Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Menyongsong Generasi Milenial Bermoral: Dinamika Nasihat Perbaikan Moral Gurindam Dua Belas Pasal Keempat Mahakarya Sastra Melayu: Kajian Semantis Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Tia Maharani; Shiwi Sulistyani; Regita Amelia; Yulisin Nazra; Nurul Aisyah Syahkila; Rosmawaty Harahap
HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol 1, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i2.2770

Abstract

Jurnal ini meneliti dinamika nasihat perbaikan moral dalam Gurindam Dua Belas Pasal Keempat, sebuah maha karya sastra Melayu. Kajian ini berfokus pada bagaimana nasihat-nasihat tersebut disampaikan dan bagaimana relevansinya bagi generasi milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik untuk menganalisis makna dan konteks nasihat- nasihat tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa nasihat-nasihat dalam Gurindam Dua Belas Pasal Keempat masih relevan dengan nilai-nilai moral yang dibutuhkan generasi milenial. Nasihat-nasihat tersebut menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, kesabaran, dan tanggung jawab. Namun, dinamika zaman telah melahirkan tantangan-tantangan baru bagi generasi milenial dalam menerapkan nilai-nilai moral tersebut. Jurnal ini menawarkan beberapa saran untuk membantu generasi milenial dalam menghadapi tantangan- tantangan tersebut. Salah satu sarannya adalah dengan mengadaptasi nasihat-nasihat dalam Gurindam Dua Belas Pasal Keempat dengan konteks kehidupan modern. Jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika nasihat moral dalam sastra Melayu dan relevansinya bagi generasi milenial. Kajian ini juga menawarkan wawasan baru tentang bagaimana nilai-nilai moral tradisional dapat diadaptasi dengan konteks kehidupan modern.
The Transformation of Traditional Values in Lawomaru Folklore in the Oral Traditions of Nias Ethnic in the Modern Era Regita Amelia; Difa Hartati; Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Shiwi Sulistyani; Yulisin Nazra; Fitriani Lubis
Journal of English Language and Education Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i4.2553

Abstract

The rapid development of globalization and digital technology has significantly altered the way traditional cultural values are transmitted and understood, creating challenges for the sustainability of oral traditions among younger generations. Therefore, research on the transformation of traditional values in folklore is essential to understand how local wisdom can remain relevant in contemporary society. This study aims to analyze the transformation of traditional values contained in the folklore Laowomaru within the oral tradition of the Nias ethnic community in the modern era, identify the factors influencing these transformations, and examine their implications for cultural literacy and value transmission. The research employed a qualitative approach using a literature study method. Data were collected from books, scientific journals, theses, dissertations, and digital documents related to folklore, oral traditions, cultural values, and cultural transformation. The findings reveal that Laowomaru embodies traditional values such as family harmony, simplicity, obedience to rules, moral causality, trust, loyalty, and the consequences of betrayal. In the modern era, these values have undergone transformations in their forms, functions, and modes of application due to globalization, technological advancement, and changing social perspectives. Nevertheless, the core values remain preserved and continue to be adapted to contemporary contexts. This study contributes to cultural studies and literacy research by demonstrating that folklore serves not only as a cultural heritage but also as an educational medium for strengthening cultural literacy, character formation, and the preservation of local wisdom in the digital age.
Analisis Puisi "Tak Sepadan" Karya Chairil Anwar Dengan Pendekatan Struktualisme Shiwi Sulistyani; Yulisin Nazra; Safinatul Hasanah Harahap
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i1.1756

