Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Megumi Chaksu: Sebuah Transformasi Kecantikan Sinar Matahari Dalam Bentuk Karya Tari Devi, Putu Rismayuni; Sariada, I Ketut; Satyani, Ida Ayu Wayan Arya
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 4 No 1 (2024): Jurnal IGEL Vol 4 No 1 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v4i1.3391

Abstract

Tari Megumi Chaksu adalah sebuah tari kreasi baru dengan menjadikan Amaterasu, Dewi Matahari dalam Mitologi Jepang sebagai sumber kreatif penciptaan. Penata mencoba mentransformasikan mengenai akulturasi budaya antara Jepang dan Bali dengan mengimplementasikan sudut pandang penata dalam hal gerak, musik, tata rias, dan tata busana. Penciptaan Tari Megumi Chaksu menggunakan metode penciptaan Panca Sthiti Ngawi Sani yang dibuat oleh Prof. Dr. I Wayan Dibia, SST, MA. yang meliputi: Ngawirasa, Ngawacak, Ngarencana, Ngawangun, dan Ngebah. Tari ini dibawakan secara kelompok dengan karakter putri halus menggunakan 7 orang penari perempuan dengan struktur tari, bagian 1 menggambarkan kecantikan Amaterasu, bagian 2 menggambarkan sinar matahari yang dipancarkan oleh Amaterasu, dan bagian 3 menggambarkan pemujaan terhadap Amaterasu. Durasi karya ini adalah 11 menit dengan menggunakan pendekatan persandingan laras utama pada gamelan Semarandana yang dikolaborasikan dengan beberapa instrumen Jepang dan efek dari sample bunyi dengan media aplikasi Musical Instrumen Digital Interface (MIDI). Menggunakan tata rias dan tata  busana dari perpaduan antara Jepang dan Bali. Properti payung dan kipas panjang  led juga sangat berperan penting untuk mendukung kesuksesan dan menunjang estetika dari karya Tari Megumi Chaksu.
Gender Wayang Learning Video Design to Build the Characters of The Millennial Generation Lia Susanthi, Nyoman; Suratni, Ni Wy.; Arya Satyani, Ida Ayu Wayan; Hery Budiyana, Ketut; Dwiyani, Ni Kadek; Indira, Wahyu
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v6i1.2205

Abstract

Nowadays the number of students engaged in criminal acts is alarming. In response to this, the role of parents, teachers in schools and the government is very important to strengthen character building, especially in the golden generation, namely students. Strengthening character education should not only be pursued through formal schools but also through non-formal and informal routes. Art studios can be a platform that offers an alternative to character building. However, in the process of transferring knowledge in the studio, several problems are encountered, including the low increase in students' ability to learn gender (Balinese musical instrument). For this reason, the gender wayang learning video was designed by implementing character education values for the millennial generation. The design of the gender wayang learning video to help build the character of the millennial generation uses a qualitative descriptive method. The data collection method was carried out through literature studies and field studies by interviewing the director and the production team involved in creating the learning video. In addition, an observation was made at one of the studios in Bali which has quite a lot of students, namely the Swati Swara Studio. The design and creation of a gender wayang learning video for the millennial generation began with conducting a target analysis for the millennial generation. Sanggar Swasti Swara is a place where one can find millennials who need a form of teaching using technology. For this reason, gender wayang learning video is the solution for this generation. This learning video is designed to be easy to access, namely having a good quality video that can be sent via cellphone and stored on the YouTube channel so that they are easy to access and distribute. The millennial generation at Sanggar Swasti Swara, in terms of learning style, prefers learning from practice, visuals, and a learning process that can be applied at home in groups and is fun. In addition, the educational values of the nation's character can be included in the text of the gender wayang learning video, namely religious values, tolerance, hard work, and love for the motherland.