Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KEMAMPUAN KELOMPOK TANI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN SAYURAN DI KOTA PEKANBARU ROSNITA ROSNITA; ROZA YULIDA; AL HAFIS
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 10 No. 2 (2013): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v10i2.1337

Abstract

-
URBAN FARMING SEBAGAI UPAYA KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI KELURAHAN LABUH BARU TIMUR KOTA PEKANBARU Fanny Septya; Rosnita Rosnita; Roza Yulida; Yulia Andriani
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.876 KB) | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1552

Abstract

Urban farming adalah salah satu solusi sistem pertanian di kota, karena saat ini terjadi penyempitan lahan kosong akibat pembangunan di perkotaan. Tujuan utama kegiatan pertanian perkotaan adalah untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Kegiatan urban farming dilakukan dalam dua bentuk kegiatan yaitu warung hidup dan budikdamber (budidaya ikan dan tanaman dalam ember). Penerapan dilakukan melalui sosialisasi budikdamber yang terdiri dari ikan lele dan tanaman kangkung serta melalui kegiatan pembuatan warung hidup dengan memanfaatkan perkarangan rumah warga dan yang lebih difokuskan pada tanaman-tanaman yang sering dikonsumsi oleh keluarga dan mudah untuk dibuat dalam bercocok tanam. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, dan telah menerapkan membudidayakan sayuran di pekarangan dan membuat budikdamber  
Peranan Pemuka Pendapat dalam Pengendalian Kebakaran Lahan di Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Yulia Andriani; Roza Yulida; Rosnita Rosnita
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.389 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a21

Abstract

Kebakaran lahan merupakan bencana tahunan yang dialami Indonesia. Telah banyak upaya swadaya maupun pemerintah untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Upaya pendekatan baru yang dilakukan pemerintah dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengedepankan sinergi antar lembaga dan masyarakat tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi pemuka pendapat yang ada untuk mengendalikan kebakaran lahan di Desa Tanjung Peranap, (2) menganalisis peranan pemuka pendapat dalam pengendalian kebakaran lahan di Desa Tanjung Peranap. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara mendalam. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam pengendalian kebakaran lahan, pemuka pendapat yang berpartisipasi adalah kepala desa, sekretaris desa, ketua badan permusyawaratan desa, penyuluh pertanian lapangan, pemuka adat dan ketua pemuda. Dalam pelaksanaan program tersebut pemuka pendapat sangat berperan. Peranan pemuka pendapat di Desa Tanjung Peranap mulai dari menginisiasi rembuk desa untuk pembentukan MPA, bersinergi dengan pemerintah untuk mensosialisasikan program penanggulangan kebakaran lahan, mengajak masyarakat berpartisipasi aktif untuk mendukung program pemerintah dan bersama melakukan pengolahan lahan tanpa bakar
Analisis Tingkat Kemampuan Literasi Media Petani Perkebunan di Provinsi Riau Roza Yulida; Rosnita Rosnita; Eri Sayamar; Yulia Andriani
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.747 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a23

Abstract

Provinsi Riau memiliki potensi besar pada sektor perkebunan. Dua komoditi yang menjadi andalan adalah kelapa sawit dan keret, dengan pelaku utama dan paling banyak adalah petani swadaya. Salah satu kemampuan petani yang diperlukan saat ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah kemampuan literasi media. Literasi media merupakan kemampuan petani memanfaatkan teknologi informasi untuk mencari atau mengakses melalui internet, memahami, memanfaatkan informasi dalam usahatani dan mengkomunikasikan informasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat literasi petani pekebun di Provinisi Riau. Penelitian dilakukan di empat kabupaten di Provinisi Riau, dengan jumlah petani responden 240 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi petani berada pada level basic (skor 2,61), yang dikaji dari tiga aspek yaitu (1) aspek technical skill dengan skor 1,64 pada kategori basic; (2) Aspek critical understanding dengan skor 1,66 masuk pada kategori medium; dan (3) Aspek communication abilities pada kategori basic dengan skor 1,54. Hal ini menggambarkan bahwa masih rendahnya kemampuan petani baik petani kelapa sawit maupun karet dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti handphone (HP) atau smartphone yang mereka miliki untuk kebutuhan usahataninya. Peran penyuluh sangat diperlukan untuk meningkatkan litersi media petani pekebun, sehingga petani dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam mengembangkan usahataninya.
Pembuatan dan Pelatihan Website Administrasi Desa Bukit Lingkar Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu Roza Yulida; Rosnita Rosnita; Deby Kurnia; Yulia Andriani; Fanny Septya
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2021): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v6i2.1677

