Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KELAPA SAWIT POLA SWADAYA DI KABUPATEN ROKAN HILIR Mardianis Mardianis; Novia Dewi; Rosnita Rosnita
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.1.59-68

Abstract

The oil palm farming of independent farmers plays an important role as a source of income in Rokan Hilir Regency. This study aims to analyze the income of independent oil palm smallholders in Rokan Hilir. This study used survey methods and interviews with key persons and independent farmers oil palm. The location of this research was determined purposively. A sampling of representative areas using multistage area sampling. The number of respondents was 93 persons. The research data taken consisted of primary data and secondary data. Data analysis used to use farming analysis: production costs, revenue, income. The result of the study was that the average total income 0f independent palm oil in Rokan Hilir was IDR 11,434,710.28 per year per hectare or IDR 37,085,765.71 per year per cultivated area. Meanwhile. The average total production cost incurred is IDR 166,888.65 per year per hectare or IDR 1,671,519.76 per year per cultivated area. So that an average net income of IDR 9,124,415.74 per year is obtained per hectare or IDR 30,696,704.21 per year per cultivated area.
PERSEPSI PEMINJAM TERHADAP UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI UNIT DESA RAHARJA TANI JAYA DI DESA INDRA SAKTI KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 vioni angresia; Rosnita Rosnita; Kausar Kausar
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.27-35

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil koperasi, serta menganalisis persepsi peminjam unit simpan pinjam Koperasi Unit Desa Raharja (KUD) Tani Jaya di Desa Indra Sakti Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar pada masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey. Penentuan sampel peminjam KUD menggunakan teknik probability sampling dengan metode cluster sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah yang meminjam di KUD Raharja Tani Jaya selama masa pandemi sebanyak 143 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 59 responden yang didapatkan dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUD Raharja Tani Jaya termasuk dalam jenis koperasi serba usaha yang memiliki unit simpan pinjam, unit produksi, dan unit pertokoan. Persepsi peminjam  terhadap unit simpan pinjam KUD Raharja Tani Jaya diukur berdasarkan tiga variabel yaitu persepsi nasabah terhadap KUD dengan kategori cukup baik, hak dan kewajiban nasabah dengan kategori cukup baik, dan pengembalian pinjaman dengan kategori sulit membayar pinjaman. Hal ini dikarenakan rendahnya kemampuan peminjam dalam membayar pinjaman pada masa pandemi, kemudian peminjam merasa keberatan dengan jangka waktu pinjaman dan angsuran per bulan akibat dampak dari pandemi COVID-19, serta keberatan membayar simpanan pada koperasi karena peminjam merasa pengeluaran meningkat, serta sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan usahanya.Kata kunci : Covid-19, peminjam, persepsi, unit simpan pinjam.
Persepsi Masyarakat Dalam Membuka Lahan Dan Faktor Pemicu Kebakaran Lahan Provinsi Riau Rindukasih Bangun; Rosnita; Herlon; Pebrian; Oktari; Ratna Megawati
Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Badań Perencanaan Pembangunan Dearth, Penelitian dań Pengembangan Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Land and forest fires in Riau Province mostly begins by human activity. The purpose of the study is 1) Describe the perception of the public in using and managing land by burning and without burning, 2) Knowing the supporting factors that cause fire, 3) Reviewing community and institutional efforts in prevention and control fire. Location of study conducted in four districts, Kepulauan Meranti District, Rokan Hulu District, Pelalawan District, and Kampar District. Implementation of the study using survey methods and Rapid Rural Apraisal (RRA). The result of this study are 1) The public perception of land clearing by burning due to a) The fee required in technical land clearing by burning relatively cheap when compared to the way of land clearing without burning, b) Technical land clearing does not need many labors, c) The ashes of burnt remains are useful to fertilize the soil, d) Activity land clearing by burning is a culture or tradition that occur for generations, 2). Causative factors of land and forest fires are: a) Aspects of biophysical, b) Climatic conditions, c) Physical conditions, d) Economic conditions (the level of forest and land dependence is very high), e) Social and cultural conditions (community social capital is still quite lacking in terms of awareness of the impact and dangers of fire use), 3). Efforts to prevent and control forest and land fire has been done by the community and government institutions.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA SIBER UNTUK PENINGKATAN LITERASI PEKEBUN DALAM MENDUKUNG PROGRAM SAWIT RAKYAT DAN ISPO Meki Herlon; Zulhamid Ridho; Fajar Restuhadi; Rosnita Rosnita; Arifudin Arifudin; Mustaqim Mustaqim; Roza Yulida; Yulia Andriani; Kausar Kausar; Didi Muwardi; M. Rasyid Hamidi; Imam Hidayat; Fanny Septya; Hanifaturrahmi Hanifaturrahmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26522

