Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JEBD

Literasi Digital Sebagai Sarana Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Di Era Digital Niken Wahyuningrum; Purwanti
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to determine the role of digital literacy as a means of developing critical thinking skills in the digital era. The method used in this research is a qualitative method, namely by reviewing literature related to the research object, such as: books, journals, magazines, newspapers, research results reports, etc. The data obtained was then analyzed using descriptive methods to describe the phenomenon studied. The results of this research show that digital literacy is a very important skill in developing critical thinking abilities in the digital era. With rapid advances in technology and information, society is required to have skills in filtering and evaluating information effectively. Challenges such as information overload and lack of awareness of the importance of source verification require serious attention. The proposed digital literacy development strategy includes comprehensive digital education, critical thinking training through digital media, and increasing technology-based creativity. This means that digital literacy is an important skill for facing the complexities of the digital era and helping people develop critical thinking skills.
Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Mendukung Pengambilan Keputusan yang Efektif Devi Herlina; Purwanti
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya literasi digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat di zaman digital. Literasi digital merujuk pada kemampuan untuk dengan bijak mengakses, mengelola, mengevaluasi, dan menganalisis informasi digital. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, literasi digital juga mencakup keterampilan dalam menggunakan perangkat teknologi, mencari informasi yang relevan, mengidentifikasi bias, serta melawan disinformasi. Berpikir kritis merupakan keterampilan kognitif yang melibatkan analisis, evaluasi, dan sintesis informasi untuk pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. Penelitian ini meneliti hubungan antara literasi digital, berpikir kritis, dan proses pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital yang baik memungkinkan individu menggunakan informasi dengan bijaksana, dan kemampuan berpikir kritis membantu mengurangi bias dalam pengambilan keputusan, baik di tingkat pribadi maupun organisasi. Untuk menghadapi tantangan di era digital, kolaborasi antara keluarga, pendidikan, pemerintah, dan sektor teknologi sangat diperlukan.
Penerapan Metode Just In Time (JIT) dalam Pengelolaan Persediaan UMKM Kripik Singkong Balado di Kabupaten Bekasi Linda Okstiana; Purwanti
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan persediaan bahan baku yang efektif merupakan tantangan utama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Just In Time (JIT) dalam pengelolaan persediaan bahan baku pada UMKM Keripik Singkong Balado di Kabupaten Bekasi. Metode JIT, yang dirancang untuk meminimalkan pemborosan dan memastikan bahan baku tersedia tepat waktu, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya penyimpanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data berdasarkan pengamatan langsung, catatan, serta dokumen pendukung lainnya. Data yang dikumpulkan meliputi kebutuhan bahan baku utama selama satu tahun, yang dianalisis menggunakan teknik Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT). Perhitungan mencakup kebutuhan bahan baku, biaya stok, dan frekuensi pemesanan yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode JIT pada Keripik Singkong Balado efektif dalam mengurangi biaya persediaan, meningkatkan efisiensi pengelolaan stok, dan mempercepat waktu pengadaan bahan baku. Selain itu, metode ini juga memperkuat hubungan dengan pemasok lokal, memungkinkan pelaku usaha untuk lebih responsif terhadap permintaan pasar. Implementasi JIT terbukti mendukung kelangsungan usaha, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai tambah bagi UMKM di Kabupaten Bekasi.
Kemampuan Berpikir Kritis dan Penyelesaian Masalah pada Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa Okstiana, Linda; Purwanti
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah merupakan dua kompetensi utama yang harus dikuasai oleh mahasiswa di era globalisasi dan revolusi industri 4.0. Kedua keterampilan ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Universitas Pelita Bangsa, sebagai institusi pendidikan tinggi, menyadari pentingnya kedua keterampilan ini, namun masih terdapat kendala dalam pengembangannya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat perkembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mahasiswa Universitas Pelita Bangsa, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap aktivitas mahasiswa dalam situasi akademik yang relevan, seperti diskusi kelas dan penyelesaian studi kasus. Kajian pustaka digunakan untuk melengkapi hasil observasi dengan menganalisis literatur yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mahasiswa Universitas Pelita Bangsa masih perlu perhatian serius. Partisipasi mahasiswa dalam diskusi kelas rendah, dan mereka kesulitan dalam merumuskan solusi terhadap masalah yang kompleks. Faktor utama yang mempengaruhi adalah dominasi metode ceramah dalam pembelajaran, kurangnya pengalaman praktis, serta terbatasnya penggunaan pembelajaran berbasis pengalaman dan kolaborasi dengan dunia industri. Penggunaan teknologi dan program magang menjadi faktor positif yang dapat mendukung pengembangan keterampilan ini.