Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Pemanfataan Buku Kia Terhadap Perkembangan Anak Diposyandu Jati Bening Tahun 2023 Rita Oktavia; Mariyani Mariyani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3235

Abstract

Pendahuluan: Rendahnya pemanfaatan buku KIA masih terkendala oleh rendahnya pengetahuan dan sikap ibu tentang manfaat dari buku KIA dan sebagian ibu juga menganggap hal-hal yang berhubungan dengan buku KIA hanya sekedar buku catatan pemeriksaan. Buku KIA ialah perlengkapan guna mengetahui dengan cepat terdapatnya masalah hingga komplikasi kesehatan pada ibu serta anak, bahan bacaan serta penyuluhan mengenai informasi yang berguna bagi publik mengenai pelayanan kesehatan ibu serta anak, di dalamnya juga tercantum standar pelayanan KIA, gizi, imunisasi serta tumbuh kembang bayi pemanfaatan buku KIA ini seperti kurangnya sosialisasi yang dilakukan, kurangnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap pemanfaatan buku KIA oleh bidan, dan kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Sedangkan penggunaan buku KIA ini sangat penting dalam upaya penurunan angka kematian ibu.Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif menggunakan study analitik deskriptif dengan Cross Sectional. Dimana untuk mengetahui korelasi antara faktor resiko dengan efek,observasi ataupun dengan pengumpulan data sekunder didapatkan dari puskesmas Jati bening pada waktu tertentu. Seluruh variabel yang terdiri dari variabel independen dan dependen diukur secara bersamaan dengan metode wawancara langsung menggunakan kuisioner untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan uji paired t test didapatkan nilai p Value sebesar 0,000. Dikarenakan hasil p Value 0,05, maka disimpulkan adanya hubungan usia, pendidikan, pekerjaan, usia anak, edukasi, pengetahuan dan pemanfaatan buku KIA/KMS dengan penggunaan buku KIA oleh ibu.Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah bahan kepustakaan dan dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap sehingga memudahkan mahasiswa dalam memberikan penjelasan kesehatan kepada masyarakat luas tentang pemanfataan buku KIA oleh orangtua.
Efektivitas Finger Painting Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah Di Tk Al-Jihadiah Bekasi Tahun 2023 Serli Mulyani; Mariyani Mariyani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3242

Abstract

Anak prasekolah adalah anak yang berusia 3-6 tahun, pada priode ini pertumbuhan fisik melabat dan pertumbuhan psikososial serta kognitif mengalami peningkatan serta biasanya sudah mulai mengikuti program prasekolah, Finger painting diartikan dengan menggambar dengan jari, dipopulerkan oleh Anies Listyowati dan Sugiyanto. tanpa bantuan yang dilakukan dengan tangan. Menerapkan kombinasi warna dengan ujung jari Anda ke area foto adalah jenis eksperimen yang dicoba. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-group pra-post test design yaitu jenis penelitian yang mengungkap hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek yang sampelnya diobservasi terlebih dahulu sebelum diberi perlakuan kemudian setelah diberikan perlakuan sampel teserbut diobservasi kembali untuk mengetahui perbandingan pada masing-masing kelompok intervensi, seluruh populasi dan sampel adalah jumlah seluruh anak yang berusia 4-6 tahun adalah 8 orang. Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok dimana 40 orang siswa sebagai kelompok intervensi dan 40 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menujuan bahwa ada nya perbedaan efektifitas antara tidak di berikan dan di berikan nya finger painting pada anak pra sekolah untuk meningkat kan nya motoric halus, dimana hasil dari uji Wilcoxon menunjukan bahwa Z sebesar 3,530 dan P value sebesar 0,000 <0,05. Maka dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan efektivitas finger painting untuk meningkatkan motorik halus anak prasekolah baik yang dilakukan dan tidak dilakukan finger painting.
The Effect of Feeding Time in Toddlers on Stunting in Indonesia: Systematic Review Verawati Agustien; Mariyani Mariyani
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 4 No 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v4i2.2009

Abstract

Stunting is a disorder of growth and development experienced by children as a long-term manifestation of malnutrition and recurrent infections. Previous research has shown that one of the problems in infant feeding is the cessation of breastfeeding and insufficient breastfeeding. The purpose of this study was to conduct a systematic study on the effects of premature breastfeeding on the incidence of stunting in Indonesia. This study was conducted by systematic review. Research data is sought from several indexing including: PubMed, Science Direct, Web of Science, Springer Link and Cochrane Database. By using the search keywords "complementary feeding AND Stunting", "supplementary feeding AND stunting", "complementary feeding AND children aged 6-24 months AND Stunting", "feeding time AND stunting AND children under 5 years". The results of the study to be selected are in the period 2018-2023. The review reported that 9 out of 10 articles had cited a significant association of premature breastfeeding MP with an increase in stunting incidence with the resulting odds ratio ranging from 1.6 to 8 times.
Pengaruh Edukasi MP-ASI Menggunakan Media Booklet terhadap Peningkatan Pengetahuan MP-ASI Pada Ibu Bayi Usia 0-6 Bulan Ratna Santi; Mariyani Mariyani
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.17250