Abstract

Abstrak: Pembangunan pertanian dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di perkebunan kelapa sawit adalah dengan membuat Program Sawit Rakyat (PSR). Dalam pelaksanaan dan penerapan PSR akan mengutamakan ketentuan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Tuntutan pencapaian PSR perlu diimbangi dengan perkembangan sumberdaya pekebun melalui pendekatan kemampuan literasi media. Tuntutan ini sejalan dengan upaya dilakukan oleh Desa Lubuk Bendahara Timur dalam mendapatkan dana PSR. Tujuan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan keterampilan pekebun tentang pembuatan media siber. Metode yang digunakan berupa pelatihan, diskusi, dan pendampingan monitoring maupun kontroling. Mitra pengabdian ini adalah pemerintah desa dan 13 kelompok tani dengan partisipasi 50 peserta di Desa Lubuk Bendahara Timur. Sistem evaluasi dilakukan dua bentuk, yaitu melalui pre dan posttest selama kegiatan pengabdian. Hasil dari kegiatan ini, terbentuknya website Desa Lubuk Bendahara Timur dengan nama luben.id, kemudian mayoritas 90% pekebun tahu teknis, pengetahuan penggunaan website dan 10% paham mengelola website.Abstract: The government carries out agricultural development to improve community welfare, especially in oil palm plantations, by creating the People's Palm Oil Program (PSR). In the implementation and application of PSR, the provisions of ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) will be prioritized. The demand for achieving PSR needs to be balanced with the development of planter resources through a media literacy skills approach. This demand is in line with the efforts made by Lubuk Bendahara Timur Village to obtain PSR funds. The aim of this service is to increase the knowledge and skills of planters regarding creating cyber media. The methods used are training, discussion, and monitoring and controlling assistance. The service partners are the village government and 13 farmer groups with the participation of 50 participants in Lubuk Bendahara Timur Village. The evaluation system is carried out in two forms, namely through pre and posttests during service activities. As a result of this activity, the Lubuk Bendahara Timur Village website was formed with the name luben.id, then the majority of 90% of the planters had technical knowledge, knowledge of using websites and 10% understood managing websites.
Cross Cultural Communication Rosnita Rosnita; Roza Yulida; Yulia Andriani; Fanny Septya; Meki Herlon; Early Aprilisa; Icelsea Maderlinau Icin; Nailah Salsabila Rahmadianti; Salsabila
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi lintas budaya adalah elemen krusial dalam interaksi global, namun sering dihambat oleh perbedaan norma, kepercayaan, dan bahasa. Studi ini menyoroti bagaimana variasi dalam istilah sapaan, sarkasme, dan norma tabu dapat memengaruhi persepsi dan efektivitas komunikasi profesional, serta menimbulkan kecemasan. Di sisi lain, strategi pembelajaran eksperiensial seperti perjalanan lapangan dan simulasi, bersama pemanfaatan media sosial, terbukti efektif meningkatkan kompetensi lintas budaya dan mengurangi ketidaknyamanan komunikasi. Integrasi pendekatan ini mendorong pembentukan identitas profesional yang lebih adaptif dan empatik, yang esensial untuk kesuksesan dalam lingkungan global yang terhubung.
PENDAMPINGAN IBU PKK KECAMATAN SAIL DALAM PELAKSANAAN URBAN FARMING UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA Yulia Andriani; Yeni Kusumawaty; Fajar Restuhadi; Hanifaturrahmi Andrina; Jumatri Yusri; Yusmini Yusmini; Didi Muwardi; Eliza Eliza; Evy Maharani; Susy Edwina; Deby Kurnia; Roza Yulida; Novia Dewi; Rosnita Rosnita; Arifudin Arifudin; Mitha Aprilia
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): JP2N: Mei - Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/4szf7378

