Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Delasi Agama - Manusia dalam Spirit Pancasila (Membangun Egalitarianisme dalam Kemerdekaan Keyakinan) Miftahusyai’an, Mohammad; Mulyoto, Galih Puji
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v5.n2.2020.pp44-53

Abstract

Secara historis nilai-nilai Pancasila telah lama hidup dalam nurani bangsa Indonesia. Manusia dalam sejarah telah lama belajar tentang cara berdialog dengan agama. Misalnya, pada persoalan yang akan datang mungkinkah masyarakat Indonesia membangun gerakan sosial dengan bersumber pada sila pertama Pancasila, menghasilkan pemahaman agama sebagai ajaran nilai-nilai kenegaraan dan kebangsaan melalui rekayasa sosial sekaligus sebagai sebuah pendekatan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menelaah dan mengidentifikas jurnal, buku, dokumen (baik bentuk cetak maupun elektronik) serta sumber-sumber bahan informasi yang dianggap sesuai dengan penelitian ini. Analisis data menggunakan pengkajian dan perbandingan terhadap data yang ditemukan secara sistematis. Hasil penelitian bahwa agama menjadi bagian dalam diri manusia dalam membentuk kepribadian manusia seutuhnya. Masyarakat terwujud sebuah fenomena religius yang dibutuhkan dalam segala bentuk aktifitasnya. Religius yang terbentuk sejatinya sebuah aturan yang mendasari tingkah laku dan sikap manusia. Hal ini terbentuk sebagai pola yang khas dan unik. Pancasila hadir sebagai spirit dalam memberikan jalan tengah yang terwujud dalam sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Mengandung arti harapan dan gagasan terkait Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Keterkaitan agama dan pancasila tidak dapat dipisahkan sebagai perisai yang membentengi segenap warga negara Indonesia di tengah perkembangan zamanRelation of Religion - Humans in the Spirit of Pancasila (Building Egalitarianism in Freedom of Belief). Historically the values of Pancasila have long lived in the conscience of the Indonesian people. Humans in history have long learned about dialogue with religion. For example, in future problems it is possible for the Indonesian people to build a social movement based on the first principle of Pancasila, to produce an understanding of religion as a teaching of state and national values through social engineering as well as an approach. This research uses a library method with a qualitative approach. Data collection techniques by examining and identifying journals, books, documents (both printed and electronic forms) and sources of information materials that are considered in accordance with this research. Data analysis uses assessment and comparison of data found systematically. The results of the study that religion is a part of human beings in shaping the whole human personality. Society manifests a religious phenomenon that is needed in all forms of its activities. Religiously formed is actually a rule that underlies human behavior and attitudes. This is formed as a unique and unique pattern. Pancasila exists as a spirit in providing a middle ground that is manifested in the first precepts of the Godhead. The meaning of hopes and ideas related to Pancasila is the source of all sources of law in Indonesia. The relation of religion and Pancasila cannot be separated as a shield that fortifies all Indonesian citizens in the midst of the times.
PETISI ONLINE SEBAGAI MODAL SOSIAL (Studi Fenemologi Situs www.change.org pada Tahun 2015) mulyoto, galih puji; Mulyadi, Galih Puji
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.523 KB) | DOI: 10.24269/v2.n2.2017.1-13

Abstract

Penelitian ini berfokus pada fenomena masyarakat dalam partisipasi politik dengan petisi online melalui website www.change.org pada tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deksriktif kualitatif, dengan menggunakan metode fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini pada website www.change.org. Objek dalam penelitian ini adalah mengenai Petisi online. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi berupa teks-teks dari petisi online. Sedangkan analisis data adalah dengan mengorganisasikan data dan pengelolaan data tersebut. Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap mekanisme dan wacana yang terkandung dalam teks pada website tersebut selama durasi waktu penelitian. Berdasarkan hasil analisis, penulis menemukan bahwa partisipasi politik pada website www.change.org: telah mengalami pergeseran makna. Website www.change.org juga membangkitkan semangat demokrasi partisan serta menghasilkan agensi subyek. Teks-teks yang diproduksi oleh pengguna menciptakan tindakan kolektif dengan membangun kedekatan dan kesamaan nasib antar pengguna merupakan indikasi sebagau harapan baru untuk modal sosial di era digital. Selain itu, petisi online sebagai transformasi perjuangan baru masyarakat terhadap kebijakan publik/korporasi yang bertentangan dengan keadilan sosial
Kedudukan Hukum Adat: Sebuah Perbandingan Hukum Positif di Beberapa Negara Mulyoto, Galih Puji; Mulyono, Galih Puji; Laila, Khotbatul; Budiastanti, Dhaniar Eka; Bidasari, Anindya; Wisuda, Selvia
Widya Yuridika Vol 7, No 1 (2024): Widya Yuridika: Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Widya Gama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/wy.v7i1.4569

