Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Edukasi Pengolahan Daun Mint Sebagai Minuman Teh Antioksidan Di Kelurahan Banyurip Kota Pekalongan Endriyatno, Nur Cholis; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Julian, Rixzal Azis; Zatalina, Fildzah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i3.4953

Abstract

Di Kelurahan Banyurip Pekalongan masyarakat telah membudidayakan tanaman mint di pekarangan rumah. Dari observasi lapangan masyarakat belum mengetahui cara pengolahan daun mint beserta manfaatnya untuk kesehatan, ditambah lagi letak geografis Kota Pekalongan yang merupakan jalur pantura dimana potensi radikal bebas yang berasal dari asap kendaraan perlu diwaspadai. Untuk menanggulangi hal tersebut, tim pengabdian mengusulkan alternatif melalui kegiatan pengabdian dengan tema edukasi pengolahan daun mint sebagai minuman teh antioksidan. Sasaran pengabdian yaitu Kelompok Wanita Tani yang diberikan pengetahuan tentang pemanfaatan daun mint mulai dari persiapan daun mint, pembuatan bubuk teh herbal daun mint, pembuatan teh daun mint, dan penyeduhan teh daun mint. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pretest, penyampaian materi dan praktik simulasi, dan diakhiri posttest. Dari hasil evaluasi pengabdian terjadi peningkatan pemahaman masyarakat sebelum diberikan materi sebesar 9-32% dan sesuah diberikan materi meningkat menjadi 91-100%, maka dapat dikatakan pengabdian masyarakat berjalan sukses.
Edukasi Pencegahan Diare dan Dehidrasi pada Kelompok PKK Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang: Health Education on Diarrhea and Dehydration Prevention for the Women's Group of PKK (Family Welfare and Empowerment Organization) in Mojo Village of Pemalang Indonesia Endriyatno, Nur Cholis; Walid, Muhammad; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Efrillia, Erin; Sobirin, Arif; Danendra, Daffa; Nisa’, Fiki Nahdiyatun; Setyowati, Titis; Mubarok, Jauful Iqbal
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6812

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi di Indonesia. Bahaya dari diare adalah dehidrasi yaitu tubuh akan banyak kehilangan air dan garam. Maka dari itu salah satu penanganan diare dengan pencegahan dehidrasi yaitu diberikan larutan gula garam (LGG). Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui edukasi pencegahan diare dan dehidrasi pada kelompok PKK desa Mojo, Kecamatan Ulujami, kabupaten Pemalang, provinsi Jawa Tengah. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan alternatif Participatory Action Research (PAR). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman Masyarakat mengenai pencegahan diare dan dehidrasi yang tercermin dari adanya peningkatan pada nilai posttest terhadap pretes. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah kegiatan pengabdian telah berhasil dilakukan dibuktikan dengan nilai posttest >90%. Diharapkan dengan adanya pengabdian ini taraf kesehatan di desa Mojo akan semakin meningkat.
Edukasi Peningkatan Pemahaman Kesehatan Remaja Karang Taruna Desa Cepagan Melalui Pengembangan Minuman Teh Daun Kemangi: Youth Karang Taruna Cepagan Village Health Education to Increase Understanding Through the Development of Basil Leaf Tea Drinks Endriyatno, Nur Cholis; Walid, Muhammad; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Himawan, Ryan; Ariani, Annastasya Putri
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 6 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i6.6829

Abstract

In Cepagan Village, Warungasem District, Batang Regency, there are many stems of basil plants found around the yard. Basil leaves are known to have the benefit of helping lower blood pressure. From field observations, many people in the village have a history of hypertension. Apart from that, people don't know how to prepare basil leaf tea as an alternative to help lower blood pressure. The target of community service was chosen to be young people from youth organizations considering that there were no activities in the health sector and also based on teenagers' ability to grasp understanding more easily than the elderly. Given the problems and the abundant availability of natural materials, there is a need for community service in the area. This service aims to improve the health of the people of Cepagan Village through Karang Taruna youth by providing education to increase health understanding through drinking basil leaf tea to help reduce hypertension. Service is carried out by presenting material and interactive discussions. The number of service participants was 22 participants. The pretest and posttest describe participants' understanding before and after service. The evaluation results show that the pretest score (5-14%) increased on the posttest (91-100%). So it can be concluded that this community service was successful.
Proyek P5 Kearifan Lokal : Pelatihan Pembuatan Batik Interior Pada Siswa MAN 1 Pekalongan Lestari, Rizki; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Maghfiroh, Maghfiroh; Murty, Daru Anggara; Widadi, Zahir; Agama, Dimas Pandu Setia
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/abdms.v5i1.4005

