Lestari, Dwi Junianti
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Tokoh “Ali” dalam Film “Ali & Ratu Ratu Queens” Karya Lucky Kuswandi Ramadanti, Tharisya; Lestari, Dwi Junianti; Roekmana, Giri Mustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29373

Abstract

Penelitian ini menganalisis karakterisasi tokoh Ali dalam film Ali & Ratu-Ratu Queens karya Lucky Kuswandi dan menggali pesan moral dalam perjalanannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi film, wawancara dengan sutradara dan produser, serta dokumentasi. Analisis menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang menyoroti id, ego, dan superego untuk memahami proses penerimaan dan aktualisasi diri Ali. Hasil penelitian menunjukkan Ali berkembang dari remaja bingung menjadi sosok dewasa yang mampu menerima kenyataan. Konflik batin, terutama hubungannya dengan ibu kandung, memicu pertumbuhan emosional dan pemahaman lebih dalam tentang keluarga dan kasih sayang. Film ini mengajarkan pentingnya keberanian, ketulusan, tanggung jawab, serta penerimaan diri dalam menghadapi kenyataan hidup.
Pemanfaatan Aplikasi TikTok dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa pada Pembelajaran Seni Tari di Kelas XII A2 MAN 4 Pandeglang Hartini, Sri; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran dalam mengembangkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni tari di kelas XII A2 MAN 4 Pandeglang. Proses pembelajaran telah secara langsung menerapkan aplikasi TikTok sebagai sarana bagi siswa untuk mengekspresikan ide gerak, mengeksplorasi bentuk tari, serta mendokumentasikan karya mereka dalam format video pendek yang menarik dan komunikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok secara efektif mampu mendorong perkembangan kreativitas siswa dalam beberapa aspek utama, yaitu: (1) eksplorasi gerak dan ekspresi tari yang lebih variatif dan orisinal, (2) peningkatan keterampilan digital melalui proses pengambilan gambar dan pengeditan video, (3) penguatan kerja sama tim dan manajemen waktu dalam proyek tari berkelompok, serta (4) tumbuhnya kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi saat menyajikan karya mereka. Selain itu, siswa menunjukkan kemampuan reflektif dan metakognitif dalam mengevaluasi proses penciptaan karya tari mereka. TikTok terbukti menjadi media yang relevan, interaktif, dan mampu mengintegrasikan dunia digital dengan pembelajaran seni secara kreatif dan bermakna.
Analisis Dramaturgi Drama Korea Start-Up terhadap Pembentukan Identitas Diri Gen Z Ramadhanti, Shiva; Lestari, Dwi Junianti; Roekmana, Giri Mustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana drama Korea Start-Up berperan dalam pembentukan identitas diri Generasi Z melalui pendekatan dramaturgi Erving Goffman serta teori identitas Erik Erikson. Fenomena Hallyu atau gelombang Korea telah menjadi bagian dari gaya hidup remaja Indonesia, di mana drama Korea tidak hanya dikonsumsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media refleksi dan pembentukan nilai sosial-budaya. Drama Start-Up menggambarkan perjuangan anak muda dalam membangun perusahaan rintisan di era digital yang kompetitif. Cerita dan karakter dalam drama ini merepresentasikan dinamika pencarian jati diri yang dekat dengan realitas sosial Generasi Z—generasi yang tumbuh dalam lingkungan digital, kritis, kreatif, dan sarat tekanan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima responden Gen Z yang telah menonton drama Start-Up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama ini memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan identitas diri Gen Z, terutama dalam hal motivasi, pandangan terhadap kesuksesan, dan pembentukan gaya hidup yang mandiri serta inovatif. Melalui pendekatan dramaturgi, ditemukan bahwa karakter dan konflik dalam Start-Up berfungsi sebagai cermin sosial yang memungkinkan penonton merefleksikan peran, persona, dan citra diri mereka di “panggung sosial” kehidupan nyata. Drama ini juga memperlihatkan bagaimana proses impression management dan pencarian jati diri terjadi dalam konteks sosial dan digital. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa drama Korea tidak hanya berfungsi sebagai produk budaya populer, tetapi juga sebagai medium pembelajaran sosial dan refleksi identitas diri bagi generasi muda. Dengan menggabungkan teori Erik Erikson tentang identity vs. role confusion dan teori dramaturgi Goffman, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian seni pertunjukan, khususnya dalam memahami keterkaitan antara media visual, perilaku sosial, dan pembentukan identitas generasi digital.
EKSISTENSI KESENIAN PENCAK SILAT BANDRONG DI PADEPOKAN SAMPURNANING JAYA BOJONEGARA, SERANG-BANTEN Muttaqin, Divia Agustiani; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti; Rizal, Syamsul
Jurnal Seni Makalangan Vol. 10 No. 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/mklng.v10i1.2703

