Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi Penerapan Autofeeder dan Manajemen Kualitas Air Berbasis Energi Surya pada Budidaya Minapadi Desa Penembangan, Banyumas Anjaini, Jefri; Nurhabib, Asro; Sukardi, Purnama; Setiyaningsih, Lilik; Ekowati, Nur Alfi; Agung Tri Nugroho
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13785

Abstract

POKDAKAN (Kelompok Pembudidaya Ikan) memiliki peran penting dalam pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan, termasuk sistem integrasi minapadi. Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan energi listrik di area persawahan serta pemberian pakan yang masih manual, yang menyebabkan efisiensi produksi belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 20 September 2025 di Desa Penembangan, Banyumas, Jawa Tengah oleh tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas POKDAKAN melalui edukasi, pelatihan, pendampingan, dan transfer pengetahuan dalam penerapan sistem otomatisasi pakan berbasis energi surya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, edukasi, wawancara, kuesioner, serta replikasi teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota POKDAKAN, peningkatan efisiensi pakan sebesar 20–25%, serta kesiapan pembudidaya untuk mereplikasi sistem di lahan lain. Program ini membuktikan bahwa edukasi berbasis teknologi dapat meningkatkan kemandirian pembudidaya sekaligus mendukung praktik budidaya ramah lingkungan.
Penerapan Auto Feeder dan Sistem Monitoring Kualitas Air Real-Time Berbasis Tenaga Surya pada Budidaya Minapadi Terintegrasi POKDAKAN Kridoyuwono, Panembangan, Banyumas Sukardi, Purnama; Anjaini, Jefri; Lilik Setiyaningsih; Nur Alfi Ekowati; Agung Tri Nugroho; Frentina Murti Sujadi; Asro Nurhabib; Baruna Kusuma; Yohannes Harvinda; Kholilah Nur Hidayah; Dandi Setio Wibowo; Dimas Yoland Dewantio
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13857

Abstract

Panembangan Village has strong potential for rice–fish culture (minapadi) but faces constraints in feeding efficiency, unmonitored water quality, and dependence on grid electricity. This community‐service program offers an integrated solution: an IoT-based auto feeder combined with real-time water-quality monitoring (DO, pH, temperature, conductivity/TDS, turbidity) and powered by off-grid solar energy (PV) to ensure continuous operation. The primary goal was to improve feed efficiency, enhance fish growth, reduce feed waste, and optimize water quality management in aquaculture systems. The implementation of these technologies has demonstrated significant improvements in feed conversion ratios, growth rates of fish, and overall water quality management. The program also provided training to local farmers, enhancing their capacity to manage these technologies effectively. This initiative is expected to contribute to the sustainable development of aquaculture in the region, benefiting both the local community and the environment
Aerasi dan Oksigenasi dalam Budidaya Perikanan: Strategi Menjaga Keseimbangan Kualitas Air Rakhman Wira Subagja; Reny Tri Indaswari; Asro Nurhabib; Jefri Anjaini
Academic Letters Vol 1 No 6 (2025)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aerasi dan oksigenasi merupakan komponen penting dalam sistem budidaya perikanan untuk menjaga kualitas air tetap optimal serta mendukung kebutuhan fisiologis organisme budidaya. Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) menjadi indikator utama kualitas air yang secara langsung memengaruhi metabolisme, pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Praktik akuakultur intensif sering menyebabkan penurunan kadar oksigen akibat tingginya kepadatan tebar dan akumulasi bahan organik dari sisa pakan serta hasil metabolisme. Makalah ini membahas teknologi aerasi dan oksigenasi yang umum digunakan, seperti aerator mekanis, sistem microbubble, dan teknologi nanobubble, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Teknologi nanobubble menonjol karena kemampuannya menjaga kestabilan oksigen terlarut sekaligus membantu mengikat polutan tersuspensi, sehingga meningkatkan kondisi kualitas air secara keseluruhan. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aerasi yang tepat dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan mencapai tingkat kelangsungan hidup hingga 100% pada beberapa spesies. Namun, keberlanjutan sistem aerasi masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan energi yang tinggi, ketidakstabilan pasokan listrik di daerah terpencil, serta fluktuasi biaya bahan bakar. Oleh karena itu, integrasi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan menjadi solusi jangka panjang untuk menjamin kontinuitas aerasi dan kestabilan kualitas air dalam sistem akuakultur.
Developing Fisheries Clusters to Increase Competitiveness Through Production Integration, Scale Efficiency, and Strengthening Institutions in Sustainable Aquaculture Systems Burhan Arianto; Naqilla Itsak Ramadhani; Anastasia Shafaa Nurayya; Violin Anathasya Athfal Two; Desti Diyan Mekar Meirika Diyana; Mukhamad Malik Al Najib; Risyad Aghniya Yahya; Jefri Anjaini; Asro Nurhabib
Academic Letters Vol 1 No 6 (2025)
Publisher : PT. Gyandharma Global Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of fisheries clusters is a strategic approach to improving the competitiveness of the aquaculture sector through production integration, scale efficiency, and institutional strengthening. Challenges faced by fisheries cluster development include environmental degradation, social inequality in the supply chain, global market instability, and weak governance. The purpose of this paper is to analyze the basic concept of fisheries clusters, the role of production integration, scale efficiency, and institutional strengthening in enhancing the competitiveness of the sustainable aquaculture sector. This paper demonstrates that optimally designed fisheries clusters can reduce operational costs, increase productivity, expand farmer access to technologies such as circulating water systems (RAS) and IoT, and strengthen the position of structured institutions.
Analisis Morfometrik Siput Lola (Rochia nilotica L.) di Pulau Enggano, Bengkulu dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Risnita Tri Utami; Muhhamad Nasir; Ichtineza Halida Hardono; Dedi Pardiansyah; Teddy Triandiza; Asro Nurhabib
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.47139

