Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi terhadap Program Rujuk Balik di Rumah Sakit X Palembang Muliana, Hilda; Andriani, Zakiah; Utama Putri, Anggy; Azzahra, Nia
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seorang mengalami peningkatan angka kesakitan dan juga angka kematian. PRB salah satu upaya yang diberikan agar dapat meningkatkan kepatuhan dalam konsumsi suatu obat dan mencapai output terapi yang optimal. Penelitian ini bertujuan agar masyarakat sadar pentingnya patuh minum obat antihipertensi dan selalu cek tekanan darah secara rutin. Penelitian menggunakan metode observasional korelatif dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan metode Non Random Sampling. Peneliti menentukan kriteria inklusi, responden yang dipilih dengan Purporsive Sampling sebanyak 48 sampel. Data diperoleh dari kuesioner tervalidasi dengan desain pertanyaan menggunakan skala likert, untuk mengukur tingkat kepatuhan dan didapatkan (13%) sangat patuh, (29%) Tidak patuh, (40%) patuh, (16%) tidak patuh, (2%) sangat tidak patuh. Penelitian ini melakukan check tekanan darah sebelum dilakukan prb dan sesudah dilakukan PRB dengan Paired Sample T-test  dan didapatkan nilai sig.(2 tailed) 0,000 < 0,001 dan < 0,05 sehingga dapat dikatakan memiliki perbedaan yang bermakna terhadap pasien sebelum dilakukan prb dan sesudah dilakukan prb. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa patuh minum obat Antihipertensi akan membuat tekanan darah turun dan terkontrol
Penyuluhan dan Cek Kesehatan Tekanan Darah, Asam Urat, dan Kolesterol Gratis Sebagai di Desa Benuang Dusun 6 Putri, Anggy Utama; Rosadi, Erik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2779

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, asam urat, dan kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan global yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, termasuk di Desa Benuang, Dusun 6, dimana tingkat pengetahuan masyarakat tentang PTM masih rendah dan akses ke fasilitas kesehatan terbatas, meningkatkan risiko PTM yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mengenali tanda awal PTM melalui penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan kegiatan dilaksanakan pada 16 Februari 2025 dengan durasi 65 menit di Halaman Masjid Desa Benuang Dusun 6. Penyuluhan dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan demonstrasi, diikuti dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah, kadar asam urat, dan kolesterol. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta yang berhasil meningkatkan pemahaman mereka tentang bahaya hipertensi, asam urat, dan kolesterol, serta mengidentifikasi beberapa kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi. Peserta dengan hasil abnormal diberikan penjelasan dan rekomendasi medis untuk penanganan lebih lanjut. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan pemeriksaan rutin, serta dapat dijadikan model untuk kegiatan serupa di desa lain.
Hubungan Pengetahuan Terhadap Perawatan Luka Modern Dressing dengan Tingkat Kesembuhan Luka Diabetikum Rosadi, Erik; Putri, Anggy Utama
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v11i2.811

Abstract

Diabetic ulcer and gangrene cases are the most well-known cases treated in clinics. The death rate due to ulcers and gangrene goes from 17-23%, while the removal rate goes from 15-30%, the permanent demise rate 1 year after removal is 14.8%. The third year saw an increase in this number to 37%. After amputation, the average age of the patients was only 23.8 months. An analytical survey with a cross-sectional design was used in this study to collect the independent and dependent variables simultaneously. Chi-square was used for statistical tests. This study used a sample of 36 people. In this review, in light of the Chi-Square factual test, the P-esteem = 0.016 <0.05 was gotten, the job of the family isn't great in current dressing wound care has the open door to no avail. While the job of the family got a p esteem = 0.029 <0.05, unfortunate information for not recovering. it tends to be reasoned that there is a critical connection among information and the job of the family in present day wound dressing care with the degree of mending of diabetic injuries at the Inner Medication Polyclinic of the Siti Khadijah Islamic Emergency clinic, Palembang.
Uji Aktivitaas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Jamur Candida albicans Putri, Anggy utama; Harisandy, Alvian
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v11i2.810

Abstract

The increasing resistance of microorganisms to antibiotics has become a global problem in the field of health. The main causes of antibiotic resistance include inappropriate use of antibiotics, the use of plants as drugs is an alternative method to reduce the level of resistance to antibiotics. One of the plants that can be used as medicine is the Moringa plant. Moringa plants can be used as antioxidants, antibacterial, antifungal, and anti-inflammatory. This study was conducted to test the antimicrobial activity of ethanol extract of Moringa leaves (Moringa oleifera L.) against Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Candida albicans fungi. This study aims to determine the antimicrobial effect of Moringa leaves (Moringa oelifera L.) against several microbes. The antimicrobial activity test of moringa leaf ethanol extract was carried out using the agar diffusion method, with concentrations of 10%, 20% and 30%. The results showed the average inhibition zone diameter of Escherichia coli bacteria was 9.5 mm, 10.23 mm and 12.36 mm, Staphylococcus aureus was 7.86 mm, 9.53 mm and 10.33 mm, and Candida albicans fungus was 6.43 mm, 7.8 mm, and 8.26 mm. The results of the study of ethanol extract at a concentration of 30% showed the greatest antimicrobial activity on Escherichia coli bacteria with an inhibition zone of 12.36 mm including the strong category.
Analysis of the Rational Use of Antibiotics in Cases of Respiratory Tract Infections at Siti Fatimah Regional General Hospital Anggy Utama Putri; Diah Ayu Setiani; Rahayu Wijayanti
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 5 (2026): IJHESS JANUARY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i5.509