Abstract

Kehadiran kesenian dalam kehidupan masyrakat dapat berupa hiburan, upacara adat maupun acara lain seperti hajatan dan sebagainya. Seriing dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, kesenian dan kebudayaan selalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal tersebut terjadi dalam rangka penyesuaian dengan perkembangan tata kehidupan masyrakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Eksistensi Kesenian Pencak Silat Bandrong di Padepokan Sampurnaning Jaya, Bojonegara, Serang, Banten yang meliputi sejarah, perkembangan dan faktor-faktor yang mendukung eksistensi kesenian pencak silat Bandrong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian adalah anggota atau pelaku kesenian Pencak Silat Bandrong di Padepokan Sampurnaning Jaya, tokoh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Serang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian Eksistensi kesenian Padepokan Sampurnaning Jaya dipengaruhi oleh tiga unsur eksistensi yaitu: kelahiran karya seni, prestasi serta promosi yang dilakukan. ABSTRACT THE EXISTENCE OF BANDRONG PENCAK SILAT ARTS AT PADEPOKAN SAMPURNANING JAYA BOJONEGARA, SERANG-BANTEN, June 2023. The presence of art in people's lives can be in the form of entertainment, traditional ceremonies and other events such as celebrations and so on. Along with the development of technology and science, art and culture are always changing from time to time. This happens in the context of adjustment to the development of community life. This study aims to describe the existence of Bandrong Pencak Silat art in Padepokan Sampurnaning Jaya, Bojonegara, Serang, Banten which includes history, development and factors that support the existence of Bandrong Pencak Silat art. The object of this research is Bandrong Pencak Silat Art in Padepokan Sampurnaning Jaya, Bojonegara, Serang, Banten. This research uses descriptive qualitative. The research subjects were members or performers of the Bandrong Pencak Silat arts in Padepokan Sampurnaning Jaya, community leaders and the Serang Regency Government. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. Data analysis used data reduction, data description and conclusion drawing. The validity of the data was obtained by using the source triangulation technique. The results of the study the existence of Padepokan Sampurnaning Jaya art is influenced by three elements of existence, namely: the birth of the work of art, achievements and promotions carried out. Keywords: Existence, Bandrong Pencak Silat Art, Padepokan Sampurnaning Jaya.
Pengembangan Media Rotation Art Video Berbasis Video 360 Derajat pada Pembelajaran Seni Tari Ahlan Wasahlan di SMA Negeri 4 Kota Serang Ramadhani, Dinda Alfiah Anwar; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukaniuntuk mengembangkanidan mengujiikelayakan media. Tujuan penelitianiini yaitu menghasilkanimedia daniimengetahui kelayakannya. Penelitian ini Researchiiand Developmenti (R&D) idenganimodel ADDIE. Hasilipenelitian ini berupa aplikasi Rotation Art Video, yang berbasis video 360 derajat dengan materi tari kreasi daerah. Aplikasi ini telah diuji oleh ahli media dan ahli materi, serta respon pengguna 30 siswa SMA Negeri 4 Kota Serang. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media mencapai persentase 79,61% termasuk “Sangat Layak”. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi mencapai persentase 92,19% termasuk “Sangat Layak”. Dengan ini, media Rotation Art video berbasis video 360 derajat dapat digunakan sebagai media pembelajaran seni tari pada materi tari kreasi daerah setempat kelasiX di SMAiNegeri 4 KotaiSerang.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Pemahaman Unsur Tari Kreasi Pada Siswa di Kelas IX SMP Negeri 3 Cinangka Aulia, Reifa; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa dalam kegiatan pembelajaran serta pemahaman mengenai materi unsur tari kreasi di kelas IX SMP Negeri 3 Cinangka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning dan pengaruhnya terhadap pemahaman unsur tari kreasi pada siswa di kelas IX SMP Negeri 3 Cinangka. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain nonequivalent control group design. Hasil penelitian didapati nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 28,13 dan nilai rata-rata pada kelas kontrol sebesar 27,25. Kemudian untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan model Problem Based Learning dilakukan pengujian hipotesis degan menggunakan uji t dua sampel, maka didapati hasil t hitung sebesar 1,68 dan t tabel sebesar 1,67 dengan taraf signifikasi 5%. Dengan demikian, maka disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning berpengaruh terhadap pemahaman unsur tari kreasi.
Model Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi Tari Kreasi Banten untuk Melihat Keterampilan Menari Siswa di SMP Negeri 2 Kota Serang Patonah, Siti; Lestari, Dwi Junianti; Purwinarti, Wiwin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26435

