Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALYSIS OF FISH CONSUMPTION HABITS AND THE PERCENTAGE OF STUNTING INCIDENCE IN CHILDREN UNDER FIVE IN SAMPOINIET ACEH JAYA REGENCY Hidayattullah, Mhd.; Najikhah, Nur; Putri, Rosalia; Fitriani, Fitriani
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.3034

Abstract

Stunting Stunting adalah kondisi kronis yang menunjukkan malnutrisi jangka panjang dan telah menjadi perhatian serius di Indonesia, memengaruhi sekitar 37,2% anak di bawah usia lima tahun. Penelitian ini berfokus pada analisis hubungan antara konsumsi ikan dan stunting pada balita di Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian dilakukan selama satu bulan, yang melibatkan observasi langsung di lapangan, serta penggunaan kuesioner dan wawancara terstruktur. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis, dengan uji Chi-square untuk memberikan gambaran hubungan antara konsumsi ikan dan terjadinya stunting pada balita di Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa 22,2% anak yang sering mengonsumsi ikan mengalami stunting, sementara 24,1% anak yang jarang mengonsumsi ikan mengalami stunting. Selain itu, 9,3% anak yang sering mengonsumsi ikan tidak mengalami stunting, sedangkan 44,4% anak yang jarang mengonsumsi ikan tidak mengalami stunting. Nilai p sebesar 0,015, yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi ikan dan stunting. AbstractStuntingis a chronic condition that indicates long-term malnutrition and has become a serious concern in Indonesia, affecting approximately 37.2% of children under five years of age. This study focuses on analyzing the relationship between fish consumption and stunting in toddlers in the Sampoiniet of Aceh Jaya Regency. The research was conducted over the course of one month, involving direct field observations, as well as the use of questionnaires and structured interviews. The method employed was descriptive analytical, with Chi-square testing to provide an overview of the relationship between fish consumption and the occurrence of stunting in toddlers in Sampoiniet, Aceh Jaya Regency. The analysis results show that 22.2% of children who frequently consume fish experience stunting, while 24.1% of children who rarely consume fish experience stunting. Additionally, 9.3% of children who frequently consume fish do not experience stunting, whereas 44.4% of children who rarely consume fish do not experience stunting. The p-value of 0.015, which is less than 0.05, indicates a significant relationship between fish consumption and stunting.
ANALYSIS OF FISH CONSUMPTION HABITS AND THE PERCENTAGE OF STUNTING INCIDENCE IN CHILDREN UNDER FIVE IN SAMPOINIET ACEH JAYA REGENCY Hidayattullah, Mhd.; Najikhah, Nur; Putri, Rosalia; Fitriani, Fitriani
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.3034

Abstract

Stunting Stunting adalah kondisi kronis yang menunjukkan malnutrisi jangka panjang dan telah menjadi perhatian serius di Indonesia, memengaruhi sekitar 37,2% anak di bawah usia lima tahun. Penelitian ini berfokus pada analisis hubungan antara konsumsi ikan dan stunting pada balita di Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian dilakukan selama satu bulan, yang melibatkan observasi langsung di lapangan, serta penggunaan kuesioner dan wawancara terstruktur. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis, dengan uji Chi-square untuk memberikan gambaran hubungan antara konsumsi ikan dan terjadinya stunting pada balita di Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa 22,2% anak yang sering mengonsumsi ikan mengalami stunting, sementara 24,1% anak yang jarang mengonsumsi ikan mengalami stunting. Selain itu, 9,3% anak yang sering mengonsumsi ikan tidak mengalami stunting, sedangkan 44,4% anak yang jarang mengonsumsi ikan tidak mengalami stunting. Nilai p sebesar 0,015, yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi ikan dan stunting. AbstractStuntingis a chronic condition that indicates long-term malnutrition and has become a serious concern in Indonesia, affecting approximately 37.2% of children under five years of age. This study focuses on analyzing the relationship between fish consumption and stunting in toddlers in the Sampoiniet of Aceh Jaya Regency. The research was conducted over the course of one month, involving direct field observations, as well as the use of questionnaires and structured interviews. The method employed was descriptive analytical, with Chi-square testing to provide an overview of the relationship between fish consumption and the occurrence of stunting in toddlers in Sampoiniet, Aceh Jaya Regency. The analysis results show that 22.2% of children who frequently consume fish experience stunting, while 24.1% of children who rarely consume fish experience stunting. Additionally, 9.3% of children who frequently consume fish do not experience stunting, whereas 44.4% of children who rarely consume fish do not experience stunting. The p-value of 0.015, which is less than 0.05, indicates a significant relationship between fish consumption and stunting.
Edukasi Dan Pendampingan Terhadap Pengetahuan Dan Pengambilan Keputusan Pencegahan Stunting Pada Calon Pengantin di Aceh Besar Quranayati, Quranayati; Yohana, Laura; Wardani, Mia; Putri, Rosalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 8 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i8.69

