Luluk Eka Meylawati
Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA DINI PADA ORANG TUA Meylawati, Luluk Eka; Anggraeni, Fitri; Fidrajaya, Ridho
Afiat Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4604

Abstract

Fenomena di masyarakat sekarang ini adalah maraknya kasus pelecehan seksual pada anak usia dini seperti kekerasan dan penyimpangan seks, hal tersebut terjadi salah satunya karena kurangnya pendidikan seks dari orang tua pada anak, jika orang tua mendidik anaknya dengan baik maka anak tersebut akan tumbuh menjadi pribadi yang baik maupun sebaliknya dan hal tersebut harus dibarengi oleh sikap dan tingkat pengetahuan orang tua yang baik pula. Tujuan Penelitian untuk untuk mengetahui analisis pengetahuan dan sikap tentang pendidikan seks anak usia dini pada orang tua. Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Jumlah sampel sebanyak 49 responden orang tua anak yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis yang digunakan univariat untuk mengetahui frekuensi variabel yang tekait. Hasil Penelitian uji statistik didapatkan hasil analisis univariat jumlah responden terbanyak dengan umur 30-34 tahun (30,61%), pendidikan terakhir didominasi lulusan sarjana (51%), jenis media yang sering digunakan media elektronik (61,22%), sikap positif yang dimiliki responden sebanyak (51%) dan negatif (49%). Tingkat pengetahuan responden yang baik sebanyak (95,9%), cukup sebanyak (4,1%) dan (0%) untuk yang kurang. Simpulan sebagian besar orang tua memiliki sifat yang positif dan mayoritas orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pendidikan seks anak usia dini.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN METODE ROLEPLAY TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN EVAKUASI MEDIK UDARA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN ASTUTI, HARWINA WIDYA; MEYLAWATI, LULUK EKA; ANGGRAENI, FITRI
Afiat Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v11i2.5339

Abstract

Evakuasi medik udara merupakan kegiatan memindahkan korban tempur, bencana alam, kecelakaan lainnya atau pasien dengan menggunakan transportasi pesawat terbang atau jalur udara guna mendapatkan pertolongan medik secara maksimal dan sesegara mungkin yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan tenaga pendukung lainnya. Proses ini dilaksanakan dengan rangkaian evakuasi yang dibagi menjadi EMU I, II, dan III. Tahapan EMU ini penting dipahami mahasiswa keperawatan. Salah satu metode yang tepat untuk pembelajaran ini digunakan adalah metode pembelajaran roleplay. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi efektivitas pembelajaran metode role play terhadap tingkat pengetahuan evakuasi medik udara pada mahasiswa keperawatan. Rancangan penelitian yang dilakukan yakni deskriptif dengan teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah total sampling yang berjumlah 51 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner pengetahuan pembelajaran metode role play evakuasi medik udara. Hasil penelitian yang diperoleh nilai rata-rata pretest tingkat pengetahuan mahasiswa keperawatan sebesar 4.75 dengan standar error 0.078, nilai minimum 3 dan maksimum 5. Setelah dilakukan intervensi, nilai rata-rata pengetahuan menjadi 4.88 dengan standar error 0.053, nilai minimum 3 dan maksimum 5. Uji statistic menunjukkan peningkatan pengetahuan bermakna secara signifikan dengan nilai p sebesar 0.018. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran role play efektivitas positif terhadap tingkat pengetahuan evakuasi medik udara.
The Effectiveness of Support Group Therapy on Depression and Anxiety Levels Among the Elderly in The Halim Subdistrict of East Jakarta Widiastuti, Sri Hunun; Astuti, Harwina Widya; Amri, Khaerul; Pangaribuan, Santa Maria; Meylawati, Luluk Eka; Pujiastuti, Nawang; Anggraeni, Fitri
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i2.10456

