Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PROTOKOL KESEHATAN MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Elfira Sri Futriani; Mariyani; Bunga Romadhona
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.537 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v4i1.549

Abstract

Pendahuluan: Wabah Corona virus (COVID -19) saat ini sudah menyebar pada seluruh dunia dan tidak terkecuali di Indonesia. Kondisi seperti ini tidak pernah sebelumnya terjadi sehingga belum ada vaksin dan obatnya. Oleh karena itu salah satu cara untuk menghadapinya agar pandemi tersebut tidak cepat meluas yaitu menerapakan protokol kesehatan yaitu memakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. Akan tetapi belum semua masyarakat terbiasa dengan protokol kesehatan, sehingga menjadi penting untuk disosialisasikan agar semua masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan. Metode: Membuat dan mendesain poster-poster protokol kesehatan menghadapi pandemi Covid-19, melatih dan membagikan masker untuk dipakai kegiatan sehari-hari dan melatih pemanfaatan lahan pekarangan untuk penyediaan pangan keluarga. Hasil: Masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menghadapi pandemi Covid-19 meningkat, masyarakat dapat membuat masker dan mulai memanfaatkan pekarangan untuk menyediakan pangan keluarga. Kesimpulan: Pengaruh dari virus Covid-19 berdampak hampir di semua sektor kehidupan seperti bidang ekonomi, tempat hiburan, pariwisata, tempat hiburan, dan pusat perbelanjaan mengalami penurunan secara pesat. Karena itu pemerintah menghimbau agar setiap masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan taat dan patuh. Dalam mencegah virus Covid-19 bukan hanya tugas pemerintah saja tetapi setiap anggota masyarakat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MP-ASI DINI PADA BAYI DI POSYANDU JAYA KUSUMA KELURAHAN CAKUNG TIMUR JAKARTA TIMUR Lili Falikhatun; Mariyani; Masluroh
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.604 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v1i2.560

Abstract

Pendahuluan: Angka Kematian Bayi adalah jumlah kematian bayi dalam usia 28 hari pertama kehidupan per 1000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi menurut WHO tahun 2015 di Indonesia 27 per 1000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi di Indonesia masih tinggi dari negara ASEAN lainnya, jika dibandingkan dengan target MDGs. Penyebab kematian pada bayi di Indonesia yang disebabkan oleh pneumonia dan diare, Salah satu penyebab dari diare adalah pemberian MP-ASI dini..Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Posyandu Jaya Kusuma di dapatkan, bayi yang mendapatkan MP-ASI dini dari 20 angket yang di sebarkan didapatkan hasil 75% memberikan MP-ASI dini sejak usia< 6 bulan. Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan edukasi peningkatan pengetahuan tentang MP-ASI. Hasil: Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang MP-ASI Kesimpulan: Implikasi dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu dilakukanya penyuluhan pentingnya MP-ASI
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BIJAK MENYIKAPI COVID 19 DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS CORONA PADA SISWA SMA JATIASIH Feva Tridiyawati; Mariyani; Resi Galaupa; Septiana Lia; Mia Nurlatipah
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.15 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v3i1.572

Abstract

Pendahuluan: Tingginya mobilitas penduduk antar daerah merupakan salah satu mata rantai penularan yang sulit diputus. Sampai saat ini vaksin untuk mencegah dan obat khusus untuk mengobati virus corona belum ditemukan. Maka satu-satunya cara paling efektif adalah dengan upaya pencegahan yaitu dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Metode: Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan yang berisi tentang definisi Covid 19, gejala pasien terkena covid, cara tepat mencuci tangan, etika batuk yang tepat dan cara penggunaan masker yang tepat. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan ada perubahan secara signifikan tingkat pengetahuan tentang konsep covid 19 dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulan:. Pemberian pendidikan kesehatan tentang bijak menyikapi covid 19 dalam upaya pencegahan virus corona kepada siswa SMA Jatiasih telah memberikan peningkatan pengatahuan terhadap pencegahan penyebaran covid 19.
PEMBERDAYAAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PENCEGAHAN COVID-19 DI MASYARAKAT JATIBENING Rahayu Khairiya; Tuty Yanuarti; Mariyani; Mery Andriani; Varas Devita
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.641 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v3i1.574