Abstract

A website is a whole web page that contains enormous information contained in a domain. Information on the web is presented on a web page which is formed from a collection of text, graphics, images, sound, and video. The purpose of making a website is to facilitate an agency, organization, and so on in containing information that can be accessed by the public at large. With the development of information technology, Indragiri Hulu District, in general, Bukit Lingkar Village, can access and find out the expected information about the village. Therefore we tried to design a Village Administration Website which later on the website will contain information about the Village and Village information in Bukit Lingkar Village and provide community training on how to use the website. In the process of creating and training this website, there are several activities carried out such as training on creating websites for Kukerta students, training for village government administrators in managing the website to launching the website. This activity starts with a vulnerable time from July to August 2020.
ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI DALAM PENCEGAHAN KEBAKARAN LAHAN DI DESA TANJUNG PERANAP KECAMATAN TEBING TINGGI BARAT KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Deby Kurnia; Yulia Andriani; Rosa Yulida; Rosnita Rosnita
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 7 No 2 (2021): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v7i2.215

Abstract

The issue of land fires is undeniably a high frequency discussion in Indonesia. Various prevention efforts have been carried out by the community independently, the government, and in collaboration with various related elements. It is also carried out at various levels of government from the central government to the village government level. This study aims to (1) find out community leaders who play a role in efforts to prevent land fires in Tanjung Peranap Village, (2) analyze the role of community leaders both individually and in groups in efforts to prevent land fires (3) Analyze communication networks for actors who play a role in an effort to prevent land fires in Tanjung Peranap Village. The main source of information was obtained from in-depth interviews with respondents who were deemed to meet the research requirements, and then analyzed using descriptive methods. There are several central figures who play a role in controlling land fires including village government leaders (Head and Village Secretary), Head of BPD, agricultural extension workers (PPL) as sources of information in learning, as well as youth leaders and traditional leaders. Communication networks tend to be in the form of a wheel pattern with several figures acting as central or sources of information. The role of community leaders is considered quite strong, including in efforts to establish a Fire Care Society, socialize government activities in efforts to prevent land fires and convey the interests of the community in an effort to maintain a balance between efforts to increase income and efforts to prevent land fires. Isu kebakaran lahan tidak dipungkiri lagi telah menjadi pembahasan dengan frekuensi tinggi di Indonesia. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan baik oleh masyarakat secara swadaya, pemerintah, maupun kolaborasi berbagai elemen terkait. Dilakukan juga pada berbagai tingkat pemerintahan dari pemerintah pusat sampai kepada level pemerintahan desa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tokoh masyarakat yang berperan dalam upaya pencegahan kebakaran lahan di Desa Tanjung Peranap, (2) Menganalisis peran tokoh masyarakat baik secara individu maupun secara berkelompok dalam upaya pencegahan kebakaran lahan (3) Menganalisis jaringan komunikasi pada aktor yang berperan dalam upaya pencegahan kebakaran lahan di Desa Tanjung Peranap. Sumber informasi utama diperoleh dari wawancara mendalam kepada responden yang dianggap memenuhi persyaratan penelitian, dan selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif. Terdapat beberapa tokoh central yang berperan dalam pengendalian kebakaran lahan diantaranya pimpinan pemerintahan desa (Kepala dan Sekretaris Desa), Ketua BPD, penyuluh pertanian lapangan sebagai sumber informasi dalam pembelajaran, serta tokoh pemuda dan tokoh adat. Jaringan komunikasi cenderung berbentuk pola roda dengan beberapa tokoh berperan sebagai central atau sumber informasi. Peran tokoh masyarakat dinilai cukup kuat diantaranya dalam upaya pembentukan Masyarakat Peduli Api, sosialisasi kegiatan pemerintah dalam upaya pencegahan kebakaran lahan dan menyampaikan kepentingan masyarakat dalam upaya menjaga keseimbangan antara usaha peningkatan pendapatan dengan upaya pencegahan kebakaran lahan.
Peningkatan Keterampilan Penyuluh Dan Petani Sagu Melalui Pelatihan Pembuatan Media Video Penyuluhan Roza Yulida; Rosnita Rosnita; Yulia Andriani; Deby Kurnia
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 1 MARET 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.107 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i1.2055

