayoritas tidak bekerja dan pendapatan keluarga dibawah UMR. Faktor yang memengaruhi ibu dalam memberikan MPASI dini adalah rendahnya pengetahuan tentang pemberian MPASI (pengetahuan buruk sebanyak 83,9%) dan sumber informasi tentang MPASI melalui media sosial sebanyak 25,8%. Dari hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara karakteristik dan faktor yang memengaruhi ibu (p-value >0,05) dengan ibu berpengetahuan baik 1,14 kali lebih berpeluang memberikan MPASI tepat waktu.
PENGETAHUAN DUKUNGAN MENYUSUI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2019-2022 Hani Adzhan; Wiyarni Pambudi
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34833

Abstract

Pengetahuan dan sikap petugas kesehatan berperan penting dalam meningkatkan dukungan menyusui. Memahami berbagai hambatan khusus terhadap promosi dan dukungan menyusui dari perspektif mahasiswa kedokteran dan menangani hal tersebut yang dapat dimodifikasi melalui pendidikan kedokteran sarjana dapat membantu meningkatkan hasil belajar, praktik medis, dan akhirnya hasil kesehatan yang terkait dengan menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang dukungan menyusui pada mahasiswa peserta didik program studi sarjana kedokteran, menggunakan metode analitik observasional dengan desain potong lintang. Responden diminta mengisi kuesioner yang disusun terinci tentang pengetahuan terkait dukungan menyusui yang dikelompokkan menjadi dua kategori faktor yang memengaruhi berdasarkan prosedur manajemen dan praktik klinis dukungan menyusui. Subyek penelitian dipilih secara non random, kemudian data diolah menggunakan aplikasi statistik berupa analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini memiliki hubungan yang bermakna (p= 0,003) antara kelulusan blok siklus hidup dan (p= 0,000) pada kelulusan blok reproduksi dengan pengetahuan tentang dukungan menyusui pada mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis epidemiologi, mahasiswa yang telah lulus blok siklus hidup memiliki pengetahuan 1,3 kali lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang belum lulus blok siklus hidup dan pada mahasiswa yang telah lulus blok reproduksi memiliki pengetahuan 1,4 kali lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang belum lulus blok reproduksi.
ANALISIS FAKTOR SOSIODEMOGRAFIS, PSIKOLOGIS, DAN PENGETAHUAN TERHADAP KESIAPAN IBU DALAM MERAWAT BAYI BARU LAHIR Sri Sunarsih; Wiyarni Pambudi
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34847

Abstract

Kehamilan merupakan fase transisi penting yang membawa perubahan fisik, emosional, dan psikologis, sehingga diperlukan kesiapan yang optimal untuk menjalani peran baru sebagai ibu. Kesiapan ibu dalam merawat bayi baru lahir berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi, terutama pada periode neonatal yang krusial. Tingginya angka kematian neonatus pada masa nifas serta rendahnya cakupan pelayanan antenatal care (ANC) dan partisipasi kelas ibu hamil menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesiapan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan ibu dalam merawat bayi baru lahir di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional. Subjek terdiri dari 49 ibu hamil trimester dua dan tiga yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia berpartisipasi, dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga faktor yang memiliki hubungan bermakna (p < 0,05) dengan kesiapan ibu dalam merawat bayi baru lahir, yaitu usia anak terakhir (p = 0,013), kondisi psikologis ibu (p = 0,001), dan tingkat pengetahuan (p = 0,009). Sebanyak 57,1% ibu memiliki kesiapan baik dalam merawat bayi baru lahir, sejalan dengan kondisi psikologis yang baik sebanyak 61,2%, dukungan sosial yang baik 59,2%, dan tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 57,1%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usia anak terakhir, kondisi psikologis, dan tingkat pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan ibu dalam merawat bayi baru lahir.
DETERMINAN PERSEPSI DAN PERILAKU IBU DALAM MEMBACA LABEL MAKANAN RINGAN ANAK TK-SD BUMI SERPONG DAMAI Salim, Ruth Brigitta; Pambudi, Wiyarni
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 1 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i1.12153

Abstract

children can be truly guaranteed. If the reading of children’s snack labels is ignored by mothers, then it can have an impact in the form of children’s growth and development not being optimal. In Indonesia, based on the survey results of  National Consumer Protection Survey (BPKN) in 2007, only 6.7% of Indonesia’s population paid attention to the completeness of food labels. This study was conducted to determine perceptions, behaviors, and factors, which influence the perceptions and behaviors of mothers in reading the snack labels of kindergarten-elementary school children of School X in the area of Bumi Serpong Damai (BSD). This study used a cross-sectional method by conducting structured interviews through questionnaires. Mothers, who were included in the category of good perception, were mothers with a mode score 4, and those who were in the category of good behavior when the mode score was 5. After obtaining the data, the data was processed and analyzed by the T-Test. From 95 respondents, 62 respondents (65.3%) had poor perceptions in reading children's snack labels. A total of 73 respondents (76.8%) had poor reading behavior of children's snack labels. The factors studied consisted of internal and external factors. After statistical tests were accomplishedly and properly taken, the results showed significant differences for internal factors, namely the age and ethnicity of the respondents regarding the respondents' behaviors and reading abilities (p <0.05). While there were no significant differences in external factors. From the results of this study, it can be concluded that the perceptions and behavior of mothers, who have kindergarten-elementary school children in School X in BSD area are still not good.
PEMENUHAN KETENTUAN GULA TAMBAHAN DAN PERSENTASI GULA TERHADAP KALORI PADA MPASI KOMERSIAL SESUAI PERATURAN BPOM Satyanegara, William Gilbert; Pambudi, Wiyarni
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 1 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i1.19426