Abstract

Pendahuluan: Wabah Covid 19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, penyebarannya sangat cepat hingga ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Penularan yang sangat mudah dan penyebaran yang cepat maka Covid 19 harus diputus mata rantai penularannya. Salah satu program dalam memutus penularan Covid 19 yaitu dengan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak sosial serta sebaik mungkin untuk menetap di rumah jika tidak ada keperluan yang penting atau di sebut dengan Work From Home (WFH). Dalam WFH Keluarga memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penyakit Covid 19 yaitu dengan memberikan dukungan keluarga berupa dukungan infomasional, dukungan instrumental, dukungan emosional dan dukungan penghargaan. Metode: Metode dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan deskriptif observasional dengan sampel 30 keluarga binaan di masyarakat jatibening. Hasil: Dari hasil evaluasi pre dan post tersebut didapatkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari nilai pre test ratarata 65 menjadi nilai post test rata-rata 85 Kesimpulan: Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dalam pemberdayaan dukungan keluarga unuk mencegah penyakit Covid 19 berhasil dilakukan dengan antusiasme audiens dalam mendiskusikan materi melalui sistem daring.
PENGUATAN INTERVENSI DALAM CAREGIVER SUPPORT PADA KELOMPOK LANJUT USIA DI PANTI WERDHA KOTA BEKASI Feva Tridiyawati; Lia Idealistiana; Mariyani; Nurfadilah; Melisa Fitria
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.356 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskeb.v5i1.667

Abstract

Pendahuluan: Meningkatnya populasi lanjut usia di Indonesia dapat membuat berbagai masalah kesehatan yang perlu menjadi perhatian oleh perawat maupun caregiver. Permasalahan ini memiliki multipatologi yang akan diatasi sebagai pemenuhan kebutuhan hidup dasarnya. Permasalahan dialami lansia seperti menurunnya daya cadangan biologis, berubahnya gejala dan tanda penyakit dan gangguan nutrisi. Pola penyakit yang bergeser kearah penyakit-penyakit degeneratif seperti gangguan sendi, hipertensi, stroke dan diabetes. Kebutuhan Caregiver dalam merawat lansia perlu diberikan dukungan agar dapat mampu dengan baik memberikan bantuan dan penanganan kepada lansia yang membutuhkan. Pemenuhan bantuan kebutuhan hidup dasar ini membutuhkan ketrampilan yang baik oleh seorang Caregiver. Pelaksanaannya sesuai dengan prosedur yang benar dan diharapkan tidak berdampak menjadi bahaya maupun efek yang akan menimbulkan masalah lain yang terjadi pada lansia.Metode: Metode Pre dan Post test one grup sederhana menggunakan ceklist dan observasi lapanganHasil: Hasil survey kebutuhan dasar lansia yang dibutuhkan adalah kebutuhan perawatan diri 32%, kebutuhan istirahat tidur 43% dan kebutuhan nutrisi 25%. Hasil post tes pengetahuan petugas dalam pendidikan kesehatan; baik 80% dan cukup 20%. Penilaian efektifitas ketrampilan yakni; sangat mudah dilakukan sebanyak 80% dan mudah dilakukan 20%.Kesimpulan: Dari uraian hasil pengabdian kepada Masyarakat diatas, kemudian dapat disimpulkan bahwa terdapat kebutuhan perawatan diri, nutrisi, kebutuhan tidur dan istirahat.
PERTUMBUHAN OPTIMAL DENGAN PIJAT DAN SPA BAYI Feva Tridiyawati; Mariyani; Maryati
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.777 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskeb.v5i2.794