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,6% menurut Survei Status Gizi Indonesia 2022. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman calon pengantin mengenai stunting dan pentingnya pengambilan keputusan kesehatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi dan pendampingan terhadap pengetahuan serta pengambilan keputusan pencegahan stunting pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan calon pengantin setelah intervensi, di mana 90,9% peserta awalnya memiliki pengetahuan kategori sedang dan meningkat menjadi kategori tinggi. Semua peserta menunjukkan intensi tinggi untuk mencegah stunting, meskipun masih terdapat kesenjangan antara intensi dan perilaku nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi gizi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan tindakan pencegahan stunting pada calon pengantin
Edukasi Dan Pendampingan Terhadap Pengetahuan Dan Pengambilan Keputusan Pencegahan Stunting Pada Calon Pengantin di Aceh Besar Quranayati, Quranayati; Yohana, Laura; Wardani, Mia; Putri, Rosalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 8 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i8.69

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,6% menurut Survei Status Gizi Indonesia 2022. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman calon pengantin mengenai stunting dan pentingnya pengambilan keputusan kesehatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi dan pendampingan terhadap pengetahuan serta pengambilan keputusan pencegahan stunting pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan calon pengantin setelah intervensi, di mana 90,9% peserta awalnya memiliki pengetahuan kategori sedang dan meningkat menjadi kategori tinggi. Semua peserta menunjukkan intensi tinggi untuk mencegah stunting, meskipun masih terdapat kesenjangan antara intensi dan perilaku nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi gizi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan tindakan pencegahan stunting pada calon pengantin
Penyuluhan tentang Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Pesantren Babussa’adah Al Munawarah di Desa Ulee Tanoh Kecamatan Tanah Pasir Kab Aceh Utara Srie Wahyuni; Rosalia Putri; Qurananayati Qurananayati; Asmuri Yadna
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i2.2508

Abstract

Adolescence is a transition phase between childhood and adulthood, there are significant changes in various aspects of life. n addition to physical, psychological and social changes, adolescence is also an important time to develop skills, discover interests, and prepare for adult life The importance of early recognition of forms of mental disorders as an effort to reduce the incidence of mental disorders in society. This activity aims to increase adolescent knowledge through socialization about mental health and its treatment. The target of this Community Service activity is students in pesantren Babussa’addah Al Munawarrah di Desa Ulee Tanoh Kecamatan Tanah pasir, Aceh Utara a total of 30 people and activities take place for one day presenting material using the lecture method followed by evaluation. The results of this community service show an increase in knowledge and students' understanding of mental health causes, symptoms, and treatment. Changes in student understanding by showing greater positive responses. It is hoped that this service will contribute to efforts to maintain mental health and improve the psychological well-being of adolescents.
Demographic Profile and Illness Symptoms of Artisanal Gold Miners in Ujung Padang Rasian Health Center Area, South Aceh Lensoni, Lensoni; Putri, Rosalia; Rosdiana, Eka; Rizki, Muhammad; Diffa , Farah; Karma, Taufiq; Nurdin, Ambia
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.257

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between demographic characteristics and clinical symptoms experienced by artisanal gold mine workers due to mercury exposure at the UPTD Rasian Ujung Padang Community Health Center Work Area, South Aceh District, Aceh Province. A quantitative descriptive design with a cross-sectional survey approach was employed. The results showed that the most commonly reported chronic toxicity symptoms were headaches (34 respondents), coughing and pain during urination (24 respondents), pelvic pain (23 respondents), and nausea (22 respondents). Regarding acute toxicity symptoms, the majority of respondents experienced muscle cramps (17 respondents), headaches (16 respondents), irritability (3 respondents), and insomnia (2 respondents). Correlation tests indicated that gender was not significantly associated with disease symptoms (p-value = 0.66 > 0.05), while age (p-value = 0.00 < 0.05), education level (p-value = 0.00 < 0.05), and length of employment (p-value = 0.01 < 0.05) showed significant associations. In conclusion, age, education level, and length of employment were significantly associated with the clinical symptoms experienced by artisanal gold mine workers.
Sekolah Tanpa Rasa Takut: Mewujudkan SMP Bebas Bullying Melalui Keterlibatan Komunitas Putri, Rosalia; Fadhil Ulya, Muhammad; Martina, Martina; Zuhkrina, Yuli
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.885