Abstract

The existence of customary law in positive law often creates ambiguity in the implementation of law enforcement and legal sources. There is a problem here with this principle placing customary law as a source of law. The purpose of this paper is to provide input on the position of customary law in positive law in Indonesia by comparing several Anglo-Saxon and civil law countries. This research method uses normative legal research with a comparative approach. The results and discussion in this study describe the position of customary law in Indonesia, the Philippines, Malaysia, and Brunei Darussalam. The positive laws of these countries regulate the position of customary law in its position as a source of law and law enforcement. Customary law in the Philippines is a dispute resolution tool related to community problems with customary law so that there is no overlap in the enforcement of laws and regulations. Customary law in Malaysia is not codified in the customary law, it is codified in the law. Courts do not play a role in the development of customary law. Customary law is also developed by the courts. Positive law that applies to all society positive law applies to all society. Brunei Darussalam still lives in society and is still widely used positive law is the law that applies to all communities and customary law is the main source of law in Brunei Darussalam.
Pancasila and Citizenship Education Learning Model for Elementary School Students: A Literature Review Retnasari, Lisa; Hidayah, Yayuk; Mulyoto, Galih Puji; Istianah, Anif
Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 16, No 1 (2023): Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mad.v16i1.13444

Abstract

Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang digunakan guru dalam mengorganisir pembelajaran. Model pembelajaran dianggap mampu mengatasi permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran terjadi. Model pembelajaran yang inovatif akan memudahkan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan.Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran PPKn SD. Jenis penelitian ini adalah kualitatif studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran yang tepat dalam PPKn SD  ialah 1) Value Clarification Technique (VCT), 2) Analisis kasus, 3) Contextual Teaching and Learning (CTL), 4) Problem Based Learning (PBL). 
HUBUNGAN MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK ORANG TUA DENGAN TINDAKAN MENYEKOLAHKAN ANAK DI MI AL-MA’ARIF 02 SINGOSARI Mulyoto, Galih Puji; Setiawan, Moch Rizki
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/gentala.v8i1.21764

Abstract

This study aims to describe the factors that cause parents to be motivated to send their children to MI Al-Ma'arif 02 Singosari. This study also aims to determine the dominant factor of parents being motivated to send their children to MI Al-Ma'arif 02 Singosari. This study uses a quantitative approach to the type of survey research. The subjects of this study were all parents of second grade students of MI Al-Ma'arif 02 Singosari as many as 75 people. Data collection techniques using questionnaires, interviews and documentation.The results showed that the factors that caused parents to be motivated to send their children to MI Al-Ma'arif 02 Singosari consisted of intrinsic and extrinsic motivation. Intrinsic motivation factors include: (1) understanding Islamic religious science (2) understanding the Koran (3) understanding fiqh (4) having noble character and (5) achievement. While the extrinsic motivation factors include: (1) School Environment (2) Infrastructure (3) Vision and Mission (4) Quality of Religious Education (5) Educator Profile (6) Curriculum (7) Activities in School (8) Governance Orderly (9) Extracurricular (10) Cost (11) Family Environment (12) Social Environment. The dominant factor of parents' intrinsic motivation is an indicator of understanding fiqh and the dominant factor of parents' extrinsic motivation is an indicator of school activities.
Pengembangan Media Kereta Kayu Huruf Hijaiyah Untuk Meningkatkan Keterampilan Kitabah Bahasa Arab Siswa Kelas I Makarimal Akhlaq Bantur Malang Nuzulia, Nuril Nuzulia; Mulyoto, Galih Puji; Zulailiana, Susetna Lily
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v4i1.589