Abstract

Puisi "Tak Sepadan" karya Chairil Anwar merupakan salah satu karyanya yang paling terkenal dan sering menjadi bahan kajian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis puisi tersebut dengan pendekatan strukturalisme yang menitikberatkan pada hubungan antar unsur intrinsik yang membangun makna keseluruhan puisi. Sumber data adalah teks puisi "Tak Sepadan" itu sendiri. Metode analisis yang digunakan adalah studi kepustakaan dan kritik strukturalisme untuk mengungkap hubungan antara diksi, rima, ritma, sintaksis, dan semantik dalam membangun makna. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan kata, konstruksi kalimat, rima, serta penggunaan citraan dan simbolisme secara intrinsik saling tersambung untuk mengekspresikan perlawanan antara kehidupan konvensional dan pencarian makna mendalam. Dengan demikian, pendekatan strukturalisme mampu mengungkap makna dan pesan yang ingin disampaikan Chairil Anwar melalui puisi "Tak Sepadan" secara lebih mendalam.
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Media Quizizz Dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa SMP Pada Teks Cerita Rakyat Hoirina Pulungan; Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Shiwi Sulistyani; Tia Maharani; Nadra Amalia
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4737

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektivitasan model pembelajaran berbasis media Quizizz dalam meningkatkan kognitif siswa SMP pada teks cerita rakyat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif, dengan data primer hasil observasi dari penyebaran angket. Angket dibagikan melalui media AI Quizizz, berisi 10 butir pertanyaan yang terbagi dalam tiga komponen, yaitu materi teks cerita rakyat, media video, dan penggunaan video sebagai media ajar teks ceita rakyat. Berdasarkan teori pembelajaran konstruktivis, penelitian ini menghipotesiskan bahwa sifat interaktif dan menarik dari Quizizz akan mendorong pemahaman yang lebih mendalam tentang cerita rakyat. Temuan penelitian mengungkapkan peningkatan signifikan dalam skor post-test siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa Quizizz adalah alat yang efektif untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam konteks pemahaman cerita rakyat. Temuan ini berkontribusi pada semakin banyaknya penelitian yang mendukung integrasi teknologi dalam pendidikan, khususnya untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar.
Menyongsong Generasi Milenial Bermoral: Dinamika Nasihat Perbaikan Moral Gurindam Dua Belas Pasal Keempat Mahakarya Sastra Melayu: Kajian Semantis Sabrina Pramesuary Dwi Nanda; Tia Maharani; Shiwi Sulistyani; Regita Amelia; Yulisin Nazra; Nurul Aisyah Syahkila; Rosmawaty Harahap
Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v1i2.2770

Abstract

Jurnal ini meneliti dinamika nasihat perbaikan moral dalam Gurindam Dua Belas Pasal Keempat, sebuah maha karya sastra Melayu. Kajian ini berfokus pada bagaimana nasihat-nasihat tersebut disampaikan dan bagaimana relevansinya bagi generasi milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik untuk menganalisis makna dan konteks nasihat- nasihat tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa nasihat-nasihat dalam Gurindam Dua Belas Pasal Keempat masih relevan dengan nilai-nilai moral yang dibutuhkan generasi milenial. Nasihat-nasihat tersebut menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, kesabaran, dan tanggung jawab. Namun, dinamika zaman telah melahirkan tantangan-tantangan baru bagi generasi milenial dalam menerapkan nilai-nilai moral tersebut. Jurnal ini menawarkan beberapa saran untuk membantu generasi milenial dalam menghadapi tantangan- tantangan tersebut. Salah satu sarannya adalah dengan mengadaptasi nasihat-nasihat dalam Gurindam Dua Belas Pasal Keempat dengan konteks kehidupan modern. Jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika nasihat moral dalam sastra Melayu dan relevansinya bagi generasi milenial. Kajian ini juga menawarkan wawasan baru tentang bagaimana nilai-nilai moral tradisional dapat diadaptasi dengan konteks kehidupan modern.
Bahasa dalam Genggaman: Analisis Peran Media Sosial dan Konten Edukatif dalam Pemerolehan Bahasa Anak Tia Maharani; Anggi Nur Febriani; Safira Ayesha Ismaidin; Hoirina Pulungan; Regita Amelia; Shiwi Sulistyani; Nurul Aisyah Syahkila; Hidayat Herman; Rosmawaty Harahap
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7221