Abstract

Aging is often accompanied by physiological, psychological, and social changes that increase the risk of mental health problems, particularly depression and anxiety. Effective psychosocial interventions are needed to help older adults manage these challenges and improve their well-being. This study aimed to determine the effect of Support Group Therapy on reducing depression and anxiety levels among older adults in Halim Village, East Jakarta. This study employed a quantitative quasi-experimental design with a pre-test–post-test approach. The sample consisted of 34 older adults selected using purposive sampling based on predetermined inclusion criteria. The intervention was delivered through 10 structured sessions, each focusing on specific topics related to emotional well-being and peer support. Data normality was tested using the Kolmogorov–Smirnov test, while statistical analysis was conducted using paired t-tests and independent sample t-tests. The results showed a significant difference (p < 0.001) in depression and anxiety levels before and after the intervention, indicating that Support Group Therapy is effective in reducing depression and anxiety among the elderly. These findings contribute to nursing practice, particularly in mental health nursing, by supporting Support Group Therapy as an effective psychosocial intervention to improve the mental health of older adults. This intervention may be implemented sustainably in community settings and health care facilities that provide services for the elderly.
Efektivitas Pemberian Jus Buah Alpukat Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi Pada Remaja Di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Putri, Bulan Artameivia; Luluk Eka Meylawati; Wahyuni Dwi Rahayu
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/pwv3xb15

Abstract

Nyeri menstruasi merupakan keluhan umum pada remaja perempuan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri menstruasi adalah pemberian jus buah alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan intensitas nyeri menstruasi setelah pemberian jus buah alpukat pada remaja di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua remaja yang mengalami nyeri menstruasi dan memenuhi kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi standar prosedur operasional pemberian jus buah alpukat, lembar observasi, dan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi diberikan berupa jus buah alpukat dua kali sehari, yaitu pagi dan sore, selama lima hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada subjek 1 skala nyeri menurun dari 5 menjadi 1, sedangkan pada subjek 2 menurun dari 6 menjadi 2 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri menstruasi pada kedua subjek selama periode pemberian jus buah alpukat. Dengan demikian, jus buah alpukat berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis pendamping untuk membantu mengurangi nyeri menstruasi pada remaja. Namun, temuan ini masih terbatas pada dua kasus sehingga diperlukan penelitian dengan sampel yang lebih besar dan desain yang lebih kuat.   Menstrual pain is a common complaint among adolescent girls and may interfere with daily activities. One non-pharmacological approach that may help reduce menstrual pain is the administration of avocado juice. This study aimed to describe changes in menstrual pain intensity after the administration of avocado juice among adolescents at Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. A descriptive case study design was used involving two adolescents experiencing menstrual pain who met the study criteria. The instruments included a standard operating procedure for avocado juice administration, observation sheets, and the Numeric Rating Scale (NRS) for pain assessment. The intervention consisted of administering avocado juice twice daily, in the morning and afternoon, for five consecutive days. The results showed that the pain score in subject 1 decreased from 5 to 1, while in subject 2 it decreased from 6 to 2 after the intervention. These findings indicate a reduction in menstrual pain intensity in both subjects during the period of avocado juice administration. Therefore, avocado juice may be considered a potential complementary non-pharmacological intervention to help reduce menstrual pain in adolescents. However, these findings are limited to two cases; thus, further studies with larger samples and stronger research designs are needed.
Implementasi Teknik Relaksasi Benson dalam Menurunkan Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea: Studi Kasus di RSAU dr. Esnawan Antariksa Lulu Shiefa Aisya Aprilia; Rahayu, Wahyuni Dwi; Meylawati, Luluk Eka
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/39vp0s04

