Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Unveiling the DNA Barcoding of Threadfin Breams (Nemipteridae) at Oeba Fish Landing Site and Oesapa Fish Market in Kupang, East Nusa Tenggara Wora, Umbu Domu; Wijayanti, Diah Permata; Widowati, Ita; Ginzel, Fanny Iriany; Nursalim, Nining; Kholilah, Nenik; Bachtiar, Muggi
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 29, No 2 (2024): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.29.2.170-180

Abstract

Threadfin breams (Nemipteridae) are demersal fish species that constitute a significant catch for East Nusa Tenggara fishermen at the Oeba Fish Landing Site and Oesapa Fish Market, where they are landed year-round. Over the years, there has been a noticeable increase in the capture of threadfin breams, raising concerns about the potential impact on their genetic diversity. The ongoing trend could affect the region’s overall population structure of threadfin breams. This study addresses the need to identify threadfin breams in the landing above sites of threadfin breams through molecular analysis of mtDNA COI. The research involved the examination of 24 samples obtained from the Oeba Fish Landing Site and Oesapa Fish Market. The analysis revealed the presence of five distinct threadfin bream species: Nemipterus hexodon, N. japonicus, N. zysron, N. aurora, and Pristipomoides typus. The genetic distance between individual threadfin breams ranged from 0-0.8%, indicating a relatively close genetic relationship within the population. Also, phylogenetic tree reconstruction further delineated five distinct clades based on the species obtained from the samples. Given these findings, the study emphasizes the importance of sustainable threadfin bream capture to preserve genetic diversity. The results underscore the need for ongoing monitoring and management strategies to ensure the threadfin bream population’s long-term health and stability. Additionally, the study suggests that a more in-depth analysis of genetic diversity and the environmental factors influencing this species is warranted for a comprehensive understanding and effective conservation measures.
Biology Fisheries of Threadfin Bream Fish (Family: Nemipteridae) Landed at Oeba Fish Landing Site and Oesapa Fish Market, Kupang City Wora, Umbu Domu; Wijayati, Diah Permata; Widowati, Ita; Nursalim, Nining; Kolilah, Nenik; Ginzel, Fanny Iriyany; Kurniasih, Eka Maya
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 2 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i2.22949

Abstract

The threadfin bream fish from the Nemipteridae family is a demersal species and an economically significant commercial fish. It is widely used for personal consumption and sold in markets. The capture of threadfin bream fish at the Oeba Fish Landing Site and Oesapa Fish Market has been increasing. Continuous high-intensity fishing will likely negatively impact the threadfin bream fish population, leading to stock depletion and reduced catch production. Research on threadfin bream fish in East Nusa Tenggara has yet to be reported, particularly in Kupang Bay and Rote Ndao waters. This study aims to investigate the fisheries biology of threadfin bream fish landed at the Oeba Fish Landing Site and Oesapa Fish Market. A total of 84 threadfin bream fish were sampled from both locations. The length-weight relationship of threadfin bream fish at these sites is negatively allometric with value b < 3, indicating that length growth is more dominant than weight gain. The gonad maturity stages of male and female threadfin bream fish range from GSM I-III. The size distribution of threadfin bream fish ranges from 173-295 mm at the Oeba Fish Landing Site and from 173-245 mm at the Oesapa Fish Market. Most of the threadfin bream found are still in the early stages of gonadal maturity, indicating that these fish are young and not yet ready to spawn. Implementing Sustainable fishing management practices is crucial, including setting catch quotas and minimum catch sizes and educating fishermen to ensure the sustainability of threadfin bream fish stocks.
PELATIHAN PEMBUATAN KONDIMEN TINGGI PROTEIN BERBAHAN DASAR GONAD BULU BABI PADA KELOMPOK MASYARAKAT DESA KUTA Umbu Henggu, Krisman; Aldi Babu Taraparengu; Uska Peku Jawang; Elfis Umbu Katongu Retang; Elieser Irno Bulu; Umbu Domu Wora
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Abdi Wina Edisi Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/abdiwina.v5i1.1247