Abstract

Pendahuluan: Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi merupakan masalah serius bagi negara maju maupun negara berkembang. Terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat ataupun mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan pada bayi, sehingga bayi tidak dapat mencapai potensi genetik yang seharusnya, oleh karenanya baby spa menjadi alternatif stimulasi tumbuh kembang bayi. Baby spa dapat diartikan perawatan untuk bayi dengan menggunakan air.Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode dengan observasi lapangan dan melakukan terapi pemijatan dan baby spa yang berjumlah 20 bayi terdiri dari 10 bayi kelompok baby spa (spa bayi) dan 10 bayi kelompok baby massage (pijat bayi). Pengukuran pertumbuhan berdasarkan berat badan dan panjang badan.Hasil: Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa beda ratarata berat badan setelah baby massage didapatkan hasil 9.020 gram dan setelah baby spa didapatkan 10.580 gram, sedangkan beda rata-rata panjang badan setelah baby massage didapatkan hasil 74.90 cm.Kesimpulan: Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatan pengetahuan pada ibu tentang pentingnya Baby Spa untuk meningkatkan pertumbuhan (berat badan dan panjang badan) bayi sehingga ibu dapat mempraktikkan pijat atau pun spa bayi pada anaknya.
PENGARUH BUAH PEPAYA TERHADAP NAFSU MAKAN ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JIPUT Noviyanti Hayattul Fahad; Mariyani Mariyani
Health Sciences Journal Vol 7, No 1 (2023): Health Science Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v7i1.1857

Abstract

Latar Belakang: Masalah nafsu makan pada anak usia 2-5 tahun sering terjadi dan jika dibiarkan akan berdampak serius pada status gizinya, sehingga diperlukan cara untuk mengatasinya salah satunya dengan mengkonsumsi buah pepaya. Data Puskesmas Jiput persentase status gizi kurang dan buruk pada balita mengalami fluktuatif yaitu tahun 2019 gizi kurang (26,19%) dan gizi buruk (3,17%), tahun 2020 gizi kurang (25,83%) dan gizi buruk (2,89%), tahun 2021 gizi kurang (26,74%) dan gizi buruk (3,26%). Tujuan Penulisaan: Diketahuinya pengaruh pemberian buah pepaya (carica papaya L.) terhadap nafsu makan anak usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Jiput Kabupaten Pandeglang tahun 2022. Metode Penelitian: Metode penelitian quasi eksperiment dengan desain one group pre-posttest. Sampel penelitian adalah balita usia 2-5 tahun yang berat badannya turun selama satu bulan terakhir sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil Penelitian: Nilai rata-rata nafsu makan anak sebelum mengkonsumsi buah pepaya 3,72 dengan rata-rata berat badan anak 14,26 kg dan sesudah mengkonsumsi buah pepaya meningkat 6,47 diikuti peningkatan rata-rata berat badan anak 14,46 kg. Ada pengaruh pemberian buah pepaya (Carica papaya L.) terhadap nafsu makan anak usia 2-5 tahun (p value = 0,000). Kesimpulan: Nafsu makan anak usia 2-5 tahun meningkat setelah mengkonsumsi buah pepaya secara rutin. Diharapkan agar ibu dapat melatih makan pada anaknya dan sanggup mengantisipasi sewaktu anak susah makan serta dapat menyediakan buah pepaya sebagai variasi menu harian untuk lebih meningkatkan nafsu makan anak.Kata kunci : nafsu makan anak, buah pepaya , Gizi
PEMBERDAYAAN IBU BALITA DALAM KELAS IBU BALITA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA Mariyani; Feva Tridiyawati; Maryati
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskeb.v6i1.897

Abstract

Pendahuluan: Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh kembangnya. Proses pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan faktor. Balita merupakan salah satu populasi yang paling berisiko terhadap berbagai kesehatan masalah. Ibu adalah orang yang paling dekat dengan anakyang memberikan pengasuhan. Ibu harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak. Kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak sangat ditentukan oleh pengasuhan keluarga khususnya orang tua. Ibu sangat berperan dalam stimulasi dan deteksi dini perkembangan penyimpangan. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan dengan memberikan pengetahuan kepada ibu balita tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Hasil: Hasilnya setelah ibu yang paling berdaya ibu (73,3) memiliki pengetahuan baik dan sebagian besar ibu (80%) memiliki keterampilan monitor yang baik pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kesimpulan: Pemberdayaan ibu di kelas Ibu dapat meningkat dari pengetahuan dan keterampilan kemampuan memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PIJAT ENDHORPHIN DAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF DALAM UPAYA MENGATASI DISMINORE PADA REMAJA Feva Tridiyawati; Mariyani Mariyani; Lilik Susilowati
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v6i1.887