Abstract

ABSTRAK                Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh dan petani sagu tentang media penyuluhan dan teknik pembuatan media penyuluhan dalam bentuk video penyuluhan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan kepada penyuluh dan petani dalam rangka meningkatkan peran penyuluh dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada petani yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti. Pelatihan diikuti oleh 17 orang penyuluh dan 22 orang petani. Hasil dari kegiatan menujukkan bahwa peserta sangat senang dan antusias dengan adanya pelatihan ini, dan dapat menambah pengetahuan baru dan meningkatkan keterampilan peserta tentang berbagai macam media penyuluhan dan khususnya peserta telah memiliki keterampilan teknik dasar membuat media video untuk penyuluhan. Pembinaan lebih lanjut masih terus dilakukan, dengan terus menjalin komunikasi dengan peserta dan bahkan peserta bersedia untuk datang memperdalam keterampilan pembuatan video. Kata kunci : Pelatihan, Media, Video, Penyuluhan ABSTRACT                The purpose of this training activity is to improve the knowledge and skill of extension and sago farmers about the media of extension and technique of making the media of extension in the form of extension video.This activity is conducted in the form of training to extension workers and farmers in order to increase the role of extension workers in the implementation of extension activities to farmers conducted in the Department of Agriculture District of Meranti Islands. The training was attended by 17 extension workers and 22 peasants. The results of the activities showed that the participants were very happy and enthusiastic about the training, and could add new knowledge and improve the lesson about various media of counseling and in particular the participants already have media making technique for extension. Further coaching continues, with continued communication with participants and even participants to come to deepen the making of the video. Keywords: Training, Media, Video, Extension
Pembuatan dan pelatihan website Koperasi Kelapa Sawit (KUD Milik Bersama) berbasis android di Desa Bukit Lingkar Kabupaten Indragiri Hulu Roza Yulida; Rosnita Rosnita; Deby Kurnia; Yulia Andriani; Fanny Septya
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 2 (2020): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.2.416-422

Abstract

The website can be a center of information and communication for them. It is accelerating the flow of information and communication on oil palm growers. The purpose of this service activity is to create an android-based KUD website which contains information about cooperatives and information about oil palm plantations. Community service activities are carried out in Bukit Lingkar Village, one of potential villages in oil palm. In this village, an oil palm village cooperative with the name KUD Milik Bersama has also been established which is a partner in this activity. Activities are integrated with the Student project. Implementation of training activities is socialization and discussion activities. then practice making websites, assistance and coaching. The technical implementation of the activity is a combination of offline and online meetings. It is because Covid 19 pandemic. The implementers in the field are students. The results of this activity include the formation of a cooperative website with the name http: //www.koperasi kudmilikbersama.com, increasing farmers' knowledge and skills regarding media use, including a website with information related to oil palm farming. The establishment of a website manager, which is equipped with a website module.
Communication Analysis of Rubber Farmers in Riau Province, Indonesia Roza Yulida; Rosnita; Yulia Andriani; Muhammad Ikhwan
International Journal of Media and Communication Research Vol. 2 No. 1 (2021): International Journal of Media and Communication Research
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.223 KB) | DOI: 10.25299/ijmcr.v2i1.6199

