Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Ketinggian Fruit Trap terhadap Imago Hama Ulat Api pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Mhd Yusuf Dibisono; Sulthon Parinduri; Hari Muda
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama merupakan binatang perusak tanaman budidaya yang berguna untuk kesejahteraan manusia salah satu jenis hama yang menyerang kelapa sawit adalah hama ulat api yang merupakan ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS) yang utama serta dapat menimbulkan kerugian, dari hasil percobaan simulasi kerusakan daun yang dilakukan pada kelapa sawit berumur 8 tahun diperkirakan penururnan produksi mencapai 30-40 %. Penggunaan Fruit Trap dengan uji tingkat ketinggian diharapkan mampu memutuskan siklus hidup imago hama ulat api dan juga menjadi salah satu metode pengendalian terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ketinggian yang tepat dalam penggunaan Fruit Trap untuk mengendalikan imago hama ulat api. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial dengan empat taraf dan enam ulangan sehingga diperoleh 24 satuan penelitian. Dengan 4 perlakuan yaitu : ketinggian Fruit Trap 1 m (T1), ketinggian Fruit Trap 1,2 m (T2), ketinggian Fruit Trap 1,4 m (T3), ketinggian Fruit Trap 1,6 m (T4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji tingkat ketinggian Fruit Trap berpengaruh sangat nyata dan ketinggian Fruit Trap 1,6 m sebanyak 526 ekor dengan jenis spesies Birthamula chara Swinhoe dan Darna diducta.
PENGENDALIAN HAMA ULAT KANTONG (Metisa plana Walker) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) YANG MENGHASILKAN (TM) DENGAN SISTEM INJEKSI BATANG DI KEBUN TINJOWAN PTPN IV REGIONAL II AFDELING III Riky Aspandy; Sulthon Parinduri; Muhammad Yusuf Dibisono; Henry Budi Hasibuan
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i1.422

Abstract

Monitoring populasi adalah langkah awal didalam sistem PHT terhadap UPDKS dan merupakan dasar untuk memutuskan perlu atau tidaknya dilakukan tindakan pengendalian. Populasi UPDKS adalah berupa kelompok –kelompok kecil, kemudian akan berkembang semakin membesar pada generasi berikutnya, dan akhirnya kelompok–kelompok hama tersebut akan saling menyatu dan memenuhi hamparan tanaman kelapa sawit yang luas. Kerugian akibat serangan hama yang cukup berat (explosive) dapat menurunkan produksi sampai 40%. Pengamatan (sensus) adanya serangan hama dan penekanan populasi pada saat akan melampaui “batas kritis”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari pengendalian hama ulat kantong dengan metode injeksi batang pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang menghasilkan (TM). Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Tinjowan Afdeling III. Waktu penelitian mulai dari April - Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Statistika deskriptif yang bertujuan memberikan uraian, gambaran dan deskripsi objek penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan data primer, yaitu pengambilan sampel (sampel tanaman) dilakukan dengan metode sensus Global Telling, sensus Efektif Telling dan Netelling/ sensus mortalitas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil sebelum pengendalian pada sensus global populasi hama ulat kantong dengan rata-rata ulat menyerang sebanyak 16,6 ulat per pelepah yang termasuk kriteria serangan berat dengan intensitas serangan hama tiap lokasi 44 %, dan pada sensus efektif populasi hama ulat kantong dengan rata-rata menyerang sebanyak 24.94 ulat per pelepah termasuk kriteria serangan berat dengan intensitas serangan hama tiap lokasi 29 %. Hasil sensus netelling sesudah pengendalian hama ulat kantong jumlah rata-rata ulat per pelepah 1.03 dengan mortalitas kematian 96.91 %.
Pembuatan Sabun Souvenir Untuk Meningkatkan Kapasitas Anggota PKK di Desa Patumbak I Kecamatan Patumbak Deli Serdang Rafael Remit Winardi; Healthy Aldriany Prasetyo; Siti Aisyah; Muhammad Yusuf Dibisono; Hermansyah Hermansyah; Apip Gunaldi; Sinta Diana
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1259

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara kolaborasi oleh Universitas Medan Area, Institut Teknologi Sawit Indonesia, dan Politeknik MBP. Latar belakang kegiatan adalah kondisi dan potensi yang terdapat di Desa Patumbak I dengan mitra kegiatan adalah anggota pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas anggota pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga melalui penyuluhan dan pelatihan serta demonstrasi pembuatan sabun souvenir. Demonstrasi menghasilkan produk sabun souvenir dan bersifat soap base. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 31 orang peserta dan berhasil; meningkatkan antusias dan motivasi peserta; meningkatnya pengetahuan, pemahaman dan keterampilan membuat sabun. Nilai pemahaman sebelum dilakukan pelatihan sebesar 8,06% dan setelah kegiatan berakhir meningkat menjadi 97,31%.
K KELIMPAHAN JAMUR PADA DAUN KARET BERGEJALA PENYAKIT GUGUR DAUN KARET (GDK) Syahdan, Muhammad; Nurliana; Parinduri, Sulthon; M. Yusuf Dibisono; Sari Ginting, Makharani
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.6549