Abstract

Batik merupakan identitas bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan, dilindungi dan dikembangkan. Pekalongan sebagai Kota Batik Dunia, memiliki ekosistem batik yang lengkap. Batik sudah menjadi keseharian masyarakat Pekalongan. Dalam upaya internalisasi nilai-nilai budaya sekaligus memberikan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam menciptakan produk yang mempunyai nilai ekonomi dilakukan pelatihan pembuatan batik interior pada peserta didik kelas X MAN 1 Kota Pekalongan. Program ini sekaligus sebagai upaya implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dari kurikulum merdeka dengan tema kearifan lokal. Dalam program, dilakukan proses sosialisasi tentang definisi, jenis, aspek penggunaan dan teknik pembuatan batik pada peserta didik. Berdasarkan hasil evaluasi program, tercapai rat-rata peningkatan sebesar 56,67% tingkat pengetahuan maupun keterampilan peserta didik dalam mengimplementasikan Proyek P5 dengan tema kearifan lokal, dalam hal ini adalah batik.
Optimalisasi Pemasaran Digital Dan Pendaftaran Hak Merek Pada UMKM Batik Menuju Dayasaing Global Sunarjo, Wenti Ayu; Wibowo, Dwi Edi; Nasution, Nur Baiti; Rabbani, Nauval; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/abdms.v5i1.4115

Abstract

Community service activity partners are a group of productive partners, namely batik MSMEs in Pekalongan City, namely those who are members of the Kauman batik kampoeng association and the Pesindon batik tourism village. The main problem is marketing, especially digital product marketing in improving the brand image of batik MSMEs towards global competitiveness. This is in line with the aim of community service to optimize digital marketing for batik MSMEs to be able to increase global competitiveness through digital marketing training and mentoring activities by utilizing social media and e-commerce platforms and brand rights registration as part of MSME branding and functions so that consumers can characterizes a product owned by batik MSMEs so that it can differentiate it from other batik products. This activity is divided into three stages, namely the preparation stage including identifying each partner's problem and preparing a problem solving plan, the implementation stage in the form of introducing digital marketing strategies as well as training on marketing utilization and optimization as well as introduction and assistance in creating brand rights, the conclusion evaluation stage of the entire activity, suggestions and conclusions from the results of community service activities. The results obtained from this activity are that batik MSMEs are still minimal in optimizing digitalization for marketing their products, as well as brand rights, only 20% of batik MSMEs have trademarks, the rest have no awareness of trademarks and don't even want to officially register their danang brands.
Pengaruh Tingkat Pengetahuan Industri Batik Menuju Industri Hijau sebagai Bentuk Tanggung Jawab Sosial pada Keberlanjutan Lingkungan Maghfiroh, Maghfiroh; Sunarjo, Wenti Ayu; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Oktaviani, Nila; Ristiawati, Ristiawati; Hanifah, Faiz Tyas; Fadhilah, Wafa Khanza
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 37 No. 2 (2023): PENA SEPTEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i2.3649

Abstract

One of the impacts following the inauguration of Indonesian Batik as an intangible cultural heritage by UNESCO in 2009 was that many batik businesses emerged in various regions. This increase can increase the amount of production and at the same time have an impact on the environment. The presence of government regulations regarding the green industry for the batik industry has allegedly not been a concern for batik entrepreneurs, especially in Pekalongan City. Most of the batik industry still implements production processes without paying attention to SMK3 and environmental aspects, so the aim of this research is to measure the level of knowledge of the Pekalongan City batik industry regarding the existence of government regulations relating to green industry standards for the batik industry. The method used is a survey method using a quantitative approach. Furthermore, the impact of this research can be a reference for the government to provide stimulus and treatment for batik SMEs in increasing knowledge about Permenperin No. 10 of 2023 for the batik industry towards a more focused green industry through green industry certification for batik SMEs.
Pembuatan desain batik motif jlamprang menggunakan aplikasi ibis paint x sebagai dasar perencanaan produksi Maulidia, Hana; Murty, Daru Anggara; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 1 No 1 (2024): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v1i1.170