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah ekosistem pemerolehan bahasa anak. Media sosial dan konten edukatif kini menjadi sumber input linguistik yang signifikan, selain interaksi keluarga dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran media sosial dan konten digital terhadap pemerolehan bahasa anak, sekaligus menelaah perbedaan kualitas input linguistik dari konten edukatif dan non-edukatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah dua anak usia sekolah dasar, yaitu Raida Maiza yang lebih banyak mengonsumsi konten non-edukatif, serta Rafardhan yang lebih sering terpapar konten edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten non-edukatif berimplikasi pada penguasaan kosakata dangkal, repetitif, dan dominasi bahasa nonbaku, sehingga perkembangan sintaksis formal anak menjadi terhambat. Sebaliknya, konten edukatif yang dipadukan dengan pendampingan orang tua berkontribusi pada pemerolehan kosakata baku, struktur kalimat yang lebih kompleks, serta keterampilan pragmatik yang lebih kaya. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas input linguistik dan intensitas pendampingan orang tua merupakan faktor krusial dalam pemerolehan bahasa anak. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi orang tua, pendidik, dan pengembang konten digital untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana pemerolehan bahasa anak.
Digitalisasi Kotak Saran sebagai Media Aspirasi Warga Sekolah: Implementasi Google Form di TK Sinar Mutiara Anggi Nur Febriani; Tia Maharani; Safira Ayesha Ismaidin; Hoirina Pulungan; Regita Amelia; Shiwi Sulistyani; Elly Prihasti Wuriyani; Nadra Amalia
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7581

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan bahwa TK Sinar Mutiara belum memiliki media khusus untuk menampung aspirasi warga sekolah, sehingga penyampaian saran dari wali murid, guru, maupun pihak sekolah masih dilakukan secara langsung dan belum terdokumentasi dengan baik. Kondisi tersebut membuat proses evaluasi dan perbaikan layanan pendidikan kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendeskripsikan inovasi kotak saran digital berbasis Google Form sebagai media aspirasi yang mudah diakses, efisien, dan mampu mendukung transparansi komunikasi di lingkungan sekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung kepada wali murid, kepala sekolah, dan guru, serta dokumentasi kegiatan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan akan media aspirasi sangat tinggi karena warga sekolah menginginkan saluran komunikasi yang lebih praktis dan aman. Inovasi kotak saran digital dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan wadah penyampaian masukan yang fleksibel, cepat, serta mudah diolah oleh pihak sekolah. Dengan demikian, kotak saran digital berbasis Google Form merupakan solusi efektif dalam meningkatkan partisipasi dan kualitas komunikasi di TK Sinar Mutiara.
Tantangan Analisis Linguistik Forensik dalam Mengungkap Makna Bahasa pada Kasus Hukum Hoirina Pulungan; Regita Amelia; Shiwi Sulistyani; Tia Maharani; Wisman Hadi
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v2i2.9277

Abstract

Bahasa memiliki peran penting dalam proses hukum karena tuturan, dokumen, maupun komunikasi digital dapat menjadi data yang memerlukan penafsiran secara kebahasaan. Dalam konteks tersebut, linguistik forensik berperan dalam mengungkap makna, maksud, dan fungsi bahasa yang berkaitan dengan perkara hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan analisis linguistik forensik dalam mengungkap makna bahasa pada kasus hukum, khususnya dari aspek semantik, pragmatik, dan konteks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumen. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan memperhatikan bentuk bahasa, konteks penggunaan, makna, serta fungsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tantangan utama, yaitu kompleksitas penentuan makna, perbedaan makna leksikal dan kontekstual, ketergantungan makna terhadap konteks, makna tersirat dan praanggapan, pengungkapan maksud melalui pendekatan pragmatik, karakteristik bahasa di media sosial, pembedaan opini, kritik, penghinaan, dan pencemaran nama baik, serta keterbatasan data kebahasaan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penafsiran bahasa dalam perkara hukum tidak dapat hanya didasarkan pada bentuk atau arti kata, tetapi perlu mempertimbangkan konteks, maksud, fungsi tuturan, dan kelengkapan data. Oleh karena itu, analisis linguistik forensik perlu dilakukan secara sistematis dan hati-hati agar interpretasi kebahasaan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks akademik maupun proses hukum.