Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Kemasan Bakso Frozen pada UMKM F Raodah, Raodah; Ramdhani, Irin; Erniyani, Erniyani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.3220

Abstract

UMKM Bakso Frozen F menghadapi permasalahan kecacatan pada kemasan plastik PE, terutama berupa sobekan yang sering dikeluhkan reseller setelah proses distribusi. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas produk, mengurangi kepuasan pelanggan, serta berdampak negatif terhadap daya saing usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab cacat kemasan serta merumuskan langkah perbaikan agar mutu produk dapat terjaga dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui studi kasus pada UMKM Bakso Frozen F. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah penjualan dan frekuensi cacat sobek selama enam bulan, observasi proses produksi, serta wawancara dengan pemilik usaha terkait praktik pengendalian kualitas yang diterapkan. Analisis dilakukan dengan menggunakan peta kendali (control chart) untuk memantau stabilitas proses dan diagram Ishikawa untuk mengidentifikasi akar penyebab permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi proporsi cacat sobek dengan rata-rata 2,78% per bulan. Beberapa penyebab utama yang teridentifikasi meliputi kualitas bahan kemasan yang relatif tipis, pengaturan mesin sealer yang kurang optimal, serta penanganan distribusi yang belum memadai. Melalui analisis tersebut, dirumuskan strategi perbaikan berupa pemilihan bahan kemasan yang lebih kuat, kalibrasi rutin mesin penyegel, serta peningkatan standar distribusi. Dengan penerapan usulan ini, diharapkan tingkat kecacatan dapat ditekan sehingga produk sampai ke konsumen dalam kondisi yang lebih aman dan berkualitas.
Implementasi Media Pembelajaran Las Simulator melalui Strategi Cybergogi dalam Pembelajaran Las Berbasis Industri untuk Peningkatan Keterampilan Pengelasan Mahasiswa Aqsha, Ismail; Ashadi, Ninik Rahayu; Anwar, Fahri; Ramdhani, Irin; Romadin, Achmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif (1) bagaimana proses penerapan metode pembelajaran berbasis cybergogi dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa, serta (2) sejauh mana peningkatan keterampilan mahasiswa pada bidang pengelasan dan fabrikasi setelah metode tersebut diterapkan. Pendekatan cybergogi dipilih karena mampu mengintegrasikan teknologi digital, interaktivitas, dan kemandirian belajar mahasiswa melalui pemanfaatan aplikasi serta simulator las yang menyerupai kondisi praktik nyata. Untuk memperoleh data yang akurat, penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes pretest dan posttest yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan teknis mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran. Selain itu, dokumentasi kegiatan pembelajaran digunakan untuk menilai aspek proses, keterlibatan mahasiswa, serta konsistensi penerapan metode. Proses pembelajaran dilakukan melalui tahapan sistematis, meliputi orientasi untuk memahami tujuan dan aturan keselamatan, eksplorasi materi melalui panduan digital, elaborasi dengan latihan praktik berbantuan simulator, presentasi hasil kerja, kolaborasi antarmahasiswa, refleksi terhadap proses pembelajaran, serta evaluasi akhir. Rangkaian tahapan tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna, terarah, dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor N-gain dari 30 mahasiswa pada mata kuliah fabrikasi mencapai 0,7254, yang termasuk kategori peningkatan “tinggi”. Adapun persentase efektivitas sebesar 72,5% mengindikasikan bahwa metode pembelajaran berbasis cybergogi tergolong “cukup efektif” dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran ini melalui media simulator memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan mahasiswa dalam bidang pengelasan dan fabrikasi.
Peningkatan Pemahaman Siswa Menggunakan Alat Ukur Mekanik Di SMK Negeri 8 Kabupaten Pinrang: id Aminuddin; Ramdhani, Irin; Pramono, Ashar; Erniyani; Raodah
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v2i2.9800

Abstract

Keterampilan dalam menggunakan alat ukur mekanik merupakan kompetensi fundamental yang wajib dikuasai oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan guna mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks. Sebagian besar siswa menunjukkan kesulitan dalam mengoperasikan alat ukur yang sesuai dan membaca hasil pengukuran dengan akurasi yang tepat, seringkali disebabkan oleh minimnya praktik langsung dan pemahaman konseptual tentang satuan serta konsep pengukuran. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam penguasaan alat ukur mekanik serta mengembangkan model intervensi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka. Salah satu alat ukur yang memiliki tingkat akurasi tinggi adalah micrometer. Micrometer, juga dikenal sebagai mikrometer sekrup, adalah alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur ketebalan atau diameter suatu objek dengan tingkat akurasi tinggi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama program, terlihat bahwa mayoritas siswa mampu mengidentifikasi berbagai jenis alat ukur mekanik, seperti jangka sorong, mikrometer, dan dial indicator, dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan sebelum sosialisasi. Tidak hanya itu, pemahaman teoritis mengenai prinsip kerja dan fungsi spesifik dari masing-masing alat juga mengalami peningkatan yang substansial, mengindikasikan bahwa metode penyampaian materi oleh para dosen sangat efektif dalam menjembatani kesenjangan pengetahuan awal siswa.
Pelatihan Microsoft Office untuk Siswa SMK: Membangun Kompetensi di Era Digital: id Ramdhani, Irin; Andi Muhammad Idkhan; Ismail Aqsha; Djuanda; Muhsin Z
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v2i2.10062