Abstract

Fenomena di masyarakat umum menganggap perundungan di lingkungan sekolah adalah bentuk kenakalan anak pada umumnya sebagai perilaku wajar siswa dalam berinteraksi dengan teman-temannya. Remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan bullying di kalangan remaja usia sekolah. Metode pelaksanaan yang digunakan pada kegiatan program sosialisasi ini adalah metode ceramah dan sesi tanya jawab. kejadian bullying sering terjadi di dalam kelas Ketika tidak ada guru dengan presentase tertinggi yaitu 32%. kasus bullying tidak lepas dari adanya faktor pemicu. Faktor-faktor yang memicu perilaku bullying antara lain karena adanya perbedaan kelas (senioritas), ekonomi, agama, gender, tradisi senioritas. Pencegahan bullying harus dilakukan di semua aspek kehidupan karena akan mempengaruhi Kesehatan mental siswa. 
Analisis Faktor Keaktifan Kader Posyandu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Subulussalam Nelizar, Nelizar; Raisah, Putri; Putri, Rosalia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.12778

Abstract

ABSTRACT Posyandu activities consist of main activities and development/elective activities. Posyandu is the government's effort to make it easier for the Indonesian people to obtain maternal and child health services. Health services in Posyandu are very dependent on HR (Human Resources) in the organization, especially Posyandu cadres. To find out the analysis of cadre activity in the UPTD work area, Simpang Kiri Health Center, Subulussalam Regency in 2023. Quantitative research with analytical descriptive design or cross-sectional approach. The population in this study is all Posyandu cadres in the UPTD Simpang Kiri Health Center work area as many as 52 people. Sampling using probability techniques is a saturated sample or often called total population. The data analysis carried out is chi-square analysis. The results of the univariate analysis showed that 55.8% of cadres were less active (55.8%), cadres had good knowledge (69.2%), cadres had high motivation (55.8%), cadre family support (67.3%), cadres were good at communicating health workers (63.5%), and 50% support community leaders supported. The results of the bivariate analysis static test can be concluded that there is a relationship between knowledge (p-value = 0.007), motivation (p-value = 0.009), health worker communication (p-value = 0.004), community leader support (p-value = 0.005), and there is no relationship between family support (p-value = 0.229) and the activeness of Posyandu cadres. There is a relationship between knowledge, work, motivation, family support, communication with health workers, support from community leaders and the activity of posyandu cadres in the UPTD Simpang Kiri Health Center work area of Subulussalam Regency in 2023. Keywords: Knowledge, Motivation, Family Support, Cadre Activity.  ABSTRAK Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan/pilihan. Posyandu merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat indonesia dalam memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pelayanan kesehatan di Posyandu sangat tergantung pada SDM (Sumber Daya Manusia) dalam organisasi terutama kader Posyandu. Untuk mengetahui analisis keaktifan kader di  wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Kabupaten Subulussalam Tahun 2023. Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik atau pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh kader Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Kabupaten Subulussalam sebanyak 52 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability yaitu sampel jenuh atau sering disebut total population. Analisa data yang dilakukan adalah analisa chi-square. Hasil penelitian analisis univariat menunjukkan bahwa 55,8% kader kurang aktif (55,8%), pengetahuan kader baik (69,2%), kader memiliki motivasi tinggi (55,8%), dukungan keluarga kader mendukung (67,3%), kader baik dalam berkomunikasi tenaga kesehatan (63,5%), dan 50% dukungan tokoh masyarakat mendukung. Hasil uji statiktik analisis bivariat dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,007), motivasi (p-value=0,009), komunikasi tenaga kesehatan (p-value=0,004), dukungan tokoh masyarakat (p-value=0,005), dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga (p-value=0,229) dengan keaktifan kader Posyandu. Terdapat hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, motivasi,  dukungan keluarga, komunikasi dengan tenaga kesehatan, dukungan tokoh masyarakat dengan keaktifan kader posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Kabupaten Subulussalam tahun 2023. Kata Kunci: Pengetahuan, Motivasi, Dukungan Keluarga,  Keaktifan Kader.
Analisis Faktor Keaktifan Kader Posyandu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Subulussalam Nelizar, Nelizar; Raisah, Putri; Putri, Rosalia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.12778