Abstract

Ketahanan pangan keluarga menjadi isu penting di wilayah perkotaan karena keterbatasan lahan, meningkatnya kebutuhan pangan rumah tangga, dan perlunya kemandirian masyarakat dalam menyediakan pangan sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan dasawisma dalam memanfaatkan ruang terbuka perkotaan sebagai kebun produktif berbasis urban farming. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 di Lapangan Sepak Bola UNRI Gobah, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui koordinasi mitra, observasi lokasi, penyuluhan, diskusi, praktik lapangan, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lahan sekitar 700 m2 telah dimanfaatkan sebagai kebun urban farming dengan komoditas hortikultura seperti terong, bayam, kangkung, ubi jalar, cabai, dan sayuran lainnya. Masyarakat juga mulai mengembangkan budidaya lele dalam ember sebagai alternatif pemenuhan protein keluarga. Kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, PKK, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan keluarga berbasis lahan perkotaan. Program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat perkotaan yang dapat direplikasi di wilayah lain melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan, dan pencatatan hasil kebun.
Analisis Jaringan Komunikasi Pekebun Kelapa Sawit Yang Menggunakan Smartphone dan Yang Tidak Menggunakan Smartphone di Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Syahri Wahyuda Warman; Roza Yulida Yulida; Yulia Andriani; Rosnita Rosnita
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/b4n66q94

Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting dalam sektor perkebunan. Kelapa sawit merupakan komoditi yang berpotensi besar dalam membangun perekonomian Indonesia, Provinsi Riau dikenal sebagai daerah perkebunan kelapa sawit, dengan luas lahan pada tahun 2021 sebesar 1.534,581 Ha (Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, 2022). Perkembangan teknologi informasi berdampak pada semua sektor di Indonesia, tidak terkecuali pekebun kelapa sawit. Salah satu alat komunikasi yang menghubungkan pekebun dengan pekebun kelapa sawit yang laiinya adalah Smartphone. Pekebun kelapa sawit di Kecamatan Mempura menggunakan komunikasi dengan secara langsung dan menggunakan Smartphone. Komunikasi yang dilakukan pekebun kelapa sawit secara langsung terjadi pada waktu-waktu yang tidak terduga atau pada waktu berkumpul. Sedangkan komunikasi dengan menggunakan Smartphone tejadi kapan dan dimana saja. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara wawancara kepada pekebun kelapa sawit yang menggunakan Smarpone dan yang tidak menggunakan smartphone di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pekebun kelapa sawit, Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Jaringan komunikasi yang terbentuk pada empat subsistem agribisnis yang menggunakan smartphone memiliki pola roda yang lebih beraturan sedangkan yang tidak menggunakan smartphone memiliki pola roda tidak beraturan. Hal ini dikarenakan pada pekebun yang menggunakan smartphone jaringan komunikasi nya lebih terpusat pada aktor ketua koperasi (SS), aktor kepala desa (MK), aktor pedagang saprodi yang menggunakan adalah grup WA sebagai wadah dalam menyebarluaskan informasi kepada seluruh anggota pekebunKarakteristik eksternal memanfaatkan pertemuan untuk berdiskusi pekebun yang menggunakan smartphone dan yang tidak menggunakan smartphone berada pada kategori jarang, tingkat kehadiran penyuluh rendah, alat peraga yang digunakan dapat dikategorikan cukup mengerti, penyuluh memanfaatkan media elektronik dapat dimengerti, pemanfaatan sumber informasi untuk meningkatkan/memperluas pengetahuan dengan kategori tinggi. Pemanfaatan sumber informasi yang berasal dari mana saja juga sama-sama dengan kategori tinggi.  
Focus Group Discussion (FGD) dan Penyuluhan Pengolahan Produk Lokal Berbasis Ikan untuk Pencegahan Stunting di Sekolah Alam Sahabat Qur’an Kabupaten Siak Rahmayuni Rahmayuni; Rosnita Rosnita; Roza Yulida; Yulia Andriani; Yanti Nopiani; Febriana Sabrian; Evy Rossi; Annisa Nazifa Salman
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.376-382

Abstract

This community service activity began with the implementation of a Focus Group Discussion (FGD) with partners, which served as an initial exploration to design service programs that were relevant to the needs of the community. Partners in this activity are the manager of the school business unit and the parents of students. The results of the FGD resulted in an agreement on the focus of activities with stages, namely: (1) Education to improve food quality and nutrition in the prevention of stunting from an early age, and (2) Processing of local fish products (snakehead fish) as a zero waste-based food diversification. Through this FGD, an overview of needs, challenges, and opportunities that can be the basis for the implementation of counseling programs is obtained. It is hoped that the results of this activity can increase partners' knowledge about the processing of local fish food products in an effort to prevent stunting.