Abstract

Acute Respiratory Tract Infections (ARI) are a leading cause of morbidity and mortality worldwide, with often irrational antibiotic use risking resistance. This study aims to analyze the rationality of antibiotic use in ARI patients at Siti Fatimah Provincial Hospital, Palembang, in 2024. This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional method. Data were obtained retrospectively from the medical records of inpatients who met the inclusion criteria from January to December 2024. Rationality analysis was conducted based on appropriate indication, appropriate drug, appropriate dose, appropriate patient, appropriate duration of administration, and appropriate diagnosis, in accordance with WHO standards and antibiotic therapy guidelines. The results showed that the overall accuracy rate was quite good, with 99% of patients receiving antibiotics according to their diagnosis, 95% receiving the appropriate dose, 100% receiving the appropriate indication, 100% receiving the appropriate type, 100% receiving the appropriate duration, and 100% receiving the appropriate patient.
Analysis of Community Behavior in Purchasing Hard Drugs Without Prescription at Pharmacy X District Kalidoni City of Palembang in 2025 Wahab, Sabda; Putri, Anggy Utama; Akbar, Ahmad Dwi Rendika
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v4i1.102

Abstract

Use drug hard without recipe doctor is problem serious potential​ cause effect side, resistance, up to death. Research This aim For analyze connection knowledge, attitudes, and actions to behavior public in purchase drug hard without recipes in the sub-district area Kalidoni, Palembang City. Research This use design descriptive quantitative and survey analytics, with primary data collection through questionnaire distributed to 63 respondents. Research results show that : Knowledge own connection negative and significant to behavior society (t = 2.268; p = 0.023), meaning the more tall knowledge, the more low trend purchase drug hard without Recipe; Attitude also plays a role negative and significant (t = 2.759; p = 0.006), indicating attitude positive can lower practice purchase without recipe; Community action influential positive and significant (t = 2.874; p = 0.004), meaning the more often action self-medication done, the more tall trend purchase drug hard without recipe. Research This confirm importance education to community and supervision strict from pharmacies and services health For pressing the culprit use drug hard without recipe. Further study recommended For reach more areas wide as well as dig internal factors in the pharmacy that influence sale drug hard without recipe.
Tingkat Pengtahuan Dan Sikap Terhadap Penyakit Kecacingan Di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Islamiyah Putri, Anggy Utama; Dita, Rahma; Pratama, Rifqi; Syahrani, Annisa; Rahmawati, Nur; Putri, Adellia Patricia; Afifah, Seftiana Nur; Naurah, Nasyiah Tri; Rismayanti; Lidia, Siska; Agusti, Qori; Wulansari, Cien; Sepriani, Mutiara; Maharani, Shela; Safitri, Rika Dwi
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.130

Abstract

Infeksi kecacingan adalah kondisi ketika parasit cacing masuk ke tubuh manusia, kemudian tinggal dan berkembang biak sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. PHBS berperan dalam upaya pencegahan penyakit kecacingan, peningkatan derajat kesehatan anak, serta pembentukan kebiassaan hidup sehat sejak dini. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai pengetahuan dan sikap terhadap penyakit kecacingan di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Islamiyah. Pendekaran kuantitatif analitik koresional dengan desain cross sectional digunakan sebagai desain dalam penelitian ini. Jumlah sampel sebanyak 30 responden, instrument yang digunakan berupa kuisioner pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat 1 orang (3,3%) memiliki pengetahuan yang rendah mengenai cacingan, sedang sejumlah 14 orang (46,7%) dan tinggi sejumlah 15 orang (50,0%), sedangkan sikap terhadap penyakit cacingan yang baik yaitu 16 orang (53,3%), cukup sejumlah 8 orang (26,7%) dan kurang sejumlah 6 orang (20%). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar siswa Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Islamiyah memiliki tingkat pengetahuan pada kategori sedang hingga tinggi serta sikap yang baik terhadap penyakit kecacingan, namun masih terdapat sebagian siswa dengan sikap kurang sehingga diperlukan upaya edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Bahayanya Diabetes Melitus Serta Upaya Pencegahan Melalui Edukasi di Puskesmas Burnay Mulya OKU Timur Rosadi, Erik; Putri, Anggy Utama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4002