Abstract

Keterampilan kitabah sering kali diabaikan dalam pembelajaran bahasa Arab, sehingga banyak siswa mengalami kesulitan dalam menulis bahasa Arab. Maka dari itu untuk mempermudah siswa dalam menulis bahasa Arab, maka dibuat media pembelajaran berupa media kereta kayu huruf hijaiyah untuk meningkatkan keterampilan kitabah bahasa Arab siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan proses pengembangan produk media kereta kayu huruf hijaiyah, 2) Menganalisis tingkat validitas dan kemenarikan media kereta kayu huruf hijaiyah, 3) Menganalisis keterampilan kitabah bahasa Arab siswa sesudah menggunakan media kereta kayu huruf hijaiyah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan Borg and Gall melalui tujuh langkah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes keterampilan kitabah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan analisis uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Prosedur yang digunakan yaitu (a) pengumpulan data, (b) perencanaan, (c) pengembangan produk awal, (d) uji coba produk awal, (e) revisi produk awal, (f) uji coba lapangan, dan (g) revisi produk akhir. 2) Hasil validasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa tingkat kevalidan media kereta kayu huruf hijaiyah memperoleh hasil 95,5% yang termasuk dalam kategori valid. Tingkat kemenarikan media kereta kayu huruf hijaiyah memperoleh hasil 89,75% yang termasuk dalam kategori menarik. 3) Hasil uji t memperoleh thitung 4,56 > ttabel 1,717. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan kitabah bahasa Arab siswa sebelum dan sesudah menggunakan media kereta kayu huruf hijaiyah. Maka dapat disimpulkan bahwa media kereta kayu huruf hijaiyah dapat meningkatkan keterampilan kitabah bahasa Arab siswa.
Membangun Keprofesian Guru Melalui Manajemen Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) Yang Efektif Dan Berkelanjutan Miftahusyai'an, Mohammad; Mulyoto, Galih Puji; Lestantyo, Prayudi; Munir, Misbah
J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) J-MPI Vol. 9, No. 2, Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jmpi.v9i2.29569

Abstract

The purpose of this study is first, to find the formulation of KKG empowerment strategy in the development of sustainable professionalism for Islamic Religious Education (PAI) Teachers and to find the impact and obstacles of effective empowerment of Teacher Working Groups (KKG) in the development of sustainable professionalism. This study uses the Participatory Action Research (PAR) research method. The subjects of the study include the administrators of KKG PAI Teachers. Data collection techniques use documentation, interviews and observations. Data analysis techniques use interactive analysis techniques (interactive analysis model). The results of the study indicate that in formulating a KKG empowerment strategy in the development of sustainable professionalism for PAI Teachers, it is carried out through PAR steps using the term KUPAR (to Know, to Understand, to Plan, to Action and to Reflection). The use of PAR steps in empowering KKG is able to compile programs in the development of effective sustainable professionalism for PAI Teachers. The follow-up to the results of this study is the creation of a PKB program for PAI Teachers consisting of self-development, scientific publications and innovative works implemented in several ways. This can be a reference for related parties in implementing the empowerment model through KKG for the development of sustainable professionalism for Islamic Religious Education Teachers.
Pengembangan Big Book Berbasis Value Clarification Technique (VCT) dalam Meningkatkan Bernalar Kritis Siswa Kelas IV di MI Al-Kautsar Joho Kabupaten Madiun Mulyoto, Galih Puji; Muhammad Nur Kholilul , Firdaus; Damayanti, Setia; Ayu Puspitasari, Debi
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to create and develop VCT-based big book learning media to improve critical reasoning of students in Class IV of MI Al Kautsar Joho, Madiun Regency. This study was conducted in Class IV of MI Al Kautsar Joho, Madiun Regency. This study uses development (Research and Development). The results of this study are Bigbook Learning Media using the VCT model with a percentage increase in learning outcomes and students' critical reasoning abilities (1) in the pretest, the average student learning outcomes obtained a score of 59.7. While the posttest results showed that all students got scores above the KKM (KKM = 75) with an average class score of 80.8. This shows a success in learning in terms of cognitive aspects with an average increase in learning outcomes of 26%, (2) The results shown by the pretest results of 27 class IV students showed an average of 449 out of 540. This shows a success in learning in terms of cognitive aspects with an average increase in learning outcomes of 83% or in the good category. Conclusion: Big Book Learning Media using the Value Clarification Technique (VCT) model is very suitable for use in the learning process and is able to improve students' critical reasoning patterns in the diversity material of Class IV MI Al Kautsar Joho, Madiun Regency.
PETISI ONLINE SEBAGAI MODAL SOSIAL (Studi Fenemologi Situs www.change.org pada Tahun 2015) mulyoto, galih puji; Mulyadi, Galih Puji
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i2.508

