Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

"SEHATI LESTARI": STRENGTHENING HEALTH CADRES TO REALIZE A TB-FREE AND HEALTHY COMMUNITY: "SEHATI LESTARI": PENGUATAN KADER KESEHATAN WUJUDKAN MASYARAKAT BEBAS TBC DAN HIDUP SEHAT Prodyanatasari, Arshy; Pratiwi, Wahyu Nur; Astutik, Wahyu Sri; Laksono, Adi; Werdiningsih, Wiwik; Anikasari, Erni; Fernanda, jerhi Wahyu
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V7.I2.2025.125-132

Abstract

Background: The low level of public understanding about tuberculosis (21.9%) and the limited implementation of home ventilation as a preventive measure (31.3%) prompted the launch of the “SEHATI LESTARI” program, which focuses on strengthening health cadres to create a tuberculosis-free community. Objective: This activity aimed to increase community knowledge about TB prevention, promote the adoption of healthy behaviors, and empower health cadres as agents of change at the community level. Method: The program, conducted from 16 September to 15 October 2024 with 32 participants in Tunge Village, combined interactive lectures, simulations, and field audits to ensure a comprehensive understanding. Results: Post-activity evaluations demonstrated significant improvements: participants’ knowledge of TB increased from 21.9% to 71.9%, the adoption of home ventilation practices rose from 31.3% to 68.8%, and 32 trained health cadres were successfully established. Conclusion: This community-based empowerment program through health cadres proved effective in improving knowledge and behavior related to TB prevention. To ensure program sustainability, it is recommended to establish a monthly cadre forum facilitated by the community health center (Puskesmas), integrate the TB education module into routine Posyandu activities, and develop adaptable intervention designs for other agricultural areas with similar characteristics.
Tinjauan Pustaka Mengenai Edukasi Pasien Oleh Apoteker Dalam Penggunaan Obat Rasional Widyaningrum, Esti Ambar; Anikasari, Erni; Rilawati , Fentyana Dwi
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5073

Abstract

Kajian ini bertujuan menelaah secara komprehensif peran edukasi pasien oleh apoteker dalam mendukung praktik penggunaan obat rasional. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap sepuluh artikel ilmiah yang relevan dan terbit antara tahun 2010 hingga 2025. Proses penelusuran literatur mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian dilakukan melalui basis data internasional, termasuk PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink. Dari total 139 artikel yang teridentifikasi, 25 artikel dihapus karena duplikasi dan 5 dinilai tidak layak secara otomatis, sehingga tersisa 109 artikel untuk proses penyaringan lebih lanjut. Setelah seleksi mendalam berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, hanya 10 artikel yang memenuhi kriteria dan dijadikan dasar analisis. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola kontribusi edukasi apoteker terhadap perilaku penggunaan obat rasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan apoteker berperan signifikan dalam meningkatkan kepatuhan terapi, mengurangi kesalahan penggunaan obat, serta meningkatkan efisiensi biaya kesehatan. Pendekatan edukasi kolaboratif yang berpusat pada pasien terbukti lebih efektif dibandingkan penyampaian informasi satu arah. Temuan ini menguatkan konsep dalam Pharmaceutical Care dan Health Belief Model, terutama mengenai pentingnya komunikasi terapeutik dalam memfasilitasi pengambilan keputusan pasien yang aman, efektif, dan berkelanjutan terkait penggunaan obat.
STUDI PENGGUNAAN STATIN TERHADAP PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KEDIRI Anjani, Ade Giriayu; Anikasari, Erni; Pramasari, Nadia; Kusumaratni, Dyah Ayu; Handaru, Theo Aryaputra Cahya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.48221

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, salah satu faktornya adalah dislipidemia. Statin adalah terapi lini pertama untuk menurunkan kadar kolesterol LDL. Dari beberapa penelitian diluar negeri disebutkan beberapa faktor yang dapat menyebabkan ketidakcapaian target terapi terhadap LDL-C diantaranya adalah gaktor regimen dosis yang tidak sesuai dan tingkat kepatuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik profil pasien dan ketepatan jenis, dosis, frekuensi penggunaan obat statin pada pasien PJK di RS Bhayangkara Kediri. Penelitian ini menggunakan deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medik pasien PJK rawat inap di RS Bhayangkara Kediri periode Januari–Desember 2024. Total sampel ada 80 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi penggunaan statin dan kadar LDL. Penelitian ini menunjukkan Atorvastatin 20 mg merupakan jenis statin yang paling banyak digunakan pada 62 pasien (77,5%), Atorvastatin 40 mg sebanyak 17 pasien (21,3%) dan Simvastatin 10 mg 1 pasien (1,3%). Sebagian besar pasien memiliki kadar LDL >100 mg/dL berdasarkan satu kali pemeriksaan selama masa rawat inap. LDL yang masih tinggi tidak dapat langsung dikaitkan dengan efektivitas statin karena pemeriksaan lipid hanya dilakukan satu kali saat rawat inap. Karakteristik profil pasien PJK didominasi oleh pasien usia lanjut (>55 tahun) sebanyak 27 pasien (33,8%) dan mayoritas berjenis kelamin perempuan 45 pasien (56,3%), Pendidikan SMA/SLTA sebanyak 34 pasien (42,5%), Tidak Bekerja 48 pasien (60%). Penggunaan statin pada 80 pasien PJK di RS Bhayangkara Kediri menunjukkan tepat jenis obat (100%), tepat dosis 58 pasien (72,5%), dan tepat frekuensi (100%).