Abstract

When making batik designs, you must be able to utilize the latest technology. Mobile phones are a vital necessity for human life. This must be utilized in the process of creating digital batik designs. Ibis Paint X can be used as a basis for production planning in digital batik designs with jlamprang motif. This research is qualitative research where the data is presented in the form of descriptions and pictures. Each stage of design creation is documented in the form of images and videos. The data collection methods used are observation, observation, literature study and documentation methods. Every batik production process must go through a planning process which aims to achieve production efficiency. The digital batik designs that have been created are used as a basis for planning batik production starting from the preparation process, wax gluing, coloring and wax removal. The entire process can be identified in advance with this digital batik design. Because the estimated results to be achieved have already been determined. This certainly makes it easier for craftsmen to determine production costs and estimated processing time.
Studi kualitas pewarnaan alami kulit bawang merah pada kain batik Laksana, Haniko Candra; Widadi, Zahir; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 1 No 1 (2024): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v1i1.171

Abstract

Shallots are a plant that is often used in human life. The waste product from shallots that can be used is shallot skins, where the shallot skins are usually just thrown away. This research uses a study of the quality of natural coloring of shallot skin on batik cloth. This research aims to determine the quality of the natural color of shallot skin on batik cloth. The process of researching the quality of shallot skin dye is that a cloth sample is attached to wax and then colored using shallot skin dye which has been extracted and fixed using an alum fixator. After that, the fabric sample is subjected to a night release process. Test samples in the laboratory through color fastness tests to wax release, color fastness tests to washing, color fastness tests to rubbing and color fastness tests to sunlight. Evaluate the resulting values ​​using gray scale and staining scale tools. The results of color fastness to waxing, washing, rubbing and sunlight are very low. This is because the anthocyanin and flaponoid compounds carried by shallot skin tend to be few or the coloring substances produced are very light.
Penciptaan motif batik kabumian sebagai ikon Kabupaten Kebumen Khafis, Mohamad Syahrul; Murty, Daru Anggara; Sasongko, Aditya Dimas Wahyu
Canting : Jurnal Batik Indonesia Vol 1 No 1 (2024): Canting: Jurnal Batik Indonesia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pekalongan bekerjasama dengan Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik (APPBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/canting.v1i1.173

Abstract

Each region has local potential which is visualized in the form of art. However, there are several regions that do not yet have the characteristics of batik in that area. One of them is Kebumen Regency. Creating batik motifs inspired by natural potential and icons in Kebumen Regency, knowing how to visualize and how to apply them to written batik. Descriptive qualitative methods, with interviews, literature studies, observation, documentation and visual studies were used in this research. The research results show that after going through several exploration processes looking for existing potential, there are 5 sources of ideas used as the main motif, namely rice, coconut, swallows, boats, and shrimp. The batik cloth is made using the written batik technique and the dyeing process using the dyeing technique. The dyes used are indigosol o4b, ib, and 14r which are fixed using HCl and nitrite solutions. The results of this study, the batik made contains 5 elements that are the reference or icon of Kebumen Regency and in the future can become the characteristic batik of Kebumen Regency.
Eksplorasi Dinamika Kreatif Estetika Visual Pada Karya Marengo Batik Melalui Pendekatan Nirmana Dalam Upaya Mitigasi Krisis Identitas Sasongko, Aditya Dimas Wahyu; Lestari, Rizki; Murty, Daru Anggara; Maghfiroh, Maghfiroh; A, Saghira Nurul; Suryani, Ririn; Farhan, Fainuza; Maghfiroh, Lailatul; T.A., Najua Izzamilhaq
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v8i2.8955

Abstract

Krisis identitas merupakan fenomena yang sering dihadapi individu dalam masyarakat modern, di mana perubahan sosial dan budaya dapat menyebabkan pergeseran makna diri. Salah satu pendekatan untuk mengatasi hal ini adalah melalui seni, di mana proses kreatif menjadi sarana ekspresi dan refleksi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran nirmana sebagai teori praktis dalam dinamika kreatif yang terdapat pada karya marenggo batik yang dinilai mewakili karakter generasi muda dalam berkarya dan memiliki nilai estetika untuk mitigasi krisis identitas. Nirmana, yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti "bentuk" atau "struktur", menjadi teori ekspresif dalam menciptakan karya seni yang mampu menggali dan memperkuat jati diri. Dalam konteks ini, estetika visual berfungsi sebagai media komunikasi yang mampu mengungkapkan makna dan nilai-nilai dalam menghadapi kebingungan identitas. Proses kreatif melalui nirmana tidak hanya menciptakan karya visual, tetapi juga membantu individu untuk menyusun ulang dan menemukan kembali identitasnya dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini mengkaji bagaimana nirmana dapat mengoptimalkan proses kreatif dalam penciptaan karya seni khususnya pada bidang batik yang berpotensi memberikan solusi terhadap krisis identitas pada generasi muda