Abstract

Penyakit gugur daun tanaman karet disebabkan oleh jamur patogen yang menginfeksi jaringan pada daun tanaman karet, gejala yang timbul pada daun memiliki karakteristik yang berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh perbedaan jenis jamur patogen yang menginfeksi daun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam jamur patogen yang diisolasi dari daun tanaman karet. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisiologi Unit Riset Sungei Putih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil isolasi daun bergejala gugur daun karet didapatkan 11 isolat jamur diantaranya 8 isolat yang telah teridentifikasi jamur patogen yaitu jamur Colletotrichum gloeosporidaes (1 isolat), Pestalotiopsis sp. (3 isolat), dan Corynespora cassiicola (4 isolat), dan yang teridentifikasi jamur antagonis yaitu jamur Penicillium sp. (2 isolat). Serta 1 isolat yang belum dapat teridentifikasi.
The Effect Of Harvest Insentives On The Performance Of Harvester Employees Kanopan Ulu Estate PT. MP Leidong West Indonesia Lubis, Fadli Akbar; Dibisono, Muhammad Yusuf; Parinduri, Sulthon; Maulana, Imron
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.03.10

Abstract

Premi as harvest incentives for employees on oil palm plantations are an important element in improving employee performance. Management in oil palm plantations is faced with production targets and also the capabilities of employees achieve production targets. In the palm oil plantation industry in Indonesia, the role of harvest employees is very important in the production process. The expertise of a harvester is an added value for the company to obtain maximum production results, both in quantity and quality. It's not just about being able to harvest, but it must be accompanied by techniques and compliance with the Standard Operating Procedure (SOP) in company. This research aims to analyze how the harvest premi system applies at PT. MP Leidong West Indonesia, Sialang Taji Village, South Kualuh District, North Labuhanbatu Regency, North Sumatra Province. This research analyzes how the harvest premi affects employee performance. The types of data used are primary data and secondary data. The data analysis method used in this research is quantitative descriptive using a likert scale, instrument test, regression test, partial test and determinant test. Before carrying out a simple linear regression test, instrument tests such as validity and reliability tests are first carried out by distributing questionnaires to respondents. The results of the research show that there is a positive effect of the variable (X), that is harvest premi, on the variable (Y), that is employee performance. The determinant coefficient test (R2) shows that the harvest premi has an effect on employee performance variables is 72.9%.
Pemanfaatan Batang Pisang (Musa sp) sebagai Bahan Pupuk Organik Cair (POC): Pemanfaatan Batang Pisang (Musa sp) sebagai Bahan Pupuk Organik Cair (POC) Ginting, Makhrani Sari; Nurliana; Dibisono, Muhammad Yusuf; Farida, Aida; Maisarah; Dian, Rahmad; Barus, Friska Anggraini
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v5i1.3187

Abstract

Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Namun, praktik pertanian konvensional dengan penggunaan pupuk kimia, selain mahal juga cenderung memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh sebab itu perlu dibuat alternatif pupuk yang lebih murah dan ramah lingkungan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membuat pupuk organik yang murah dan ramah lingkungan dengan menggunakan bahan limbah pertanian yang banyak terdapat di desa Tanjung Mulia dan memberi pengetahuan tentang cara pembuatannya pada kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2023 yang diawali dengan menggali potensi limbah yang paling banyak dihasilkan di desa, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan pupuk organik cair dan sosialisasi dengan masyarakat desa. Hasil kegiatan menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa mitra dalam membuat pupuk cair dalam usaha mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mengurangi biaya pembelian pupuk.
Efektivitas Perangkap Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Menggunakan Feromon Dengan Ketinggian Dan Warna Yang Berbeda Pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Farida, Aida; Febrianto, Eka Bobby; Dibisono, Muhammad Yusuf; Ginting, Makhrani Sari; Hasibuan, M Arief; Wahyuda, Nurul; Handoko, Habib
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.9220