Abstract

ABSTRACT Posyandu activities consist of main activities and development/elective activities. Posyandu is the government's effort to make it easier for the Indonesian people to obtain maternal and child health services. Health services in Posyandu are very dependent on HR (Human Resources) in the organization, especially Posyandu cadres. To find out the analysis of cadre activity in the UPTD work area, Simpang Kiri Health Center, Subulussalam Regency in 2023. Quantitative research with analytical descriptive design or cross-sectional approach. The population in this study is all Posyandu cadres in the UPTD Simpang Kiri Health Center work area as many as 52 people. Sampling using probability techniques is a saturated sample or often called total population. The data analysis carried out is chi-square analysis. The results of the univariate analysis showed that 55.8% of cadres were less active (55.8%), cadres had good knowledge (69.2%), cadres had high motivation (55.8%), cadre family support (67.3%), cadres were good at communicating health workers (63.5%), and 50% support community leaders supported. The results of the bivariate analysis static test can be concluded that there is a relationship between knowledge (p-value = 0.007), motivation (p-value = 0.009), health worker communication (p-value = 0.004), community leader support (p-value = 0.005), and there is no relationship between family support (p-value = 0.229) and the activeness of Posyandu cadres. There is a relationship between knowledge, work, motivation, family support, communication with health workers, support from community leaders and the activity of posyandu cadres in the UPTD Simpang Kiri Health Center work area of Subulussalam Regency in 2023. Keywords: Knowledge, Motivation, Family Support, Cadre Activity.  ABSTRAK Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan/pilihan. Posyandu merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat indonesia dalam memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pelayanan kesehatan di Posyandu sangat tergantung pada SDM (Sumber Daya Manusia) dalam organisasi terutama kader Posyandu. Untuk mengetahui analisis keaktifan kader di  wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Kabupaten Subulussalam Tahun 2023. Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik atau pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh kader Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Kabupaten Subulussalam sebanyak 52 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability yaitu sampel jenuh atau sering disebut total population. Analisa data yang dilakukan adalah analisa chi-square. Hasil penelitian analisis univariat menunjukkan bahwa 55,8% kader kurang aktif (55,8%), pengetahuan kader baik (69,2%), kader memiliki motivasi tinggi (55,8%), dukungan keluarga kader mendukung (67,3%), kader baik dalam berkomunikasi tenaga kesehatan (63,5%), dan 50% dukungan tokoh masyarakat mendukung. Hasil uji statiktik analisis bivariat dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,007), motivasi (p-value=0,009), komunikasi tenaga kesehatan (p-value=0,004), dukungan tokoh masyarakat (p-value=0,005), dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga (p-value=0,229) dengan keaktifan kader Posyandu. Terdapat hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, motivasi,  dukungan keluarga, komunikasi dengan tenaga kesehatan, dukungan tokoh masyarakat dengan keaktifan kader posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Kabupaten Subulussalam tahun 2023. Kata Kunci: Pengetahuan, Motivasi, Dukungan Keluarga,  Keaktifan Kader.
The Influence Of Health Counseling On The Level Of Community Knowledge Regarding The Eradication Of Mosquito Nests (Psn) And Lents In Gampong Lam Teungoh, Peukan District, Banda Aceh Putri, Rosalia; Firdaus, Muhammad; Azhar, Firman; Mukminati, Mayasirul; Sopia, Nadia; Suriyatun, Suriyatun
Aceh Sanitation Journal Vol 2 No 2 (2023): ,
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/asjo.v2i2.541

Abstract

Community behavior regarding Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) and behavior of eradicating mosquito nests (PSN) is one of the risk factors for the occurrence of DHF. Behavior is influenced by knowledge and exposure to information. The type of research is quantitative and the research method used is pre-experimental design using a one group pretest-posttest design. Of the 50 respondents, the level of public knowledge about eradicating mosquito nests and larvae before being given counseling was 11 respondents (22%) with poor knowledge. and as many as 39 people (78%) with good knowledge. Of the 50 respondents, the level of public knowledge regarding eradicating mosquito nests and larvae after being given counseling, all 50 respondents (100%) had good knowledge. There is an influence of health education on level of community knowledge regarding eradicating mosquito nests and larvae in Gampong Lam Teungoh, Peukan Bada District, Aceh Besar Regency. Counseling will have an impact on knowledge and good knowledge will providegood impact on behavior.