Abstract

Keberadaaan Echinoidea cukup melimpah di pesisir Desa Kuta dan pemanfaatannya sangat terbatas yakni hanya memanfaatkan gonad bulu babi untuk produk sekali konsumsi. Oleh sebab itu, salah satu bentuk penerapan IPTEK ialah pelatihan pembuatan kondimen tinggi protein yang berasal dari Bulu babi (Echinoidea). Kondimen yang dihasilkan dari gonad bulu babi dapat disimpan dalam jangka panjang dan dapat berperan sebagai penyedap rasa makanan. Selain itu, kondimen tersebut juga merupakan ekstrak derivat protein yang sangat baik untuk kesehatan manusia. Penerapan IPTEK dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dasar dan keterampilan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi perikanan Desa Kuta. Kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan kondimen gonad bulu babi (Echinoidea) telah dilakukan pada kelompok masyarakat Desa Kuta dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan pelatihan dilakukan dengan memperkenalkan ekologi dan pemanfaatan gonad bulu babi, pelatihan pembuatan kondimen hingga evaluasi keberdayaan Mitra. Level keberdayaan mitra dalam kegiatan ini memiliki tingkat kepuasan 77% (sangat puas) dan 23% (puas). Akan tetapi, diperlukan pendampingan lebih lanjut terkait strategi bisnis dan pemasaran produk kondimen gonad bulu babi.
Morphometric And Meristic Variations of Threadfin Breams Fish (Family: Nemipteridae) in Kupang: A Comparative Study from Oeba Fish Landing Site and Oesapa Fish Market Umbu Domu Wora; Nenik Kholilah; Fanny Iriany Ginzel; Krisman Umbu Henggu
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.52734

Abstract

Threadfin Bream fish (Nemipteridae) are among the frequently landed species at the Oeba Fish Landing Site and the Oesapa Fish Market in Kupang City, East Nusa Tenggara, Indonesia. These fish are widely consumed by local communities, sold in domestic markets, and exported. This study aimed to analyze the morphometric and meristic characteristics of Threadfin Bream fish and compare the morphological variations of specimens collected from two distinct locations: TPI Oeba and Oesapa Market. The research was conducted from April to May 2023. Four species of Threadfin Bream were identified: Nemipterus japonicus, N. hexodon, N. zysron, and N. aurora. A total of 18 morphometric and 10 meristic characters were measured. The recorded total lengths were: N. japonicus (215 mm), N. hexodon (197 mm), N. zysron (247 mm), and N. aurora (242 mm). Average meristic characteristics included dorsal fin rays D.X.9, pectoral fin rays P.14, ventral fin rays V.I.5, anal fin rays A.III.7, and caudal fin rays C.20. Additional scale counts ranged as follows: pre-dorsal scales (36–41), lateral line scales (137–142), caudal peduncle scales (26–34), transverse body scales (131–169), and caudal fin height (0.8–1.3 mm). These findings contribute baseline data essential for the conservation and sustainable management of Threadfin Bream populations in the coastal waters of Kupang City.
PEMBERDAYAAN KEMITRAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENGUATAN HILIRISASI EKONOMI BIRU MELALU DIVERSIFIKASI PRODUK PERIKANAN PADA KELOMPOK PEREMPUAN NELAYAN KUB PARMA BAHARI Krisman Umbu Henggu; Elvis Umbu Katongu Retang; Legendaris Van Kaleka; Yovinis Hungu Nahu; Umbu Domu Wora; Suryaningsih Ndahawali; Rambu Hada Indah; Askar Unha Njanji
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40935