Abstract

Hama O. rhinoceros merupakan hama penting tanaman kelapa sawit yang menimbulkan kerugian cukup besar dan menyerang tanaman kelapa sawit di seluruh Indonesia. Kerusakan tanaman kelapa sawit akibat serangan kumbang tersebut dapat terjadi pada tanaman belum menghasilkan, maupun tanaman menghasilkan. Kerugian yang ditimbulkan akibat serangan kumbang ini cukup besar karena kumbang jantan dan betina yang menggerek pangkal pelepah dapat mengakibatkan patahnya pangkal pelepah selalu dan berpindahpindah dari pohon yang satu ke pohon sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ketinggian, warna dan interaksi tinggi dan warna yang tepat pada perangkap Oryctes rhinoceros Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Bah Jambi Afdeling V. Waktu penelitian selama 2 bulan, dari bulan Juni-Juli 2022. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu ketinggian 2,5 m 3,5 m 4,5 m dan warna merah spotlite, kuning spotlite dan silver spotlite. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ketinggian berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tangkapan kumbang tanduk dengan rataan tertinggi pada ketinggian, 4,5 m sebanyak 105.56 ekor, dan perlakuan warna juga berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tangkapan kumbang tanduk dengan rataan tertinggi pada warna merah spotlite sebanyak 104.56 ekor. Perlakuan kombinasi ketinggian dan warna perangkap kumbang tanduk berpengaruh tidak nyata
INOVASI PENGERING MEKANIS KOPI BERBASIS ARDUINO UNO PADA WILAYAH PETANI KOPI KECAMATAN PEMATANG SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN Dian, Rahmad; Mulyara, Budi; Siregar, Ratu Mutiara; Maisarah, Maisarah; Dibisono, Muhammad Yusuf; Guntoro, Guntoro
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.929

Abstract

Coffee as one of Indonesia's plantation commodities that has very good development potential, considering that coffee consumption in Indonesia is still very high. Currently, the problem that occurs in Simalungun Regency is the conventional drying technology which is at risk of inconsistency in quality and taste so it needs to be fixed and given a solution. The partner team is the Mitra Sejati Jaya Cooperative, where community service activities are carried out in the Sait Buttu area, Pematang Sidamanik District, Simalungun Regency, North Sumatra which is one of the locations for planting Arabica coffee. The purpose of this activity is to create intelligent IT-based appropriate tools and technologies, namely the ARDUINO UNO Smart Sweetener as a solution to the problems of partners and coffee processing community groups, then improve coffee farmers in supporting improvements in the quality of Arabica coffee taste through efficient, portable, and environmentally friendly smart drying technology. The solution that can be provided is in the form of community service activities carried out by a team of lecturers and students from the Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) in the form of extension methods, socialization and education related to the technical innovation of the tool called the ARDUINO UNO Smart Sweetener. This community service activity was carried out for ±60 days consisting of the preparation stage consisting of a survey of completeness and preparation, assembly and finishing and pre-test, socialization and education and implementation of community service activities by ITSI lecturers and students. The activity was attended by people who are members of the Coffee Farmers, the Mitra Sejati Jaya cooperative partner team, local residents, lecturers from ITSI and supported by ITSI students. The results of this community service activity were able to educate the community in the Innovation of Mechanical Coffee Dryers.ABSTRAKKopi sebagai salah satu komoditas Perkebunan Indonesia yang memiliki potensi pengembangan masih sangat baik, mengingat konsumsi kopi di Indonesia masih sangat tinggi. Saat ini, permasalahan yang terjadi di Kabupaten Simalungun ialah teknologi pengeringan yang masih konvensional yang beresiko terhadap inkonsistensi mutu dan cita rasa sehingga perlu dibenahi dan diberi solusi. Tim mitra adalah Koperasi Mitra Sejati Jaya, dimana kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di daerah Sait Buttu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang merupakan salah satu lokasi penanaman kopi arabika. Tujuan dari kegiatan ini dapat menciptakan alat dan teknologi tepat guna yang cerdas berbasis IT yaitu Pemanis Pintar ARDUINO UNO sebagai solusi atas permasalahan mitra dan kelompok masyarakat pengolah kopi, kemudian meningkatkan petani kopi dalam mendukung perbaikan mutu cita rasa kopi arabika melalui teknologi pengeringan pintar yang efisien, portable, dan ramah lingkungan. Solusi yang dapat diberikan yaitu berupa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) berupa metode penyuluhan, sosialisasi dan edukasi terkait teknis inovasi alat yang disebut Pemanis Pintar ARDUINO UNO. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama ±60 hari yang terdiri dari tahap persiapan yang terdiri atas survei kelengkapan dan preparasi, perakitan dan finishing serta pra uji, sosialisasi dan edukasi serta pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen serta mahasiswa ITSI. Kegiatan dihadiri oleh orang yang tergabung dalam Petani Kopi, Tim mitra koperasi Mitra Sejati Jaya, warga setempat, dosen dari ITSI serta didukung oleh mahasiswa ITSI. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu mengedukasi masyarakat dalam Inovasi Alat Pengering Mekanis Kopi.