Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INCREASE SKILLS IN YOUTH CADRE COMMUNICATION THROUGH TRAINING COMMUNICATION EFFECTIVE IN RIDOGALIH VILLAGE Elizabeth, Beatrix; Giyaningtyas, Ika Juita; Sartika, Aprilina
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2077

Abstract

Cadres have a role in preventing disease and improving people's ability to help themselves to achieve optimal health. The incidence of diabetes in adolescents is increasing day by day, so it needs early prevention. Ridogalih Village has Youth cadres but they still can not communicate with the community or their peers. The cadres in Ridogalih village have so far only focused on pregnant women and the elderly, so adolescents do not get good health information. The purpose of community service activities through training adolescent cadres conducted by Medika Suherman University is to improve the knowledge and skills of adolescent cadres so that they can optimize health in Ridogalih village. The method of service carried out provides training on how to communicate effectively, especially with peers. Youth cadres who participated in this training were 30 children who had been appointed as youth cadres before. Evaluation of this activity uses a knowledge questionnaire and a pre-posttest knowledge checklist. The results of the training obtained increased knowledge and skills in effective communication. The results of the training obtained increased knowledge and skills about effective communication. Pre-test cadre knowledge was less as much as 17 or 56.7%, sufficient cadre knowledge as much as 12 or 40.0% and good cadre knowledge as much as 1 or 3.3% while the total score of post test answers in the less category was 4 or 13.3%, enough as much as 16 or 53.3% and good as much as 10 or 33.3%.
ANALISIS FAKTOR KUALITAS TIDUR LANSIA DI DESA SUKARINGIN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKATENANG Tia Badrina Alpi; Kisnanda, Arya; Nony Ayuningsih, Cicilia; Sartika, Aprilina
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 9 No 2 (2025): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia memiliki mekanisme tidur yang terjadi lebih lama disebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan disertai rasa tidak nyaman. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner  kualitas tidur, aktivitas fisik, lingkungan dan kecemasan. Hasil Penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang. Saran bagi lansia untuk meningkatkan aktivitas fisik agar tetap sehat dan mendapatkan kualitas tidur yang baik, lansia dianjurkan untuk menjaga lingkungan sekitar.
Faktor Risiko Kejadian Miopia Pada Anak Usia 7–11 Tahun Di JTEC RS Harapan Bunda Jakarta Timur Sari, Evi Nurlita; Nofita, Rosi; Sartika, Aprilina; Elizabeth, Beatrix
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.25199

Abstract

Prevalensi miopia pada anak-anak terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Miopia yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma, katarak, dan ablasi retina serta atrofi. Berdasarkan studi pendahulu di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda, prevalensi miopia meningkat dari 33% menjadi 67%. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor genetik, jenis kelamin, aktivitas luar ruangan, dan penggunaan gadget dengan kejadian miopia pada anak usia 7-11 tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 81 anak usia 7-11 tahun yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui membagian informed consent, serta kuesioner terkait faktor risiko. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan komputer dengan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kejadian miopia dengan nilai 0,007 (p 0,05). Faktor genetik nilai p = 0,002(p 0,05). Aktivitas luar ruangan nilai p = 0,039 (p 0,05). Penggunaan gadget dengan nilai p = 0,001(p0,05). Terdapat hubungan signifikan antara faktor genetik, jenis kelamin, aktivitas luar ruangan, dan penggunaan gadget dengan kejadian miopia pada anak usia 7–11 tahun.