Abstract

Communication is an essential part of the process of development. Therefore, effective communication is needed to achieve development goals. Rubber is the second largest commodity in Riau Province, after oil palm, and most of rubber commodities are managed by independent rubber farmers. Successful development of rubber farming is needed in order to increase the income and welfare of rubber farmers. However, effective communication is needed to achieve these objectives. The objectives of this study are to; (1) describe the internal and external characteristics of rubber farmers; (2) analyze the relationship between the characteristics and the effectiveness of the communication by rubber farmers. Research was conducted in two potential rubber commodity districts in Riau Province, e.g Kuantan Singingi Regency and Kampar Regency. Respondents in this study were determined by objective sampling and random sampling methods, with 143 rubber farmers as respondents. The results showed (1) the internal characteristics and external characteristics of the rubber farmers in an adequately supportive category; (2) the internal characteristics (education, number of dependents, land area and cosmopolitan area) and the external characteristics (intensity of enhancement, accuracy of extension channels and number of sources of information) have a significant correlation with the efficacy are significant correlated with the effectiveness of group and interpersonal communication. In order for effective communication in farmer group institutions (group communication), it is necessary to increase the intensity of extension, appropriate media extension and increase the number of information sources that are easily accessible by rubber farmers.
ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK INTERNAL DENGAN JARINGAN KOMUNIKASI PADA PETANI KOPI DI NAGORI HINALANG Grace Sonya Tondang; Rosnita Rosnita; Yulia Andriani
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v11i2.2288

Abstract

Karakteristik petani adalah hal yang sangat mempengaruhi perilaku komunikasi yang dibentuk oleh petani kopi yang ada di Nagori Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalunngun. Karakteristik petani terdiri dari umur, pendidikan, tanggungan keluarga, pengalaman usahtani, luas lahan dan kekosmopolitan. Karakteristik petani perlu dilihat dari hubungannya dengan berbagai hal yang berhubungan dengan kelompok, agar di peroleh satu pendekatan yang sesuai dengan karakteristiknya. Hubungan karakteristik petani dengan jaringan komunikasi dapat dilihat dari tingkat sentralitas, sentralitas global dan kebersamaan yang terbentuk. Sehingga. Untuk itu tujuan penelitian yaitu: (1) Mendeskripsikan karakteristik internal petani kopi di Nagori Hinalang (2) Menganalisis hubungan karakteristik internal dengan jaringan komunikasi pada petani kopi di Nagori Hinalang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu, yaitu sampel yang diambil merupakan kelompoktani yang aktif, dengan cara mengambil dua orang perangkat desa untuk memberikan informasi kunci tentang kelompok tani yang aktif. Total sampel yang di dapat yaitu sebanyak 46 petani. Hasil yang di peroleh dari karakteristik internal adalah petani dominan berusia produktif, dengan tingkat pendidikan katagori sedang, tanggungan keluarga kategori sedang, pengalaman usahatani kategori sedang, luas lahan kategori sedang, dan kekosmopolitan dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil uji korelasi menunjukan bahwa variable karakteristik petani kopi berhubungan dengan jaringan komunikasi adalah umur, tingkat pendidikan,luas lahan dan kekosmopolitan. The characteristics of farmers are things that greatly affect the communication behavior formed by coffee farmers in Nagori Hinalang, Purba District, Simalunngun Regency. Characteristics of farmers consist of age, education, family responsibilities, farming experience, land area and cosmopolitan. Characteristics of farmers need to be seen from their relationship with various things related to the group, in order to obtain an approach that is in accordance with their characteristics. The relationship between the characteristics of farmers and the communication network can be seen from the level of centrality, global centrality and togetherness that is formed. So that. For this purpose, the research objectives are: (1). Describe the internal characteristics of coffee farmers in Nagori Hinalang (2) Analyze the relationship between internal characteristics and communication networks for coffee farmers in Nagori Hinalang. The sampling technique used is purposive sampling with certain considerations, namely the sample taken is an active farmer group, by taking two village officials to provide key information about active farmer groups. The total sample obtained is as many as 46 farmers. The results obtained from internal characteristics are dominant farmers of productive age, with moderate level of education, moderate category of family dependents, moderate category of farming experience, medium category of land area, and cosmopolitan with moderate category. Based on the results of the correlation test, it is shown that the characteristics of coffee farmers related to the communication network are age, education level, land area and cosmopolitan.