Abstract

Permasalahan dilapangan ditemukan banyak ibu bayi yang belum mengetahui pemberian MP-ASI pada ibu bayi usia 0-6 bulan. Hal ini disebabkan situasi pasca pandemic Covid-19 salah satunya, sehingga kegiatan promosi kesehatan yang seharusnya melakukan penyuluhan secara tatap muka itu terbatas dan kegiatan edukasi secara umum juga terhambat. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pegetahuan MP-ASI pada ibu balita gizi buruk yaitu edukasi dengan media, misalnya menggunakan booklet dan leaflet. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra  eksperimental  dengan pendekatan one group pretest - post test design yaitu rancangan penelitian yang tidak menggunakan kelompok pembanding (kontrol), akan tetapi dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan - perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (perlakuan) , dengan menggunakan 61 responden. Hasil penelitian ini bahwa Pengaruh edukasi MP – ASI menggunakan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan MP – ASI pada Ibu bayi 0 – 6 dengan analisis uji Wilcoxon yaitu didapatkan nilai signifikansi 0.000 (p<0,05), dapat disimpulkan terdapat perbedaan secara signifikan peningkatan pengetahuan MP – ASI sebelum dan sesudah membaca booklet.
Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Pencegahan Stunting 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) Tiara Hanisa Yuliam; Mariyani Mariyani
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 November 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v4i2.684

Abstract

Edukasi penyuluhan tentang 1000 HPK dengan media video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap pada remaja dalam pencegahan stunting, yang mana rancangan penelitian menggunakan Quasi Experimental Two Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian adalah semua siswa SMA Nurul Falah Jakarta dengan jumlah 50 orang. Bahan penelitian menggunakan video edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Pencegahan Stunting sedangkan instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil data yang menggunakan uji statistic dengan analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji T-dependent diperoleh nilai p= 0,00. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan sikap, dimana ada peningkatan dari kategori nilai pengetahuan baik sebelum pemberian intervensi yaitu 30% setelah pemberian intervensi menjadi 80% dan untuk kategori nilai sikap baik dari 26% menjadi 90%. Hal ini sesuai dengan penarikan kesimpulan uji statistik dengan syarat p<0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian media video edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan terhadap pengetahuan dan sikap remaja.
PERBANDINGAN PENGOBATAN MILIARIA SECARA KIMIAWI DENGAN BEDAK SALICYL DAN NON-KIMIAWI DENGAN VCO SR-12 PADA BAYI 0-12 BULAN (STUDI KASUS di UPT PUSKESMAS CIOMAS) LINDA PRAMITA; MARIYANI MARIYANI
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12178

Abstract

Penanganan miliaria pada bayi dengan pemberian bedak yang mengandung asam salisilat harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini dikarenakan bedak yang mengandung asam salisilat yang tidak boleh diberikan pada area yang luas dalam jangka panjang. Virgin Coconut Oil (VCO) mempunyai kandungan anti mikroba dan antibakteri, tidak menimbulkan alergi, bisa disimpan dan gunakan dalam waktu jangka panjang, dan lebih ekonomis dikarenakan bisa dibuat sendiri. Asam laurat dan asam kaprat yang terkandung di dalam VCO mampu membunuh virus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Analisis efektivitas pemberian VCO SR 12 dan Salicyl terhadap pengobatan miliaria pada bayi usia 0-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ciomas tahun 2022. Penelitian ini menggunakan  metode Nonequivalent Control Group Desain, yaitu pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Adapun Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai P value 0,000 < P 0,05 artinya ada pengaruh antar  kelompok VCO dan Salicyl . Nilai mean tiap kelompok yaitu pada kelompok VCO reratanya 0,059 dan Salicyl reratanya 0,057  lebih besar dibandingkan rerata VCO dan Salicyl yaitu 0,040 sehingga kelompok VCO dan Salicyl lebih berpengaruh dalam pemudaran Miliaria.
Skrining Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklamsi pada Ibu Hamil di Puskesmas Pakuhaji Kabupaten Tangerang Arstykhania, Risyana; Mariyani, Mariyani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17177