Abstract

Pendahuluan: Remaja merupakan individu yang memasuki masa periode transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan pada pertumbuhan dan perkembangan fisik, emosi, kognitif dan social. Disminore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang sering dialami remaja. Metode: Pelaksanaan program pengabdian ini dengan menggunakan metode pendekatan awal dengan pengkajian, ceramah mengenai materi konsep mentruasi dan disminore serta latihan dengan pijat endhorpin dan relaksasi otot progresif Hasil: Evaluasi program dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dihadiri 96 remaja putri, adanya peningkatan pengetahuan remaja putri terkait penanganan non farmakologis pada idsminore saat menstruasi melalui pijat dan relaksasi. Kesimpulan: Program penyuluhan dan pelatihan dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun meskipun belum semua peserta penyuluhan menguasai dengan baik materi yang disampaikan
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Bidan Tentang Memanfaatkan Manajemen Terpadu Balita Sakit Di STIKes Abdi Nusantara Jakarta Tahun 2023 Syifa Aulia; Mariyani Mariyani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2900

Abstract

Pendahuluan: Manajemen Terpadu Balita Sakit merupakan suatu bentuk pengelolaan balita yang mengalami sakit, yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan anak serta kualitas pelayanan kesehatan anak. Manajemen Terpadu Balita Sakit umur 2 bulan-5 tahun adalah pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit pada umur 2 bulan-5 tahun. Bentuk manajemen ini dilaksanakan secara terpadu. Dikatakan terpadu karena bentuk. pengelolaannya dilaksanakan secara bersama dan penangganan kasus tidak terpisah-pisah yang meliputi manajemen anak sakit, pemberian nutrisi, pemberian imunisasi, pencegahan penyakit, serta promosi tumbuh kembang .Pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit adalah sesuai dengan pedoman yang ada dari program – program terkait. Seperti pedoman penanganan diare, Ispa, malaria, pemberian imunisasi, vitamin A dan sebagainya. Melalui MTBs petugas puskesmas mengetahui cara menyatukan berbagai pedoman yang terpisah untuk masing – masing penyakit dalam bentuk proses yang lebih komprehensif dan efisien dalam penanganan anak sakit. Setiap tahun 12 juta anak di dunia meninggal dunia sebelum mencapai usia 5 tahun, dari seluruh kematian tersebut 70% meninggal karena pneumonia, diare, malaria dan malnutrisi dan sering kali merupakan kombinasi dari penyakit/keadaan tersebut diatas. Kendala seperti tersebut di atas banyak terjadi di negara – negara berkembang. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi bidan tentang memanfaatkan manajemen terpadu balita sakit di STIKes Abdi Nusantara Jakarta Tahun 2023. Metode: penelitian yang dilakukan dengan Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara/ pengisian kuesioner dengan berpedoman pada kuesioner pada responden. Sebelumnya kita memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dari penelitian ini. Pengumpulan data fasilitas dilakukan dengan observasi dan bertanya kepada petugas MTBS. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri. Hasil : Hasil analisisdistribusi frekuensi berdasarkan usia dari 21 responden, didapatkan data mayoritas responden berusia 22 tahun sebanyak  11 (52,4%) , 20 tahun 7 (33,3%), dan 23 tahun 2 (14,3%). Hasil Penelitian: berdasarkan hasil menunjukkan bahwa SOP Baik dengan Mtbs yang rendah sebesar 23 orang dan SOP baik dengan mtbs yang tinggi sebesar 44 orang, SOP buruk tengan mtbs yang rendah sebnayak 27 orang dan SOP buruk dengan mtbs yang tinggi sebanyak 6 orang. Dengan nilai Asymp.sig 0,000 0,05 maka dapat di simpulkan secara signifikan terdapat pengaruh SOP Bidan pada memanfaatkan MTBS di stikes abdi nusantara.