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan salah satu Program dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berupa asistensi mengajar untuk memberdayakan mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran di Sekolah di berbagai Desa/Kota, salah satunya adalah SMKN 9 MAKASSAR Jl. Salodong Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Program Kerja Pelatihan Microsoft office yang dilakukan di SMKN 9 MAKASSAR ini adalah salah satu program kerja dari kegiatan mahasiswa kampus mengajar angkatan 8 untuk memingkatkan adaptasi teknologi bagi siswa di sekolah. Di era digital ini menuntut tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknologi informasi, termasuk penguasaan aplikasi perkantoran seperti Microsoft Office. Pelatihan Microsoft Office bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi langkah strategi dalam membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint sebagai alat produktivitas yang esensial. Metode pelatihan meliputi teori dasar, praktik langsung, dan evaluasi proyek. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami dan menerapkan fungsi dasar ketiga aplikasi tersebut, seperti membuat dokumen formal, mengolah data sederhana, dan menyusun presentasi profesional. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk bersaing di dunia kerja yang semakin berbasis teknologi. Dari hasil kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa pelatihan Microsoft Office memberikan manfaat signifikan dalam mendukung kesiapan kerja siswa SMK. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna memastikan siswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
Pelatihan prinsip ergonomi di laboratorium SMK Negeri 8 Pinrang untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap postur kerja Amiruddin, Amiruddin; Erniyani, Erniyani; Latief, Nurlaela; Ramdhani, Irin; Raodah, Raodah
Jurnal Anugerah Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/45txd049

Abstract

Prinsip ergonomi memiliki peranan penting dalam mendukung pelaksanaan praktik kerja di laboratorium. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pemamahan siswa terhadap prinsip-prinsip ergonomi masih tergolong rendah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap postur kerja yang benar. Metode pengumpulan data berupa penyebaran angket pre-test dan posttest berdasarkan aspek pengetahuan dasar tentang ergonomi, penerapan postur kerja yang benar, serta pentingnya ergonomi dalam kegiatan praktik kejuruan. Selain itu, dokumentasi juga dilakukan untuk mengindetifikasi secara langsung hasil skor postur duduk siswa dengan menggunakan metode REBA. Hasil evaluasi menunjukkan sebelum mengikuti pelatihan pemahaman siswa berkisar 35%, dan setelah mengikuti pelatihan mecapai 90%, artinya bahwa secara siginifikan siswa mengalami peningkatan pemahaman terkait prinsip ergonomi. Selain itu, hasil analisis postur duduk siswa menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dengan bantuan aplikasi Angulus menunjukkan total skor tingkat risiko sedang (skor 7), yang mengindikasikan perlunya intervensi segera. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membangun kesadaran kritis terhadap pentingnya ergonomi dalam dunia kerja. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan pelatihan ergonomi lanjutan dan penyusunan panduan ergonomi sederhana di lingkungan SMK.
Implementasi Lean Manufacturing dengan Pendekatan Value Stream Mapping untuk Mengurangi pemborosan Produksi Bakso Erniyani, Erniyani; Ramdhani, Irin; Raodah, Raodah; Fuadah, Nur; Jayanegara, Sudarmanto
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1234

Abstract

Persaingan industri manufaktur menuntut setiap perusahaan untuk mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksinya. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah Lean Manufacturing, yang fokus pada upaya mengurangi pemborosan (limbah) dan meningkatkan nilai tambah bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran proses produksi bakso pada UMKM FA Frozen dengan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM) sebagai alat utama untuk mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah (Value Added/VA), aktivitas yang tidak bernilai tambah (Non Value Added/NVA), serta aktivitas yang perlu tetapi tidak menambah nilai (Necessary but NonValue Added/NBVA). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengukuran waktu siklus pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas berklasifikasi VA dengan total waktu 10.620 detik, namun masih terdapat aktivitas NVA sebesar 2.220 detik yang berpotensi menimbulkan pemborosan, seperti penggilingan berlebih, waktu tunggu, dan produk cacat. Selain itu, aktivitas NBVA tercatat sebesar 6.000 detik yang berlangsung, menyerap waktu yang cukup besar dalam proses produksi. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Lean Manufacturing berbasis VSM mampu mengidentifikasi titik pemborosan sekaligus memberikan peluang perbaikan untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, serta menghasilkan produk yang lebih konsisten dan kompetitif di pasar.
Peramalan Permintaan Produk Bakso Frozen FA Menggunakan Metode Time Series Ramdhani, Irin; Raodah, Raodah; Erniyani, Erniyani
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1248

Abstract

Peramalan permintaan menjadi aspek penting dalam mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada sektor pangan beku. Fluktuasi permintaan yang tidak menentu seringkali menimbulkan permasalahan dalam perencanaan produksi, baik berupa kelebihan stok yang meningkatkan biaya penyimpanan maupun kekurangan stok yang mengakibatkan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode deret waktu, yaitu Moving Average, Weighted Moving Average, dan Single Exponential Smoothing, untuk meramalkan permintaan produk Bakso Frozen Fatimah Asri. Data yang digunakan berupa catatan penjualan bulanan tahun 2024. Evaluasi akurasi model dilakukan menggunakan tiga ukuran kesalahan, yaitu Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Single Exponential Smoothing menghasilkan nilai MAD dan MAPE terendah, masing-masing sebesar 46,129 dan 11,216%, sehingga memberikan hasil peramalan yang lebih mendekati data aktual. Sementara itu, metode Weighted Moving Average memiliki nilai MSE terendah sebesar 6636,046, sehingga dapat mengurangi dampak kesalahan besar. Dengan demikian, Single Exponential Smoothing dipandang sebagai metode terbaik untuk digunakan dalam peramalan permintaan jangka pendek produk Bakso Frozen FA. Penerapan metode ini diharapkan mampu membantu UMKM dalam meningkatkan akurasi perencanaan produksi, mengoptimalkan persediaan, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang berorientasi pada kepuasan konsumen dan efisiensi biaya operasional.