Abstract

Lola snails (Rochia nilotica L.) are economical marine biota that can be found in tropical coral reef areas spread across the Indo-Pacific region including Indonesia. However, over the past few decades it has been overexploited. Therefore, the purpose of this study was to determine the growth patterns and condition factors of lola snails in Bengkulu and West Nusa Tenggara waters. Data were collected in July-August 2024 in Enggano Island, Bengkulu and Pasaran Island and Kaung Island, West Nusa Tenggara using purpossive sampling method. The total number of lola snails obtained was 103 individuals with a diameter of 63.85-113.9 mm; height 67.7-113.22 mm' and weight 102-496 g. The length-weight relationship in Enggano Island, Bengkulu with a value of W = 0.000147L3.1947, Pasaran Island, NTB is W = 0.10649L 2.2378, and Kaung Island (NTB) with a value of W = 0.002221L2.6166.  The results of this study indicate that the growth pattern of lola snails on Enggano Island is a positive allometric model which means that weight growth is faster than height growth. While the growth pattern of lola snails on Pasaran Island and Kaung Island is a negative allometric model which means that height growth is faster than weight growth. The condition factor is 1.0048-1.0130, indicating that the Bengkulu and West Nusa Tenggara regions are still a suitable environment for the growth of lola snail.
PENGUATAN KAPASITAS UMKM MELALUI REDESAIN KEMASAN DAN UJI GIZI PRODUK KERUPUK TULANG IKAN LELE DI POKLAKSAR UMMI MANDIRI, KABUPATEN BANYUMAS Permatasari , Mahardhika Nur; Harvinda, Yohanes; Setyaningsih, Lilik; Hanifa, Irfan; Anjaini, Jefri; Kusuma, Baruna; Nurhabib, Asro; Murti Sujadi, Frentina
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3622

Abstract

UMKM olahan ikan di Desa Panembangan menghadapi hambatan kemasan dan pelabelan yang membatasi akses ke ritel modern serta pemasaran digital. Poklaksar Ummi Mandiri mengolah hasil samping lele menjadi kerupuk tulang ikan, namun kemasan lama (plastik bening, informasi terbatas) menurunkan daya saing. Kegiatan pengabdian dirancang untuk memperbaiki mutu kemasan, menyusun panel gizi berbasis uji laboratorium, dan memperkuat pemasaran. Intervensi diharapkan meningkatkan persepsi kualitas, keterbacaan informasi, dan penerimaan pasar. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas desain dan fungsi kemasan agar sesuai standar pasar serta menyediakan label gizi akurat sebagai dasar transparansi dan penetrasi ritel. Metode meliputi peninjauan kebutuhan, lokakarya desain kemasan, uji gizi proksimat, penyusunan panel gizi per 100 g, pelatihan barcode/GTIN dan promosi digital, serta monitoring & evaluation melalui survei pra–pasca dan uji pasar A/B shelf test sederhana. Hasil perbaikan kemasan menjadi standing pouch paper metalize menunjukkan kenaikan skor pada enam aspek kemasan (visual, warna, tipografi, labeling, keunikan, fungsionalitas), tersusunnya panel gizi dan kemasan baru, serta peningkatan kesiapan ritel. Uji harga merekomendasikan penyesuaian dari Rp11.800/100 g menjadi Rp14.000–Rp15.000/100 g, sejalan dengan nilai tambah kemasan dan informasi gizi. Disimpulkan bahwa perbaikan kemasan, label gizi, dan strategi pemasaran berhasil menjawab tujuan program dan memperkuat daya saing produk. Model pelatihan–pendampingan kegiatan ini dapat direplikasi sebagai percontohan bagi Poklaksar lain.