Abstract

Angka persalinan dengan metode Sectio Caesarea (SC) terus meningkat dan sering disertai nyeri pascaoperasi yang dapat mengganggu kondisi fisik dan psikologis ibu, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi teknik relaksasi Benson dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu post SC. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan pendekatan observasi pre–post pada dua ibu post SC di Ruang Nuri RSAU dr. Esnawan Antariksa. Subjek dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi. Intervensi berupa teknik relaksasi Benson diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari selama 10–15 menit per sesi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan penurunan intensitas nyeri pada kedua subjek, yaitu dari skala 6 menjadi 3 pada Subjek I dan dari 7 menjadi 3 pada Subjek II. Teknik relaksasi Benson berpotensi membantu menurunkan nyeri pada ibu post SC, namun hasil ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah subjek terbatas.   The rate of Caesarean section (CS) deliveries continues to increase and is often associated with postoperative pain that may affect the physical and psychological condition of mothers, highlighting the need for safe and applicable non-pharmacological interventions. This study aimed to identify the implementation of the Benson relaxation technique in reducing pain intensity among post-CS mothers. A descriptive case study with a pre–post observational approach was conducted on two post-CS mothers in the Nuri Room of RSAU dr. Esnawan Antariksa. Subjects were selected using purposive sampling based on inclusion criteria. The intervention consisted of the Benson relaxation technique administered twice daily for three consecutive days (10–15 minutes per session). Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention and analyzed descriptively. The results showed a reduction in pain intensity in both subjects, from a score of 6 to 3 in Subject I and from 7 to 3 in Subject II. The Benson relaxation technique has the potential to reduce post-CS pain; however, the findings should be interpreted with caution due to the limited number of subjects.
Implementasi Pemberian Terapi Akupresur Titik Hegu (LI4) Untuk Menurunkan Nyeri Dismenorea Nurhalizah, Naila; Meylawati, Luluk Eka; Rahayu, Wahyuni Dwi
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/3yat5468

Abstract

Dismenorea merupakan nyeri saat menstruasi yang sering dialami remaja perempuan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan nyeri umumnya masih mengandalkan terapi farmakologis, padahal pendekatan nonfarmakologis dapat menjadi alternatif yang lebih aman dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi akupresur pada titik Hegu (LI4) dalam menurunkan nyeri dismenorea pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua subjek remaja yang mengalami dismenorea. Intervensi dilakukan dengan pemberian terapi akupresur titik Hegu (LI4) 1 kali per hari selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), dengan instrumen berupa standar prosedur operasional, format pengkajian nyeri, dan lembar observasi. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri pada kedua subjek. Pada subjek 1, skala nyeri menurun dari 5 menjadi 1, sedangkan pada subjek 2 menurun dari 6 menjadi 2 setelah 3 hari intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan terapi akupresur titik Hegu (LI4) berhubungan dengan penurunan nyeri dismenorea pada kedua subjek. Terapi ini berpotensi menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri, meskipun temuan ini masih bersifat deskriptif dan terbatas pada jumlah subjek yang kecil.   Dysmenorrhea is menstrual pain commonly experienced by adolescent girls and may interfere with daily activities. Pain management is still frequently reliant on pharmacological therapy, whereas non-pharmacological approaches may provide a safer and more practical alternative. This study aimed to describe the implementation of acupressure at the Hegu point (LI4) in reducing dysmenorrhea pain among adolescents. A descriptive case study design was employed involving two adolescent subjects with dysmenorrhea. The intervention consisted of Hegu point (LI4) acupressure administered once daily for three consecutive days. Pain intensity was assessed before and after the intervention using the Numeric Rating Scale (NRS). The instruments used included a standard operating procedure, a pain assessment form, and an observation sheet. The findings demonstrated a reduction in pain intensity in both subjects. In subject 1, the pain score decreased from 5 to 1, while in subject 2 it decreased from 6 to 2 after three days of intervention. These findings indicate that the implementation of Hegu point (LI4) acupressure was associated with a reduction in dysmenorrhea pain in both subjects. This therapy may serve as a potential non-pharmacological nursing intervention that can be performed independently; however, the findings remain descriptive and are limited by the small number of subjects.