Claim Missing Document
Check
Articles

Pengendalian Persediaan Bahan Baku Daging Ayam pada KFC Ayam Geprek Limau Rulyana, Rulyana; Syamsuddin, Syamsuddin; Miru, Sulaeman; Hadi, Suryadi
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3896

Abstract

Pengendalian persediaan merupakan salah satu yang sangat penting bagi sebuah perusahaan, karena tanpa pengendalian persediaan yang tepat perusahaan akan mengalami masalah seperti tidak optimal dalam mengendalikan persediaan bahan baku yang terlalu besar dan juga terlalu kecil. Melalui pengendalian persediaan yang optimal, Perusahaan dapat meminimalkan biaya persediaan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku daging ayam yang diterapkan oleh KFC Ayam Geprek Limau di Jalan Tombolotutu Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memaparkan bagaimana pengendalian persediaan bahan baku yang diterapkan oleh KFC Ayam Geprek Limau kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Economic Order Quantitiy (EOQ). Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian persediaan daging ayam pada KFC Ayam Geprek Limau masih kurang efektif dari segi biaya persediaan dan kebijakan yang dilakukan dalam menentukan pembelian bahan baku belum menghasilkan biaya persediaan yang optimal. Sehingga pemilik Usaha KFC Ayam Geprek Limau sebaiknya menerapkan metode EOQ dalam pengelolaan persediaan bahan baku terutama daging ayam. Karena metode ini telah terbukti efektif dalam mengurangi biaya persediaan. Selanjutnya, melakukan evaluasi terkait dengan kebijakan dalam menentukan kapan dan berapa banyak jumlah untuk memesan bahan baku sesuai dengan hitungan EOQ.
Maintenance of Meat Grinding Machines at CV. Solo Indah in Palu City Kaharuddin, Musfara; Asngadi, Asngadi; Miru, Sulaeman; Dwiwijaya, Kadek Agus
Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen Vol. 7 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jakman.v7i1.5029

Abstract

Purpose: This study analyzes the maintenance practices of meat grinding machines at CV Solo Indah in Palu City, focusing on preventive and corrective strategies, and provides recommendations to improve efficiency and reduce breakdowns. Methodology/Approach: Conducted over three months using a descriptive quantitative approach, the study employed direct observation, structured interviews, and documentation. Machine components were evaluated using fishbone diagrams, cost analysis, and efficiency calculations with the formula TC = (F × RI) / (RO × P). Tools included maintenance records, interview guides, and Microsoft Excel. Results/Findings: All major components experienced at least one failure in 2024. The gearbox, machine frame, and feeder had the highest repair costs. The total maintenance cost was Rp13,674,500, with preventive maintenance accounting for 53.68% and corrective for 46.32%. This indicates a balanced and efficient maintenance system categorized as “very efficient” under industry benchmarks. Conclusions: CV Solo Indah implements both preventive and corrective maintenance effectively, though corrective costs remain relatively high. Prioritizing preventive actions for costly components like the gearbox can reduce overall expenses. Fishbone analysis identified root causes in manpower, machine, method, material, environment, and measurement aspects. Limitations: The study focuses on one company and a short 3-month period, limiting generalization to broader industry trends. Contribution: This research enriches industrial engineering and operations management literature, especially for SME-scale meat processing, by providing practical insights to enhance maintenance systems, lower costs, and increase productivity.