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik kronis yang sering disebut sebagai pembunuh senyap atau (silent killer). Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa mereka menyandang  penyakit ini, sehingga penanganannya sering terlambat dan dapat menyebabkan berbagai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mengenali tanda awal DM melalui penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dan kegiatan dilaksanakan pada 21 April 2025 dengan durasi 60 menit di puskesmas Burnay Mulya OKU Timur. Penyuluhan dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan demonstrasi, diikuti dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi gula darah, Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta yang berhasil meningkatkan pemahaman mereka tentang bahaya DM dan pencegahannya, serta mengidentifikasi beberapa kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi. Peserta dengan hasil abnormal diberikan penjelasan dan rekomendasi medis untuk penanganan lebih lanjut. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan pemeriksaan rutin, serta dapat dijadikan model untuk kegiatan di tempat lain.
Relationship between knowledge level and medication compliance in hypertension patients at Plaju health center, Palembang city: A cross-sectional study Putri, Anggy Utama; Rosadi, Erik
Indonesian Journal of Health Services Vol. 2 No. 2 (2025): April - June
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/ijhs.v2i2.100

Abstract

Background: Hypertension is a major public health problem that requires long-term treatment and consistent medication adherence to prevent cardiovascular complications. Poor adherence to antihypertensive therapy remains a major challenge in primary health care settings. Objective: This study aimed to analyze the relationship between knowledge level and medication compliance among hypertension patients at Plaju Health Center in Palembang City. Methods: This quantitative study used a cross-sectional design conducted at Plaju Health Center from February to April 2025. The population consisted of 1,659 hypertension patients, and a sample of 94 respondents was determined using the Slovin formula. Respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using the Medication Adherence Rating Scale (MARS) questionnaire and a structured knowledge questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis included univariate analysis to describe respondent characteristics and bivariate analysis using the Chi-square test to examine the relationship between knowledge level and medication adherence. Results: The results showed that most respondents had good knowledge levels (63.8%) and more than half demonstrated medication adherence (58.5%). Statistical analysis showed a significant relationship between knowledge level and medication compliance among hypertension patients (p = 0.001). Respondents with good knowledge levels were more likely to adhere to antihypertensive medication therapy compared with respondents who had poor knowledge. Conclusion: Knowledge level is significantly associated with medication adherence among hypertension patients. Improving patient knowledge through health education programs may enhance treatment compliance and support better hypertension management in primary health care settings.
Evaluasi Interaksi Obat Pasien Hipertensi Dengan Komplikasi Diabetes Melitus Pada Pasien Lansia Di Rsud Lahat Putri, Anggy Utama; Regianti, Devi; Prasetyo, Dani
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3615

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi dengan komplikasi diabetes melitus merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh pasien lanjut usia. Kondisi ini terjadi karena pasien lanjut usia umumnya memiliki beberapa penyakit kronis yang membutuhkan terapi kombinasi, sehingga meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas maupun keamanan terapi. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi bentuk serta mekanisme interaksi obat yang terjadi, serta menilai hubungan antara jenis kelamin, usia, jumlah obat, jenis dan golongan obat antihipertensi, obat antidiabetik, serta kombinasi obat dengan kejadian interaksi obat pada pasien lanjut usia di RSUD Lahat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien rawat inap di RSUD Lahat periode Januari–Desember 2024. Sempel sebanyak 40 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dianalisis mencakup karakteristik pasien (jenis kelamin dan usia), jumlah obat yang digunakan, serta jenis dan golongan obat antihipertensi dan antidiabetes untuk mengidentifikasi potensi interaksi berdasarkan mekanisme farmakodinamik dan farmakokinetik. Tingkat keparahan interaksi serta hubungan antara jumlah, jenis, dan kombinasi obat terhadap kejadian interaksi diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden laki-laki (55%) dan 18 perempuan (45%) dengan kelompok usia terbanyak 60–69 tahun 16 responden (40%), diikuti 70–79 tahun 15 responden (36%) dan 80–90 tahun 9 responden (23%). Sebagian besar menggunakan dua obat 23 responden (58%), diikuti tiga obat 14 responden (35%) dan empat obat 3 responden (8%), dengan Amlodipin 14 responden (35%) serta Candesartan 10 responden (25%) sebagai antihipertensi, dan Metformin 21 responden (52,5%) sebagai antidiabetes utama. Kombinasi Amlodipin–Metformin 9 responden (22,5%) paling sering menimbulkan interaksi, diikuti Candesartan–Insulin Aspart 7 responden (15%) serta Furosemide–Glimepiride 4 responden (10%). 23 responden (58%) mengalami interaksi obat dengan mekanisme farmakodinamik 17 responden (73,9%) dan farmakokinetik 6 responden (26,1%), seluruhnya pada tingkat keparahan sedang (moderate). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah obat (p = 0,003), jenis/golongan obat (p < 0,001), dan kombinasi obat (p < 0,001) terhadap kejadian interaksi, sedangkan usia (p = 0,408) dan jenis kelamin (p = 0,318) tidak memiliki hubungan signifikan. Kesimpulan: Di RSUD Lahat, interaksi obat pada pasien lansia yang menderita hipertensi dan diabetes melitus sangat tinggi, dan ini dipengaruhi oleh jumlah dan kombinasi obat yang diberikan.