Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Balita Stunting di Puskesmas Bulusibatang Kabupaten Jeneponto Yenni, Yenni; Angka, Andi Tenri
Journal of Health Quality Development Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023, JHQD
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jhqd.v3i2.480

Abstract

Balita Pendek (Stunting) adalah status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/ stunted) dan <-3 SD (sangat pendek / severely stunted). Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap balita stunting di Puskesmas Bulusibatang Kabupaten Jeneponto.Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Sampel adalah balita yang mengalami stunting di Puskesmas Bulusibatang Kabupaten Jeneponto sebanyak 93 balita. dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian BBLR berpengaruh terhadap balita stunting di Puskesmas Bulusibatang Kabupaten Jeneponto (r = 0.025), riwayat penyakit berpengaruh terhadap balita stunting di Puskesmas Bulusibatang Kabupaten Jeneponto (r = 0.000), pengetahuan berpengaruh terhadap balita stunting di Puskesmas Bulusibatang Kabupaten Jeneponto (r = 0.017), ASI ekslusif berpengaruh terhadap balita stunting di Puskesmas Bulusibatang Kabupaten Jeneponto (r = 0.002). Kesimpulan BBLR, riwayat penyakit, pengetahuan, ASI Eksklusif berpengaruh terhadap balita stunting di Puskesmas Bulusibatang Kabupaten Jeneponto.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Premenstrual Syndrome Pada Siswa di SMU Frater Makassar Angka, Andi Tenri; Yurniati, Yurniati
Journal of Health Quality Development Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023, JHQD
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jhqd.v3i2.481

Abstract

Sindrome premenstruasi (Premenstrual Syndrome, PMS, atau Premenstrual Tension, PMT) adalah kumpulan gejala fisik mental yang khas, yang berhubungan dengan siklus menstruasi (National Women’s Health Information Center, 2008). Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan umum yang paling banyak dilaporkan oleh wanita usia reproduktif. Aktivitas fisik dapat meningkatkan endorphin, menurunkan estrogen, dan hormon reproduksi wanitaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kecemasan siswa dengan premenstrual syndrome di SMU Frater Kota Makassar. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini agar digunakan untuk pengembangan ilmu kesehatan dalam hal ini kebidanan khususnya ilmu yang terkait dengan sistem reproduksi dan diharapkan sebagai pembuktian teori tentang Hubungan aktivitas fisik Dengan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) Pada Siswa dan cara mengatasi Premenstrual Syndrome (PMS). Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian Cross Sectional Study merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasional atau pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hubungan Aktivitas Fisik Dan Kecemasan Siswa SMU Frater Kota Makassar yaitu, ada hubungan premenstrual syndrome (PMS) dengan aktivitas fisik Siswa di SMU Frater Kota Makassar. Ada hubungan premenstrual syndrome (PMS) dengan kecemasan Siswa di SMU Frater Kota Makassar, Ada hubungan premenstrual syndrome (PMS) dengan aktivitas fisik dan kecemasan Siswa di SMU Frater Kota Makassar.
Hubungan Pengetahuan dan Peran Keluarga dengan Kepatuhan Melakukan Pemeriksaan IVA pada Ibu PUS Prakonsepsi di UPT Puskesmas Ajangale Fatimah Jamir; Andi Tenri Angka; Ummu Kalsum; Syarifah sahirah
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 3 No. 2 (2025): April: Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v3i2.1797

Abstract

VIA is a simple test. The VIA test is a method for early detection of cervical cancer by applying 3-5% acetic acid or vinegar. It has a 96% accuracy rate; abnormal areas will turn white. If there is no color change, it can be assumed that there is no cervical infection. This VIA test is important for fertile couples, including preconception women with PUS. To determine the relationship between knowledge and family role with compliance with VIA testing in preconception women with PUS at the Ajangale Community Health Center (UPT). This study used an observational research method with a cross-sectional approach. The population in this study were all PUS women aged 20-35 years at the UPT Ajangale Community Health Center. Sampling was carried out using a total sampling technique, obtaining 30 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire. The collected data were then processed and analyzed using the SPSS statistical program and analyzed using the chi-square test. The study showed a relationship between compliance with VIA testing and two variables studied: knowledge (p=0.000) and family role (0.000). Compliance with VIA testing in preconceptional women with PUS is influenced by both knowledge and family role. This study focused on preconception women with PUS at the Ajangale Community Health Center, aiming to understand the factors that influence their compliance with VIA testing. By analyzing the relationship between knowledge and family role with VIA compliance, the study highlights the importance of educating women about the benefits of early cervical cancer detection and the pivotal role families play in supporting health-seeking behaviors.
Strategi Pengembangan Agro Eduwisata Agribisnis Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Maros (Studi Kasus Di Kebun Raya Pucak Kabupaten Maros) Andi Tenri Angka; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; Syamsul Rahman
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan agro eduwisata agribisnis sebagai strategi dalam pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Maros, dengan fokus studi kasus di Kebun Raya Pucak. Agro eduwisata merupakan konsep integratif antara kegiatan pertanian, pendidikan, dan pariwisata yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan peluang kerja berbasis potensi daerah.Penelitian ini menggunakan 2 (dua) metode yaitu pada rumusan masalah pertama menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam serta dokumentasi dan studi literatur. Kemudian, untuk rumusan masalah kedua menggunakan Analisis SWOT.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Raya Pucak memiliki potensi agro eduwisata yang sangat besar karena didukung oleh kekayaan hayati, kondisi geografis yang mendukung serta minat masyarakat dan pengunjung terhadap wisata edukatif dan agribisnis.Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi Strength-Opportunity (SO) merupakan pendekatan yang paling efektif untuk pengembangan model agro eduwisata.  Strategi ini memungkinkan pemanfaatan kekuatan internal seperti keanekaragaman koleksi tanaman endemik, ketersediaan lahan, dan dukungan manajemen dengan memaksimalkan peluang eksternal seperti tren wisata edukatif, dukungan kebijakan dan potensi Kerjasama multi pihak.Model pengembangan agro eduwisata yang dirancang dapat berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas, penyediaan lapangan kerja dan keterlibatan dalam kegiatan wisata berbasis agribisnis seperti pelatihan, pendampingan usaha tani dan kegiatan edukatif untuk pengunjung.Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa dengan penerapan model ini secara berkelanjutan akan mendorong sinergi antara konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar Kebun Raya Pucak Kabupaten Maros.