Abstract

ABSTRAK Sepuluh juta wanita mengalami preeklamsia setiap tahun di seluruh dunia. Adapun di Puskesmas Pakuhaji Kabupaten Tangerang pada tahun 2023 ditemukan 31 ibu hamil mengalami preeklamsi. Beberapa faktor diantaranya status gravida, stres dan aktivitas fisik. Untuk mengetahui skrining faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsi pada ibu hamil di Puskesmas Pakuhaji Kabupaten Tangerang tahun 2024. Analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu calon pengantin sebanyak 88 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data merupakan data primer dianalisis menggunakan uji chi  square. Analisis univariat diketahui sebagian besar besar ibu hamil mengalami kejadian preeklamsi 63,6%, dengan status multigravida 52,3%, mengalami stres 53,4% dan melakukan aktivitas fisik ringan 56,8%. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara status gravida (p value = 0,003), stres (p value = 0,001) dan aktivitas fisik (p value = 0,003) dengan kejadian preeklamsi pada ibu hamil. Ada hubungan antara status gravida, stres dan aktivitas fisik dengan kejadian preeklamsi pada ibu hamil. Bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil khususnya dengan status primigravida dan grandemultigravida, memiliki riwayat hipertensi dan riwayat diabetes melitus untuk menjaga pola makan, melakukan istirahat dan tidur yang cukup dan rutin melakukan pemeriksaan sebagai upaya mencegah terjadinya komplikasi kehamilan satunya preeklamsi berat. Kata Kunci: Status Gravida, Stres, Aktivitas Fisik, Preeklamsi, Ibu Hamil  ABSTRACT Ten million women experience preeclampsia every year worldwide. Meanwhile, in Pakuhaji Community Health Center, Tangerang Regency, in 2023, 31 pregnant women were found to be experiencing preeclampsia. Several factors include gravida status, stress and physical activity. To determine screening factors associated with the incidence of preeclampsia in pregnant women at the Pakuhaji Community Health Center, Tangerang Regency in 2024. Quantitative analysis with cross sectional design. The research sample was 88 mothers of prospective brides and grooms using purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire. The data is primary data analyzed using the chi square test. Univariate analysis revealed that the majority of pregnant women experienced preeclampsia 63.6%, with multigravida status 52.3%, experiencing stress 53.4% and doing light physical activity 56.8%. The results of bivariate analysis showed a relationship between gravida status (p value = 0.003), stress (p value = 0.001) and physical activity (p value = 0.003) with the incidence of preeclampsia in pregnant women. There is a relationship between gravida status, stress and physical activity and the incidence of preeclampsia in pregnant women. Midwives are expected to be able to provide counseling to pregnant women, especially those with primigravida and grandemultigravida status, who have a history of hypertension and a history of diabetes mellitus, to maintain their diet, get adequate rest and sleep and carry out regular check-ups in an effort to prevent pregnancy complications, one of which is severe preeclampsia. Keywords: Gravida Status, Stress, Physical Activity, Preeclampsia, Pregnant Women
Relationship of Age with the Event of Chronic Energy Lack For Pregnant Mothers Ike Trinadewi Wahyuni; Mariyani Mariyani
International Journal Of Health Science Vol. 2 No. 3 (2022): November: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v2i3.516

Abstract

Background : According to WHO, every day in 2019 around 810 women died, by the end of the year 295,000 people from 94% of them were in developing countries. The direct cause of maternal death by 90% are complications that occur during delivery and after delivery. Chronic Energy Deficiency is a condition caused by an imbalance in nutritional intake between energy and protein, so that the nutrients needed by the body are not fulfilled. Based on the results of the Nutrition Status Monitoring in 2017, it was found that the percentage of pregnant women with chronic energy deficiency in Indonesia was 14.8%. The prevalence of CED in pregnant women in Indonesia based on Riskesdas data in 2018 is 17.3% and based on the Indonesian Health profile that the incidence of CED in pregnant women in 2019 is 17.9% Objective : Knowing the relationship between age and the incidence of chronic energy deficiency (KEK) in pregnant women Methods : Analytical with cross sectional approach. The sample in this study were all maternity mothers registered in the register from March 2021 to May 2022 as many as 224 people (total sampling). Results : The distribution of the frequency of CED incidence in pregnant women is 366.6%. Age of pregnant women mostly aged 20-35 years 69.2%, LBW 3.6% and 3.1% bleeding. There is a significant relationship between age and the incidence of CED in pregnant women with a p value of 0.000. Conclusions and Suggestions: There is a significant relationship between age and the incidence of CED in pregnant women. It is expected that health workers, especially midwives, provide counseling to pregnant women about nutritional needs during pregnancy.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemongrass Dalam Mengurangi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Cimarga Tahun 2024 Rini Rini; Mariyani Mariyani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43006

Abstract

Emesis gravidarum can occur in the morning so it can disrupt the activities of pregnant women. The main cause is decreased progesterone levels and high fluctuations in hCG levels. One non-pharmacological way that can reduce nausea and vomiting is by administering lemongrass aromatherapy.to determine the effect of providing lemongrass aromatherapy in reducing nausea and vomiting in first trimester pregnant women in the Cimarga Community Health Center Work Area in 2024.pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The research sample was 30 respondents from first trimester pregnant women experiencing emesis gravidarum using a purposive sampling technique. The research instrument used the PUQE-24 questionnaire observation sheet. The data is primary data analyzed using the paired sample t-test.univariate analysis of nausea and vomiting in first trimester pregnant women before administering lemongrass aromatherapy with an average of 9.63 (moderate), afterward with an average of 5 (mild), an average difference of 4.63 was obtained. The results of the bivariate analysis showed the effect of giving lemongrass aromatherapy in reducing nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester with a p value = 0.000.There is an effect of giving lemongrass aromatherapy in reducing nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester. Health workers are expected to be able to apply lemongrass aromatherapy in treating nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester so that apart from being cheap, there are no side effects so that it is safe for mothers to give.