Abstract

Membatasi gula tambahan menjadi salah satu cara untuk hidup sehat. WHO merekomendasikan konsumsi gula tambahan pada anak <10% dari total energi dari karbohidrat. Metode penelitian menggunakan deskriptif pada produk yang beredar di Jakarta Selatan tahun 2019-2020. Variabel dari penelitian ini adalah kesesuaian produk dengan aturan mengenai gula tambahan dan persentase gula terhadap kalori. Berdasarkan data dari BPOM, peneliti mengikutsertakan 65 responden, yang terdiri dari 40 produk bubuk dan 25 produk biskuit. Dari hasil penelitian mengenai kesesuaian gula tambahan, produk MP-ASI bentuk biskuit yang sesuai sebanyak 8 (12,3%) produk dan yang tidak sesuai sebanyak 17 (26,2%) produk. Untuk produk bubuk yang sesuai sebanyak 31 (47,7%) produk, dan yang tidak sesuai sebanyak 9 (13,8%) produk. Dalam hal kesesuaian persentase gula terhadap kalori, MP-ASI bentuk biskuit yang sesuai aturan sebanyak 3 (0,05%) produk dan MP-ASI bentuk bubuk sebanyak 19 (29,2%) produk. Produk MP-ASI komersial bentuk biskuit yang tidak memenuhi sebanyak 22 (33%) produk dan produk bentuk bubuk sebanyak 21 (32,3%) produk. Dari hasil penetilian, dapat disimpulkan bahwa masih terdapat produk MP-ASI komersial yang belum memenuhi peraturan mengenai gula tambahan dan persentase gula terhadap kalori
PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2019-2022 TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI Kamila, Nadhira Rachma; Pambudi, Wiyarni
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24834

Abstract

Menyusui merupakan proses alamiah yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Keberhasilan menyusui dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti karakteristik ibu dan dukungan menyusui yang diperoleh. Tenaga kesehatan khususnya dokter memainkan peran yang sangat penting dalam memberikan promosi serta dukungan kepada ibu menyusui. Sebagai calon dokter, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang menyusui kepada mahasiswa kedokteran merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keberhasilan menyusui di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2022 mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI dengan pembelajaran blok yang telah dilalui. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada periode bulan Januari-Maret 2023, dengan 272 responden yang direkrut menggunakan teknik non probability consecutive sampling. Hasil pengolahan data kuesioner menunjukkan 18 (9,78%) responden yang sudah lulus blok Siklus Hidup memiliki pengetahuan baik dengan nilai PR = 2,07 dan p-value = 0,002. Pada mahasiswa yang sudah lulus blok Reproduksi, didapatkan 6 (8,82%) responden memiliki pengetahuan baik, dengan nilai PR = 1,2 dan p-value = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan hubungan bermakna antara pembelajaran blok yang sudah dilewati yaitu blok Siklus Hidup dan blok Reproduksi dengan tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2019-2022 mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI.
Pengetahuan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Mengenai Manfaat Pemberian ASI Pada Anak Usia 0-2 Tahun Christy, Gracia Angel; Pambudi, Wiyarni
Ebers Papyrus Vol. 29 No. 1 (2023): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v29i1.24835

Abstract

Pemberian ASI direkomendasikan oleh WHO kepada bayi dari lahir sampai usia enam bulan, ASI eksklusif untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal. ASI juga direkomendasikan untuk diteruskan pemberiannya kepada anak sampai berusia dua tahun. Pemberian ASI memiliki banyak manfaat bagi bayi dan ibu, dimana ASI dapat memproteksi bayi yang baru lahir dari infeksi, mengurangi angka mortalitas akibat diare, dan memproteksi dari infeksi saluran kemih pada bayi. Manfaat yang bisa didapatkan ibu dari menyusui adalah dapat membantu menurunkan risiko ibu terkena kanker ovarium, kanker payudara, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan mengenai manfaat pemberian ASI. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang pada subyek mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2019-2022. Penelitian ini melibatkan 134 responden, dengan hasil 17 (25,4%) responden laki-laki memiliki pengetahuan baik dan 6 (8,9%) responden perempuan memiliki pengetahuan baik mengenai manfaat pemberian ASI. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini didapatkan 23 (17,2%) responden memiliki pengetahuan baik dan 111 (82,8%) responden masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai manfaat pemberian ASI. Penelitian ini juga mendapatkan hubungan yang bermakna (p=0,012) dari pengetahuan mahasiswa mengenai manfaat pemberian ASI berdasar faktor gender, yaitu mahasiswa memiliki pengetahuan 2,83 kali lebih baik dibandingkan mahasiswi.