Abstract

Ekonomi Biru (blue economy) merupakan suatu pendekatan transformatif dalam mengoptimalisasi sumber daya laut secara berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama wilayah pesisir. Berdasarkan hasil survey dan FGD, diketahui bahwa Kelompok Usaha Perempuan Nelayan “Parma Bahari” belum memiliki pengetahuan dasar terkait diversifikasi hasil perikanan, keterbatasan sarana pengolahan, sistem pemasaran produk hingga legalitas kelembagaan kelompok yang belum memiliki izin. Kegiatan pengabdian dilakukan pada Kelompok Perempuan Parma Bahari yang bertempat di Kelurahan Kamalaputih, Kabupaten Sumba Timur. Tahapan kegiatan pengabdian meliputi survey lokasi, FGD, implementasi kegiatan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan analisis kepuasan. Hasil pengabdian menunjukkan implementasi difusi IPTEK yang meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan dalam diversifikasi pengolahan hasil perikanan, manajemen pemasaran dan kelembagaan kelompok hingga legalitas usaha memberikan dampak keberdayaan terhadap Mitra Kelompok Usaha Perempuan Nelayan “Parma Bahari”. Difusi IPTEK tersebut mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir dalam mengoptimalisasikan sumber daya perikanan melalui hilirisasi olahan perikanan dalam mendukung implementasi “blue economy”. Mitra “Parma Bahari” saat ini telah memiliki sarana alat pengolahan ikan, legalitas usaha produk (NWPW, NIB- SP-PIRT) hingga legalitas kelompok usaha yang telah terdaftar secara resmi di Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur. Aspek kepuasan Mitra terkait pelayanan pengabdian seperti bantuan sarana pengolahan, pelatihan dan sosialisasi mencapai 81,82%. Selain itu, kegiatan pengabdian yang dilakukan juga memberikan pengalaman belajar yang baik terhadap mahasiswa melalui implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).
Rehabilitasi Hutan Mangrove sebagai Solusi Mitigasi Perubahan Iklim di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur Umbu Domu Wora; Krisman Umbu Henggu; Suryaningsih Ndahawali; Yatris Rambu Tega; Nurbety Tarigan; Firat Meiyasa; Evan Haru Hami
Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i2.10149

Abstract

Ekosistem Mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki peran penting bagi wilayah pesisir. Ekosistem mangrove memiliki fungsi baik secara ekonomi maupun ekologi, secara ekologi mangrove berfungsi sebagai pelindung wilayah pesisir, habitat bagi organisme laut, dan penyerap karbon yang efektif sedangkan secara ekonomi ekosistem mangrove berfungsi sebagai tempat mencari penghidupan bagi masyarakat pesisir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang fungsi dan manfaat hutan mangrove bagi masyarakat pesisir. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah survei awal, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan dan pemantaun. Sosialisasi pengabdian pada masyarakat ini telah dilakukan agar masyarakat pesisir kelurahan Temu mengetahui dan memahami tentang fungsi hutan mangrove secara ekologi maupun ekonomi serta penanaman mangrove disekitar wilayah pesisir dilakukan sebagai upaya rehabilitas dan pelestarian hutan mangrove secara berkelanjutan.
PENINGKATAN LITERASI KONSERVASI TERUMBU KARANG ANAK PESISIR MELALUI EDUKASI PARTISIPATIF DI TANJUNG RINGGIT, LOMBOK TIMUR Nenik Kholilah; Rusmin Nuryadin; Sitti Hilyana; Nurliah Nurliah; Paryono Paryono; Soraya Gigentika; Sholihati Lathifa Sakina; Umbu Domu Wora
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 5 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i5.3529

Abstract

Konservasi terumbu karang menjadi isu penting mengingat perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Di wilayah Lombok, kondisi terumbu karang menunjukkan variasi tutupan dari kategori buruk hingga baik, yang dipengaruhi oleh tekanan antropogenik seperti aktivitas wisata, sedimentasi, dan limbah daratan. Rendahnya literasi konservasi sejak usia dini mendorong perlunya edukasi partisipatif bagi anak pesisir sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman 25 anak pesisir di Desa Pare Mas mengenai fungsi terumbu karang, ancaman, dan upaya pelestariannya melalui pendekatan edukasi partisipatif. Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu pre-test, penyampaian materi interaktif (presentasi, tanya jawab, dan kuis), demonstrasi sederhana transplantasi karang menggunakan alat peraga, serta kegiatan partisipatif berupa mewarnai ekosistem laut. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 20% menjadi 95%, dengan seluruh peserta mengalami peningkatan nilai dan rentang skor meningkat dari 10–40% menjadi 85–100%. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan literasi konservasi peserta. Program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis partisipasi efektif dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini dan berpotensi membentuk perilaku ramah lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya guna mendukung pelestarian ekosistem terumbu karang di wilayah pesisir.