Abstract

Model pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berfokus pada perbedaan kebutuhan, minat, dan kesiapan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada materi tari kreasi Banten serta ingin mengetahui bagaimana kemampuan keterampilan menari siswa dalam pelajaran materi Tari Kreasi Banten khususnya Tari Ramene Mulud di SMP Negeri 2 Kota Serang. Dalam konteks materi Tari Kreasi Banten, model ini diterapkan dengan memberikan variasi cara belajar dan bentuk tugas yang disesuaikan dengan profil siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IX G SMP Negeri 2 Kota Serang yang berjumlah 37 siswa, sedangkan objek dari penelitian ini adalah hasil belajar pada materi Tari Kreasi Banten. Hasil dari penelitian ini disajikan dengan bentuk pemaparan. Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi merupakan Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan kemampuan menari siswa secara signifikan. Siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan mampu mengekspresikan gerak tari dengan lebih baik sesuai potensi masing-masing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan keterampilan menari siswa pada materi tari kreasi Banten di SMP Negeri 2 Kota Serang.
IMPLEMENTASI METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN TARI JATI LARAS DI SANGGAR RSTUDIO KOTA CILEGON BANTEN Putri, Vivi Anggita; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 12 No. 2 (2023): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v12i2.48425

Abstract

Sanggar adalah sarana atau tempat pelatihan guna melakukan sebuah kegiatan yang dimanfaatkan suatu kelompok ataupun komunitas dan merupakan pendidikan yang masuk ke dalam jenis nonformal. Misalnya sanggar tari yang menawarkan pelatihan dan pendidikan tari, serta mengembangkan kesenian tari. Sanggar tari yang melakukan pelatihan dan pendidikan kesenian tari mendalami dan mengeksplorasi tari-tarian yang sudah ada, mulai berwujud tari klasik, tari modern, hingga tari kreasi. Salah satu sanggar yang unik dalam metode pembelajarannya yaitu sanggar RStudio. Sanggar ini memiliki prestasi yang cukup baik dan dalam pembelajarannya menggunakan metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis) Tari Jati laras merupakan tarian yang beberapa sumbernya mengambil dari gerakan silat. Penenlitian ini menggunakan Metode SAS dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data didapatkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan Proses pembelajaran Tari Jati Laras di Sanggar RStudio menerapkan metode SAS (Struktur, Analitis, dan Sintesis) yang membagi pelaksanaan pembelajaran menjadi 3 bagian yaitu: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Terdapat beberapa faktor pendukung dalam proses pembelajaran tari yaitu dalam pembelajaran siswa guru menjalankan perannya sehingga pelaksanaan dapat berjalan secara optimal, siswa dan guru akan berkerjasama dalam menjalin interaksi pada proses pembelajaran, metode yang digunakan oleh guru juga menjadi faktor pendukung dalam proses pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran. adapun faktor penghambat dari pembelajaran yaitu keterampilan gerak dan daya ingat siswa yang berbeda-beda dan fasilitas ruangan yang diperlukan kurang memadai.
SISTEM PEWARISAN KESENIAN RAMPAK BEDUG DI SANGGAR HARUM SARI PANDEGLANG BANTEN Alfira, Rina; Lestari, Dwi Junianti; Permanasari, Alis Triena
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64623

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum adanya kajian tentang proses sistem pewarisan Gerak Tari RamPak Bedug. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses sistem pewarisan dan faktor yang mempengaruhi proses sistem pewarisan gerak tari rampak bedug di Sanggar Harum Sari Pandeglang Banten. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sanggar Harum Sari. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa sistem proses pewarisan Gerak Tari Rampak Bedug yakni vertical transmission yang berarti sistem pewarisan yang memiliki hubungan darah yang diturunkan secara turun-temurun dari generasi tua ke generasi muda. Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh ahli waris saat ini diantaranya praktik meliputi latihan anggota sanggar dan ekstrakurikuler di sekolah, serta melalui workshop, pertunjukan, dan media sosial. Pada faktor pewarisan meliputi faktor internal seperti minat, bakat, dan motivasi pelaku seni, serta faktor eksternal seperti dukungan masyarakat dan pemerintah. Pewarisan ini penting untuk mempertahankan identitas budaya dan mengembangkan kesenian yakni menjaga nilai-nilai kebudayaan dari masa lalu, untuk dilestarikan agar tidak punah.
Pengaruh Olah Tubuh terhadap Kualitas Gerak Tari Siswa MAN 1 Kota Cilegon Tazkiyah, Tamara; Lestari, Dwi Junianti; Rizal, Syamsul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan tahapan pelaksanaan olah tubuh dan menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan kualitas gerak tari siswa pada kegiatan ekstrakurikuler Seni Tari di MAN 1 Kota Cilegon. Karya ini disusun oleh Tamara Tazkiyah sebagai skripsi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, November 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest dan melibatkan 12 siswa aktif. Instrumen penilaian disusun berdasarkan teori Murdiyanti yang mencakup delapan aspek gerak, yaitu pancak, pancat, lulut, luwes, ulat, wiled, irama, dan gendhing. Pelaksanaan latihan mengacu pada teori Widiasih (2013) yang terdiri dari tahap pemanasan, latihan inti, pendinginan, dan pernapasan, dilaksanakan enam kali pertemuan berdurasi sekitar 60 menit. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, menandakan latihan olah tubuh berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan, kelenturan, keseimbangan, koordinasi, dan ekspresi siswa.