Abstract

Penelitian ini berfokus pada fenomena masyarakat dalam partisipasi politik dengan petisi online melalui website www.change.org pada tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deksriktif kualitatif, dengan menggunakan metode fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini pada website www.change.org. Objek dalam penelitian ini adalah mengenai Petisi online. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi berupa teks-teks dari petisi online. Sedangkan analisis data adalah dengan mengorganisasikan data dan pengelolaan data tersebut. Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap mekanisme dan wacana yang terkandung dalam teks pada website tersebut selama durasi waktu penelitian. Berdasarkan hasil analisis, penulis menemukan bahwa partisipasi politik pada website www.change.org: telah mengalami pergeseran makna. Website www.change.org juga membangkitkan semangat demokrasi partisan serta menghasilkan agensi subyek. Teks-teks yang diproduksi oleh pengguna menciptakan tindakan kolektif dengan membangun kedekatan dan kesamaan nasib antar pengguna merupakan indikasi sebagau harapan baru untuk modal sosial di era digital. Selain itu, petisi online sebagai transformasi perjuangan baru masyarakat terhadap kebijakan publik/korporasi yang bertentangan dengan keadilan sosial
Delasi Agama - Manusia dalam Spirit Pancasila (Membangun Egalitarianisme dalam Kemerdekaan Keyakinan) Miftahusyai’an, Mohammad; Mulyoto, Galih Puji
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5 No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v5i2.2758

Abstract

Secara historis nilai-nilai Pancasila telah lama hidup dalam nurani bangsa Indonesia. Manusia dalam sejarah telah lama belajar tentang cara berdialog dengan agama. Misalnya, pada persoalan yang akan datang mungkinkah masyarakat Indonesia membangun gerakan sosial dengan bersumber pada sila pertama Pancasila, menghasilkan pemahaman agama sebagai ajaran nilai-nilai kenegaraan dan kebangsaan melalui rekayasa sosial sekaligus sebagai sebuah pendekatan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menelaah dan mengidentifikas jurnal, buku, dokumen (baik bentuk cetak maupun elektronik) serta sumber-sumber bahan informasi yang dianggap sesuai dengan penelitian ini. Analisis data menggunakan pengkajian dan perbandingan terhadap data yang ditemukan secara sistematis. Hasil penelitian bahwa agama menjadi bagian dalam diri manusia dalam membentuk kepribadian manusia seutuhnya. Masyarakat terwujud sebuah fenomena religius yang dibutuhkan dalam segala bentuk aktifitasnya. Religius yang terbentuk sejatinya sebuah aturan yang mendasari tingkah laku dan sikap manusia. Hal ini terbentuk sebagai pola yang khas dan unik. Pancasila hadir sebagai spirit dalam memberikan jalan tengah yang terwujud dalam sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Mengandung arti harapan dan gagasan terkait Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Keterkaitan agama dan pancasila tidak dapat dipisahkan sebagai perisai yang membentengi segenap warga negara Indonesia di tengah perkembangan zamanRelation of Religion - Humans in the Spirit of Pancasila (Building Egalitarianism in Freedom of Belief). Historically the values of Pancasila have long lived in the conscience of the Indonesian people. Humans in history have long learned about dialogue with religion. For example, in future problems it is possible for the Indonesian people to build a social movement based on the first principle of Pancasila, to produce an understanding of religion as a teaching of state and national values through social engineering as well as an approach. This research uses a library method with a qualitative approach. Data collection techniques by examining and identifying journals, books, documents (both printed and electronic forms) and sources of information materials that are considered in accordance with this research. Data analysis uses assessment and comparison of data found systematically. The results of the study that religion is a part of human beings in shaping the whole human personality. Society manifests a religious phenomenon that is needed in all forms of its activities. Religiously formed is actually a rule that underlies human behavior and attitudes. This is formed as a unique and unique pattern. Pancasila exists as a spirit in providing a middle ground that is manifested in the first precepts of the Godhead. The meaning of hopes and ideas related to Pancasila is the source of all sources of law in Indonesia. The relation of religion and Pancasila cannot be separated as a shield that fortifies all Indonesian citizens in the midst of the times.