Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Berpikir Kritis Dalam Menghadapi Tantangan Disinformasi di Era Digital Nur Diantini; Purwanti
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.110

Abstract

Era digitalisasi telah membawa kemajuan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, namun juga menghadirkan tantangan serius berupa penyebaran disinformasi dan misinformasi yang masif, khususnya melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menganalisis data sekunder dari artikel ilmiah, jurnal, laporan penelitian, dan buku terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat Indonesia, dengan 73% masyarakat menggunakannya untuk mencari berita atau informasi. Namun, kurangnya literasi digital di masyarakat menyebabkan tingginya kerentanan terhadap hoaks yang berdampak negatif pada opini publik, stabilitas sosial, dan kepercayaan terhadap institusi. Literasi digital dan kemampuan berpikir kritis diperlukan untuk memilah informasi, memverifikasi kebenaran sumber, dan menghindari dampak negatif dari disinformasi. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program seperti "Indonesia Makin Cakap Digital" dan Digital Talent Scholarship (DTS) untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Program ini fokus pada pengembangan keterampilan digital, etika, keamanan, dan budaya digital. Kesimpulannya, literasi digital dan berpikir kritis adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu menghadapi tantangan disinformasi di era digital. Kolaborasi pentahelix diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi di Indonesia.
Balanced Scorecard sebagai Instrumen Manajemen Strategis untuk Pertumbuhan UMKM di Era Digital Purwanti Purwanti; Gopar Purnama
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimek.v5i2.6219

Abstract

This study aims to analyze the application of Balanced Scorecard (BSC) in MSMEs in the digital era. The research background highlights the importance of BSC as a comprehensive performance measurement tool amid the challenges of digitalization. The research method uses a mixed methods approach with data collection through case tracking of MSMEs that implement BSC. Data were analyzed qualitatively and quantitatively to identify constraining and supporting factors and measure the influence of BSC on MSME performance. The findings show that BSC can improve MSME performance through balancing the perspectives of finance, customers, internal processes, and learning and growth. Implementation constraints include limited resources and digital literacy, while support comes from the government and technology adoption. The implication of the research is the need for conducive ecosystem support and a BSC model tailored to the needs of MSMEs in the digital era.
PENYUSUNAN ANGGARAN MODAL PADA UMKM NASI UDUK: STRATEGI KEUANGAN UNTUK KEBERLANJUTAN USAHA Purwanti Purwanti; Nursilma Rahmawati; Indah Cempaka Sari
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 1 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/bc7ce821

Abstract

UMKM memegang peranan penting dalam mendorong perekonomian nasional, termasuk sektor kuliner seperti usaha nasi uduk yang terus berkembang di masyarakat. Meskipun memiliki potensi yang besar, banyak pelaku UMKM yang belum memiliki pemahaman yang memadai dalam penyusunan anggaran modal, sehingga menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pentingnya penyusunan anggaran modal pada UMKM nasi uduk sebagai strategi keuangan dalam menciptakan keberlanjutan usaha. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis studi kasus, penelitian ini menganalisis pendapatan, struktur biaya, proyeksi laba, dan titik impas (break-even point). Hasilnya menunjukkan bahwa penyusunan anggaran modal yang sistematis memungkinkan pelaku UMKM untuk mengelola biaya secara efisien, menjaga kestabilan laba, serta meminimalkan risiko finansial. Temuan ini mendukung urgensi perencanaan keuangan yang berbasis data nyata bagi kelangsungan dan pengembangan UMKM secara berkelanjutan