Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Determinan Opini Auditor: Bukti Empiris dari Pemerintah Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat Suparlan; Tommy Aria Abdi Negara; Dediantari Mas Maheswary; Zainul Azzan Antomi; Muhammad
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 11 (2025): IJEMA - November 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kemandirian keuangan daerah yang diproksikan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tingkat kesejahteraan ekonomi yang diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap probabilitas penerimaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh auditor BPK. Objek penelitian mencakup seluruh pemerintah Kabupaten dan Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama periode 2020 hingga 2024. Menggunakan metode sensus, diperoleh 50 data observasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik regresi logistik. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa 96% pemerintah daerah di NTB telah memperoleh opini WTP. Hasil pengujian regresi menemukan bahwa baik PAD maupun PDRB memiliki arah hubungan positif namun tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap Opini Auditor. Hal ini mengindikasikan bahwa kepatuhan terhadap standar akuntansi pemerintahan di NTB telah menjadi budaya organisasi yang merata dan tidak lagi semata-mata bergantung pada besaran sumber daya ekonomi yang dimiliki daerah.
Analisis Pengaruh Dana Bagi Hasil, Jumlah Penduduk dan PAD Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah di Kabupaten Kota se Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2020 - 2024 Suparlan; Maura Nur Aziza; Meidio Pahlevvi Dwi Syahputra; RR. Indah Febriyanti; Vina Amellia Kirani
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 12 (2025): IJEMA - Desember 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Bagi Hasil, Jumlah Penduduk, dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Kemandirian Keuangan Daerah pada kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2020–2024. Penelitian ini didasari oleh masih rendahnya tingkat kemandirian fiskal di NTB yang ditandai dengan tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi linier berganda. Data sekunder diperoleh dari laporan realisasi APBD dan proyeksi Penduduk dari BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah (KKD), sedangkan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Jumlah Penduduk (JP) berpengaruh negatif signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan PAD mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah, sementara peningkatan DBH dan jumlah penduduk justru menurunkan tingkat kemandirian akibat masih tingginya ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat.
Analisis Pengukuran Kinerja Menggunakan Pendekatan Value For Money Di Kabupaten Lombok Tengah Suparlan; Lalu Muh. Mizan Asrori; Miftahatul Khairani Ulfa; Unida Ismadianti
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 5 (2026): IJEAM - May 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai kinerja keuangan sektor publik menunjukkan perkembangan yang signifikan. Akan tetapi, studi yang khusus menggunakan pendekatan Value for Money di tingkat pemerintah daerah masih cukup jarang, terutama dalam konteks perubahan yang terjadi pasca pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah antara tahun 2020-2024 dengan menerapkan pendekatan Value for Money yang mencakup aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Dalam penelitian ini, diterapkan metode kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang terdiri dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Analisis dilakukan dengan menghitung Rasio Efektivitas dan efisiensi, dan menafsirkan tren kinerja selama lima tahun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan daerah mengalami perubahan dari fase tekanan pada tahun 2020-2021, menuju fase pemulihan antara tahun 2022-2023, dan akhirnya mencapai optimalitas pada tahun 2024. Rasio efektivitas menunjukkan peningkatan yang signifikan, melampaui 100%, sedangkan rasio efisiensi tetap berada di bawah 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah mampu meningkatkan pendapatan tanpa adanya pengeluaran yang berlebihan. Namun, tingkat efisiensi yang tinggi mengindikasikan adanya potensi pengeluaran yang belum dimanfaatkan secara maksimal, yang perlu diteliti lebih lanjut terkait dampaknya terhadap kualitas layanan publik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat penerapan pendekatan Value for Money sebagai cara untuk mengevaluasi kinerja sektor publik, tidak hanya dengan fokus pada penggunaan anggaran tetapi juga pada kualitas pengelolaan tersebut
Analisis Kinerja Keuangan RSUP Kota Mataram Tahun 2023-2024 Suparlan; Ida Bagus Agung Indrawan; Johana Fitrya Shukma; Tri Juliantin Ramli
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 6 (2026): IJEMA - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan fiskal makro dan penyesuaian regulasi pasca-pandemi COVID-19 menuntut instansi kesehatan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menjaga akuntabilitas keuangan demi keberlanjutan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara jelas kinerja keuangan RSUD Kota Mataram periode tahun 2023–2024 menggunakan pendekatan Value for Money (VFM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan dokumen keuangan terkait dari instansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek efektivitas, kinerja rumah sakit berkategori sangat efektif karena realisasi pendapatan berhasil melampaui target. Aspek ekonomis mengalami perbaikan dari kriteria tidak ekonomis pada tahun 2023 menjadi ekonomis pada tahun 2024 akibat adanya pengetatan pengendalian anggaran belanja. Namun, aspek efisiensi tergolong sangat tidak efisien karena terjadi pembengkakan biaya operasional terhadap rasio pendapatan. Simpulannya, RSUD Kota Mataram telah memenuhi prinsip ekonomis dan efektivitas dengan baik, tetapi masih menghadapi tantangan besar dalam efisiensi biaya operasional. Manajemen rumah sakit direkomendasikan melakukan evaluasi berkala pada indikator VFM sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial alokasi anggaran.