Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH DIFERENSIASI PRODUK KULINER TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING PADA UMKM FARIS KITCHEN DI PANTAI TUAH HAMID Anisa Salsabila; Heri Nuryanto; Agung Arif Gunawan; Rosie Oktavia Puspita Rini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan diferensiasi produk terhadap keunggulan bersaing pada UMKM Faris Kitchen di Pantai Tuah Hamid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan sampel 80 pengunjung yang dipilih melalui Simple Random Sampling. Variabel independen berupa diferensiasi produk diukur melalui indikator bentuk, kualitas, kesesuaian, ketahanan, dan gaya, sedangkan variabel dependen berupa keunggulan bersaing diukur melalui keunikan produk, harga bersaing, ketersediaan, dan kesulitan ditiru. Uji validitas dan reliabilitas instrumen menunjukkan hasil yang baik, sedangkan uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas memastikan asumsi klasik terpenuhi. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa diferensiasi produk berpengaruh signifikan terhadap keunggulan bersaing dengan koefisien regresi 0,773, t-hitung 8,034, p-value 0,000, dan R² sebesar 0,453. Hasil ini menyatakan bahwa inovasi dalam diferensiasi produk menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing UMKM di sektor kuliner.
SUBTITUSI TEPUNG CANGKANG TELUR DALAM PEMBUATAN SCONES PENGGANTI TEPUNG TERIGU Muhammad Zidane Fahrultullah; Rosie Oktavia Puspita Rini; Miratia Afriani; Agung Arif Gunawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan tepung cangkang telur sebagai substitusi sebagian tepung terigu dalam pembuatan scones. Tepung cangkang telur mengandung sekitar 94% kalsium karbonat sehingga berpotensi menjadi sumber kalsium tambahan dalam produk pangan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan tiga formulasi substitusi, yaitu 20%, 50%, dan 80%. Eksperimen ini menunjukkan bahwa tepung cangakang telur tidak dapat sepenuhnya menggantikan tepung terigu. Uji organoleptik oleh panelis terlatih dan tidak terlatih meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar sampel dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur, namun sampel dengan substitusi 20% (610) memperoleh nilai tertinggi dan paling disukai panelis. Eksperimen ini menunjukkan bahwa tepung cangakang telur tidak dapat sepenuhnya menggantikan tepung terigu dengan maksimal penggunaan sebesar 20% . Dengan demikian, tepung cangkang telur dapat digunakan sebagai substitusi parsial tepung terigu sekaligus menambah nilai gizi produk.
Perbedaan Persepsi Pelanggan Local dan Non Local pada Produk Mix Platter di Canyon Coffee Nuryanto, Hilde Febi Annisa; Wibowo, Agung Edy; Rosie Oktavia Puspita Rini
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1795

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tren kuliner di Batam, khususnya produk mix platter di Canyon Coffee yang diminati oleh pelanggan lokal maupun non-lokal. Perbedaan domisili diduga dapat memengaruhi persepsi terhadap harga, porsi, dan pengalaman bersantap. Namun, kajian mengenai hal ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan persepsi pelanggan lokal dan non-lokal terhadap produk mix platter di Canyon Coffee Batam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 100 responden, terdiri dari 58 pelanggan lokal yang berdomisili di Kecamatan Sei Beduk dan 42 pelanggan non-lokal dari luar Kecamatan Sei Beduk. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan uji Independent Sample t-test menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persepsi pelanggan non-lokal (mean = 18,61) sedikit lebih tinggi dibandingkan pelanggan lokal (mean = 18,34). Namun, nilai signifikansi sebesar 0,658 (> 0,05) membuktikan tidak terdapat perbedaan signifikan antara keduanya. Dengan demikian, hipotesis penelitian ditolak.
SUBSTITUSI PUREE KURMA (Phoenix Dactylifera L.) TERHADAP DODOL MELAYU Safitriani, Nadia Sarmanisa; Agung Arif Gunawan; Rosie Oktavia Puspita Rini; Silitonga, Frangky
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 21 No 2 (2025): JURNAL PARIWISATA INDONESIA
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze substituting date puree (Phoenix dactylifera) as a sugar replacement in the production of dodol, based on hedonic test and hedonic quality test by panelists preferences. The research background based on the high consumption of added sugar, thus requiring healthier natural sweetener alternatives. The research method used an experimental design with three formulations: 0% date puree, 50% date puree, and 100% date puree. Organoleptic test were carried out by trained and semi-trained panelist, evaluating aspect of color, aroma, taste, and texture using a 1-5 hedonic scale. Analysis was performed using Kruskal-Wallis test. The analysis revealed that the 50% date puree formulation received the highest preference scores for taste and texture, while the 100% substitution produced a stronger color and aroma but was less favored by some panelists. These findings highlight that date puree can be effectively used as a natural sweetener in dodol with good consumer acceptance. This study expands to the innovation of Indonesian traditional food and supports healthier dietary patterns.
THE RESILIENCE OF TRADITIONAL CULINARY CUISINE OF BENAN ISLAND DEAL THE DOMINANCE OF MODERN FOOD IN MARINE TOURISM AREAS Rosie Oktavia Puspita Rini; Astika Mutiarazma
JURNAL MANAJEMEN KULINER Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmn.v5i1.486

Abstract

Benan Island in Lingga Regency possesses a rich coastal Malay gastronomy that serves as a primary attraction for marine tourism. However, tourism development brings challenges such as the penetration of modern food that threatens the existence of local cuisine. This study aims to explore the resilience strategies of Benan Island’s traditional culinary in maintaining authenticity amidst the dominance of industrial food. Using a qualitative-ethnographic approach, data were collected through participatory observation and in-depth interviews with restaurant owners (RM Malong, RM Pa Acay, and RM Mutiah) and sea cucumber farmers. The results indicate that Benan's culinary resilience stems from the sovereignty of local raw materials such as Sagai and Selikur fish, as well as the use of natural acidifiers (mempelam and starfruit). The "Senggang Tumis" and "Senggang Biase" techniques represent flavor adaptations that preserve traditional roots. Data triangulation proves that local restaurants function as preservation agents through manual processes (grinding) that reject industrial standardization. Future resilience strategies require the integration of the sea cucumber cultivation sector, codification of traditional recipes, and digital storytelling to position Benan’s culinary as a premium product of sustainable tourism.